12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB III CAPRICORN


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Karena pengaruh sihir Hantu di pohon tua Abraham tampak sedih, murung dan pucat. Dalam kesedihannya itu ia pun kabur dari penginapan yang belum sempat dibayarnya. Akhirnya cucu pemilik penginapan, Nujumi. Mengikuti langkah perjalanan Abraham Gellier ke Mount City.


Akankah Nujumi menemukannya, apakah tujuan Nujumi semata- mata hanya untuk


menangih uang sewa atau ingin menolong Abraham Gellier dari pengaruh sihir Hantu di pohon tua.


                                                            ***


Ada sepasang remaja yang sedang berjalan tergesa di stasiun kereta api menuju Kota Mount


City. Remaja lelaki memakai ikatan kepala , berjacket jeans bewarna hitam, ia


adalah Will John disampingnya adalah gadis yang baru dikenalnya di perjalanan,


namanya Anne Gracia. Anne Gracia berambut pirang memakai terusan pink dihiasi


putih mawar. Poni rambut Anne diikat bandana yang membuat rambut pirangnya


tergerai panjang. Dia tampak anggun. Keduanya duduk di kursi stasiun menunggu


angkutan kalau saja pagi datang. Namun dekat dari tempat duduk mereka tampak


seorang remaja laki- laki yang murung dan sedih. Will yang sebegitu peduli


menyapa cowok itu.


“Hai Teman mengapa kau terlihat begitu sedih ?” Tanya Will.


“Kau tak akan mengerti teman, kalaupun aku cerita “


“Berceritalah…barangkali kita bisa menjadi teman “ Sambut Anne. Anne sendiri juga bertemu dengan Will


dari perjalanan kaburnya. Anne kabur dari rumah karena orang tuanya yang


memaksanya menikah dengan pria tua sebagai istri yang kesekian kali. Jelas saja


Anne yang masih gadis berusia 13 tahun itu menolaknya. Ketika orang tuanya


lengah, Anne kabur. Anne kabur mengikuti perjalanan Will.


“Baiklah …” jawab Abraham melunak.


“Siapa namamu ?” Tanya Anne lagi.


“Namaku Abraham, panggil saja  ‘Ham’ , nanti pagi aku ceritakan”


“Kemana tujuan Kalian “ Ulang Ham bertanya.


“Ke  Kota Mount City” Jawab Anne dan Will


serempak. Maka bersamalah mereka menjadi teman, Abraham, Will , dan Anne. Namun


Abraham masih tetap bersikap dingin sampai kereta api tujuan datang. Mereka


mendapatkan bangku di kabin yang sama.


Kebetulan Anne dan Ham duduk pada bangku yang sama. Sebaliknya Will berada berhadapan di


bangku di depan mereka. Hanya mereka bertiga di kabin yang seharusnya berisi


empat orang itu. Abraham tetap diam memandang ke ladang gandum di luar sana.


Semburat matahari pagi memancar terang memasuki jendela kabin dan cuaca pun


mulai menghangat. Bayangan Anne terlihat manis dengan rambut diikat kain


berbentuk kerudung kecil khas gadis eropa timur. Pinggang Anne pun di ikat  kain pinggang berwarna merah jambu yang membuatnya semakin manis. Dengan itu ia terus berusaha membuat Abraham


berbicara. Namun  setiap pertanyaan Anne dijawab Abraham dengan singkat.


“Ham topi koboimu bagus, kapan ya aku bisa memiliki topi seperti itu ?” canda Anne pada


Abraham begitu ceria. Abraham tampak begitu coll dengan setelan topi koboi, kemeja berlengan panjang serta rompi.


“Diberikan panti asuhan sebagai kenang- kenangan “Jawab Ham.


“Aku tidak akan menyerah …” kata Anne Dalam hati. Anne yang ceria yan banyak bicara. Tanpa


sadar Will yang didepan mereka sudah mendengkur, tidur di pagi itu dalam


perjalanannya. Iler Will menetes sampai membasahi jelana ceans nya. Lucu


sekali. Anne tertawa, tiba- tiba Abraham juga tertawa kecil. Akankah mereka


sampai ke Kota Mount City ?.


                                                            ***


Di Kota Mount City Shara telah menyamar menjadi remaja lelaki bernama Shaga. Ia tengah


mencari penginapan di kota itu. Shara masih dalam pencariannya untuk menemukan


kejelasan keberadaan Tom dan Will.


“Pak, masih ada kamar ?” Tanya Shara memasuki sebuah motel.


“Tidak Nak… semua penuh” Jawab resepsionis motel itu.


“Tapi …”


“Oh kalau perlu bersama kami saja Nak ! “ sela dua tamu lain disamping Shara.


“Oh !Tidak Om tidak perlu “ jawab Shara terkejut dan mengubah suaranya agar terdengar lebih


dalam. Shara terkejut karena dua orang lelaki itu adalah Bilt dan Pilt. Yang


tentu mereka ke mount City atas perintah orang tua Shara.


“Kenapa ?”Bilt heran.


“Pokoknya tidak, saya canggung bersama orang dewasa “ Jawab Shara.


“Kalau kau mau Nak. Istirahatlah di kamar anakkku. Kentaro. Kamar Kent cukup luas dan bisa


dikatakan sebagai ruangan tidur bersama bagi anak- anak.” Usul Pemilik


Penginapan yang tak lain adalah Ayah Kent.


“…” Shara ragu.


“Anakku suka berteman “ kata Ayah Kent. Jelas pemilik penginapan.


“Baiklah “ jawab Shara setuju.


“Siapa namamu Nak ?” Tanya Ayah Kent.


 “Shaga” Jawab Shara,


“Kent. Antarkan Shaga ke ruang besarmu “ Pinta Ayah Kent dengan memanggil keras. Ayah


Kent menyebut kamarnya sebagai ruangan besar. Tak lama kemudan datanglah


Kentaro menyambut Shaga. Mereka meninggalkan Bilt dan Pilt yang masih


berbincang dengan Ayah Kent. Terlihat Pilt memperlihatkan secarik foto pada

__ADS_1


Ayah Kent selaku memilik motel. Beberapa saat kemudian Ayah Kent menggeleng.


Sesampainya di kamar Shara tersenyum. Ternyata kamar kent bukanlah seperti kamar pada umumnya.


Lebih luas lapang dan tidak banyak barang di sekitarnya. Ada beberapa matras di


sudutnya yang bisa direbahkan kalau mau tidur. Kalaupun tidak tidak apa apa.


Bisa berbaring di mana saja. Karpetnya cukup empuk. Bisa bermain bola dan berkejaran


sebagaimana ruangan tampung anak laki- laki. Lebih tepatnya ruangan berkumpul


dan bermain Kent bersama teman- temannya.


Menjelang malam Kent dan Shara sudah akrab. Tapi Kent heran pada Shaga yang tampak


canggung tidur di kamarnya. “ Ayo Tidur disini …teriak Kent “ sambil melempar


bola bercanda. Tentu saja Shara malu. Ia tidak pernah sekamar dengan Lelaki.


Lalu Shara balik menendang bola dari Kent, mengenai perutnya. Kent mengejarnya, mereka


berlarian. Sara mengambil gelas dan melempar airnya pada Kent basah. Mereka


tertawa. Shara berharap Kent pergi dan tidur diluar karena basah. Tetapi Kent


membalas siraman Shara dengan lebih banyak. Dan sialnya itu mengenai ransel


Shara.


“Astaga Kent …mengenai ranseku.” Kata Shara  sedih.


“Mafkan aku Shaga . Apa itu begitu penting Shaga ?” Tanya Kent heran melihat Shara


mengeluarkan sebuah surat di bagian depan Ransel.


“Ia sangat penting.” Jawab Shara. Kent pun sadar. Mereka menghentikan candaannya. Shara


mengambil surat yang sebagian basah itu. Lalu membukanya “ Maafkan aku Nenek


Olivia, aku harus membacanya. “ Ucap Shara lirih dalam hati. Benar pikirannya.


Ia harus membuka isinya, bilamana surat itu hilang atau ranselnya hilang. Dan


isi surat itu akan dikatakannya pada Will sendiri.


Will Cucuku


Berterimakasihlah pada Shara bila kalian bertemu


Sebuah cerita yang harus engkau dengar Cucuku, bila engkau sudah dewasa.


Dimasa yang lalu ibumu mengenal dengan seorang lelaki bernama Mark Odison. Dan mereka menjalin hubungan penuh kasih. Tetapi Kakekmu tidak setuju hubungan keduanya. Sampai akhirnya tetap ibumu


menikah dengan lelaki itu, yang kemudian melahirkan seorang anak dan itu adalah


engkau cucuku. Dan Mark adalah nama ayahmu. Setelah engkau lahir, kakek tetap


tidak mengukai mark yang dari kalangan biasa. Ayahmu tidak tahan dan pergi,


ayahmu pergi barangkali berkelana dan mengembara untuk membuktikan bisa menjadi


seorang saudagar yang berhasil.


Setelah kepergian Ayahmu. Ibumu sakit- sakitan dan tidak beberapa lama kemudian ibumu beristirahat dengan tenang. Terakhir kabar dari ayahmu yang nenek dengar setelah kematian ibumu. Ayahmu


kehilangan arah dan dia pergi untuk merenungi diri dan menemukan kedamaian jiwa


di sebuah menara di hutan suaka,  Menara


Demi menutupi cerita sedih itu nenek menyekolahkanmu ke Farm School. Sampai engkau dewasa yang cerita ini siap di ceritakan.


Temukanlah Ayahmu disana.


Maafkan nenek cucuku tersayang.


                                                                                                                                                Olivia John


“Ternyata itu kau Shara !” teriak Bilt dan Pilt dari ujung kamar sebelah. Shara lupa menutup


pintu. Dan suara Shara terdengar oleh ributnya candaan mereka.


“Krak !” Shara cepat menutup pintu. Kent heran. Shara bergegas membuka topinya. Dan rambut


panjangnya terlihat. Kent tambah heran melihat Shara yang ternyata seorang perempuan.


“Brak…Brak..!” Bilt dan Pilt terus menggedor pintu.


“Aku harus kabur, mereka mencariku yang tengah kabur dari rumah !” kata Shara pada Kent.


Shara bergegas menyandang ranselnya menuju jendela. Kabur.


“Aku ikut !” teriak Kent. Yang segera membantu Shara untuk kabur.


Setelah di luar tanpa sepengatuah Bilt dan Pilt,  Kent pamit pada Ayahnya. “ Ayah aku pergi. Aku janji akan pulang.” Kata Kent.


Diluar dugaan Ayah Kent yang baik dan ramah mempersilahkannya. Ayah Kent tersenyum.”Baik


Kent. Hati hati “


Sementara itu Bilt dan Pilt telah berhasil mendobrak pintu. Namun ruangan Kent telah kosong.


Dari kejauhan Kent telah membonceng Shara diatas sepeda balapnya. Melaju.


“ Da… da …” Kata mereka tertawa.


“Sekarang kita mau kemana ?” Tanya Shara.


Kent tidak menjawab. “ Kau ini lucu ya. Aku tertipu. Ternyata kau seorang perempuan” Ucap


Kent lebih awal. “ Terserah kau mau kemana ?”


“Maafkan aku. Aku gadis bernama Shara Setty. Shara” Shara memperkenalkan diri.


“Aku Hanya ingin ke Kota ini untuk mencari keberadaan teman ku.” Jawab Shara.


“Kalau begitu. Engkau harus tinggal di tempat yang aman. Di Rumahku di Bukit Tapal. Disana ada


saudaraku bernama Miss Teria. Ia dan Ibuku berkebun sayur, dan setiap akhir


pekan kami menjual hasilnya ke kota.” Jelas Kent bahwa ia memiliki rumah


keluarga di Bukit Tapal. Sedangkan penginapan hanyalah usaha keluarganya.


                                                                ***


Kereta api yang membawa Abraham Gellier, Anne Gracia, dan Will John telah sampai ke Kota


Mount City. Hari telah mulai menggelap dan malam telah datang. Perut ketiganya


telah keroncongan dan berasa lapar. Untuk itu mereka mengitari pusat kota untuk


menemukan jajanan yang mereka sukai.


“Hiatt !” kayu kecil sebentuk bintang terlempar ke arah kening Abraham.


“Jangan !” seru Anne Gracia yang bergerak cepat melindungi Abraham Gellier. Kayu sebentuk

__ADS_1


bintang itu mengenai kepala Anne Gracia. Dia jatuh.


“Nujumi …?” Kata Abraham pada sesosok pelempar kayu bintang itu, yang tak lain adalah


Nujumi, cucu pemilik penginapan yang tidak dibayarnya.


“Iya …! Waduh…” Nujumi panic, senjatanya salah sasaran.


“Ini gara- gara kau Ham !” lanjut Nujumi lagi.


“Jelas lemparan itu darimu ! “ kata Will John yang segera menggotong tubuh  Anne yang jatuh.


“Sudah- sudah akulah yang salah …” sela Abraham mengakui kesalahan diri.


“Tapi Nujumi kau tidak mengerti “ lanjut Abraham.


“Mengerti apanya?” Tanya Nujumi kembali.


“Aku tidak punya uang jika engkau masih mau menangih hutangku. Ikutlah bersamaku sampai


aku menemukan keberadaan orang tuaku akan kubayar empat kali lipat “ bujuk


Abraham mengenai bayaran sewa penginapan.”


“Baiklah, tapi kau harus berjanji “ Nujumi setuju.


“Tentu . lalu bagaimana dengan Anne, dia masih pinsan “ Kata Abraham.


Tiba- tiba di malam itu sebentuk bintang jatuh dari langit, semakin kecil dan semakin


mendekat. Jtuh ke kota Mount City. Cahaya bintang jatuh itu mengecil dan


menjadi terang yang lembut dan tidak menyilaukan. Cahaya bintang tersebut jatuh


menuju Anne Gracia yang tengah pinsan. Nujumi, Abraham dan Will terperangah


saat cahaya bintang sebentuk rasi bintang Capricorn yaitu Domba yang cantik


datang ke tubuh Anne. Cahaya berwujud domba sebesar kepalan tangan itu akhinya


lenyap dan masuk ke pergelangan tangan Anne Gracia. Sebagian orang yang berlalu


lalang juga takjub pada cahaya kecil itu.


Cahaya Domba yang masuk ke pergelangan tangan kiri Anne dan tergambar disana. Tak lama


kemudian siuman.


“Ahhh…, kenapa ini ?” Tanya Anne pada teman- temannya.


“Itu lihat saja “ tunjuk Will pada pergelangan tangan kiri Anne.


“Domba …” kata Anne lirih.


“Hantu kah yang masuk ke tanganmu itu ?” Tanya Nujumi.


“Dari mana kau tahu ?” Tanya Ham balik bertanya.


“Iya, aku juga mengetahui jejak Hantu Pembohong di Pohon Besar di jalan ke penginapanku yang


membuat siapapun yang bertemu dengannya bersedih “ jelas Nujumi.


“Tidak mungkin Hantu Pembohong …” kata Abraham, suaranya tercekat karena mendengar kata


‘pembohong’, mata Abraham menjadi sayu.


“Sudah.. Sudah…aku tidak percaya kata hantu” seru Will, kemudian dia berkata lagi .“


Pokoknya ini semua hatus kita rahasiakan demi keselamatan Anne. Oke Ham,


Nujumi, dan kau sendiri Anne ?” Tanya Will yang ingin merahasiakan keajaiban


yang terjadi pada Anne.


“Baiklah …” Seru mereka bersama.


“Itu adalah Capricorn, salah satu cahaya zodiac dari duabelas cahaya keajaiban yang berarti


pengorbanan” cetus Will.


Karena perut mereka terasa begitu lapar. Maka makanlah keempatnya di sebuah restaurant


sederhana. Nujumi telah menjadi anggota baru dalam perjalanannya.


Ketika sedang makan dengan lahapnya. Terdengar teriakan penjaga restaurant.


“ Pencuri…!!!”


Will dan teman- temannya sontak melihat kea rah pencuri yang tengah berlari meninggalkan


restaurant. Pencuri itu juga dikejar oleh penjaga restaurant.


“Biar kami yang mengejarnya Pak !” kata Will John.


Maka berkejaranlah mereka di malam itu. Nujumi, Anne, serta Ham turut mengikuti Will


mengejar pencuri itu. Di tengah pengejaran tiba- tiba cahaya seekor domba


keluar dari gambar Capricorn di tangan Anne. Anne pun naik ke atas domba itu.


“Ayo semuanya naik !” teriak Anne. Domba ajaib itu begitu kuat dan bisa berlari cepat.


“Ok …Hah …” seru teman- temannya takjub pada domba ajaib itu. Sehingga naiklah mereka


berdesakan di atas domba itu. Anne didepan lalu Nujumi, disusul Ham dan Will


dibelakang. Walaupun hanya seekor domba tapi dengan bebat yang begitu berat ia


masih dapat berlari kencang mengejar pencuri. Berlari gesit mengikuti lorong-


lorong sempit dan jalanan ramai.


Sampai di dekat tubuh pencuri. Will berusaha menangkap pencuri itu dan mengayunkan tangan


menarik lengan pencuri itu.


“Hup dapat…” teriak Will.


“ Brukkk “ Will di belakang terjatuh dari domba Caricorn, ia bergulingan di jalan bersama


pencuri itu.


Ketika keduanya terduduk di rerumputan. Will terkejut melihat wajah pencuri itu.


“Tomm”


“Kau Tom Garsen …” Tanya Will yang mengenal wajah sahabatnya. ‘Mengapa tom ada di Mount


City’ pikirnya.


“Ya Aku Tom. Kau  kah Will ? “


“Ya …”


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2