"PENDEKAR ELANG"

"PENDEKAR ELANG"
EPISODE 6


__ADS_3

  Elang berpikir menggunakan ilmu Halimunnya untuk pulang karena Elang sudah males berurusan dengan para dedemit penunggu hutan Lodaya..selain itu juga karena saat ini dia membawa teratai tunggal,,takut perjalanannya terganggu karena bunga keramat itu.


Sesaat kemudian Elang menghilang bersama asap putih yang menyelimutinya.


Tak berapa lama sampailah Elang di desa WonoAgeng tempat tinggalnya.


Ibunya sangat bahagia melihat kedatangan Elang setelah satu hari melaksanakn misinya di hutan Lodaya yang terkenal keangkerannya.


Lalu tiba2 muncul Ki Agung di depan pondoknya..


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam..kata Elang dan Ibunya bersamaan.


"Wahhh guru tohh...sejak kapan guru berada di situ"


Baru saja anakku.


Elang lalu berjalan menujunya..mereka berincang2 di dipan di depan pondok sementara ibu Elang hanya mendengarkan saja.


"Bagaimana perjalananmu kemarin anakku??"Tanya Ki Agung.


Banyak gangguan guru,,trrnyata hutan Lodaya memang benar2 angker..selama menyusuri hutan Elang selalu berintraksi dengan "mereka" yang ada disana.


"Itulah hutan Lodaya,,maka dari itu tak ada penduduk yang berani kesnaa meski untuk mencari kayu bakar di tepiannya saja,,apalagi masuk sampai ke dalam hutan. Lalu apa kamu menemukan tempat yang di maksud anakku??"Kata Ki Agung.


"Tentu saja Ki.."


Danau itu benar2 hitam pekat,,namun jangan dikira tak berpenghuni..Danau itu dijaga oleh siluman ular kepala tiga,,dan Elang bertarung dengannya untuk mendapatkan teratai tunggal itu"


Apaa nakk??? Ular kepala tiga?? Kamu bertarung dengannya?? Ya Allah gustiiii..andai ibu tau takkan ibu biarkan kamu pergi kesana".


Njihh bu..tapi kan Elang selamat dan baik2 saja..Elang melakukan itu demi warga desa Jingga bu,,kasian mereka ,,jika tak ditemukan obatnya entah sampai kapan mereka menderita seperti itu.


Iya nakk..ibu tau tugas mu mulia,, ibu hanya mngkhawatirkn mu saja.


Njih bu..tapi sekarang ibu tak perlu khawatir lagi..Elang sudah disini..


Dan ini teratai tunggal itu,,seraya menunjukannya pada ibunya dan ki Agung.


Pengorbananmu sungguh luar biasa anakku,, guru bangga padamu.


Ibu juga bangga padamu nakk.

__ADS_1


Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan teratai itu nakk kata Ibunya.


Biji dan kelopak bunga teratai ini di rendam,,lalu air rendamannya di usapkan pada mereka yang terkena wabah..tentunya dengan memohon pertolongan Gusti Allah bu.


Kapan kamu akan memberikan obat ini anakku..kata Ki Agung.


Hari ini Ki,,lebih cepat lebih baik.


Semoga hari ini hujan jadi airnya bisa digunakan untuk mandi mereka.


Karena air mandinya harus berasal dari air hujan yang murni ki sesuai pesan dalam meditasi saya dulu.


Baiklah sekarang ayo kita kesana nakk..tunggu apa lagi.


Di minum dulu kopinya Ki kata ibu.


Setelah menyeruput kopi hitam itu,,Elang dan ki Agung lalu menuju ke desa Jingga.


15 menit berlalu sampailah Elang dan ki Agung di desa itu.


Para warga disana nampak berkumpul di dekat gardu ronda setelah mendengar kentongan dibunyikan..


Di sana mereka bertemu dengan Elang,,,Ki Agung dan Kepala desa yang memberitahukan kepada warga bahwa wabah gatal itu bisa di obati dengan obat yang dibawa oleh Elang..mereka yang telah mengenal Elang saat menaklukan raksasa dulu menyambut dengan antusias.


Semua ini terjadi atas izin Gusti Allah,,semoga saja usaha pengobatan yang akan kita lakukan nanti bisa menyembuhkan kisanak semua dari wabah ini.


Ada Mas Elang..di depan rumah saya  2 baskom besar air hujan..kata seorang ibu.


Saya juga punya mas Elang,,1 baskom belum di pakai,,


Kami juga ada Kisanak kata seorang pemuda seumuran Elang.


Sykurlah kalo begitu..tolong kumpulkan air2 hujan itu,,untuk kita gunakan mandi nantinya.


Semua warga bergotong royong untuk menggotong wadah yang berisi air hujan itu,,dengan ember ditangan mereka,,seolah tak memperdulikan lagi rasa gatal yang menjalari tubuh.


Tak berapa lama 6 baskom besar berisi air hujan telah siap di depan balai desa.


Elang lalu membagi bagikan kelopak dan biji bunga teratai itu pada ke enam baskom berisi air hujan tadi


Dan membiarkan rendaman kelopak dan biji bunga teratai tunggal itu untuk beberapa saat,, sambil menunggu mereka melakukan doa dan dzikir bersmaa di depan balai desa yang di pimpin oleh Ki Agung,,memohon kesembuhan dari wabah yang sedang menyerang warga desa Jingga.


30 menit berlalu,,acara dzikir dan doa selesai,,lalu satu persatu warga desa di suruh menyiramkan tubuhnya dengan air hujan dan rendaman bunga teratai tunggal itu.

__ADS_1


Semua warga nampak antusias mengharap bisa disembuhkan oleh Gusti Allah.


Akhirnya semua warga desa telah menyiram tubuh mereka dengan air hujan itu..tak berapa lama keajaiban terjadi tentunya atas pertolongan Gusti Allah,,semua rasa gatal di kulit  mereka akibat wabah itu dan luka yang ditimbulkannya seketika lenyap tanpa bekas.


Semua warga desa menyambut gembira,,mereka lalu sujud syukur kehadirat ilahi rabbi,,atas pertolongannya jua lah semua ini bisa terjadi lewat perantaraan Elang yang membawa bunga teratai tunggal itu sebagai obat.


Mereka tak henti2nya mengucapkan terimakasih pada Elang dan ki Agung.


Setelah semua selesai Elang dan ki Agung pamit pulang.


"Kami warga desa mengundang Nakk Elang dan orang tuanya juga Ki Agung untuk menghadiri acara sykuran karena telah diberi kesembuhan oleh Gusti Allah,,yang akan di lakukan besok siang di balai desa ini..Dan jika tak keberatan kami meminta pada Ki Agung untuk memimpin doanya" kata kepala desa.


"Insha Allah,,besok kami akan menghadirinya kata Elang dan ki Agung.


Kami pamit pulang dulu kata Elang.


Assalamualaikum


Waalaikum salam kata semua warga desa.


Mereka mengantarkan kepergian Elang dan Ki Agung dengan senyum kebahagiaan di wajah mereka.


   Keesokan harinya Elang,,Nyimas dan Ki Agung nampak bergegas menuju desa Jingga untuk memenuhi undangan mereka di acara syukuran hari ini.


Setibanya di desa Jingga Elang,,Ibunya dan ki Agung disambut meriah oleh warga desa,,terlihat mereka sangat menyayangi Elang.


Tempat istimewa telah di sediakan sebagai penghormatan kepada mereka di acara itu.


Tak berapa lama acara sykuran di mulai,,Ki Agung yang memimpin doa,,itu terlihat dari mulutnya yang bergerak2 melafazkan ayat2 suci Al Quran juga dzikir dan doa2.


Acara berlangsung khidmat hingga detik terakhir.


Lalu para tamu dan warga desa makan bersmaa dengan duduk lesehan dengan semua nasi dan lauk berada pada satu tempat,,beralaskan daun pisang yang banyak dan di letakkan berjajar,,hanya saja dibedakan tempat untuk laki2 dan perempuan.


Semua warga nampak menikmati hidangan yang ada,,karena selama terjangkit wabah nafsu makan mereka menurun bahkan ada yang tak berselera smaa sekali dengan makanan,,bagaimana bisa makan dengan lahap melihat kulit mereka saja jijik..membuat selera makan mereka hilang.


Tapi tidak hari ini,,mereka begitu lahap makannya dan terlihat gembira.


"Alhmdulilaah,,sekali lagi saya mewakili warga desa Jingga mengucapkan terimakasih buat nakk Elang dan Ki Agung atas jasanya untuk desa kami",kata Kepala Desa.


"Sama2 Pak..semua atas izin Gusti Allah kata Elang"


Ki Agung dan Nyimas tersenyum dan tentunya bangga pada Elang.

__ADS_1


Acara sykuran selesai,,mereka bertiga lalu pamit pulang.


Namun Elang tidak pulang dengan tangan kosong dia mendaptkan dua ekor kambing yang sepasang,,hadiah dari kepala desa.


__ADS_2