
Singkat cerita Elang di angkat menjadi Raja karena dia keturunan satu2nya Raja Tengger yang masih tersisa..
Hari ini Elang di nobatkan oleh perdana menteri kerajaan sebagai Raja dan di pasangkan mahkota kebesaran tanda seorang Raja..menggantikan kedudukan Ayahndanya Raja Tengger.
Nyimas tentu saja juga mendapatkan gelar baru sebagai Ibu Suri.
Sementara Ki Agung di angkat sebagai penasihat kerajaan dan Paadepokannya di pusatkan di kerajaan Pinasti.
Sementara Rindu Aji menjadi orang kepercayaannya Raja Elang.
Berkat kesabarannya Elang dan ibunya bisa kembali ke Istana Pinasti dan menjadi pemimpin baru bagi rakyatnya.
Para rakyat menyambut gembira dan antusias Raja baru mereka.
Raja Elang memimpin dengan kebijaksanaanya,, dan menghapus segala kelaliman yang pernah Ayahndanya lakukan dulu.
Dibawah kepemimpinan Raja Elang desa2 yang dibawahinya hidup bahagia,,aman dan damai,,berbanding terbalik ketika dibawah kepemimpinan sang Ayah.
Sejak Elang sibuk dengan tugasnya sebgai Raja dia sedikit melupakan gadis ayunya itu Sekar..
Sekar baru mengetahui jika Elang keturunan Raja Tengger setelah kabar yang tersiar di desanya dan di desa2 tetengga lainnya,,dan itu sangat mengejutkannya.
Sepeninggalnya Elang,,Sekar merasakan seperti ada yang hilang,,dia tak sebersemangat dulu saat akan pergi ke sawah.
Dia sering terlihat murung,,ibunya yang memperhatikan itu berushaa selalu menghiburnya.
Raja Elang nampak terlihat sedang bermain dengan kambing2 kesayangannya Jalu dan Ciku..
Rindu Aji yang melihatnya ikut tertawa..
Tiba2 Elang teringat dengan gadis desanya itu..
"Sekar..apa kabarmu disana??? Sudah lama kita tak bertemu" Batinnya.
Raja Elang berpikir untuk berkunjung ke desanya dulu..
"Pengawal bawakan si hitam kesini"
"Sendiko Paduka Raja.."
Tak berapa lama datanglah pengawal dengan menuntun kuda hitam besar milik Elang.
"Aji ayo temani aku ke desa WonoAgeng"
"Baik paduka"
Lalu Rindu Aji mengambil seekor kuda berwarna coklat itu lalu menungganginya.
Setelah pamit dengan sang ibu,,Raja Elang memacu kudanya kencang menyusuri jalan desa di ikuti Rindu Aji dibelakangnya.
Sesampainya di desa WonoAgeng semua warga nampak menundukkan kepalanya tanda penghormatan kepada Raja mereka.
Saya Elang..masih orang yang dulu kalian kenal..tidak berubah sedikitpun,,hanya gelar saja yang saat ini berubah..jadi saya harap gelar itu tidak menjadi sekat di antara kita.
Ujarnya saat berada di tengah2 warga desa WonoAgeng.
Elang nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok yang ingin di temuinya.
Namun tak ada disna.
Elang tau dimana bisa menemukannya,,
Setelah pamit pada warga desa yang tak mengerumuninya,,Elang lalu menuju tanah persawahan itu,,dan benar saja dia melihat Sekar ada disana bersmaa ibunya.
Mendengar suara ringkik kuda Sekar menolehkan pandangannya ke arah jalan,seketika mata mereka bertemu pandang..mengahadirkan senyum bahagia di bibirnya.
"Bu coba liat itu mas Elang..ehh bukan Raja Elang"
"Ibunya menoleh ke arah yang dimaksud".
Iya benar nakk..
Elang lalu mengikat kudanya begitupun Rindu Aji.
Lalu keduanya berjalan di pematang sawah mendekat pada sekar dan ibunya.
"Assalamualaikum Bu,,Sekar"
"Waalaikum salam"
Walaah..paduka koq main disawah..ayo kerumah saja"
"Tak apa bu..Elang suka disini..
Bu Elang bicara berdua sama Sekar apa boleh bu??"
"Silahkan nakk Elang..
Ayo kita ke pondok itu kata Elang..lebih leluasa bicara disna.
Sementara Rindu Aji asik ngobrol sama ibunya Sekar di pingir sawah di bawah pohon.
Elang dan Sekar nampak duduk berseberangan di pondok dekat sawah.
"Sekar apa kabar??"
"Baik paduka.."
"Panggil Elang ajaa gak usah pakai paduka..kan kita hanya berdua."
"Tapi kan mas Elang sekarang sudah menjadi Raja,,tak pantas rasanya Sekar yang seorang rakyat jelata memanggil sprti itu,,kurang sopan.."
__ADS_1
"Tak apa Sekar kan aku yang memintanya"
Sekar hanya menunduk..takut memandang wajah pemuda yang sekarang ada dihadapannya,,karena gelar yang disandangnya saat ini.
"Sekar, sbenarnya sudah lama aku ingin menanyakan hal ini tapi aku takut,,takut jika kamu sudah ada yang memiliki"
"Aku menyukaimu Sekar..mau kah kamu menjadi permaisuriku"
"Apaa paduka??!!
Paduka melamar saya???"
"Iya Sekar,,aku ingin kamu menjadi istriku,,karena sudah dari dulu aku menyukaimu..hanya saja saat itu aku tak berani mengatakannya"
Sekar menunduk..malu2..
Elang mengangkat wajahnya,,
"Sekar,,hari ini aku ingin mengetahui perasaanmu sebenarnya padaku??
Apa kamu memiliki perasaan yang smaa seprtiku??"
"Aku ingin kejujuranmu Sekar,,terlepas aku seorang Raja."
"Dia menggangguk samar..menahan malu karena tatapan tajam Elang padanya.
"Katakan Sekar,,agar aku yakin akan persaanmu padaku"
Dengan mengumpulkan segenap kekuatannya Sekar pun mengatakan.
"Iya mas Elang..Sekar juga punya rasa yang sama sepertimu.
"Benarkahh Sekar????"
"Iya mas Elang..
"Maukah kamu menjadi istriku??"
"Iya Mas..Sekar mau."
Alhamdulilaaah..makasih ya..
akhirnya terkatakan juga batinnya.
Sampaikan pada Ibumu,,besok kami skeluarga akan melamarmu pada ibumu.
Secepat itu mas??
Lalu apa lagi yang kita tunggu??
Bukankah niat baik harus di segerakan ??
Baiklah aku pulang dulu ya..besok akan kesini lagi melamarmu.
Sekar menggangguk dan tersenyum bahagia..sebelum pergi keduanya saling tatap..lama dan dalam seolah menyiratkan perasaan rindu dan sayang yang terpendam.
Mereka lalu berjalan beriringan..
Menghampiri Ibu Sekar dan Rindu Aji yang sedari tadi asik ngobrol.
"Permisi bu..kami permisi dulu.."
"Lohh udah mo pulang tohh paduka"
"Jangan panggil paduka bu..panggil anakk saja..seperti dulu."
"Mampir ke rumah dulu nakk Elang??"
"Insha Allah bu besok saja Elang mampir ke rumah"
"Baiklah kalo begitu,,dengan senang hati nakk Elang"
"Kami pamit dulu ya bu..Sekar.."
Assalamualaikum kata keduanya.
Waalaikum salam jawab Sekar dan Ibunya.
Elang dan Rindu Aji lalu kembali memacu kudanya di jalanan desa..sepanjang jalan Elang tak henti2nya tersenyum,,rona bahagia tergambar jelas di wajahnya saat ini.
Rindu Aji yang sedari tadi penasaran,, tak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya,,saat mereka sampai di halaman istana pinasti dia lalu bertanya..
"Apa gerangan yang membuat paduka terlihat sangat bahagia??"
Panggil Elang saja Aji..kan kita cuma berdua.
"Baiklah..baiklah.."
"Ada apa Elang sepertinya bahagia sekali??"
"Aji..tadi aku meminta Sekar menjadi istriku,??"
"Apaa?? Benarkah?? Terus apa jwabannya??
"Dia menerima lamaranku Aji".
Dari dulu aku sudah menyukainya dan ternyata dia juga memiliki rasa yang sama."
"Wahh kalo begitu kabar baik ini harus sgera di beritahukan pada Ibu Suri dan lainnya"
"Ayo kita ke ibu kata Elang antusias."
__ADS_1
"Ayo kata Aji yang tak kalah bahagia."
Di kamarnya Nyimas sedang duduk sambil membaca Al Quran.
Sampai Elang mengetuk pintu dan memberi salam di luar pintu kamarnya.
"Assalamualaikum Ibu.."
"Waalaikum salam..masuk.."
"Iya anakku ada apa??
Kalian terlihat bahagia,,ada apa gerangan???"
"Bu kami punya kabar gembira buat ibu kata Rindu Aji membuka pembicaraan.
"Apa itu nakk?? Ibu tak sabar ingin mendengarnya."
Elang ingin menikahi Sekar bu kata Aji..
Elang tersenyum malu.
Benarkah itu nakk????
Iya bu..tadi Elang sudah bicara sama Sekar..dia bersedia menjadi istri Elang bu.
"Bagaimana kalo besok kita kesana melamarnya bu"
"Baiklah jika dia yang terbaik untukmu,,ibu merestuinya..besok kita smaa2 kesana."
"Makasih bu..
Restu ibu menambah kebahagiaan Elang."
Kebahagian kalian adlah hal yang terpenting buat ibu..seraya memeluk Elang dan Aji.
Hal yang sama terjadi juga pada Sekar di pematang sawah itu.
Sekar tak bisa berhenti tersenyum..sang ibu yang melihatnya nampak bingung dan juga penasaran apa yang membuat anakknya seperti itu.
"Sekar,, ngomongin apa nakk Elang tadi??"
"Yakin ibu ingin mendengarnya??"
"Emang kenapa nakk??"
"Tak apa bu takut ibu pingsan mendengarnya" hehheee seraya tertawa..menambah penasaran sang ibu.
"Apa sih sayang,,ayo dong cerita smaa ibu.."
"Ibu pasti takkan percaya jika Sekar mengatakannya."
Mas Elang melamar Sekar bu untuk jadi istrinya"
"Wahhh benarkah itu nakk???
Lalu kamu jawab apa nakk???"
"Sekar terima bu"
"Syukurlah kalo kalian sama2 saling suka"
"Besok mas Elang akan ke rumah bu bersma ibunya dan beberapa kerabatnya,, mau melamar katanya"
"Kalo gitu kita harus persiapkan segala sesuatunya untuk menjamu mereka nakk."
"Iya bu..
Ibunya lalu memeluk Sekar,, ternyata anakk ibu sudah besar sekarang,, sudah mo menikah..
Sekar balas pelukan hangat ibunya,,tanpa terasa menetes bulir bening di mata keduanya.
Rombongan Raja Elang terlihat memasuki halaman rumah Sekar..
Sekar,,ibunya dan juga kerbat dan tetangga dekat di desa WonogAgeng sangat gembira menyambut kedatangan Raja baru mereka yang datang dengan tujuan untuk melamar Sekar.
Satu jam berselang,,acara lamaran selesai dan berjalan lancar karena sudah di setujui kedua belah pihak.
Orang tua tinggal merestui saja dan seminggu lagi pernikahan akan digelar di Istana Pinasti tentu saja semua rakyat di undang menghadiri pesta itu.
Seminggu dari acara lamaran itu,,pesta pernikahan Raja Elang dan Sekar pun berlangsung di kerajaan Pinasti..
Janur kuning melengkung di depan gerbang istana..tabuhan gendang dan tari - tarian menjadi penghibur para tamu undangan yang sedang menikmati hidangan2 yang tersaji di sana.
Kedua anak muda yang sedang bahagia itu nampak duduk bersanding,,sungguh pasangan yang sangat serasi.
Semua rakyat memberikan restunya kepada pasangan baru itu,,berbagai doa mereka berikan sebagai tanda sayang mereka pada keduanya.
Pesta berlangsung meriah,, semua nampak bahagia..sebahagia kehidupan rakyatnya sekarang yang terlepas dari kedzoliman sang penguasa.
Tamat
N/B
Pembaca yang baik akan meninggalkan jejak pada karya yang dibacanya😉
Salam by author 🙏
"DianadieNcess"😍😘
__ADS_1