1 Love Story

1 Love Story
1


__ADS_3

Udara sejuk menyebar ke berbagai tempat, membangunkan setiap insan dari tidurnya dan memulai aktivitas mereka.


Langit fajar telah berganti warna menjadi kebiru-biruan. Matahari yang sebelumnya tengah tertidur kini telah bangun dan bangkit dari arah timur.


Suara mesin-mesin mulai terdengar di jalanan bersamaan dengan matinya lampu jalanan, dan pencahayaan lain untuk malam.


Asap mulai terlihat di langit kota Jakarta. Rambu lalu lintas pun terlihat padat kendaraan.


Seragam anak sekolahan berlalu lalang dari segala jenjang pendidikan.


Jam mulai berputar dengan teratur namun tak terasa di saat pagi hari. Tanpa kita sadari, kadang mereka bergerak terlalu cepat, memaksa kita untuk bergerak dan berlari melawan arah.


Gerbang-gerbang sekolah terbuka lebar, mempersilahkan para murid dan guru memasuki sekolah dengan kendaraan mereka masing-masing.


Bangku-bangku di kelas telah terisi penuh bersamaan dengan bel masuk sekolah yang berbunyi.


Sesosok perempuan di bangku paling belakang, meletakkan kepalanya di atas tas punggung yang ia letakkan di atas bangku, menggunakannya sebagai bantal.

__ADS_1


Bukan perempuan itu saja, namun seisi kelas melakukan hal yang hampir sama. Sebagian yang lainnya sibuk bercakap-cakap dengan teman sebangkunya dengan suara yang keras.


Seorang guru memasuki kelas tersebut dengan perasaan depresi. 'Kenapa harus kelas ini?' mungkin pertanyaan yang sedang melintas di kepala beliau.


Guru itu mengambil napas panjang sebelum berteriak, "Baiklah semuanya, selamat pagi. Kita akan mulai absen dulu."


Tak seorang pun menghiraukan ketika guru itu memanggil nama murid satu per satu. Sang guru tidak terlihat terkejut dengan reaksi para muridnya, ia hanya harus melihat ke arah bangku untuk melihat apakah murid yang dipanggilnya tersebut mengikuti kelas atau tidak.


Seorang murid menguap. Murid lainnya membuka tas miliknya dan mengambil isi dari tas itu, yaitu jajanan kemasan chip kentang. Dengan tenang ia membuka bungkus chip kentang itu dan memakan isinya.


Para murid tetap tak memperhatikan disaat sang guru menuliskan materi pelajaran jam pertama itu.


Sebuah kegiatan belajar mengajar yang tidak sempurna dengan suasana kelas yang tidak kondusif dan susah dikendalikan.


Bel jam pelajaran kedua berbunyi. Sang guru melangkah keluar dari ruang kelas itu dengan alasan, 'Saya ada urusan sebentar. Silahkan dipelajari lagi materi yang saya berikan di papan tulis. Sampai bertemu lagi hari Kamis depan.'


Hampir setiap guru yang mengajar di kelas tersebut akan keluar setelah mengajar atau berbicara sendiri selama satu jam.

__ADS_1


Alasannya adalah, ruang kelas itu sudah dikenal sebagai kelas paling gagal seantero kota sejak tahun ajaran baru tahun lalu. Murid yang tidak memperhatikan, murid dengan nilai yang rendah, merupakan hal yang biasa di kelas itu. Hanya misteri mereka bisa tetap melanjutkan sekolah.


Saat bel istirahat berbunyi, sesosok murid laki-laki berlari di koridor sekolah dengan tujuannya adalah kelas gagal itu. Ia membuka pintu dengan keras sehingga murid yang bangkunya terletak tak jauh dari pintu tersebut melompat dari kursinya.


"Vickaaaaa!!!!!" Teriak laki-laki itu. Membuat perhatian semua murid di kelas itu tertuju pada perempuan yang tertidur di bangku paling belakang. Perempuan itu terbangun karena suara keras tersebut, mengangkat kepalanya cukup tinggi untuk mengintip sosok laki-laki itu.


Perempuan yang bernama Vicka itu tak mengenal laki-laki tersebut. Tidak, ia ternyata mengenalnya setelah berpikir selama beberapa detik. Murid terpintar di sekolah, dan si Ketua OSIS, Jehian Yudistira.


Laki-laki itu segera menghampiri bangkunya, mau tidak mau membuat Vicka bergerak ke posisi duduk.


Saat Jehian sampai di samping bangkunya, Jehian berlutut di satu kaki dan mengatakan, "Aku suka sama kamu. Jadilah pacarku!"


Kehebohan mulai terjadi di kelas itu. Murid-murid bersiul dan bertepuk tangan, sisanya meneriakkan yell-yell, "Terima!Terima!"


Murid terpintar di sekolahnya baru saja mengatakan suka kepadanya?


Vicka melongo dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2