12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB VII HANTU DI BALIK PINTU


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


Jeratan tali lasso yang dibuat oleh Abraham tak mampu membunuh Raja Srigala. Tak ada pilihan lain


mereka semua meninggalkan Rumah Pondok Teria menuju Pagoda Zodiak. Para sahabat


itu berlari sembari memapah Shara Setty yang lemah dan sedang hilang ingatan.


Sesampainya di Pagoda Zodiak mereka diselamatkan oleh Kakek Yamada. Di sana Tom memohon dan berharap agar Shara sadar dan kembali siuman. Atas nama Persahabatan Tom berdoa dan berharap pada


Shara agar sadar kembali. Tiba- tiba dari langit turun cahaya zodiac baru ke


tangan Tom. Zodiak Pisces yang sebentuk dua ikan. Pisces yang berarti


persahabatan.


Apakah yang selanjutnya terjadi, bagaimana dengan Raja Srigala ? akan adakah lagi cahaya zodiac yang turun ke bumi…


***


Hari telah pagi, burung saling berkicau di Pagoda Zodiak. Kentaro, Will, Tom, Abraham,


Alik, dan Miss Teria menyusun rencana bersama Kakek Yamada untuk menghentikan


kejahatan Raja Srigala. Maka di putuskanlah Alik untuk menemukan Mailend di


Hutan Suaka demi mengambil Pedang Odison. Sementara Vandora menjaga Shara Setty


yang baru siuman dari pinsannya, Tom dan Will menjelaskan pada Alik bagaimana


rupa dan ciri dari Mailend. Alik begitu semangat menjalankan tugasnya sangat


berbeda dengan saat pertama kali dikenal semalam.


Alik terlihat sebagai seorang pemberani dan lincah. Dia berani memasuki Batas Hutan Suaka


seorang diri meskipun Tom dan Will mencemaskannya, namun Kakek Yamada


mempersilahkan Alik untuk menjalankan tugasnya sehingga Tom dan Will pada


akhirnya pun berserah dan percaya bahwa Alik mampu merebut Pedang Odison. Alik


menunggu kedatangan Mailend di jalan jalan yang diperkirakan akan di lewati


Mailend untuk keluar dari Hutan Suaka.


Sampai suatu ketika Alik melihat seseorang berjalan terpincang- pincang dari kejauhan. Alik


mempersiapkan rencananya.


“Teman !!!” Teriak Alik pada Mailend yang sudah dekat.


“Ya ada apa ?”


“Tolong aku …” Teriak Alik. Dan Mailend pun terburu dengan langkah tertatih. Mailend melihat


Alik terbenam separuh pahanya di sungai berlumpur. Mailend terburu- buru


bergerak, ia berinisiatif untuk segera menolong tanpa berpikir mengapa orang


itu berada di lumpur, ada apa ?. Sebagai seorang pemandu hutan suaka tentu


Mailend juga memiliki naluri untuk menolong dan keterampilan untuk bertahan.


“Yap Tunggu…, Pegang ini !” Seru Mailend. Ia mencabut pedang yang terpasung di pinggangnya.


Ia mengulurkan ujung sarung pedang itu untuk di tangkap oleh Alik. Dan ia akan


menarik Alik ke tepi.


Alik menarik pedang itu. Tapi Mailend tak sanggup menariknya juga. Biasanya tidak begini


pikirnya. Sepertinya Alik bertahan dan berusaha manarik Mailend.


“Uhhhh…keras sekali !” Keluh Mailend.


“Tolong …” Alik memelas walau sesungguhnya Alik tampak jauh lebih kuat dari Mailend.


“Ayo…sama- sama kita tarik !” Perintah Mailend.


“Satu…dua….tiga…”


“Tiga…”


“Hakkkk….” Mailend berteriak. Dia terjatuh ke sungai berlumpur. Tapi dengan sigap Alik


merebut pedangnya. Dan Alik tegak berdiri dengan lincah.


“Auhh..sial Aku tertipu !” Geram Mailend. Kakinya semakin sakit terlebih karena jatuh ke


sungai berlumpur. Mailend bersaha bangkit tapi Alik tak tampak lagi dari


pandangan mata. Pedang Odison berhasil dibawa kabur oleh Alik, seseorang yang


belum diketahui namanya oleh Mailend.


“Blup..Blup…” Mailend berusaha berenang menepi. Tapi ia tak sanggup tegak. Ia berusaha bergantungan


di akar- akar tepian. Kemudian Mailend berusaha memanjat. Hari mulai berlalu.


Mailend berteriak.


“Akhhhhhhhhhh……………..!!!”


***


Sekolah Asrama Farmschool.


Hari ini adalah hari kelulusan di sekolah asrama Farmschool. Pertanda hari bahagia bagi


murid- murid yang akan meninggalkan sekolah. Murid- murid yang telah


menyelesaikan masa pendidikan bertahun- tahun. Bahkan ada pula murid yang harus


mengakhiri hidupnya disini, disekolah Farmschool. Gent Honixton adalah salah


satu murid yang meninggal di Farmschool, makam Gent Honixton terletak di area

__ADS_1


belakang sekolah.


Rumput- rumput hijau telah tumbuh subur di makam Gent Honixton. Angin menghembus rumput-


rumput itu. Burung- burung berkicau. Seperti bahagia burung- burung itu. Adalah


perasaan yang sama bagi para pelajar berasrama yang akan meninggalkan


asramanya. Seperti burung- burung yang bahagia meninggalkan sangkar yang selama


ini mengurungnya, meninggalkan penjara yang indah itu.


Perpisahan sekolah telah usai. Jerry pun telah dalam perjalanan pulang ke kampong


halamannya. Jerry melewati jalanan sepi menjelang perhentian kereta. Namun


tiba- tiba ada suara yang mengejutkan menyapanya.


“Jerry ! tugasmu belum berakhir, kau harus membunuh calon Pahlawan Zodiak yang lain.


Sebelum mereka menjadi cahaya zodiac dan dilindungi lambing zodiac di tangan


mereka ….” Kata Seseorang bertopeng dan memakai jubah hitam. Orang itu lah yang


disebut sebagai Mafia Hitam.


“Tidak Mafia Hitam , aku tak mau …”


“Mengapa tidak ?”


“Aku lelah…aku tak sanggup lagi “ Elak Jerry.


“Jika kau tidak mau. Ingat pertolonganku padamu. Pertolongan dari kejamnya orang- orang, aku


yang menyelamatkanmu ! ingat !” Kata Mafia Hitam dengan suara keras.


“Ba… baiklah…” kata Jerry amat terpaksa. Kemudian seseorang bertopeng itu berlalu dengan cepat


laksana ninja.


***


Di Tepian sungai yang arusnya tunak, Mailend terbaring tak sadarkan diri. Matanya


tertutup namun jantungnya masih berdenyut dan napasnya berhembus teratur, tapi


bukan tidur. Sesosok Makhluk mendekati Mailend yang malang, Makhluk itu adalah


Raja Srigala.


Raja Srigala tersenyum, bibirnya menetes ludah dan Ia sedang bersiap- siap menghisap darah


Mailend. Mulutnya mendekati leher Mailend. Tiba- tiba.


“Tush …” Sebuah panah menancap di leher Raja Srigala.


“Akhhh!!!” Teriaknya. Ia masih sempat memegang panah yang tertancap di lehernya. Kemudian


Roboh.


“Sengaja aku tidak membunuhnya, karena musuh dari musuhku adalah temanku “ Begitu anggapan


Mafia Hitam pada Raja Srigala, Raja Srigala yang merupakan musuh para Pahlawan


Zodiak adalah teman bagi Mafia Hitam.


Mafia hitam kemudian menggotong tubuh Mailend ke tempat yang jauh meninggalkan Raja Srigala


yang tergeletak di Tepian Sungai di Hutan Suaka.


Mafia Hitam bergerak cepat membawa tubuh Mailend sampai jauh. Jauh ke sebuah puri kuno


bernama Puri Hantu. Puri Hantu adalah bekas istana kerajaan Golden. Dimana


kerajaan Golden adalah kerajaan yang damai sebelum di hancurkan oleh sihir


Black Star. Black Star pun menyihir semua warga dari kerajaan Golden menjadi


kucing. Maka jadilah di Puri Hantu terdapat banyak kucing yang hidup berkoloni,


hidup berkoloni seperti sekawanan semut, lebah dan rayap. Maka oleh karena itu


Puri Hantu juga dikenal sebagai Istana Kucing- Kucing.


Tubuh Mailend terbaring, dan bekas lukanya telah disembuhkan oleh Mafia Hitam. Perlahan


Mailend pun terbangun.


“ Siapa aku,  aku tidak bisa mengingat apa- apa ?” Tanya Mailend heran dan sepertinya telah dihilangkan sebagian ingatannya oleh Mafia Hitam.


“Kau adalah temanku, kita berasal dari luar bumi, kita datang ke bumi untuk menghancurkan


umat manusia !” Kata Mafia Hitam.


“Ya …” Jawab Mailend yang sudah terpengaruh.


“Sekarang Cerminkan dirimu pada kaca itu !” Perintah Mafia Hitam.


Maka Mailend mencerminkan dirinya, dan tampak pada cermin seorang anak muda berpakaian


ninja, di keningnya terpatri gambar bintang.


“Ninja Bintang !” Panggil Mafia Hitam pada Mailend.


“Namamu ‘Ninja Bintang’ “ Jelas Mafia Hitam sekali lagi.


“Aku, Ninja Bintang, benarkah mengapa aku begitu tidak ingat ?” Mailend ragu.


“Kakek tua di Pagoda Zodiak telah memberimu Racun. Sehingga kau hilang sebagian ingatanmu “ Bohong Mafia Hitam pada Mailend, dan ia juga memfitnah Kakek Yamada.


“Ayo kawan, Mari mulai kita hancurkan para Pahlawan Zodiak” Ajak Mafia Hitam.


“Oke…” Kata Mailend mengangguk dingin.


“Aku lupa  namamu teman ?” Tanya Mailend berbalik pada Mafia Hitam.


“Mafia Hitam. Teman Akrabmu “ Jawab Mafia Hitam.

__ADS_1


***


Pagoda Zodiak.


Sementara itu di Pagoda Zodiak,  Para remaja berkumpul


di ruang utama pagoda. Kakek Yamada turun dari tangga menuju ruangan itu.


Beliau berkata, “ Anak- anak para pahlawan zodiak, mala mini adalah malam


gerhana bulan, para musuh kalian, penebar kejahatan kehilangan kekuatannya.


Malam ini kakek akan menenangkan diri di puncak pagoda”.


“Baik kakek …” Sambut semuanya serempak.


Will, Tom, Abraham, Kent, Vandora, Shara Setty, dan Miss Teria, serta Alik yang baru saja


sampai dari tugasnya mendapatkan Pedang Odison berkumpul di ruang tengah, untuk


mengisi kesunyian mereka saling bercerita. Mereka saling bercerita tentang


latar belakang masing- masing sebelum bertemu di Pagoda Zodiak. Tapi Shara


terkantung kemudian terlelap karena masih dalam masa pemulihan.


Cerita dimulai dari Will John yang menceritakan tentang Farm School, dimana disana terjadi


kematian Gent Honixton oleh kejahatan Genk Jerry. Selanjutnya Tom Garsen


menceritakan tentang persahabatan antara ia , Will dan Shara Setty di Desa


Gandum. Selanjutnya Abraham Gellier yang menceritakan tentang pertemuannya


dengan hantu di pohon besar di dekat penginapan, yang membuatnya mengenal


Nujumi, dan turunnya cahaya zodiac pada punggung tangan Anne Gracia.


Selanjutnya kakak beradik Kentaro dan Miss Teria yang menceritakan tentang


kehebatan orang tua mereka. Sampai tibalah giliran Alik bercerita. Cerita Alik


sungguh cerita yang dinanti- nanti dan ingin di dengar oleh teman- temannya.


“Kalian sudah siap mendengarnya ?” Tanya Alik dengan matanya yang berkaca- kaca yang


membuktikan bahwa ceriatanya adalah cerita sedih.


“Bapakku adalah seorang Netherland yang menjajah Bumi Putera, Nusantara, Sebuah kepulauan di


Timur Jauh. Bapak menikahi ibuku, perempuan pribumi secara paksa, tentu saja


pernikahan itu menimbulkan hal- hal yang buruk.“ Semuanya hening mendengarkan


kelanjutan cerita Alik.


“Suatu hari ibuku pergi tak tentu, karena tidak tahan lagi dengan kekerasan yang diberikan


oleh Bapak. Pun ibuku meninggalkan aku karena wajahku lebih mirip bapak, wajah


penjajah bumi putera. Setelah kepergian Ibuku, bapakku sibuk dengan perempuan- perempuan


baru yang dikenalnya. Aku yang kesepian sama sekali tidak mengenal keluarga


ibuku maupun Bapakku di negeri yang jauh. Waktu berlalu sampai aku memberanikan


diri berpetualang ke England ini, Sekolah. Dan hidup sebatang kara seorang


diri.”


“Mengapa kau meninggalkan sekolahmu ?” Tanya Will John yang mengingatkannya juga tentang ia


meninggalkan Farm School.


“Suatu ketika di malam hari, aku pergi ke belakang Asrama. Tanpa sengaja aku melihat Animos,


guru olahraga ia sedang membuka brankas kepala sekolah. Sialnya tanpa sengaja


aku menjatuhkan buku, Ia melihatku lalu mengejarku dengan senjatanya !”


“Aku berlari…bersembunyi, dan terus berlari ke hutan, memasuki bukit tapal, aku


berlari dari kejaran Animos. Dan ada sesuatu yang membuat kalian begidik ngeri …”


“Apa itu ?” Tanya Miss Teria.


“Animos memiliki belahan jiwa lain bernama Hantu Di Balik Pintu, Pada akhirnya aku


ketahui itu “


“Animos memiliki kekuatan jahat, Hantu di Balik Pintu terus mengangguku pabila malam


tiba…”


“Dan sampai aku berlari ke Pagoda Zodiak dan bertemu kalian …”


“Semoga aku dapat membantumu Alik !, agar kau dapat mengalahkan Sihir Hantu di Balik Pintu


itu.” Kent menyatakan harapannya.


“….” Semua yang mendengar cerita Alik Joyokusumo terdiam dan tak mampu berkata apa- apa.


Sampai Alik melanjutkan ceritanya.”Oh ya aku menemukan kunci permata ini di saku baju Mailend, ini dia


!” Alik memperlihatkan kunci permata itu pada semuanya.


“Apa maksud ini ?” Kata Miss Teria lagi, penasaran. Kemudian Kakek Yamada muncul  menuruni tangga pertanda beliau telah selesai dan mengakhiri perenungannya di Puncak Pagoda Zodiak.


“Kunci itulah yang dapat mengalahkan musuh Khayalan, musuh Khayalan yang tak dapat dipegang


dan disentuh, sebaiknya kakek yang memegangnya Alik” Pinta Kakek Yamada.


Kemudian Alik menyerahkan kunci itu pada Kakek Yamada.


Bersambung .


***

__ADS_1


__ADS_2