
"Nadia .... Kau baru sampai nak?" tanya salah seorang keluarga Nadia yang dijawab anggukan kepala beserta senyum hangat nadia. Mereka menyambut kedatangan Nadia dengan penuh kehangatan.
"kak Nadia... Kau tambah cantikkk saja,,, sekarang tambah kurusan" ujar adik sepupunya.
" iya niii,,, lagi diet!!" bela Nadia
" eh mana kak Raditia? Kok kak Nadia datang sendiri sih" tanya seseorang yang sudah menyadari ketidak hadiran Raditia.
Ketika akan menjawab ,yang punya hajatan datang menghampiri Nadia. Maka selamatlah Nadia dari pertanyaan tadi.
" budeee,,," sapa Nadia seraya memeluk budenya
"kenapa baru datang??? Akadnya sudah selesai. Semua keluarga tadi kumpul semua. Cuma kamu yang tak ada" ada sedikit kecewa dinada bicara bude Mayang.
"maafkan aku bude. Aku tadi telat. Jalanan macet. Alhamdulillah aku bisa menyaksikan resepsinya. Selamat ya bude... Semoga anak bude menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Aamiin" ucap Nadia penuh manja.
"aamiin" ucap bude Masang sambil mengelus tangan Nadia.
__ADS_1
" ehhhh ibu sama bapak dimana??" Nadia baru menyadari kalau ibu dan bapaknya belum terlihat.
"ada di belakang" jawab bude Mayang sambil menunjuk arah dimana kedua orang tua Nadia berada. Tak menunggu waktu lama ,, Nadia segera berhambur ketempat dimana mereka berada.
" bapak!!!" hampir berteriak saat dilihat bapaknya berdiri tegap tak jauh darinya. Diambil telapak tangannya, diciumnya dengan penuh kehidmatan. Dipeluknya dia seolah ingin mendapat perlindungan dari seorang bapak yang akan menjadi pelindung Nadia selamanya.
" buuuuu!!!!" sekarang giliran ibunya yang ia dekap erat dalam pelukannya. Tangisnya hampir pecah untung saja ia segera sadar kalau ini bukan tempat untuk ia menangis menjerit sebagaimana biasanya.
" buuu,,, pak,, apa kalian sehat???" tanya Nadia sambil mengusap matanya yang berkaca - kaca.
" sehat nakkk,, kau sehat?? Sekarang kau lebih kurus. Apa ada yang sakit??" suara lembut ibu Nadia semakin mengguncang hati kecilnyaa.
" bu aku sakiiit,,,, sakit sekali bapak.... Saat ini anakmu sedang berjuang seorang diri,,, anakmu kini sedang rapuh,,, anakmu kini sedang dilema antara bercerai atau bertahan demi cinta yang masih saja mengalir dihati untuk suami yang sudah mengabaikannya. "
"mana Raditia???" tanya bapak dengan suara tegasnya.
" dia gak bisa hadir,,, dia sibuk dengan pekerjaannya. Dia cuma nitip salam sama bapak juga ibu." ucap nadia berusaha meyakinkan mereka
__ADS_1
"ini hari sabtu... Biasanya dia libur" tanya ibu semakin membuat Nadia gugup.
" namanya juga kerja diperusahaan orang lain bu,,, dikejar target,, mau gak mau liburpun harus kerja kalau belum tuntas" Masih saja mebela suaminya. Karena terlalu mencintainya ia tetap saja tak ingin melihatkan keburukan suaminya.
" apa kalian sudah makan?" tanya nadia mengalihkan pembicaraan.
"belum... Kami menunggumu" jawab bapak yang membuat Nadia semakin terharu .
Seusai makan mereka mengobrol bertiga.
" apa sikap radit tak berubah?" tanya ibu Nadia
"ah ibu,, berubah apanya,, mungkin berubah tambah cinta" canda Nadia menyembunyikan kehawatirannya.
" apa dia tak menuntut tentang anak? Terakhir kami kerumahmu Radit seperti berubah, tak seramah biasanya pada kami. Makanya kami jarang kerumahmu nak"
"nggak kok pak, alhamdulillahah Radit mau mengerti"
__ADS_1
" syukurlah kalau begitu,,, ibu jadi tenang. Kalau ibu video call itu jawab dong. Bukan malah ditutup begitu saja . Ibu itu kangen sekali padamu"
" bukannya ditutup bu. Jaringannya suka loading" ujar nadia. Ia berbohong. Padahal ia sengaja menutup tiap ibunya vc karena tak ingin ibunya tahu kalau setiap hari ia tak lepas dari tangisan.