
Udara sejuk pagi ini..mentari menampakkan wibawanya pada semesta,,sinarnya menembus celah2 pepohonan di hutan Lodaya itu,,meski ada beberapa pohon yang tumbang dan tercabut akarnya akibat ulah raksasa beberapa waktu yang lalu.
Elang berjalan seorang diri memasuki bagian2 hutan,,sejauh ini perjalanannya terlihat aman,,tak ada sedikit pun gangguan menghampiri,,padahal hutan ini terkenal dengan bintang buas dan keangkerannya.
Tapi itu tidak menciutkan tekad Elang untuk menjelajahinya,,berbekal restu dan doa dari sang ibu dan ki Agung gurunya.
Elang terus melangkahkan kakinya semakin ke dalam dari hutan itu.
Langkah Elang terhenti saat melihat seorang perempuan duduk di atas batu besar sambil menangis,,suara tangisan yang teramat sangat memilukan,,namun Elang tak bisa melihat wajahnya karena tertutupi oleh rambutnya yang panjang tergerai itu.
Elang msh memperhatikan perempuan di atas batu itu,, masih menangis,,Elang bingung perempuan ini,,apakah manusia atau kah jelmaan jin penunggu hutan yang ingin menggangu perjalanannya.
Elang yang penasaran pada perempuan itu lalu mendekatinya,,jika dia manusia Elang berniat akan menolongnya,, hal itu yang terlintas dibenak Elang pertama kali setelah mendengar tangisan pilunya.
Elang meberanikan diri menyapanya,,,meski sebenarnya Elang merasakan sesuatu yang ganjil pada perempuan itu,,di sekitarnya tercium aroma melati yang menusuk hidung..tapi Karena rasa kemanusiaannya dia tidak memperdulikan keanehan itu.
Apa yang kamu lakukan disini nyai??
Dan kenapa kamu menangis??
Perempuan itu seketika menghentikan tangisnya setelah mendengar suara Elang..
Dia lalu menolehkan wajahnya yang rusak itu pada Elang..
Elang nampak terkejut,namun karena dia pemuda yang bernyali besar dia dengan cepat menguasi diri
Perempuan itu lalu tetawa cekikikan khas lengkingan kuntilanak
Hihihihihiiihihiiiiiiiiiiiiii....
Dia dengan cepat melesat ke atas lalu duduk di salah satu dahan pohon yg ada disana dengan mata yang melotot seolah marah pada Elang.
Elang balas tatapan itu tak kalah tajam..sambil melafazkan ayat2 Quran untuk menaklukan jin fasik itu.
Tak berapa lama Perempuan itu berteriak nyaring..
Aaaarrrhhhghhh Panaass....Paanassss ...ampuuuunn..
Elang terus saja membacakan doa2 tanpa henti..
Tak berapa lama perempuan itu berubah menjadi gumpalan asap yang menyisakan bau anyir dan busuk,,yang membuat Elang nyaris muntah karenanya.
Elang kembali meneruskan perjalanannya menyusuri semak belukar dan entah sudah berapa kali kulitnya tergores akibat terkena duri dan ranting2 pohon yang menjuntai di antara pepohonan.
15 menit perjalanannya di dalam hutan Lodaya dia kembali ditemukan pada hal ganjil yang diluar nalar.
Di dekat tempatnya berdiri tumbuh beberapa pohon pisang,,tapi ada satu yang berbeda dari lainnya.
Elang kembali tertegun memperhatikan dengan seksama pohon pisang itu,,terutama dibagian jantung pisang yang agak menjuntai..terlihat lebih merah dan bergerak2.
Elang melangkahkan kakinya perlahan seraya mendekat agar bisa melihat lebih jelas jantung pisang itu.
Betapa terkejutnya Elang setelah melihat dari dekat,, benda yang dkiranya jantung pisang itu ternyata sebuah lidah yang sedang menjulur..lagi2 tipu daya jin berperan disini,,
Elang kembali membacakan doa2 agar jin itu tidak lagi menggangunya..tak berapa lama pohon pisang itu kembali normal layaknya pohon pisang biasa..Jin itu tak ada lagi disana.
Alhmdulilah atas pertolonganmu Ya Allah..batinnya.
Kembali Elang melangkahkan kaki ke dan sampailah dia di bagian tengah hutan,,,
Elang mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan beringin kembar itu.
Tak jauh dari tempatnya berdiri nampak dua buah pohon beringin besar nampak kokoh berdiri,,seolah2 menjadi penanda perbatasan dua alam,, tapi tentu saja bagian orang2 dengan kelebihan yang bisa meraskannya,,tidak untuk orang awam.
Elang takjub memperhatikan beringin kembar itu.
Dia mendekatinya,,mengusap kedua batang kokohnya bergantian.
Saat Elang mengusap salah satu batang pohon beringin itu,,tangan Elang bergerak sendiri,,seolah ada yang menuntunnya
lalu berhenti di salah satu bagian terbawah dari pohon beringin itu tepatnya di dekat akar2 serabutnya..
Elang nampak berjongkok mengikuti gerakan tangannya.
__ADS_1
Kemudian tangan kanan Elang nampak menepuk 3x pada akar serabut itu, lalu keluar lah sedikit asap putih dari akar itu,,sebuah kujang,, entah apa maksudnya benda pusaka itu menampakkan wujudnya pada Elang.
Terasa seperti ada aliran listrik yang mengalir saat kujang itu berada di tangan Elang.
Lama kelamaan rasa panas itu berangsur hilang,,itu artinya kujang itu minta di rawat,, Elang lalu menyimpan di balik bajunya.
Namun tiba2 seorang kakek tua melintas di depannya,,tongkat yang ada di tangannya terjatuh.
Elang lalu mengucapkan salam padanya
Assalamualaikum kekk?? Seraya membantu mengambil tongkatnya yang terjatuh.
"Walaikum salam..terimakasih nakk,,apa yang kamu lakukan disni anakku..disni bukan tempatmu"
Elang lalu mengatakan kenapa dia berada di hutan ini.
Kakek tua itu manggut2 tanda memahami cerita Elang.
Ikuti kata hatimu nakk
Sesaat Elang teralihkan perhatiannya karena kujang yang ada di pinggangnya sedikit terubah posisinya,, dan saat Elang akan kembali mengajak kakek tua itu bicara,,ternyata kakek itu tak ada lagi disana,, Elang kelihatan bingung koq bisa secepat itu kakek tadi berlalu dari hadapannya..
Elang nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah berharap melihat si kakek namun tak jua di temukannya.
"Anehh" gumamnya.
Elang kembali teringat dengan suara2 yang ada dalam perjalanan astralnya kemarin..
Pohon beringin sebagai gerbangnya,,lewatilah..
Dengan mengucap bismillah dan doa2 perlindungan,,Elang lalu melangkahkan kakinya melewati pohon beringin kembar itu,,dan benar saja setelah berhasil melewati pohon beringin kembar itu, Elang seperti merasa berada di alam lain.
Jalan setapak nampak terbentang dihadapannya saat ini,,di samping kiri dan kanan jalan kecil itu hanya ada pepohonan dan semak belukar.
Suasana disitu terlihat lebih suram,,ditingkahi angin yang bertiup semilir, sukses membuat bulu kuduk Elang meremang,,tapi bukan Elang namamya jika harus takut dan menyerah hanya karena suasana yang mistis atau pun teror para dedemit penunggu hutan Lodaya.
Elang seorang pendekar yang tentu saja punya tekad yang kuat dalam dirinya sebagai sang penakluk yang tak kenal kata menyerah.
Elang menyusuri jalan setapak itu,,berbagai kejadian aneh di alaminya saat melintas disana.
Dia hanya fokus pada tujuan utamanya.
Elang juga melihat beberapa wanita yang duduk dibawah sebuah pohon namun wajah mereka semua rata.
Sungguh luar biasa eksistensi makhluk2 itu di hutan Lodaya ini,,pantas ajaa tak ada warga yang berani berada disini.
Elang kembali teringat pada kakek tua bertongkat yang di temuinya tadi di dekat beringin kembar..jangan2 kakek itu juga sama seperti "mereka" batinnya.
Tak berapa lama Elang sampai di hamaparan tanah luas dengan rerumputan yang menghijau,,benar2 pemandangan yang luar biasa menakjubkan.
Elang pun terus melangkahkan kakinya,,tak berapa lama Elang melihat danau hitam itu dan benar saja di tengah danau nampak tumbuh teratai putih tunggal,,smaa seperti yang dilihatnya pada perjalanan astralnya saat meditasi.
Elang berpkir bagaimana caranya dia bisa mengambil bunga teratai itu,, jika berenang Elang takkan tau apa yang sedang menunggunya di dalam danau itu,,mustahil jika danau dan tanaman itu tak dijaga oleh sesuatu.
Teratai itu seperti harta karun,,jadi tak mungkin tak ada yang menjaganya dan Elang paham betul memetiknya takkan semudah memetik bunga2 biasa,,karena teratai tunggal itu bunga yang special,,bisa digunakan sebagai obat.
Elang lalu mengambil gumpalan tanah dan melemparkannya ke tengah danau,,tak berapa lama danau bergolak..seolah ada yang terusik dengan lemparan tadi.
Benar kan dugaanku,,ada sesuatu yang tengah menunggu di dalam danau hitam itu gumam Elang bicara pada dirinya sendiri.
Elang nampak berpikir keras bagaimana cara agar dia bisa tahu
Apa yang ada di kedalaman danau hitam itu.
Elang lalu mencari gumpalan tanah,, kali ini agak besar lalu kembali melemparnya ke tengah danau
Taktik Elang berhasil,,Penunggu danau itu menampakkan diri di tengah2 danau karena merasa terusik akibat ulah Elang barusan.
Seekor ular besar kepala tiga nampak memunculkan bagian kepalanya dari dalam air.
Sorot matanya tajam,,seolah mengatakan akulah yang ada disni
Elang tak menyangka akan bisa melihat secara langsung penunggu danau hitam itu.
__ADS_1
Tak ada cara lain untukku bisa mengambil teratai tunggal itu selain dengan berenang dan bertarung dengan siluman ular itu..batinnya.
Baiklah demi kesembuhan orang2 tak berdosa itu,,apapun akan ku lakukan gumamnya,,meski nyawa taruhannya,,setidaknya keberadaanku di dunia berguna untuk orang lain lagi2 batinnya bicara.
Tiba2 siluman ular itu bersuara.
Siapa gerangan kamu wahai anak muda?? berani2nya mengusikku.
Aku Elang!!!
Apa yang membawamu sampai kesini hahh!! Ujarnya
Aku menginginkan teratai tunggal itu jwb Elang.
Apa??!! WUAHAHAHAAAAA....siluman itu tertawa,, menertawakan Elang dengan harapan semunya karena menginginkan teratai tunggal itu.
Sebesar itukah nyalimu anak muda??kau tidak tau berhadapan dengan siapa sekarang hahh!!!
Siapapun kamu aku tidak takut..cepat berikan teratai tunggal itu padaku.
UWAAAHAHAHHAAA..tak semudah itu anak muda.!
"Teratai itu takkan bisa kau jamah"
Hadapi aku dulu katanya pongah.
Baik aku turuti permintaanmu siluman laknat!!!!
WUAHAHAHAHAHAAA...kembali tawa siluman itu terdengar menggelegar.
Ku tunggu kamu disini anak muda.
Elang yang mendengar ucapan siluman ular kepala tiga itu segera menceburkan diri ke danau hitam itu
Mereka bertarung habis2n di dalam air,,kedua belah pihak saling memprtahankan diri,,
Elang agak kewalahan karena air danau yang hitam sedikit menghalangi pandangan matanya.
Namun dia berusaha memfokuskan pikirannya,,penglihatan juga pendengarannya saat di dalam air.
Elang nampak mempelajari pergerakan siluman ular itu,,tak berapa lama berselang Elang bisa menguasai siluman itu,,Elang berhasil berpegangan pada leher ular itu yang terus bergerak kesana kemari,,semakin cepat dia berenang semakin erat pegangan Elang pada lehernya dan itu membuat pergerakan siluman itu melemah karena lehernya tercekik pegangan tangan Elang,,kemudian Elang teringat pada kujang di pinggangnya,,dia lalu mengeluarkan kujang itu,,nampak kujang itu mengeluarkan cahaya putih yang menerangi danau hitam itu,,cahayanya seolah seperti lampu yang menyinari tempat yang gelap.
Danau itu terlihat terang benderang di tambah sinar matahari yang masuk ke dalamnya,,sehingga Elang bisa leluasa melihat dan memperhatikan isi dalam danau itu.,,sungguh pemandangan yang luar biasa indah di dasarnya dengan tumbuhan air dan ikan2 yang memiliki keindahan tersendiri,,dan keunikan2 lain yang tak bisa di temukan di peraiaran lainnya.
Cahaya dari kujang dan matahari membuat mata siluman ular menjadi silau,,dia benar2 tak berkutik lagi.
Saat Elang akan menancapkan kujang itu ke kepalanya,,seketika siluman itu berteriak..
Aku menyerah kalah padamu Elang.
Ku berikan teratai tunggal itu padamu.
Baiklah jika begitu.
Itu sebanding dengan pengakuan mu barusan siluman ular.
Petiklah sendiri teratai tunggal itu Elang,, semoga bisa berguna untukmu.
Baik terimakasih..
Elang lalu muncul tepat di depan teratai tunggal itu,,lalu mengambilnya dan segera keluar dari danau itu.
Kembali danau itu berwarna hitam setelah Elang keluar dari sana,,namun tiba2 ada suara,,
"Gunakan ilmu mu,,panggil aku,,kujang pusaka,,jika kau memerlukan ku Elang"
Tugasku menemanimu hari ini selesai,,aku harus segera pergi.
Elang nampak diam tertegun mendengarkan suara yang di keluarkan kujang itu.
Tak berapa lama keluar cahaya putih dari kujang itu,,lalu hilang.
Namun Elang merasa sangat bahagia melihat teratai tunggal itu berada ditangannya saat ini.
__ADS_1
Dia pun segera pulang karena warga desa Jingga sangat membutuhkan obat itu.