
Prankk..praankk..gudbraankk..
Brakkk..bruuukkk..Raja Tengger membanting segala perabot hias yang ada di atas lemari jati di dekatnya berdiri saat ini..
Dia terlihat sangat marah mengetahui Nyimas tak ada di kamarnya,,,semua pengawal nampak berlarian kesana kemari keseluruh ruangan namun Nyimas tak jua di temukan.
Raja Tengger memarahi semua,,tanpa kecuali termasuk Setyaji dan Jayaseba yang tak luput dari amarahnya karena dia teringat pada mereka berdua yang bersenang2 dengan penari2 itu tadi malam sehingga lupa mengawasi Nyimas,, dan yang paling kena amukan amarahnya adalah para hulubalang yang berjaga di pintu gerbang dan pintu utama istana yang melupakan tugas mereka dikarenakan ikut mabuk tuak.
Keenam hulubalang itu lalu diberi hukuman olehnya berjemur dibawah terik matahari di depan istana.
Dua di antaranya sudah jatuh pingsan karena lebih dari 2 jam sudah mereka berdiri disana,,keringat bercucuran di sekujur tubuh mereka,,kulit mereka terasa terbakar akibat sengatan matahari disiang yang terik ini.
"Bedebahh!!!!!"Terdengar mengumpat..
Siapa yang telah membantu Nyimas melarikan diri..🤔🤔 Raja Tengger nampak berpikir keras..karena tidak mungkin Nyimas pergi sendiri mengingat kondisinya yang lemah.
Setyaji dan Jayaseba menunduk tak berani memandang Rajanya karena kesalahan itu secara tidak langsung juga karena mereka yang tadi malam lupa diri sehingga Nyimas luput dari pengawasan.
Hal ini saja sudah membuat Raja Tengger murka apalagi jika tahu utusannya berkhianat seperti yang telah dilakukan Rindu Aji.
"Bagaimana ini padahal aku telah berjanji dengan raja iblis untuk memepersembahkan Nyimas sebagai tumbal di malam purnama yang tinggal 2 hari lagi ini."
"Maaf Ayahnda apakah perjanjiannya tidak bisa di ubah,, tumbalnya di ganti sama sapi atau kerbau saja."
"Apakah otakmu rusak sehingga tidak bisa berpikir Setyaji !!! Bentaknya
Andai bisa dengan sapi atau kerbau Ayahnda mu ini tidak akan menumbalkan Nyimas..manusia yang di inginkannya."
"Setyaji dan Jayaseba saling pandang,terkejut dibuatnya.
"Apa manusiaaa??!!!" Tanya Setyaji mencoba meyakinkan pendengarannya.
"Tak perlu kalian terkejut mendengarnya,,karena itulah perjanjian awal dengan penguasa kegelapan menuju sempurnanya ilmu hitam itu."
"Karena kalian sudah melalaikan tugas kalian mengawasi Nyimas sebagai gantinya kalian ku tugaskan mencari tumbal pengganti dan sebelum purnama ke 7,, 2 hari lagi kalian harus sudah mendapatkan orang yang akan di jadikan tumbal."
"Kalo tidak kepala kalian taruhannya!!!!"
Ba - baik Ayah..paduka kata Setyaji dan Jayaseba bersamaan.
Lalu mereka keluar dari ruangan itu.
Keduanya nampak berpikir keras siapa yang akan mereka culik sebagai tumbal pengganti.
Setyaji dan Jayaseba berkompromi untuk langkah yang akan mereka ambil nanti atas konsekuensi kesalahan yang mereka lakukan.
Suasana tegang dan kemarahan Raja Tengger di Istana Pinasti berbeda dengan suasana di rumah kecil Elang saat ini.
Setelah hadirnya Rindu Aji di tengah2 mereka,, suasana menjadi lebih hidup dan rame dengan canda tawa keduanya,,Nyimas pun sudah kembali pulih sehingga bisa menikmati keceriaan anak2nya..Rindu Aji seolah menjadi pelengkap kebahagiaannya.
Setelah kehilangan ibunya beberapa hari yang lalu sudah hampir seminggu ini dia tak pernah lagi ke sawah membwa jalu dan Ciku kambing2nya itu untk merumput disana.
__ADS_1
Dan seminggu juga dia tidak bertemu dengan gadis ayu yang bernama Sekar itu,,meski di lubuk hatinya ada rasa kangen untuk bertemu walau hanya sekedar memandang dari kejauhan.
Ternyata Sekar juga mengalami hal yang sama seperti Elang..tengah merindu.
Rindu yang hanya bisa mereka simpan dalam hati.
Hari ini cerah,,Elang berniat akan mengajak jalu dan Ciku pergi ke sawah,,dia juga mengajak Rindu Aji ke persawahan itu.
Dan setibanya disana dia bertemu dengan Sekar,,,keduanya saling tatap,,dari mata keduanya terlihat kerinduan yang mendalam,,Sekar merasa sangat bahagia bisa melihat Elang bahagia lagi
"Mas Elang?? Apa kabar??bagaimana ibu apa sudah di temukan???"
"Alhmdulilaah baik dik..Iya ibu sudah ketemu,,ada dirumah"
"Alhmdulilaah Sekar turut senang mendengarnya mas Elang."
Makasih ya dik,
Untuk apa mas??
Untuk kata2 semangat darimu waktu itu,,saya tergerak untuk bertindak cepat dan tidak berlarut2 dalam kesedihan..terlambat sedikit saja bisa2 nyawa ibu tak tertolong.
"Ohh sami2 mas..bahkan Sekar sudah lupa pernah mengucapkannya..tapi syukurlah ibu mas Elang baik2 saja."
"Itu artinya ucapanmu tulus..iya dik alhmdulilah."
Pembicaraan keduanya terhenti saat Rindu Aji batuk2 gak jelas..😄😄
Elang dan Sekar tersipu..
"Siapa Lang??" tanyanya
"Oh iya Lupa..Ini Sekar putri almarhum pak Seno dan bu Endah warga di desa ini juga."
"Hai Sekar" sapa Aji.
"Njihh mas..🙏"
"Nahh Sekar,,kenalkan ini Rindu Aji,,sodara angkat Elang."
Saya Sekar..🙏
Mereka lalu saling kenal..setelah keduanya saling mengenal Elang pun permisi ke pondok tempat biasa dia bersantai sambil menunggu kambing2nya merumput.
"Saya permisi dulu ya dik Sekar..biasa mau ngadem dulu di pondok itu.
Iya mas Elang..
Ayo Aji..kita kesana seraya menunjuk pondok itu,Rindu Aji agak terseok jalannya sambil menuntun Ciku sementara Jalu bersama Elang.
Sekar lalu kembali ke sawah bersama ibunya..
__ADS_1
"Bu..ibunya mas Elang sudah ditemukan..sekarang ada di rumah kata mas Elang tadi"
"Benarkah nakk..alhmdulilah kalo begitu"
"Iya bu alhmdulilah,,mas Elang juga sudah bisa tertawa lagi setelah beberap hari yang lalu dirundung sedih."
Ibunya tersenyum mendengar penuturan putrinya dan dari rasa keibuannya dia bisa merasakan jika Sekar anakknya menyukai Elang.
Pangeran Setyaji dan Jayaseba nampak merencanakan sesuatu,,ketika mereka sedang mengitari desa dengan kudanya,,mereka terlihat seperti orang bingung,,bingung memikirkan siapa yang harus mereka culik untuk dijadikan tumbal,,namun dalam kebingungan itu,,dari arah sebuah pohon dekat kebun jagung itu mereka mendengar suara balita sedang menangis,,timbullah niat jahat keduanya pada balita itu.
"Kamu dengarkan Jayaseba??ada suara anak kecil sedang menangis??"
"Dengar pangeran" Jaya seba seolah mengerti maksud pangeran lalu turub dari kudanya dan mengendap2 di sekitar situ,,nampak di dalam sebuah ayunan,,ada balita kecil sedang menangis,,tak ada seorang pun terlihat disnaa,,dan tentu saja Jaya seba tidak membuang waktu lagi segera dia meangkatnya dari ayunan kain jarit itu..mereka menculik balita yang entah anak siapa,,lalu segera pergi dari sana.
Sesampainya di Istana semua terlihat bingung saat Jaya seba datang dengan membawa seorang bocah laki2,,lalu segera membwanya kehadapan Raja Tengger.
"Ayahnda..kami sudah mendapatkan tumbal pengganti,,seorang bocah laki2.."
Mana bocah itu!!
"Ini paduka.."
seraya menurunkan anak itu dari gendongannya.
Raja Tengger nampak tersenyum,,namun tak sebahagia saat melihat Nyimas waktu itu.
Kalian urus anak ini..beri dia makan dan kasih minum susu..susu sapi murni banyak di dapur istana.
Sampai waktunya tiba anak itu di eksekusi.
"Baik paduka.."
Mereka membawa anak kecil itu pada mbok Ti,, pelayan istana yang dulu menjadi pengurus Setyaji kecil.
Mbok Ti cekatan sekali dalam mengurus anak kecil,,terbukti Setyaji besar di tangannya.
Di perkebunan Jagung itu saat ini sepasang suami istri nampak kebingungan mencari keberadaan sang anak..
Dimana Juna pakk..cepet pak cari Juna..
Sabar bu..ini bapak lagi nyari koq..
Kedua suami istri itu tengah berkeliling desa Tanah Tinggi mencari keberadaan anaknya yang tiba2 hilang.
Sudah hampir setengah hari mereka berkeliling tak jua menemukan anaknya.
Warga desa juga membantu mencarinya tapi hasilnya tetap sama..
Dimaan kamu Juna..teriak ibunya anak itu histeris dengan deraian air mata.
Suami istri itu pun pulang saat matahari berada di ufuk barat dengan perasaan gundah gulana,, tanpa anak mereka.
__ADS_1