
Sudah lama rasanya tak terlihat pemandangan seperti saat ini. dimana mereka bersama dalam satu kamar di satu waktu. mereka menikmati waktu setelah shalat isya lanjut makan malam bersama meskipun tak sehangat dulu. usai makan malam mereka menikmati nonton didalam kamar.
" damailah ... jangan ada lagi cekcok diantara kami. seharian ini sepertinya mas Radit sedikit bersahabat denganku. ya.. meskipun ia tak sehangat dulu setidaknya hari ini ia tak membentakku dan sudi melakukan kegiatan bersamaku. Alhamdulillah.." syukur Nadia dalam hati.
" mungkin karena ia merasa bersalah membiarkan aku pulang sendiri sementara ia asyik dengan Luna di rumah orang tuanya. jangan!!! jangan biarkan amarah saat itu muncul lagi saat ini. aku tak rela kehilangan kebersamaan bersama suamiku hanya karena aku cemburu" ucapnya lagi masih dalam hati.
" kau belum ngantuk??" tanya Radit.
" belum..kalau kau sudah ngantuk tidurlah" ucap Nadia.
" apa kau sudah tak ingin tidur bersamaku??"
" bukan begitu...takutnya kau sudah ngantuk tapi terpaksa menemaniku karena aku belum tidur"
__ADS_1
" kirain kau sudah tak lagi mau bersamaku" ucapnya sambil memeluk istrinya.
Kemesraan yang sudah lama tak dirasakan diantara mereka kini terasa hangat kembali. Raditia seolah melupakan segala amarah yang selalu ada selama ini pada istrinya.
bagi Nadia,,, diperlakukan seperti itu terasa melayang melambung tinggi ke udara. semua kepedihan yang telah dirasakannya seolah hilang hanya dengan pelukan hangat sang suami.
" aku terlalu mencintaimu mas!!" bisik hatinya.
" seberapa besar kepedihanku akan sikapmu akhir- akhir ini aku selalu memaafkanmu. aku tak bisa membencimu. aku menyayangi ...tetap menyayangimu walau dalam amarah yang merajai hatiku" bisik batinnya saat dilihat suaminya sudah terlelap disampingnya.
" ada apa?" tanya Radit yang tiba - tiba terbangun karena kecupan sang istri.
" tidak... tidurlah!! aku pun sudah mengantuk" ucapnya bohong.
__ADS_1
Raditia kembali dalam tidur lelapnya. beda halnya dengan Nadia. ia tak bisa memejamkan matanya. pikirannya melayang menjelajahi segala yang pernah terjadi dikehidupannya.
Ketika ia mengalami keguguran,, hingga harus mengalami pengangkatan rahim,,, suaminya tak ada disampingnya. Raditia meninggalkannya dengan penuh kekecewaan. begitipun dengan ibu mertuanya,,, ia begitu marah saat tahu Nadia keguguran apalagi ketika Nadia menjalani operasi pengangkatan Rahim ,, kekecewaan itu berujung kebencian dimata ibu mertuanya.
saat itu hanya kedua orang tuanya yang selalu berdiri tegap disamping Nadia. meskipun sesekali sempat Ayah mertua Nadia menjenguk. tapi ia pun terlihat begitu kecewa.
" suami tidak bertanggung jawab!!" gerutu ibu Nadia menyumpahi menantunya.
" sudahlah buuu!! dia terlalu kecewa makanya bersikap seperti itu"
" harusnya dia yang menunggu Nadia ,, bukannya kita orang tua Nadia"
" jangan terlalu dipikirkan... toh dia anak kita. meskipun Raditia disini kita juga akan tetap berada disini. iyakan bu"
__ADS_1
" tapi ibu kecewa padanya Ayah,,, ibu juga seorang istri. kalau sakit pasti ingin suami yang ada disamping ibu apalagi ini oprasi besar,, kehilangan calaon bayi,, itu semua butuh mental yang kuat. kasihan sekali nasibmu nak" ibu Nadia begitu mengiba.
" sudahlah... anak kita pasti kuat. dia pasti bisa menghadapi semuanya" ucap ayah Nadia menghibur istrinya.