
Benar saja saat ini di kerajaan Pinasti,,Raja Tengger terlihat sangat marah karena utusan yang dikirimnya telah menjadi abu,, terlihat dari sebuah boneka beruang yg nampak terbakar dihadapanya..
Bedebah!!!! Siapa yang telah berani menghancurkan ilmu dan mantra yang ku tanam lewat bulu emas itu.
Hahhhh!!!! Kuraang ajarr!!! Kata makian keluar dari mulutnya.
"Ada apa Ayahnda??? Kata Setyaji yang kebetulan mendengar teriakan Ayahnya."
"Anakku,,ada yang telah menghancurkan raksasa utusanku,,yang lebih membuatku marah raksasa itu menjadi abu!!"
"Apaa??!! Kurang Ajar!!!
Berani2nya dia berurusan dengan ayahnda!!"
"Apakah ananda perlu turun tangan untuk membalasknnya ayahnda??"
Tak perlu anakku..Ayah rasa belum saatnya!!
Ayah masih ingin bermain2 dengannya dulu,,Ayah akan kembali mengirimkan utusan Ayah ke salah satu desa disana.
Kali ini utusan yang akan Ayah kirim akan berbeda dan orang itu takkan menyangka jika itu ilmu kiriman.
"Baiklah Ayah..titah Ayah selalu ananda junjung tinggi" kata Setyaji.
Ayahnya tersenyum bahagia,,karena anakknya ini sangat mendukungnya.
"Kamu benar2 anak yang berbakti Setyaji,,Ayah bangga padamu"
"Terimakasih" Ayahnda
Itulah perbincangan antara sang Raja dan putra kesayangannya Setyaji yang juga sama lalimnya.
Satu bulan sudah setelah takluknya sang Raksasa,,warga desa Jingga bisa hidup damai,, rumah2 di desa yang telah di hancurkan raksasa itu kini telah berdiri kembali atas kerja smaa warganya yang telah bergotong royong memperbaikinya.
Mereka mengira kehidupan mereka telah kembali normal,,aman dan damai tapi mereka salah..
Kejahatan telah mengintai mereka..ilmu sihir itu siap dikirimkan oleh sang penguasa ke arah desa itu tinggal menunggu saat yang tepat saja untuk melakukannya.
Saat ini di kerajaan Pinasti..
Disalah satu ruangan Istana,Raja Tengger tengah melakukan ritual hitam,,dia nampak mengangkat kedua tangannya,,mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya lalu memasukkan bubuk dupa kedalam sebuah tungku kecil dan juga kemenyan.
lalu meletakkan pasir di dalam sebuah cawan itu di dekat mulutnya,,memantrainya dan meniupkan sihir ke pasir itu.
Pasir ini sudah siap ku kirimkan pada warga di desa itu,untuk bermain2 dengan orang yang telah menghancurkan utusanku..gumam Raja Tengger di depan sesajennya.
Mantra lainnya kembali dibacanya..seprtinya Raja Tengger sedang berusaha memanggil penguasa alam gaib,,mulutnya nampak komat kamit membacakan mantra,,
Tiba2 angin bertiup kencang,,namun hawa diruangan itu terasa sangat panas.
Tak berapa lama..muncul asap putih yang pada akhirnya membentuk sebuah sosok kurus yang sangat tinggi mendekati atap ,,berbulu dengan kedua tanduk di kepalanya.
WUAHAHAHAAA...siapa yang telah berani memanggil ku heehh !!!!
Aku..Raja Tengger yang memanggilmu!!
Aku bermaksud meminta pertolongan mu untuk melakukan tugas ini..karena hanya kamu yang bisa di andalkan.
Apa imbalan untukku???kata makhluk itu.
Sebutkan apa yang kamu inginkan,,aku akan mengabulkannya!!
Siapkn untukku sate gagak!!!
Baru akan ku selesaikn tugas darimu!!!
Baikk Aku setuju!!!
Setelah melakukan negosiasi makhluk alam gaib itu lalu menghilang menyisakan tawanya yang nyaring memenuhi ruangan
WUAHAHAHHAHAAAAA
Nampak bau anyir dan busuk setelah kepergian makhluk itu.
Raja Tengger segera menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari burung gagak.
Tapi tentu saja tak semudah itu menemukannya,tak seperti burung2 lain yang dengan mudah di dapat.
Orang kepercayaan Raja Tengger itu tau dimana bisa mendapatkannya itulah alasan kenapa Raja Tengger memberikan titah ini padanya.
Utusan Raja Tengger ini nampak menaiki bukit angker itu,,lalu melangkah mendekati salah satu pohon beringin besar yang ada disana,,memang terlihat beberapa ekor burung gagak bertengger di atas dahannya,namun untuk mendapatkannya,utusan itu harus berkelahi dulu dengan penghuni pohon besar yg ada dsana.
Tak salah Raja Tengger mpercayakn tugas ini pada Jaya Seba,dia dengan mudah mengalahkan penguasa pohon beringin itu dan sebagai tanda kekalahannya dia memberikan dua ekor burung gagak padanya.
Jaya Seba sang utusan,,lalu segera kembali ke istana..dia tau jika Raja Tengger telah menanti kedatangannya membawa burung gagak itu.
Jaya Seba nampak berdiri di depan Raja Tengger dengan hasil bawaannya yang tentu saja menghadirkan senyum sumringah di wajah begisnya.
" kamu memang bisa di andalkan JayaSeba..tak salah aku memilihmu sebagai orang kepercayaanku"
" Terimakasih Paduka,,titahmu akan selalu ku junjung tinggi"
"Ini imbalan untukmu",,,seraya melemparkan sekantung koin emas kehadapan Jayaseba.
__ADS_1
Sekarang kamu bersihkan burung gagak ini,,potong kecil2 dagingnya lalu disate.
Setelah selesai berikan padaku.
"Sendiko Paduka"
Segera membawa burung gagak itu ke dapur istana lalu membersihkan dan membuat sate..
Tak berapa lama di ruangan yang penuh sesajen itu,,muncul makhluk gaib yang dipanggil Raja Tengger tadi,,
"Tengger..kamu benar2 membuatku lapar!!!! Suaranya yang melengking itu menggema di seluruh ruangan ."
"Tunggulah sebentar lagi!!! Sate gagak itu tengah disiapkan!!!
Tak berapa lama datanglah Jayaseba membawa sate gagak.
"Ini paduka" katanya seraya menyerahkn sate gagak itu pada Raja Tengger.
Terimakasih Jayaseba.
Saya permisi Paduka..harus kembali melatih bela diri di padepokan kita.
Silahkan Jayaseba!!!
Jayaseba pun berlalu dari hadapan Raja Tengger.
"Berikan sate itu padaku Tengger!!!
Aku LAPARR!!!"
Kembali makhluk kurus bertanduk dgn perut buncit itu mengeluarkan suaranya yang nyaring.
Lakukan dulu tugasmu!!! Baru sate ini akan ku berikan!!
"Baiklah!!! Katakan apa tugasku Tengger!!"
"Sebarkan pasir2 ini di desa Jingga(bersebalahan dengan desa WonoAgeng)
Baik!!! Makhluk itu pun menghilang dg membawa botol berisi pasir itu.
Makhluk kegelapan itu dengan sekejap mata telah terlihat berputar2 mengitari desa Jingga dari udara..lalu menaburkan pasir2 itu dari atas.
Lalu setelah selesai segera kembali kehadapan Raja Tengger untuk mengambil imbalan yang sudah menantinya,,sate gagak.
Tak berapa lama makhluk itu kembali muncul dihadpaan sang Raja.
"Apa sudah kau selesaikan tugasmu!!!" Kata Raja Tengger.
Raja Tengger lalu melemparkan sate kearah mahkluk itu,,yang sudah tak sabar menahan lapar akibat aroma sate gagak yang menusuk penciumannya.
Makhluk itu lalu menghilang dibalik asap putih yang berbau anyir dan busuk..Raja Tengger seketika hampir muntah dibuatnya.
Namun dia tersenyum saat mengingat permainannya akan segera berlangsung,,dia hanya menunggu kabar selanjutnya efek negatif dari pasir2 itu.
Di desa Jingga hari ini..
Pagi hari saja udara sudah terasa terik,,sang mentari nampak sangat bersemangat menunjukan kebolehannya menyinari semesta.
Namun berbeda dengan yang dirasakan para penduduk desa Jingga,, mereka saat ini tengah bingung dengan rasa gatal yang menyerang tubuh mereka secara tiba2..
Beberapa warga nampak sedang berbincang di warung kopi yang menjadi tmpt favorit mereka berkumpul setelah gardu ronda.
"Aku meraskan sekujur tubuhku gatal"kata Pak Seno
"Aku juga pak Seno bahkan seluruh keluarga ku merasakan gatal",, kata Pak Dwi
"Koq bisa ya,,kita mengalami rasa gatal secara bersmaan sprti ini" kata Bu Ratna pemilik warung kopi itu.
Dan benar saja semakin hari semakin parah rasa gatal yang dirasakan para warga didesa Jingga,,yang menyebabkan mereka menggaruk garuk tubuhnya pada benjolan2 yang menyembul di kulit mereka,,itu terjadi pada semua warga di desa itu..
Tubuh mereka sekarang penuh dengan luka akibat sering digaruk,sungguh malang nasib mereka atas ilmu hitam kiriman sang penguasa lalim.
Seminggu sudah berlalu keadaan warga desa nampak semakin memprihatinkan,,sudah tak ada lagi aktifitas warga yang terlihat disana,,sekarang mereka hanya sibuk menggaruk dan menggaruk tubuh mereka saja,,bahkan beberapa ada yang koyak kulitnya karena terus digaruk akibat penyakit gatal2 itu..
Mereka sudah berobat tapi tak sembuh juga..mereka benar2 bingung dengan penyakit yang tiba2 ini.
Ampuni kami yaa Allah..jika ini terjadi karena dosa2 kami..
Beri kami kesembuhan ya Rabbi..
Doa para warga di setiap rumah di desa itu.
Hanya kata2 itu yang mereka ucapkan setiap harinya..Memang penduduk desa Jingga dan WonoAgeng terkenal agamais.
Akhirnya kabar warga desa Jingga di serang wabah gatal2 sampai juga ke telinga Elang.
Kabar itu dia dengar dari sang guru yang saat ini berada dihadapannya.
"Elang..sepertinya wabah gatal yang tengah menyerang warga desa Jingga itu bukan lah wabah biasa yang disebabkan oleh bakteri tapi itu penyakit kiriman yang berasal dari ilmu hitam"..kata Ki Agung
"Sungguh keterlaluan pengirimnya ki..benar2 tak berprikemanusiaan!!!Dengan sengaja membuat orang lain menderita!!!
Elang tak bisa tinggal diam melihat kedzaliman yang terjadi guru!!
__ADS_1
Izinkan Elang untuk melakukan sesuatu pada warga desa Jingga."
"Baik nakk...saya mengizinkannya.
Saya akan mentransfer energi padamu..setelah itu kamu tirakat memohon petunjuk pada Gusti Allah,,bagaimana cara untuk menolong mereka."
"Njih guru..Elang sudah siap!!"
"Ayo kita kepadepokan" kata Ki Agung
Setelah minta restu sang ibu Elang pergi bersama Ki Agung.
Sesampainya di padepokan,,ki Agung dan Elang nampak memasuki salah satu ruangan yang ada di sana,
Suasana di ruangan itu terasa damai,,tempat yang tepat untuk meditasi.
Ki Agung dan Elang nampak duduk bersila..dengan posisi Elang membelakangi ki Agung..lalu Ki Agung mengangkat kedua tangannya yang telah mengeluarkan cahaya putih,,setelah itu meletakkan kedua tangannya tadi ke tubuh bagian belakang Elang,,untuk mentransfer energi padanya,agar Elang lebih mempunyai banyak tenaga saat meditasi nanti.
Nampak keringat bercucuran dari tubuh keduanya,,setelah transfer energi itu dilakukan,lalu keduanya nampak terkulai di lantai.
Namun tak berapa lama kemudian keduanya bangkit dengan energi berbeda terutama yang dirasakan Elang,, sekarang dia merasa energi yg mengalir ditubuhnya lebih banyak dan meningkat dari sebelumnya.
"Sekarang waktu yang tepat untukmu melakukan meditasi anakku"
"Baik guru."
"Berusahalah lebih peka untuk mendengarkan dan melihat petunjuk yang nantinya akan diberikan gusti Allah lewat dzikir dan doa2 dalam meditasimu"
Duduklah di sana seraya menunjuk batu besar di ruangan itu.
Elang lalu menuruti apa kata Ki Agung,,duduk bersila pada sebuah batu besar yang ada disana..yang biasa digunakan Ki Agung untuk meditasi.
"Fokuskan pikiran dan peka kan pendengaran dan penglihatanmu pada hal yang akan ditunjukkan Gusti Allah dalam meditasimu nanti".
Elang lalu memejamkan matanya,,mencoba memfokuskan pikirannya pada satu masalah yakni cara menyembuhkan wabah penyakit itu,
Lalu membacakan dzikir dan doa2 yang menyertainya.
Semakin lama semakin khusyu dia berdzkir dan berdoa.
Seolah2 roh telah terlepas dari tubuhnya.
Elang melihat dirinya sendiri sedang duduk bersila di atas sebuah batu di padepokan,, sepertinya Elang sedang melakukan perjalanan astral.
Rohnya terus berjalan,,melewati padang rumput yang luas,,lalu langkahnya berhenti di sebuah danau,, keseluruhan danau itu berwarna hitam..dan di tengah2 danau terlihat satu2nya bunga teratai putih yang tumbuh disana..hanya satu saja tak berteman..padahal biasanya teratai pasti akan tumbuh banyak di daerah danau..warna putihnya terlihat sangat kontras dengan warna danau yang hitam.
Tiba2 dalam perjalanannya itu mendengar sebuah suara.. biji bunga adalah obat,,rendam dan mandikan
Tapi dimana tempat itu sbenarnya?? karena perjalanan astral tidak bisa mengambil langsung apa yang di mau,,hanya bisa memberi gambaran.
Dalam tirakatnya kembali Elang memohon pada ilahi agar diberi petunjuk dimana tempat itu berada,,agar dia bisa segera kesana untuk mengambil bunga teratai tunggal itu.
Kembali Elang mendengar suara yang mengatakan..
Melewati hutan ,, beringin kembar sebagai gerbang, masuk di bagian tengahnya,,kamu akan menemukannya.
Hanya itu petunjuk yang didapat Elang untuk melacak keberadaan tempat itu.
Tak berapa lama tubuhnya bergoncang hebat..lalu cahaya putih itu masuk ke tubuhnya,,tak berapa la ma Elang sadar dengan keringat membanjiri tubuh kekarnya.
Tiba2 Ki Agung muncul di dekat Elang yang saat ini duduk bersandar pada batu,,setengah energinya seperti terkuras karena perjalanan astral yang baru saja dilakukannya.
Namun Elang bisa dengan cepat menguasai nafasnya yang tersegal2 sejak tadi.
"Bagaimana Elang,,apa yang kau dapat dari meditasi mu tadi??"
Ada dua pesan guru yang bisa Elang tangkap dari perjalanan tadi.
"Apa itu Elang??"
"Sesuatu yang menjadi obat dan satunya lagi tempat dimana obat itu berada"
Tapi Elang bingung guru pada tempat yang dimaksud karena hanya mndpt pesan dari sebuah suara yang mengatakan "hutan,, gerbang beringin kembar..karena di tempat itu nanti Elang bisa menemukan teratai putih tunggal yang menjadi obat dari wabah itu guru"
"Beringin kembar...Ki Agung nampak bergumam seperti mengingat2 sesuatu.
"Apa kah guru tahu dimana beringin kembar itu??"
"Iya Elang,,,di hutan Lodaya..sebuah hutan belantara yang terkenal keangkerannya,,pohon beringin kembar itu tumbuh tepat di tengah2nya"
"Bisa kah guru mengantarkan Elang kesana besok pagi"
"Maaf anakku,,bukan saya tak ingin mengantarmu tapi besok saya ada pertemuan dengan para sesepuh aliran putih di gunung Jaben,, ada hal penting yang kami diskusikan."
Baik guru tak apa2,,Elang akan pergi sendiri kesana,, restui Elang guru.
Doa dan restu saya selalu untukmu anakku..semoga tugas mulia mu ini diberi kemudahan oleh gusti Allah.
Aamiin..terimakasih guru.
Ki Agung nampak tersenyum seraya mengganggukan kepalanya pelan.
Elang lalu pamit pulang untuk menemui sang ibu.
__ADS_1