#RAPUH

#RAPUH
episode 11


__ADS_3

satu minggu berlalu semenjak telephon dari Luna meminta Radit mengantarnya ke dr. Radit terlihat semerawut, binar matanya terlihat bimbang. Sering terlihat sedang termenung sendiri seolah bingung akan sesuatu.


" ngelamun saja!!!" ucap Nadia sedikit mengagetkan suaminya


" nih kopi dulu biar wajahmu gak muram" ucapnya lagi seakan ingin menebak apa yang sedang terjadi pada suaminya.


"letakkan saja dimeja. sebentar lagi akan ku minum"


" apa yang mengganggu pikiranmu mas?" mencoba memberanikan diri untuk bertanya


" memangnya kenapa? Perasaan gak kenapa- kenapa kok!" sanggah Radit.


" aku ini istrimu mas,,,, sudah bertahun - tahun aku hidup bersamamu. Meskipun sekarang kau sering mengabaikanku, tapi aku masih ingat betul kebiasaanmu. Kalau kau sedang punya pikiran kau akan diam,, irit bicara"

__ADS_1


" aku tahu dari kemarin- kemarin kau terlihat bahagia, pulang kerja selalu sumringah,ceria seperti baru dapat bonus dari perusahaan atau targetmu tercapai dalam persentasimu. Tapi aku tahu dan aku yakin bahagiamu bukan karena itu"


" lalu karena apa???? Mulai lagi kamu mencurigaiku,,, sekarang apa??? Curiga apa lagi??" gertak Radit membuat Nadia sedikit gugup.


" jika kau tak ingin aku curigai berhenti membuat aku curiga. aku juga capek mas harus berpikiran yang bukan- bukan tentang dirimu. Aku juga lelah dengan perasaanku ."


" kamu curiga apa padaku?"


"kau menjalin hubungan dengan Luna? Benarkan?" tanya Nadia . Entah mendapat keberanian darimana Nadia bisa selugas itu bicara pada suaminya.


"apa dia juga tak merasa berdosa kemana - mana ditemani kamu mas? Kamu itu punya istri, kamu itu masih terikat pernikahan. Kenapa dia tak mau mengerti. Mau ke dr saja minta dianterin kamu. Wanita macam apa dia?"


" kamu asal nuduh saja" bela Radit

__ADS_1


" disadari atau enggak dia telah mendzolimi aku!!" ucap Nadia tegas.


" mendzolimi kamu darimana? Sekedar minta diantar ke dr kamu bilang mendzolimi. Kamu waras gak? "


" kewarasanku masih tetap terjaga makanya aku tak akan membiarkan suamiku bersama perempuan tak tahu diri!!"


" kamu egois!!!! Kamu nuduh sembarang orang!!" teriak radit sembari melemparkan kopi yang masih belum tercicipi.


PraĆ aaak!!!!! Pecahan gelas kopi menjadi kepingan kecil dilantai. Nadia terperanjat, terkejut, tak menyangka suaminya akan seperti itu. Ini pertama kalinya Radit seperti ini.


" ini yang membuat aku tak betah dirumah. Aku tak lagi nyaman dirumahku sendiri " ucapnya penuh amarah . Ia berlalu dari hadapan Nadia yang masih soch. Diambilnya kunci mobil. Tak lama kemudian deru suara mobil perlahan meninggalkan halaman rumah Nadia.


" aku salahhhhh,,, aku tak bisa mengontrol emosiku.... Amarahku menyelimuti pikiranku" rintih tangis Nadia kembali menjelma. Ia menepuk - nepuk dadanya seolah ada beban yang ia ingin hilangkan dari dalamnya. Berat sangat berat beban baginnya. tak ada siapapun yang bisa diajaknya bicara bahkan untuk sekedar cerita. Nadia punya teman tapi ia tutup rapat segala kemelut rumah tangganya. baginya perjalanan ini adalah pilihannya . Bahkan kedua orang tuanya pun tak akan sampai tahu apa yang sedang ia alami saat ini.

__ADS_1


" maafkan aku bu.... Karena dulu tak menuruti ucapanmu. doakan aku ibu ,,biar aku bisa menjalani semua ini. Doa ibu yang akan menguatkan aku. " bisik hati Nadia.


Nadia yakin meskipun ibunya tak tahu anaknya diperlakukan tidak adil, sedang diabaikan oleh suaminya sendiri, sedang dikucilkan oleh keluarga suaminya,,, ibunya akan mendoakan kebaikan anaknya tanpa diminta sekalipun


__ADS_2