"PENDEKAR ELANG"

"PENDEKAR ELANG"
EPISODE 9


__ADS_3

    Kehebatan Elang telah tersiar ke seluruh desanya dan beberapa desa tetangga terutama desa Jingga.,, aksinya dulu mengalahkan raksasa jahat dan mengatasi warga desa Jingga dari terkena wabah gatal.


Dan kabar itu akhirnya sampai juga ke telinga Raja Tengger,, dari seorang warganya yang juga masih kerabat dekat Ratu Cempaka yang kebetulan habis dari sana,,dari dia lah Raja Tengger mengetahui jika orang yang di ajakknya bermain2 dengan ilmu hitamnya itu Elang putranya dengan sang selir Nyimas Nawang Wulan.


Bertambah lah murkanya pada putra dan selirnya itu.


Dia bersma putranya Setyaji lalu merencanakan akan menyerang desa WonoAgeng dan desa Jingga yang terletak bersebelahan.


Dan berniat menculik Nyimas untuk di jadikan persembahan pada penguasa kegelapan.


Mereka lalu menyusun rencana penyerangan.


Persiapan telah sempurna dan para pengawal sudah di persenjatai,,malam ini akan di lakukan penyerangan secara mendadak,,yang sama sekali tak pernah di duga oleh warga kedua desa.


Di Pondoknya malam ini Elang terlihat nampak gelisah..perasaannya benar2 tidak tenang.


"Perasaaan apa ini..tak biasa aku merasa cemas dan was2 sperti ini sebelumnya" gumam Elang.


Dia duduk di dipan depan rumah dengan penerangan sebuah obor yang diikatkan pada sebuah tiang.


Udara malam ini cerah namun sedikit panas..benar2 bikin gerah,,Elang duduk sambil membaca doa berharap  rasa khwatirnya hilang.


Ibunya seperti tau apa yang sedang Elang rasakan saat ini..lalu melangkah keluar melihat keadaan Elang.


"Kenapa belum tidur anakku??"


"Ehh ibu..Elang belum ngantuk bu,,ditambah cuaca malam ini terasa sangat panas bikin gerah,,makanya Elang berada disini nyari angin"


"Tapi yang ibu liat berbeda..kamu seperti gelisah???apa yang kamu cemaskan anakku??"


"Ibu ini sudah seperti peramal saja"


"Perasaan seorang ibu itu biasanya jarang ada yang meleset nakk"


Benar kan??"


"Iya bu..entah kenapa malam ini Elang merasa gelisah,seolah2 akan ada kejadian buruk yang akan terjadi."


Tapi..semoga ajaa firasat Elang salah bu"


"Aamiin..semoga kita semua dalam lindungan Allah"


Aamiin..kata mereka bersamaan.


Udah ayo sekrang tidur..angin malam gak baik buat tubuh.


Njihh bu...ibu duluan aja..sebentar lagi Elang nyusul.


Di tempat yang jauh nampak terlihat pergerakan pasukan kerajaan Pinasti yang ambil alih sang putera kesayangan Setyaji..yang di utus langsung oleh Raja Tengger,,menembus kegelapan malam untuk melakukan penyerangan kepada desa2 itu.


Sementara Raja Tengger hanya menunggu kabar kemenangan dari kastilnya.


Warga desa Jingga dan WonoAgeng tengah terlelap dalam buaian mimpi sampai ketenangan itu terusik oleh suara gemuruh langkah kaki kuda yang,,disertai ringkikannya,,lalu merka mengobrak abrik kedua desa,dengan senjata yang mereka bawa..Semua warga desa yang tadi terlelap panik dibuatnya,,mereka nampak berlarian keluar rumah dan nampak bingung, dengan rasa ketakutan yang luar biasa.


Terlihat pasukan Setyaji membakar beberapa rumah penduduk,,bertambah panik lah warga desa Jingga menyaksikan teror yang datang tiba2 itu..

__ADS_1


Beberpaa warga yang rumahnya dibakar terlihat sibuk menyelamatkan barang mereka,,namun api dengan cepat membakar rumah2 itu yang hanya terbuat dari kayu.


Setelah puas bersenang2 di desa Jingga kemudian pasukan Setyaji menuju ke desa WonoAgeng,,desa Elang.


Mereka kembali melakukan penyerangan dengan mengobrak abrik desa..


Suasana di desa Jingga dirasaakn juga oleh warga desa WonoAgeng..panik tentu saja..ketakuatan aplagi..semua warga desa WonoAgeng keluar dari rumah mereka,,tak terkecuali Elang dan ibunya.


Elang dan Ki Agung tak tinggal diam,,mereka berdua turun ke jalan menghadapi pasukan Setyaji..


Dan ini pertama kalinya Elang bertemu lagi dengan sodaranya itu setelah aksi pengusiran oleh Ayahndanya Raja Tengger dahulu.


"Ohh jadi selama ini kamu disini adik yang terusir!!!" Kata Setyaji mengejek Elang.


Elang hanya diam,,msh tak terpancing emosinya.


Terus menahan pasukan Setyaji agar tidak semakin membuat desa hancur berantakan dengan ulah brutal mereka.


Elang dan Ki Agung lalu bertarung melawan pasukan2 itu,,sementara


Warga hanya menyaksikan dari kejauhan,,banyak pasukan Setyadji yang terluka akibat sabetan pedang ki Agung dan Elang ,, mereka berdua bukan berniat untuk mbunuh tapi hanya memberi pelajaran saja,,kalo untuk menghabisi mereka tak perlu menggunakan pedang cukup dengan ajian mereka saja sudah bisa membuat mereka tak bernyawa..


Setyaji yang melihat banyak pasukannnya yang terluka segera menyuruh mundur,,namun dia segera teringat dengan pesan Ayahndanya Raja Tengger untuk menculik Nyimas ibunya Elang.


Dari atas kudanya Setyaji melihat Nyimas sedang berada di antara kerumunan para warga yang terlihat  ketakutan,, Setyaji lalu menyuruh panglima Jaya Seba untuk menculik Nyimas,, sesaat setelah melihat Elang dan ki Agung yang perhatiannya sedang tertuju pada posukan2 itu.


Jaya Seba menghampiri Nyimas lalu membuatnya pingsan dengan memukul tengkuknya,,kemudian menggotong ke atas kudanya,,lalu membawanya pergi dari sana.


Beberapa warga yang melihat aksinya tadi hanya bisa diam,,tak berani menolong karena mereka tak mau berurusan dengan pedang yang sempat di pamerkannya tadi di depan mereka saat menculik ibunya Elang.


Setelah merasa Jaya seba sudah tak terkejar,,Setyaji lalu menyuruh pasukannya untuk mundur,, meski banyak pasukannya yang terluka tapi dia senang karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya,membawa Nyimas ke hadapan Raja Tengger.


Namun usahanya sia2,,meski Elang berhasil mengejar pasukan Setyaji namun Elang tak melihat keberadaan ibunya di antara mereka..Elang terlihat marah kembali bertarung sendirian melawan Setyaji dan pasukannya.


Sehingga memperlambat dirinya menemukan ibunya,,yang saat ini sudah memasuki kawasan kerajaan Pinasti dalam keadaan masih tak sadarkan diri akibat pukulan Jaya Seba tadi.


Jaya Seba lalu mengikat kudanya di halaman Istana dan membopong Nyimas memasuki Istana..lalu meletakknya di depan Raja Tengger..


"Whahahahaaaa...kerja mu bagus Jaya Seba"..kata Raja Elang.


Jaya Seba tersenyum bangga atas keberhasilannya.


Aku akan memberimu hadiah nanti,,setelah semua pasuakn kembali.


Bagaimana kabar Setyaji apa dia baik2 saja??


"Pangeran baik2 saja Paduka,,hanya pasukan banyak yang mengalami luka karena pertarungan sengit dengan Elang dan seorang tua yang membantunya."


"Benar2 anak tak tau diri!!!! Selalu membangkang padaku!!!"


Tak berpaa lama Jaya Seba undur diri dan kembali ke menunggu kedatangan pangeran dan pasukannya.


Elang terlihat masih bertarung melawan sodaranya sendiri Setyaji,,dan dia berhasil melukai pergelangan tangan Setyaji dengan sabetan pedangnya,, menyadari apa yang dilakukannya sia2 saja,,betarung melawan mereka hanya buang2 waktu,, mungkin saja saat ini yang menculik ibunya sudah pergi jauh entah kemana.


Elang duduk di tanah berumput itu,,setelah Setyaji dan pasukannya dibiarkan pergi olehnya,,karena dia bukan orang pengecut yang menghabisi musuhnya yang sudah tak berdaya.

__ADS_1


Ibu dimana???..semoga ibu baik2 saja aamiin..doa Elang dalam rasa sakit yang dirasaknnya karena merasa tak bisa menjaga ibunya.


  Elang pulang dengan tangan hampa dan perasaan sedih saat tringat pada ibunya..


Bu rumah ini sepi tanpa ibu..


Elang nampak bicara sendiri karena dia saat ini merasa sangat kehilangan ibunya.


Kembali ke kerajaan Pinasti..


Nyimas nampaknya sudah siuman dari pingsannya..terlihat dari kelopak matanya yang bergerak2,,lalu perlahan2 terbuka.


Dia memperhatikn sekitar,,dimana aku?? batinnya..lalu mencoba mengingat2 apa yang telah terjadi..


Setelah ingatnnya kembali pulih,,dia pun tau sekarang berada dimana.


"Hemmm..kerjaaan Pinasti..tak salah lagii..Jaya Seba pasti yang telah membawa ku kesini" batinnya.


Dia tak menyadari seseorang tengah memperhatikannya dari sebuah sekat dinding pemisah yang ada disana,,lalu seseorang itu mendekat ke arahnya.


"Nyimass...akhirnya kita bertemu lagi"


"Paduka Raja"..gumam Nyimas pelan.


:Sudah ku tebak pasti dia yang melakukan ini semua"..kata nyimas dalam hati..


"Apa tujuanmu menculikku???"


"Itu urusanku..kamu tak perlu tau Nyimas!!"


Tak berapa lama datang seorang pelayan yang membawakan nampan berisi makanan dan air minum.


"Ini makanannya paduka"..kata pelayan itu.


"Letakkan di dekatnya"


Setelah meletakkan nampan itu di dekat Nyimas,,pelayan itu lalu pamit kembali ke dapur Istana.


"Di makan makanannya Nyimas,,kamu tentu lapar bukan setelah perjalanan jauh dari WonoAgeng ke Pinasti ??"


"Gak mau..aku tak mau makan makanan itu..aku ingin pulang ke anakku Elang."


"Lagi2 kamu berani melanggar titahku Nyimas!!!! Kenapa kamu tidak pernah mau menurutiku hahh!!!!"


"Jika aku bilang tidak ya tidak!!!"


Dasar kepala batu!!!! teriakknya.


Nyimas memandangnya dengan sinis..


Sejak kamu menganut ilmu hitam itu aku tidak akan pernah menuruti titahmu lagi Tengger,,karena kamu bukan orang yang ku kenal dulu..batinnya.


Beberpaa jam kemudian Nyimas terlelap di atas di pan kecil di ruangan itu dengan Raja Tengger yang terus berada didekatnya dan memperhatikannya wajah cantiknya dengan seksama ,,wajah yang setiap saat membayangi Raja Tengger hingga kini,,,meski Nyimas sudah berusia 45 th tapi tak mengurangi kecantikannya,, justru menambah rasa cinta Raja Tengger yang tengah menatapnya dengan penuh kasih sayang saat ini.


Andai kamu tidak membangkang pada titahku,,kamu tidak aka menderita seperti ini Nyimas!!! Gumam nya pelan.

__ADS_1


Tak terasa bulir bening itu menetes di sudut matanya..Raja Tengger terisak kecil mana kala mengingat kebahagiaan mereka dulu saat masih bersama.


Maafkan aku Nyimass..Tapi aku akan tetap pada rencana ku semula menumbalkanmu untuk Raja Iblis penguasa kegelapan,,agar ilmu ku semakin bertambah dan kerajaan Pinasti selalu berjaya..batinnya.


__ADS_2