
Cerita Sebelumnya
Ketika gerhana matahari datang, Animos memiliki kekuatan penuh untuk menyerang Alik. Tapi
disaat yang tepat Nujumi mendapatkan kekuatan istimewanya, Gemini, untuk
menolong Alik. Gemini yang jatuh ke tangan Nujumi bertarung melawan Animos.
Sampai akhinya Animos hancur berkeping- keeping.
Will berhasil mengangkap pencuri yang ternyata adalah Jerry. Tetapi ketika akan membuka rahasianya, Jerry tepat dipanah oleh Mafia Hitam.
“Baik lah Will aku harus mengakui …bahwa aku telah ditugaskan oleh Mafia Hitam untuk membunuh para Cahaya Zodiak, diantaranya Kau dan Gent Honixton, sang Aquarius. Akulah yang membunuh
Gent…tapi kau telah hilang sebelum aku juga melakukannya padamu …”
Apakah maksud dari perkataan Jerry, benarkah Aquarius yang belum turun dari langit telah turun sebelumnya, lalu pada siapa ? bukankah Gent Honixton telah tiada.
***
Bukit Tapal,
Pagoda Zodiak
Pagi telah menyapa dengan cerahnya, Kakek Yamada berjalan mengitari halaman Pagoda Zodiak.
Ia berjalan di pelataran lalu memberikan butiran jagung pada Bilt dan Pilt yang
telah menjadi burung di dalam sangkarnya. Sangkar Bilt dan Pilt tergantung di
tengah- tengah pelataran.
Kakek Yamada menunggu kedatangan Mark. Lama sudah ia menanti Mark untuk mencari buah- buah
segar di sekitar Hutan Bukit Tapal. Tak lama kemudian terdengar langkah
seseorang dari kejauahan. Benar itu Mark. Tetapi Mark datang bukan membawa buah
segar melainkan membawa sorang gadis dengan di pangkuannya.
“Ada apa dengannya ?” Tanya Kakek Yamada.
“Luka ringan …”Jawab Mark.
“Kau tahu siapa dia ?”
“Tidak tahu pak. Aku temukan di jurang, sebaiknya kita tunggu sampai dia sadar” Saran Mark.
“Baringkan ia di ranjang itu ! “
Kakek Yamada bersiap- siap akan memercikkan segelas itu pada wajah gadis yang pinsan di
ranjang itu. Tiba- tiba gadis itu bangun sebelum air terpercik.
“ Dimana Aku ? Dimana Gebi ?!” Tanya Gadis itu marah dan meronta, Siapa Gebi ?.
“Tunggu dulu. Aku temukan kau pinsan di jurang !”Bela Mark.
“Percayalah Kami bukan orang jahat “ Jelas Mark kembali. Sementara Kakek Yamada hanya
tersenyum.
“Baiklah…Tapi dimana Gebi saudara kembarku ?” Tanya gadis itu memohon.
“Gebi ? Kami tidak kenal Gebi” Jawab Mark.
“Aku datang ke hutan ini untuk mencari saudara kembarku Gebi. Gebi hilang setahun lalu saat
berkemah ke Bukit Tapal. Hilang tapi mayatnya tidak ditemukan …hiks hiks “
tangis Gadis itu kembali.
“Siapa namamu Nak ?” Tanya Kakek Yamada.
“Aku Febi. Aku ke Hutan Bukit Tapal hanya untuk mencari saudara kembarku Gebi. Karena aku
masih berharap dan yakin sampai saat ini Gebi masih hidup.”
“Sebaiknya kini kau istirahat, dan makanlah dahulu, setelah kau pulih kami akan membantu
mencari saudaramu itu, Gebi” Ajak Kakek Yamada.
“Tenanglah suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengannya …” Tambah Kakek Yamada lagi.
***
Kota Mount
City. Pagi yang sendu.
Raut wajah Nujumi begitu sendu di pagi ini. Hatinya gelisah karena jelang perpisahan
dengan Abraham Gellier. Menjelang siang Abrahan akan berangkat ke tepian
pantai, ke Kota Dermaga. Abraham bergantian memeluk teman- teman yang telah
begitu dekat dengannya selama ini. Abraham mulai memeluk mereka di depan took
Nenek Alma dimulai dari Will.
“Will aku tak akan melupakan petualangan kita ke Hutan Suaka untuk menemui Paman Mark juga
bersama Tom …” Kata Ham.
“Aku juga Ham…”Peluk Will.
“Will ada sesuatu yang kau harus tahu tentang Paman Mark …” Bisik Ham.
“Apa itu Ham …?” Will begitu ingin tahu.
“Ah..sebaiknya tidak Will, tidak apa- apa …”
“Kenapa …?”
“Aku hanya bercanda …”
“Aduuuh Ham kau masih bisa bercanda …” Keluh Nenek Alma yang membuat Will kesal.
“Aku tidak akan bisa melupakan bantuan Nenek Alma, terimakasih …”Ucap Ham
“Jaga dirimu Nak …” Pesan Nenek Alma kembali.
__ADS_1
“Anne Berjanjilah kau akan kembali ke kampung halamanmu…” Pinta Ham.
“Ya aku berjanji, bilamana tugas – tugasku telah selesai bersama Zodiakku” Jawab Anne.
“Alik jangan bersedih lagi, karena kau mempunyai banyak teman, kami semua adalah temanmu.
Aku adalah temanmu dimana pun aku berada “
“Ham…”Alik memeluk Ham, matanya berlinangan terharu.
Dan terakhir Abraham Gellier berhadapan dengan Nujumi.
“Ham kau tak usah membayar hutangmu. Karena dari dahulu aku sudah mengikhlaskannya !” Nujumi
menangis.
“Lalu kenapa kau mengikutiku Nujumi.”
“Karena hanya ingin bersamamu …” Wajah Nujumi memerah karena mengutarakan perasaanya pada
Abraham. Will dan Alik tersipu begitu juga Nenek Alma dan Anne.
“Maafkan aku Nujumi, ini adalah perjalanan untuk sebuah tujuan, doakan aku kembali dan kita
bertemu lagi” Abraham mengangguk mantap menenangkan hati Nujumi.
Tubuh Abraham semakin menjauh, bayangannya semakin menghilang bersama tingginya matahari.
Abrahan meninggalkan Mount City yang begitu berharga di hatinya. Petualangan-
petualangan menngesankan saat bertarung bersama para Pahlawan Zodiak. Tapi di
dalam hati Abrahan menyimpan kegundahan bahwa ia tahu Will adalah cucu Nenek
Alma Odison, anak dari Mark Odison. Abraham mengetahui semua itu saat ia
melihat Pedang Odison bercahaya di tangan Will dahulu di Hutan Bukit Tapal.
***
Pagoda Zodiak.
Pagi Hari.
Terjadi kegaduhan di Pagoda Zodiak. Kakek Yamada mengejar seorang bertopeng yang selama menguntit
di Pagoda Zodiak. Seorang bertopeng itu
mengincarjiwa Kakek Yamada, untung saja senapan milik Mark berhasil diraih
Kakek Yamada. Kakek Yamada menembak wajah bertopeng itu tetapi di luar dugaan
topeng tersebut begitu kuat. Begitu
kuatnya bahkan tak terlepas oleh tembakan. Topeng tersebut terbuat dari baja
dan melekat kuat pada wajah pemiliknya. Seperti melekat oelh kekuatan sihir.
Dan pantulan tembakan Kakek Yamada hamper saja mengenai Febi saat remang-
remang cahaya sebelum pagi.
“Sial …hampir saja aku berhasil” katanya.
Kakek Yamada, Mark, dan Febi telah telah berkumpul di ruangan atas Pagoda Zodiak.
“Mark ! Febi ! kalian harus pulang. Tempat ini tidak aman lagi untuk kalian “ Ungkap Kakek
Yamada.
“Aku berencana hari ini akan pulang. Bagaimana denganmu Febi ?” Tanya Mark.
“Tapi aku masih belum menemukan Gebi…”
“Febi pulanglah, Kakek merasa Gebi berada di tempat yang aman …”
“Dari mana Kakek Tahu ?” Tanya Febi.
“Aku adalah seorang Peramal Bintang” Jawab Kakek Yamada.
“Lihatlah di depan kau bisa membacanya …” Pinta Mark. Dan Febi pun berlari ke depan. dia
mengeja.
“Pagoda Zodiak …Pagoda Ramalan Bintang …” Febi mengeja. Dan ia baru percaya.
“Baiklah kami pulang …Lalu bagaimana dengan Kakek ?” Tanya Febi.
“Jangan Khawatirkan aku. Mark antarkan lah dia pulang ke Mount City.” Pinta Kakek
Yamada pada Mark. Oleh karena itu tinggallah Kakek Yamada di Pagoda Zodiak
bersama Bilt dan Pilt yang terus berkicau.
***
Pasar Malam
Kota Mount City.
Untuk menghibur Nujumi atas kepergian Abraham, Will memiliki ide untuk membawa teman-
temannya itu ke pasar malam, sekaligus berkeliling Kota Mount City. Atas seizin
Nenek Alma Odison berangkatlah Will, Alik, bersama Nujumi dan Anne. Ketika
telah sampai di pusat hiburan Will dan Alik sedang asik bermain lempar gelang,
sementara Anne Gracia sedang terpana melihat pajangan Boneka Barbie dalam etalase
sebuah toko. Tetapi Nujumi melakukan hal yang berbeda, gadis penyuka hal- hal
mistis itu lebih menyukai tebak- tebakan dan ramalan. Dia bermain lotre.
Nujumi memejamkan mata. Membaca pikirannya yang dalam lalu menuliskan angka IV.I3 pada
secarik kertas. Nujumi memberikan kertas itu pada pengumpul lotre. Apakah arti
angka IV.13 yang dituliskan Nujumi ?
Setelah puas bermain lempar gelang dan segala macamnya, Will dan Alik menyadari bahwa uang
__ADS_1
mereka telah habis. Mereka berhenti dan mencari Anne dan Nujumi. Tak jauh dari
sana Will melihat Anne telah membeli boneka Barbie berpakaian pengantin. Will
tahu boneka berpakaian pengantin itu pasti mengingatkan Anne pada kejadian saat
ia kabur di malam saat pesta pernikahannya. Semoga orang tua Anne sadar akan
kesalahannya. Dan ketika Anne telah kembali kelak ke rumahnya Boneka itu dapat
digunakan Anne untuk hadiah bagi orang tuanya.
Setelah Will, Alik dan Anne duduk di kursi taman, datanglah Nujumi membawa bungkusan berisi
buah Apel. Selain untuk dimakan bersama, Nujumi berencana akan membelikannya
untuk oleh- oleh pada Nenek Alma.
Apakah arti sandi IV.13 yang dituliskan Nujumi pada secarik kertas lotre. Apakah empat
dikali tiga belas. Ada beberapa kemungkinan. Pertama, empat, atau keempat
apakah mungkin penerima zodiak keempat, yaitu Aries yang jatuh ke tangan
Vandora. Sedangkan 13 berarti angka sial. Apakah dapat disimpulkan Vandora
dalam bahaya. Rasanya tidak mungkin, bukankah doa vandora terkabul dan sekarang
telah menjalani kehidupan bahagia bersama dengan Ibu Tirinya Alisa.
Empat dikali tiga belas berarti lima puluh dua. Apakah arti 52, tanggal ataukah angka ?
ataukah lambang ? lambang zodiakkah ? bukankah 52 berarti angka kembar. Wanita
kembar. Gemini yaitu kekuatan zodiak milik Nujumi sendiri.
Pagi telah menjelang.
Pagi- pagi sekali ada seseorang mengetuk pintu toko Nenek Alma.
“Hai kabar Baik !!” Teriak orang itu dari luar.
“Ya tunggu sebentar, pintunya akan kubuka “ Jawab Alik.
Setelah pintu itu di buka, orang itu lanjut bertanya, “ Apakah disini ada yang bernama Nona
Nujumi Anisura ?”
Alik terdiam. Ia merenung. Rasanya Nujumi tidak memiliki musuh. Ini buka seorang mata- mata,
“ Tunggu dulu aku panggil …” Alik bergegas ke belakang.
Selang beberapa detik kemudian Nujumi datang dengan mata masih setengah tertidur, ia
kelelahan karena berkeliling pasar malam semalam.”Ada apa paaaak…?” Tanya
Nujumi sambil menguap.
“Selamat kau menang, kau benar, N.B adalah inisial penjahat yang terkenal dia selalu berbuat
keonaran saat- saat sekarang. Hadiahmu Rp. 100.000.000,00 !”
“Haaaaa…”Nujumi dan teman- temannya ternganga.
Nujumi dan teman- temannya masih ternganga. Tak percaya, tanpa terasa pria penghantar
hadiah tersebut telah pergi setelah nujumi menandatangani secarik kertas dan
foto bersama.
“Hore !! Aku kaya “
“Aku jutawan !”. Kata Nujumi. Perasaan bahagia bercampur heran siapakah N.B itu?
“Nujumi apakah N.B itu ?” Tanya Will.
“Aku tidak mengenalnya, sungguh kebetulan. Aku hanya menulis IV.13 yang berarti 52 yang
juga berarti Gemini saja.” Jelas Nujumi.
“Selamat Nujumi kau kini jutawan …”Kata Alik mengucapkan selamat.
“Itu semua tidak penting …”Kata Anne.
“Apa mungkin itu Ninja Bintang…” Kata Will yang membuat Anne, Alik, dan Nujumi terdiam.
Kemudian Nenek Alma Odison turun dari ruang atas mendengar kehebohan di pagi
ini.
Nujumi mendapatkan selamat dari semua anggota rumah Nenek Alma. Kemuadian Nujumi
mentraktir semuanya memakan Pizza. Namun semuanya terdiam setelah Nujumi mengatakan akan kembali ke kediamannya. Nujumi akan kembali lagi ke penginapan dan merayakan kemenangan bersama
kakeknya.
“Jangan bersedih Anne….sebab aku akan mengunjungimu di malam hari, bersama Gemini,
ataupun kau ke penginapanku menaiku Capricornmu yang larinya kencang itu
…”Hibur Nujumi.
“Begitu juga kau Alik dan Will, dan juga Nenek Alma Odison yang telah banyak membantu kami,
terima kasih Nek …”
“Baiklah Nujumi, kami akan merindukanmu, kisah saat bersamamu” Kata Nenek Alma. Semuanya
bersedih terlebih Anne, teman akrab Nujumi.
Nujumi berjalan jauh bersama lambaian tangannya. Tangan kiri Nujumi menenteng koper
yang bayangannya semakin silau oleh naiknya matahari meninggalkan pagi. Nujumi
meneruskan perjalanannya ke timur. Yang terlihat hanya bayangan gadis berambut
pirang berkepang panjang, dengan baju terusan ketat khas perempuan asia. Nujumi
memakai sepatu juga khas asia dengan senyum yang ramah.
***
__ADS_1