"PENDEKAR ELANG"

"PENDEKAR ELANG"
EPISODE 2


__ADS_3

  Hari beranjak Pagi Elang dan ibunya kembali melanjutkan perjalanan,,,hari ini mereka nampak bersemangat dan terus berjalan menyusuri jalan2 desa,berharap sesuatu kebaikan mereka peroleh di depan.


Setelah melakukan perjalanan panjang sampailah mereka di perkampungan kecil yang bernama desa WonoAgeng,, mereka beristirhat di padepokan yang ada disana untuk melepas penat,,tiba2 mereka di sapa oleh seorang tua berjenggot putih,,dengan surban dan jubah yang juga putih.


Saat itulah terjadi perkenalan diantar Elang,,Nyimas dan Ki Agung Tirta Buana,, pemimpin  padepokan  juga tokoh yang dikagumi warga di desa itu,,yang sekarang menjadi gurunya.


Perkampungan itu meski kecil dengan penduduknya yang sedikit dan hanya mengandalkan hasil pertanian dan kebun tapi kehidupan disana bahagia,,para rakyatnya taat beribadah,,terbukti dari wiridan yang sering mereka lakukan di padepokan milik kyai Agung.


Elang dan ibunya merasa beruntung bisa tinggal disana,,, Kyai Agung merupakan tokoh aliran putih yang keilmuannya sangat tinggi,,hal itulah  yang membuat Elang tertarik untuk ikut belajar ilmu bela diri juga ilmu agama di padepokannya.


    Setahun berlalu....


     Ciiiaaatt....braakkkkkk...tumpukan batu bata itu pun ambruk dalam sekali pukulan oleh pemuda berwajah tampan dan berbadan kekar itu..otot2 lengannya nampak terlihat kokoh menopang tubuhnya yang tinggi besar,,serasi dengan rambut gondrongnya yang sebahu plus ikat kepalanya.,menambah wibawanya sebagai seorang pendekar..pemuda itu tak lain adalah Elang Danendra putra Nyimas dgn Raja Tengger,, yang makin terlihat kedewasaannya di usianya yang baru 20 th itu.


"Bagus muridku..tidak sia2 ilmu  yang aku ajarkan padamu selama ini,,dengan cepat ilmu tenaga dalam ini bisa kau kuasai..


Tapi kau jangan bangga dulu,,karena msh banyak ilmu yang akan ku turunkan padamu kelak.


Mengingat musuh yang akan kau hadapi nanti bukan orang smbarangan."


"Baiklah guru..saya dengan senang hati menerimanya,,smoga saya bisa menguasainya dg cepat.


"Iya muridku karena kamu yang pantas mengemban tugas ini ketimbang murid2ku yang lain."

__ADS_1


"Besok kita akan kembali berlatih ilmu kedua,,"Tapak Bumi".


Tapi sebelum itu kamu harus bersemedi dulu untuk menguji ketepatan instingmu,,


Jadi persiapkan tenagamu untuk hal itu."


"Baik guru..titah guru akan saya laksanakan."


"Sekarang saya pergi dulu anakku.


Assalamualaikum..kata laki2 tua berjenggot putih dengan jubah dan surban yg juga putih itu."


"Waalaikum salam Ki"


Hanya senyuman yang diberikan sang pemuda untuk mengantarkan kepergian sosok tua itu.


Melihat kegigihan Elang itulah,,Ki Agung tertarik menjadikannya sebagai murid ditambah lagi mendengar cerita2 Elang tentang Ayahndanya Raja Tengger yang semena2 dan juga niat Elang untuk mengakhiri kekuasaan sang Ayah yang lalim di kerjaan Pinasti..Ki Agung berniat akan menurunkan ilmu putihnya pada Elang untuk bekalnya melawan kekuatan hitam sang Ayah,Raja Tengger.


Krakk...krakkk...batang kayu itu terbelah menjadi beberapa bagian dari ayunan kapak di tangan Elang yang beraksi membelah kayu2 itu menjadi beberpa bagian.


Elang nampak mengangkat kayu2 itu dan diberikannya pada sang ibu.


"Nih bu buat kayu bakar,,Elang liat persediaan kayu di dapur mulai berkurang."

__ADS_1


"Makasih ya nakk,,hal sekecil itu pun tak luput dari perhatianmu"


"Siapa lagi yang akan bantu ibu selain Elang"


Seraya memeluk sang ibu..


"Ibu beruntung punya anak seperti kamu nakk"


"Yang lebih beruntung itu Elang bu..karena punya Ibu yang baikk dan tak pernah lelah mendidik Elang dalam jalan kebaikan"


"Sang Ibu nampak tersenyum bahagia melihat putra kesayangannya memiliki rasa kasih sayang juga kedewasaan berbanding terbalik dengan ayahndanya yang sombong,,tamak dan suka mendzolimi orang lain."


"Elang makan dulu gihh,, ibu masak kesukaan kamu lohh hari ini nakk,,,daun singkong tumbuk yang ibu oseng smaa tauge,, lauknya gurame goreng"


"Ada sambal rawitnya gak bu??"


"Iya pasti lah nakk,,mana mungkin ibu lupa sama sambalnya"


Waahhh enak tu bu..


Ayo bu kita makan bersama ujar ibunya.


Elang lalu melap keringatnya yang bercucuran dari aksinya membelah beberapa batang kayu tadi,,lalu segera mencuci tangan dan duduk di dipan belakang rumah makan siang bersmaa sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2