12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB X KEAJAIBAN UNTUK NUJUMI


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Bilt dan Pilt telah berubah menjadi dua ekor burung. Untuk melepaskan keduanya Kakek Yamada


melakukan upacara pelepasan pengaruh sihir di Air Terjun. Tapi sayang, kekuatan


Kakek Yamada tidak cukup mengalahkan Monster Penjaga Air Terjun, Cupito,


Siluman Buaya.


Sementara ketika Pagoda Zodiak telah sepi Mafia Hitam memamfaatkan keadaan untuk menyerang Pagoda Zodiak. Tom yang menjaga Shara Setty terdesak. Tom lebih memilih kabur bersama Shara menuju air


terjun. Kebetulan kedatangan Tom Garsen ke air terjun adalah kesempatan yang


tepat bagi keluarnya Pisces dari telapak tangannya. Pisces membantu Kakek


Yamada menghancurkan Cupito. Cupito siluman buaya meledak dan hancur berkeping-


keeping.


Benturan yang kembali dialami Shara membuatnya tersadar dan kembali pulih dari hilang ingatan. Shara dan Tom


bersiap kembali ke kampong halamannya Desa Gandum. Namun  Shara harus merahasiakan pertemuan Will


dengan ayah, kakek, dan neneknya.


                                                                ***


Kota Mount City.


Alik, Abraham, dan Will telah sampai di kediaman Bu Alma Odison. Nujumi dan Anne Gracia


menyambutnya, Begitu juga Bu Alma Odison. Abraham menepati janjinya agar


meminta Nujumi membantu menyembuhkan Alik dari pengaruh Sihir Animos yang


tersisa. Kebetulan hari ini adalah bertepatan dengan gerhana matahari. Jadi


inilah waktu terbaik untuk melenyapkan Animos.


Nujumi membuat kertas lipat berupa origami kupu- kupu. Ia membacakan mantra pada kupu-kupu


kertas itu.


“…Wahai Kupu- kupu kertas Hiduplah …


     Terbanglah dengan racunmu …


     Pada musuh teman kami Alik


     Musuh yang bernama Animos “


“Terimakasih Nujumi…” Kata Alik.


Dan kupu- kupu kertas tersebut terbang jauh. Kupu- kupu kertas tersebut terbang jauh ke lorong


gelap. Kupu – kupu tersebut masuk ke sebuah lorong sekolah Alik dimasa lalu.


Kupu- kupu tersebut menuju tubuh Animos. Animos menghindar tetapi kupu- kupu


tersebut sudah dekat dan berhasil hinggap di bahu belakangnya. Kupu- kupu


kertas tersebut menusukkan racunnya pada leher Animos.


“Akkkkkkkkhhhhhhhhhhhhh……..” Animos mengerang.


Di siang hari itu tepat setelah kupu- kupu tersebut menusukkan racunnya pada Animos. Langit


berubah gelap tetapi bukan karena matahari di tutup awan. Tetapi matahari


menggelap ditutup rembulan. Gerhana Matahari datang.


“Nujumi Gerhana Matahari datang !” Teriak Abraham pada Nujumi ketika segenap wilayah


Mount City diliputi gerhana matahari.


“Sebaiknya kalian bersiaga Abraham !. Animos akan datang kemari !” Pinta Nujumi pada


Abraham dan teman- temannya untuk bergaga- jaga dari serangan balik Animos.


Abraham berdiri di muka pintu di depan Nujumi, Will juga menjaganya di samping


Abraham. Sementara dibelakang mereka Nujumi menghadang melindungi Alik. Alik


dibelakang Nujumi. Sementara Anne Gracia menjaga Bu Alma Odison di kamarnya.


Anne melindunginya.


Bersamaan Gerhana Matahari, Animos mencapai puncak kekuatannya. Secepat kilat ia


berpindah dari sekolah ke pintu rumah Bu Alma Odison.


Animos langsung memberikan serangan.


“Akhhh…!” Teriak Abraham dan Will. Mereka berdua yang tidak memiliki zodiak pelindung itu


terlempar oleh serangan Animos.


“Serahkan Anak Itu Pesulap Kecil !” Marah Animos pada Nujumi. Ia memnaggilnya dengan Pesulap


Kecil. Animos ingin Nujumi menyingkir dan menyerahkan Alik.


“Tidak !” balas Nujumi.


“Tidak Akan !!!” Ulang Nujumi sekali lagi. Tetapi tiba- tiba dari langit yang gulita oleh


Gerhana Matahari muncul seberkas cahaya. Silau terang benderang memenuhi


kegelapan gerhana. Cahaya Zodiak kembali turun ke dunia untuk membantu umat


manusia. Sosok cahaya dua orang perempuan kembar. Gemini. Ya Gemini telah


datang.


Dua orang wanita cahaya itu bertarung melawan Animos.


“Akhhhhhhh” Animos terlempar.


Animos tak berdaya. Ia dihajar oleh dua cahaya wanita silih berganti. Sampai titik akhir.


Animos Meledak.


Semua kekuatan sihir Animos lenyap. Alik terlepas selama- lamanya dari kekuatan sihir jahat.


Dan Gemini pun menuntaskan tugasnya. Lalu Gemini masuk ketangan Nujumi,

__ADS_1


bersamaan dengan itu cahaya kembali benderang. Gerhana Telah Usai.


“Gemini…” kata Nujumi lirih sembari melihat gambar Zodiak Gemini yang terpatri di punggung


tangannya.


Oleh karena ledakan dari tubuh Animos. Orang orang sekitar berdatangan ke depan toko Bu


Alma Odison. “ Apa yang terjadi Nak ! kami dengar ada keributan “Tanya mereka.


“Tidak Pak. Hanya  suara bintang jatuh dari langit …”


“Bintang jatuh yang menembus atap rumah dan berserakan di lantai rumah Nenek Alma Odison “


Tambah Alik tersenyum.


Setelah keadaan tenang dan gerhana telah usai. Keramaian kota Mount City kembali


seperti semula. Anne, will, Ham, Alik, memberikan selamat pada Nujumi. Atas


anugrah datangnya Gemini memilihnya. Juga betapa bahagianya Alik atas musnahnya


Animos, kekuaran jahat.


                                                                ***


Shara dan Tom telah sampai ke Desa Gandum. Shara meminta maaf dan menemui kedua orang tuanya.


Betapa bahagianya hati kedua orang tua Shara atas kepulangan anak tunggalnya.


Apalagi kepulangan Shara atas bantuan Tom. Tom lah yang menjaga Shara. Hati


ayah Shara melunak dan melupakan Bilt dan Pilt yang kabarnya entah dimana.


Shara tak lupa pada janjinya. Ia segera setelahnya bertamu ke rumah Nenel Olivia John, nenek


Will. Shara memberikan sebatas kabar bahwa Will masih hidup sesuai keyakinan


Nenek Olivia. Will tengah bertualang mencari kedewasaan diri di Kota Mount City


dan akan ke Kota Dermaga. Walau hanya sebatas kabar. Tetapi kabar itu begitu


membahagiakan Nenek Olivia. Saking bahagianya Nenek Olivia segera merasa bugar


dan sembuh dari sakitnya.


Membaiknya kesehatan Nenek Olivia tentu menjadi hal yang buruk bagi Boro  Stockson. Rencananya untuk menguasai harta Nenek Olivia gagal. Apalagi kabar Will masih hidup membuat Boro Stockson


kecewa.


                                                            ***


Kota Mount City, Tengah Malam.


“Pencuri !!!”


“Pencuri…!”


Terdengar teriakan  berkali- kali dari Toko Bu Alma


Odison. Ada pencuri yang masuk. Pencuri itu merebut Tas berisi uang hasil


penjualan mutiara pemberian Bu Alma Odison pada Abraham dan teman- temannya.


Padahal uang tersebutlah yang akan digunakan oleh Abraham untuk melanjutkan


Nujumi. Sisa uang untuk sewa penginapan yang tidak dibayar Abraham dulu.


Tiba- tiba Gemini keluar dari pergelangan tangan Nujumi. Gemini melesat mengejar dan


melumpuhkan pencuri itu. Prncuri itu tertangkap dan begitu mudah bagi Gemini


melumpuhkan pencuri itu. Cahaya zodiak itu menyilaukan malam.


Pencuri itu tergeletak tak berdaya. Alik, Abraham, Anne, Nujumi, dan Nenek Alma telah


berkumpul di ruang atas tokonya. Mereka bersiap membuka kain yang menutupi


wajah pencuri itu. Sebo sebentuk penutup wajah ninja.


“Teman- teman inilah wajah dari pencuri yang telah mencuri uang hasil penjualan mutiara kita


tadi” Kata Will.


“Buka Will …” Pinta Alik.


Dan Will pun melepas kain itu dengan hati berdebar.“ Astaga …?” Will terkejut. Ia mengenali


wajah orang dalam cadar itu.


“Kau….kau….Jerry !!” Will terkejut.


“Y…aaa” Kata pencuri itu lirih, karena masih kesakitan oleh serangan Gemini.


“Mengapa kau selalu mengangguku ?” Tanya Will.


“Baik lah Will aku harus mengakui …bahwa aku telah ditugaskan oleh Mafia Hitam untuk membunuh


para Cahaya Zodiak, diantaranya Kau dan Gent Honixton, sang Aquarius. Akulah


yang membunuh Gent…tapi kau telah hilang sebelum aku juga melakukannya padamu


…”


“Kurang ajar kau….Jerry…” Amarah Will.


“Maafkan aku, aku hanya menjalankan perintah untuk membalas kebaikannya…”


Dan Jerry pun melanjutkan kalimatnya setelah meminta maaf pada Will,” Aku tahu siapa Mafia


Hitam sebenarnya…dia adalah…seorang…Wan..”


“Tusss…”Sebuah panah tertancap pada leher Jerry. Jerry berhenti berkata- kata ia tak dapat


melanjutkan kata-katanya. Kata- kata tentang misteri sosok Mafia Hitam.


“Itu …!!” Pekik Abraham pada sosok yang baru saja meninggalkan jendela. Sosok yang


memanah Jerry. Ternyata Mafia Hitam baru saja kabur dari sana.


Akhirnya Jerry menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Will.


Mereka tidak mengejar Mafia Hitam yang berlalu jauh. Will meneteskan air mata, ia mengenang


sahabatnya Gent Honixton yang telah tiada. Nenek Alma Odison, Nujumi, Anne

__ADS_1


Gracia tertunduk sedih kecuali Abrahan yang terdiam memikirkan perjalanannya


menuju kota dermaga dengan sisa uang penjualan mutiara.


Tiba- tiba dari jendelah muncullah kepiting kecil penuh cahaya. Kepiting itu seperti


bintang menyilaukan mata. Kepiting itu menuju Will.


“Cancer …”Kata Bu Alma terkejut.


“Pelambang kejujuran …” Kata Nujumi.


“Selamat Will, pada hatimu yang jujur” Ucap Anne Gracia.


Setelah Cancer tergambar di pergelangan tangan Will. Mereka yang masih berduka membersihkan


mayat Jerry untuk dimakamkan esok di pemakaman kota Mount City.


                                                        ***


Pemakaman Kota Mount City, Pagi Hari.


Mendung menyelimuti langit Mount City, satu persatu orang meninggalkan pemakaman di


sekitar gundukan tanah bertuliskan Jerry. Orang- orang meninggalkan pemakaman


Jerry. Tinggallah kini Anne, Nujumi, Will, dan Alik, sementara Abraham


termenung. Mata Abraham tertujun pada sebuah tulisan tua yang tertera di atas


batu. Makam bertuliskan ‘ PEMAKAMAN MASSAL KORBAN GEMPA MOUNT CITY 1891’. Mata


Abraham berbinar. Ia menangis mengingat pesan Mama Azalina, Ibu di panti


asuhannya dulu.


“Abraham kau adalah salah satu anak- anak korban gempa di Kota Mount City 12 tahun lalu…”


“Bu…”


“Apakah kau terpisah dari Orang Tuamu, apakah kau bisa mengingat mereka ?”


“…Tidak Bu…”


Ingatan Abraham tentang percakapannya dengan Mama Azalina kembali terngiang di


kepalanya. Oleh karena itu Abraham menatap Nenek Alma Odison yang tak jauh


darinya. Ia ingin bertanya padanya.


“Nek, apa kah orangtuaku ada di pemakaman disana ?” Tanya Abraham.


“….” Hening, Nenek Alma terdiam berpikir.


“Andaikan Nenek tidak tahu, Apakah Nenek tahu siapa orang tuaku ?” Ulang Abraham cepat,


ia berkata lagi setelah Nenek Alma terdiam.


“Apakah kau korban gempa Mount City ? mengapa kau tidak pernah bercerita. Nenek hanya tahu


sebelumnya kau berasal dari panti asuhan di River Longer…” Jawab Nenek Alma.


Kemudian Will, Alik, Nujumi dan Anne menatap mereka berdua.


“Iya Nek …apakah nenek tahu sekilas petunjuk tentang keberadaan orangtuaku !” Kata


Abraham Antusias.


“Seingatku, dulu ada seorang perempuan bernama Fatima. Dia seorang pelayan di Kota


dermaga.”


“Lalu nek …”Will juga tak sabar menanti kelanjutan cerita Nenek Alma.


“Fatima menemukan seorang bayi yang sedang merangkak- rangkak di tepian pantai. Bayi


itu sehat dan tampan. Fatima yang saat itu hanya berjalan- jalan tiba- tiba


tergerak hatinya untuk mengambil anak itu. Fatima membawanya pulang ke tempat


tinggalnya. Fatima tinggal di kapal milik seorang bajak laut. Bajak laut itu


tidak senang dengan bayi itu. Ia mengancam Fatima, jika tidak mau membuang bayi


itu maka Fatima sendiri yang harus keluar dari kapal itu.”


“Pada Akhirnya Fatima kabur ke Kota Mount City, dari tepian pantai jauh ke pegunungan membawa


anak itu dan terus tumbuh, menjadi balita yang sehat. Tapi…”


“Tapi apa Nek ?” Tanya Abraham dengan mata berkaca.


“Tapi penderitaan Fatima belum berakhir. Gempa melanda Mount City. Sebagian penduduk


diungsikan termasuk Nenek. Tapi ajaibnya Fatima dan bayinya selamat”


“Dimana Nenek bertemu dengan Fatima?” Tanya Nujumi.


“Di pengungsian Nenek bertemu dengan Fatima. Tapi sayangnya orang suruhan bajak


laut tersebut masih mencari-cari Fatima untuk ditangkap. Karena Fatima adalah


pelayan yang sudah dibayar. Dan akhirnya Fatima berhasil ditangkap oleh mereka.


Fatima ditangkap dan dibawa paksa ke Kota Dermaga untuk diadili. Tapi sayangnya


Balita itu hilang…” Nenek Alma mengakhiri ceritanya.


“Ini semua tidak adil. Fatima butuh keadilan ….” Kata Abraham.


“Kau harus mewujudkannya Abraham, karena kau adalah Bayi yang hilang itu. Pergilah ke Kota


Dermaga …”pinta Nenek Alma.


“Abraham …..” bisik Nujumi terhenti. Ia bersedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan


Abrahan. Hatinya sudah merasa dekat dengan Abraham. Karena itulah alasan ia


mengikuti Abraham jauh ke Mount City, bukan karena uang sewa penginapan yang


belum dibayar dulu.


Mereka semua pun meninggalkan pemakaman Jerry. Walaupun jerry adalah musuh Will tapi hatinya


tetap bersedih. Semuanya di gambarkan oleh gerimis yang turun perlahan.

__ADS_1


                                                                ***


__ADS_2