
Di kerajaan Pinasti saat ini....
Nampak Raja Tengger kembali marah besar karena lagi2 serangan ilmu hitamnya telah musnah.
Kurang ajar!!!!! awas saja kau,,tunggu pembalasanku!!!
Arrrghhhhhhhh...teriakan kemarahannya memenuhi istana kala itu.
"Ada apa ayahnda!!! Apa gerangan yang terjadi!!!"
Serangan ilmu hitam yang ayah kirimkan kembali ada yang memusnahkannya anakku!!!
Seraya menggenggam kedua tangannya dengan wajah yang memerah menahan amarah.
"Haruskah Setyaji yang turun tangan ayahnda?!"
"Belum saatnya anakku..ayah masih punya rencana berikutnya dan masih ingin bermain2 dengannya.!!!"
"Sampai waktunya tiba ayah akan berhadapn langsung dengan orang itu!!!"
Baiklah Ayahnda!!!
Malam ini di kamarnya Raja Tengger nampak berpikir keras,,apa lagi yang akan dikirimnya ke warga desa sebagai alat permainannya.
"Arrghhhhh...kacau pikiranku benar2 buntu!!!!" Keluhnya.
Dia lalu membuka jendela kamarnya,,dari sana nampak purnama tengah menyapa sang malam dengan cahayanya,,ditingkahi kerlip bintang yang bertaburan semakin membawa Raja Tengger pada kerinduannya akan sosok Nyimas dan anandanya Elang.
Kenapa harus berakhir seperti ini??andai kau menuruti titahku, perpisahan ini takkan terjadi Nyimas batinnya, tanpa terasa menetes bulir bening itu di sudut matanya.
"Dimana kalian sekarang??"
Rasa rindu itu benar2 tengah merasuki hati Raja Tengger.
"Apa yang sedang kanda pikirkan??" Kata Ratu Cempaka seraya mendekatinya.
"Tak ada Nyai,, hanya mencari angin saja"
"Kanda bohong,,kita tak sethun dua tahun mengenal kanda..jadi tak perlu menyembunyikannya pada dinda"
"Ahh Dinda ini sudah seperti peramal saja"
"Kanda merindukan Nyimas??"
"Sedikit teringat dinda"
"Sudah lah Kanda,,tak perlu merisaukannya lagi,,pergi dari sini itu lebih baik untuknya,,karena dia seorang yang pembangkang"
"Dinda tak perlu cemas,,Kanda hanya teringat saja,,
Sekarang ayo kita tidur.."
Segera menutup jendela kamarnya,,lalu beranjak ke tempat tidur.
Pagi ini cuaca cerah..Elang nampak duduk sendirian di gubuk di tengah sawah,,
Dia meniup serulingnya,,melantunkan lagu khas irama pedesaan,,angin bertiup semilir seolah ikut terlena pada tiupan seruling milik Elang.
Tak jauh dari tempatnya duduk,,nampak dua ekor kambing tengah menikmati rumput2 liar yang tumbuh disana.
__ADS_1
Elang mengawasi kambing2 itu seraya duduk dengan kedua kaki menjuntai dengan irama seruling menemaninya..
Namun Elang tak menyadari ada seorang gadis yang tengah memperhatikannya.
Gadis itu sedang membantu ibunya menanam padi di sawah yang lain dekat situ.
Sang gadis nampak sangat menikmati irama seruling yang Elang suguhkan pagi ini.
Dia terbuai,, terlupa dengan padi yang harus di tanamnya segera.
"Sekar Wangi,,kamu kenapa nakk??sedang liatin apa???"kata ibunya .
"Ehh iya bu..tidak apa ibu,,Sekar hanya menikmati alunan suara seruling"
"Walaaah nakk,,kirain ada apa tadi"
"Itu nakk Elang,,dia lagi ngasih makan kambing2nya..sudah 3 hari ini dia sering berada di pondok itu jagain kambing2nya."
"Ohh begitu tohh bu..permainan serulingnya bagus ya bu"
Iya nakk,,membuat yang mendengarnya terhibur.
Namun tiba2 Sekar berteriak kesakitan..sambil melihat ke arah kakinya.,,nampak disana tengah menempel seekor kelabang air.
Sekar kena sengatannya,,
Sekar berteriak2 karena takut dengan kelabang,,Ibunya lalu melemparkan kelabang itu menggunakan sebilah kayu.
Saking ketakutannya Sekar pingsan..
Kembali Ibunya terlihat panik..
"Ada apa bu???"
"Anak saya pingsan nakk Elang barusan kakinya digigit kelabang"
"Bu,,Elang mnta izin untuk membopong anak ibu"
Silahkan nakk,, maksih udah bantuin ibu mengangkatnya.
Elang meletakkan Sekar di pondok tempatnya bersantai tadi.
Lalu segera melihat kakinya,,benar saja disana tampak memerah bekas sengatannya.
Bu tunggu disini sbntar,,Elang mencari sesuatu dulu.
Segera Elang mencari tumbuhan untuk menetralkan racun.
Tak jauh dari sana Elang melihat tanaman itu,,mengambil daunnya,lalu mencucinya di air pancuran yang mengairi sawah.
"Untung tanaman ini ada tumbuh disekitar sini bu,, Inshaa Allah atas izin Gusti Allah,,racunnya akan segera hilang"
"Aamiin,,iya nak Elang..semoga bisa segera teratasi."
Elang lalu mengunyah daun2 itu,,kemudian memborehkannya pada bekas sengatan kelabang itu di kaki Sekar.
Tak berapa lama Sekar siuman dari pingsannya.
Alhmdulilaah,,kamu sudah sadar nakk..
__ADS_1
Sekar dimana bu???
Di pondok,,nakk Elang yang membawa mu kesini saat pingsan tadi..dia juga yang udah obatin kamu dari racun sengatan kelabang.
Sekar memperhatikan kakinya yang di sengat kelabang tadi,,nampak hijau karena dedaunan itu.
Lalu tatapannya beralih pada Elang,,maksih mas Elang atas pertolongannya.
Smaa2 Sekar.
Sejak saat itu Sekar melihat dari dekat wajah Elang, mata yang tajam seperti Elang,,sangat sepadan dengan nama yang disematkan padanya "Elang",, hidung mancung dan bibirnya yang tak terlalu tebal namun tak terlalu tipis,,menambah sempurna wajahnya.
Yang paling membuat Sekar takjub,,senyuman yang menghiasi bibirnya sangat manis,,serasi dengan orangnya yang hitam manis.
Sekar tersipu saat Elang menatapnya.
Dalam hati Elang..Masya Allah sungguh ciptaan yang maha indah tengah terpampang jelas di depan mataku,,batinnya.
Sekar..hemmm nama yang indah seindah sosoknya batin Elang.
Kedua insan ini diam2 nampaknya saling mengagumi.
Hari ini di sawah Elang lagi2 bertemu dengan Sekar yang sedang membantu sang ibu menanam padi..
Lagi2 mata mereka bersitatap saat keduanya tak sengaja berpapasan waktu Elang menggembala kambing2nya ke tanah berumput di sekitar persawahan itu.
Sekar menyunggingkan senyum manisnya pada Elang,,Elang pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manisnya.
Dalam hati mereka saling bergejolak,,lama keduanya terdiam sibuk dengan urusan hatinya masing2.
Elang sampai sdikit melupakan kambingnya,,yang saat ini sedang memakan padi di sawah Pak Dulah,,yang bersebelahan sama sawah milik ayahnya Sekar.
"Mas Elang..itu kambing2nya makan padi Pak Dulah" kata Sekar,,menyadarkan Elang dari lamunannya.
"Walaahh si Jalu sama si Ciku ini emang bandel..
Setengah berlari Elang menuju ke arah kambingnya.
Lalu terlihat menghalaunya dari sana.
Kambing2nya nampak panik melihat tuannya sedikit mengejarnya
Elang dan kambing2nya nampak berkejar2n,,berlarian kesna kemari,,karena kambing2 itu seprtinya tidak mau pergi dari sana.
Sekar yang melihatnya dari kejauhan tertawa terpingkal2.
Lalu kambing2 itu tiba2 berlari ke arah Sekar,,seolah2 minta perlindungan padanya,,karena sekarang tuannya membawa ranting pohon ditangannya yang digunakan untuk memukul mereka.
Kambing2 itu berlari memutari Sekar. Sekar nampak kebingungan dibuatnya..tak tau harus apa saat kambing2 itu berlari memutarinya.
Sekar yang sedkit ketakutan kalo2 di seruduk kambing2 itu lalu segera akan keluar dari sana,,namun kakinya tak sengaja kesandung batu yang ada di dekat kakinya,Elang yang sesaat lagi akan memukul jalu dan ciku spontan menangkap tubuh Sekar yang hampir jatuh itu,,dan sedikit melupakan urusan dengan kambingnya tadi,,karena saat ini Sekar berada dalam pelukannya.
Lama mereka saling tatap,,menikmati sinyal cinta itu.
Suara embek'an Jalu dan Ciku menyadarkan keduanya,,lalu
Sekar kembali ke posisi semula,berdiri dengan wajah memerah,,mereka berdua jadi salah tingkah.
Untung saja Ibu lagi asik menancapkan padi2 itu ke tanah,, dengan posisi jongkok membelakangi mereka,,jika ibu Sekar melihat bisa2 kena tegur olehnya,pelukan dengan yang bukan mahram meski tak sengaja.
__ADS_1
Sejak saat itu keduanya memiliki perasaan suka yang terpendam. Saling mengagumi dalam diam.