(True Story) RUMAH ANGKER BU MIRA

(True Story) RUMAH ANGKER BU MIRA
EPS 14


__ADS_3

Singkat cerita,


bulan berganti...


Tahun pun berganti...


Suatu hari pak Udin pamit untuk berkunjung dan silaturahmi ke rumah pak Ahmad. Beliau adalah orang yang dibilang mampu mengobati penyakit non medis.


Selain itu pak Udin ingin menanyakan kondisi bu Mira yang sampai sekarang masih sering merasakan sakit diperutnya.


"Saya bisa saja membantu bu Mira. Tapi, saya juga perlu bantuan bu Jum. Bagaimana kalau nanti malam Jumat kita ke rumah bu Mira bersama bu Jum. Kita bersihkan rumahnya dan juga insyaallah penyakitnya."


Malam Jumat pun tiba, selepas isya mereka datang ke rumah bu Mira yang masih saja angker itu.


"Kedatangan kami tidak akan menyakiti kalian. Bukankan tujuan kalian sudah selesai ? Kenapa masih saja tinggal disini. Ini bukan tempat kalian. Selagi saya tidak kasar, pulanglah kembali ke asalnya. Asal dimana kalian dikirim. Dan jangan ganggu bu Mira dan keluarganya lagi !" Ucap pak Akhmad memperingati makhluk yang ada disana.


"Cepatlah pergi atau kami akan menggunakan cara lain." Sambung bu Jum.


Satu persatu dedemit pun mulai menghilang dan pergi, walau masih ada yang bandel.

__ADS_1


Sementara itu, bu Mira yang sudah merasa kesakitan tetap menahan rasa sakit diperutnya.


"Disebelah kiri perut bu Mira. Benda itu ada di sana." Ucap bu Jum yang memang memiliki kemampuan melihat benda tidak kasat mata. Namun, dia tidak mampu mengambil benda itu. Ibaratnya bu Jum sebagai monitor dan pak Akhmad sebagai mouse atau keyboardnya.


Dengan bantuan bu Jum yang dapat melihat benda itu pun pak Akhmad dengan mudah mengambil benda yang sudah puluhan tahun bersarang dibadanya. Walau tidak menyentuh tubuh bu Mira pak Akmad bisa mengambilnya dengan mudah sambil merapalkan doa-doa. Walau sempat kualahan akhirnya pak Akhmad pun berhasil mengambil benda itu.


"Astaghfirullahaladzim..." Ucap semua orang yang melihat betapa mengerikannya benda itu.


Benda yang ternyata adalah sebuah jari kelingking berbalut kain kafan itu berhasil dikeluarkan dari dalam perut bu Mira.


Sesaat setelah diambil, jari yang tadinya seperti daging segar tiba-tiba membusuk dan menghitam hingga akhirnya hilang.


Tidak lama kemudian, bu Jum melihat perut bagian kanan bu Mira.


"Jari kelingking itu adalah jari jenazah yang baru meninggal 40 hari. seseorang menggali tanah kuburan itu dan memotongnya. bu Mira tidak usah tau siapa orangnya. yang penting sekarang bu Mira insyaallah sudah sembuh." Ucap bu Jum yang mendapat penglihatan asal usul jari itu.


"Ya Allah... tega sekali orang itu." Ucap bu Mira sambil menangis antara sedih dan senang campur aduk rasanya melihat hal mistis yang dialaminya. "Kenapa ada jeruk purut juga bu Jum ?" Tanya bu Mira yang penasaran.


"Jari itu bertugas menghisap darah bu Mira, makanya badan bu Mira kurus, tidak napsu makan, makan juga sedikit, lama-lama badan bu Mira habis karena darahnya dihisap oleh jari itu. Makanya jari itu masih segar di dalam perut bu Mira. Dan jeruk purut itu gunanya untuk mencuci darah yang tersisa dijari dan juga sebagai tempat kembalinya jari setelah menghisap darah. Bu Mira sering merasa aneh seperti ada benda bergerak di dalam perut kan ? itu ya jari itu. Setiap malam dia akan menghisap darah disebelah kiri dimana lambung ada disitu dan menjelang pagi dia kembali ke sisi kanan dimana jeruk purut itu berada." Terang bu Jum panjang lebar.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim..."


"Sekarang bu Mira dibanyakin doanya, ibadahnya digiatkan lagi. Insyaallah... akan sembuh. Walau rumah bu Mira masih ada beberapa yang belum dibersihkan." Pak Akhmad menenangkan.


"Iya, terimakasih pak, bu... saya tidak bisa membalas kebaikan anda semua. Semoga Allah akan membalas kebaikan pak Akhmad dan bu Jum."


"Insyaallah, minggu depan kami akan datang lagi, untuk membersihkan sisa-sisanya, bu Mira." Sambung pak Udin yang hanya membantu doa sepanjang proses pembersihan tadi.


"Alhamdulilah... kabari saja kalau mau datang." Jawab bu Mira yang masih sedikit lemas. "Monggoh diminum dulu tehnya..."


Bu Mira pun akhirnya bisa hidup normal seperti kehidupan orang pada umumnya. Tidak ada gangguan lagi dan tidak merasakan sakit lagi.


Walau kadang memang sakit, tapi bukan sakit karena non medis melainkan memang sakit karena usia.


.


.


.

__ADS_1


.


sekian.


__ADS_2