
# Raditia
Nampak santai dua sejoli yang duduk dipojok sebuah cape. dihadapan mereka tersaji minuman beserta cemilan yang sudah mulai tercicipi.
" sebenarnya kita itu salah,,, harusnya Nadia kau ajak kesini" ujar si perempuan seolah menyindir. Dia tak lain adalah Luna.
"kalau ajak Nadia kita tak senyaman sekarang bercerita"
"tapi apa kata orang nanti kalau ada yang kenal sama kita"
"bilang saja kita lagi meeting pekerjaan"
"yakin meeting pekerjaan? Bukannya kau sedang meeting hati yang mulai lagi terpaut padaku?" kata luna seolah menggoda.
"sudahlah tak usah bawa Nadia dalam obrolan kita kali ini. Aku benar - benar sumpek kalau mengingat istriku itu"
"sabarlah... Itu ujian rumah tanggamu"
"aku kehilangan bayiku... Orang tuaku selalu menekan aku untuk memiliki keturunan . Sementara Nadia sampai kapanpun ia tak akan bisa melakukannya. Apalagi sekarang Nadia selalu mencurigaiku. Rumah tanggaku sedang tidak baik - baik saja" tutur Radit dengan entengnya mencurahkan segala kekesalannya terhadap Luna.
" lantas kamu akan bagaimana?"
__ADS_1
"mana mungkin aku melepaskan Nadia begitu saja,,, tapi kalau tetap dipertahankan aku tersiksa. Aku tak lagi nyaman bersama istriku" kata Radit seolah merengek.
"kasihan sekali kau Radit" ucap Luna seraya menghampiri Radit dan duduk begitu dekat dengannya. Tanpa permisi Luna meraih tangan Radit dalam genggamannya seolah ingin memberikan ketenangan pada cinta dimasa lalunya.
"seandainya dulu aku lebih sabar menunggumu" ada penyesalan dalam perkataa Radit.
"kita sudah berlalu"
"tak bisakah kita mulai lagi?"
"aku tak ingin menjadi yang ke dua. Apa kata orang nanti. Aku tak ingin disebut pelakor"
"kalau aku melepaskan Nadia,,, apa kau mau menjadi istriku?" tanya Radit tanpa pikir panjang.
"jawablah.... Aku benar jatuh cinta lagi padamu dan ini semakin membuatku gila" rayu Radit sambil menatap sendu kekasih masa lalunya.
Dua mata itu kian membara. Menatap satu sama lain penuh kobaran cinta. Ada bahasa yang tak terucap dalam kata - kata. Mereka hanyut dalam balutan cinta yang penuh dosa.
"kalau aku bersedia menjadi istrimu... Bisakah kau segera melepaskan Nadia?" tanya Luna semakin menggoda.
"akan kupastikan itu. Orang tuaku akan sangat senang mendengar kau menerimaku lagi"ucap Radit sumringah.
__ADS_1
"kalau bersamaku kau hendak punya berapa anak" tanya Luna semakin binal.
" kau mau berapa " radit balas bertanya.
" 2 atau 3 juga boleh" jawab Luna semakin membuat Radit bersemangat.
" oh manisnya" ucap radit seraya memeluk wanita disampingnya. Ia merasa jiwa lelakinya berkobar kembali setelah sekian waktu padam karena ketidak nyamanan bersama istrinya. Berbagai akal muslihat ia perhitungkan demi ia bisa bersama Luna kekasih dari masa lalunya.
" tak apalah aku kehilangan Nadia,,, Luna lebih segalanya daru dia" begitu ucapnya dalam hati.
"kamu bahagia?" tanya Luna hendak meyakinkan.
"bahagia sekali" jawab Radit seolah berbisik "pada telinga luna yang masih dipelukannya.
" apa sekarang kau tak ingat pulang? Kasihan istrimu menunggu dirumah" pancing Luna.
" aku sudah bilang padanya akan pulang telat"
" baiklah kalau begitu... Apa kita hanya akan menghabiskan waktu cuma disini?" tanya Luna semakin berani.
" kau mau kemana? Mungkinkah harus kerumahmu?"
__ADS_1
" apa kau sudah senekad itu Radit" tanya Luna disertai senyum simpul yang semakin menggemaskan bagi Raditia.