#RAPUH

#RAPUH
episode 2


__ADS_3

" Syahhh" ucap semuanya hampir bersamaan.


Saat itu... hari dimana Nadia resmi menjadi istri dari seorang Raditia.


aura kebahagiaan mewarnai kedua mempelai. meskipun ada tersirat kesedihan di wajah ibu mempelai perempuan.


" semoga perkataan orang - orang tentang Raditia tidak benar" begitulah bisik hati ibunda Nadia.


Banyak kabar burung yang didengar bahwa Raditia adalah sosok yang mudah marah dan sering berganti pasangan meskipun tak sampai ke jenjang pernikahan.


" semoga ini yang terbaik untukmu nak" doa ibunda Nadia saat dipelaminan.


" jangan murung begitu bu.. malu sama para tamu" bisik ayah Nadia. kemudian ibunya Nadia memaksakan tersenyum untuk menghargai para tamu.


Dalam hati terdalam tak dapat di bohongi. hati seorang ibu terlalu peka untuk menolak rasa bimbang yang sudah terlanjur singgah. ada yang tak beres. ada yang tak biasa. meskipun dihadapannya terlihat kebahagiaan yang membuncah diwajah putri semata wayangnya.


" Restui kami buuu,,, ridhomu adalah rido ilahi" ujar Nadia penuh hidmat.

__ADS_1


mendapat perkataan dari seorang anak,, sebagai seorang ibu apa yang bisa dilakukan selain memeluknya,, membelainya. mengucapkan beribu- ribu doa yang terbaik untuk sang buah hati.


Haruuuu mengharu biru. antara cinta , kasih sayang dan kebimbangan yang ada pada saat itu.


Nadia tersenyum ketir membayangkan saat itu. saat dimana awal pernikahan mereka.


" aku mencintaimu" ucap lirih Raditia saat itu. perkataan manisnya selalu membuat Nadia jatuh cinta setiap saat. sikap baiknya yang membuat Nadia menyingkirkan semua keraguan yang sering datang karena ucapan orang tentang sosok Raditia.


Seraya tersenyum Nadia mengusap air mata yang tiba- tiba mengalirlembut dipipinya.


" aku pergi!!!" ucap Raditia membuyarkan semua lamunan tentang masa lalunya.


" kau hendak kemana lagi??"


" harus berapa kali lagi aku memperingatkanmu jangan pernah bertanya aku hendak kemana!!" bentak Radit


" mas aku ini istrimu. berhak tahu kemana kamu pergi"

__ADS_1


" kamu itu bukan hanya ingin tahu tapi otakmu penuh curiga padaku"


" kamu salah mas!! aku tak pernah mencurigaimu,, wajar jika aku merasa cemburu karena akhir - akhir ini waktumu habis tanpa jelas"


" itu salah kamu!!! seandainya saat itu kau tak membunuh anak kita,,, pasti saat ini aku lebih betah dirumah daripada keluyuran dijalanan!!"


" aku mohon!!! jangan selalu menyalahkanku! sudah berapa kali aku mengatakannya kalau aku tak sengaja . itu kecelakaan. kenapa kau tak juga mengerti!" jerit histeris Nadia.


" itu alasanmu saja!!" bentak Raditia seraya berlalu meninggalkan Nadia.


" bukan salahku masss!! aku mohon!! jangan terus- terusan mengatakan kalau aku membunuh buah hatiku" ucap Nadia sambil terpuruk jatuh dilantai.


Ia memegangi perutnya, terbayang kejadian saat itu. ia harus menghadiri pernikahan sahabat Raditia seorang diri karena suaminya sedang berada diluar kota dan tak bisa menghadiri acara temannya.


saat itu kehamilannya baru masuk usia 5 minggu. Ia memaksakan hadir dengan keadaan tubuh yang masih tak karuan karena ngidam yang cukup parah. salahnya ia mengenakan sepatu dengan hak tinggi meski tak terlalu tinggi seperti biasanya. karena saat itu ia masih mual- mual dan sering pusing .diperjalanan keluar dari gedung hendak menuju parkiran ,,naasnya ia tersandung dan tak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Nadia terjatuh hingga kehilangan bayinya. ia pendarahan hebat hingga rahimnya harus diangkat. dari sanalah kemelut itu mulai terjadi.


" maafkan bunda Nak,,, " masih saja ia mengelus perut ratanya.

__ADS_1


__ADS_2