12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB XV CINTA UNTUK MISTERIA


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Pak Mentri menyatakan rasa penyesalannya kepada Alik. Untuk itu beliau memberikan santunan


duka dan pujian untuk mengembalikan nama baik Alik. Sayang semua itu terjadi


ketika Alik telah dianggap tiada oleh orang- orang. Alik yang telah menngganti


identitas bernama Alan Janed merasa bahagia bekerja di Restoran Daging Lengkap.


                Ninja Bintang berusaha untuk merebut kembali bros Bintang perak miliknya yang ada pada Miss Teria. Ninja Bintang menculik Miss Teria. Bukan itu saja Ninja Bintang tega menjatuhkan tubuh  Miss Teria ke jurang. Tepat waktu, Cahaya Zodiak dari langit Jatuh menyambut tubuh Miss Teria. Virgo memilih Miss Teria


dan menyelamatkannya. Membebaskannya dari Ninja Bintang. Ninja Bintang


terpukul. Tak Sadarkan Diri.


                                                                                                 ***


Perbukitan Kota Mount City.


            Di tepi jurang. Seekor kucing yang selalu mengikuti Miss  Teria. Telah sampai di bibir jurang tempat


Miss Teria dijatuhkan oleh Ninja Bintang sebelumnya.


            Kucing itu sedari dulu mengikuti Miss Teria. Kemana- mana sejak dari Rumah sakit sebelum


Miss Teria diculik. Ketika Miss Teria diculik, Miao, kucing peliharaan Miss


Teria terus mengejar Ninja Bintang dari belakang.


“ Miaoooooooooo………..” Kucing Miao menjilati wajah Ninja Bintang yang terbaring


pinsan.


“Aduuh lagi- lagi kucing ini. Rasanya ini seperti kucing di Pagoda Zodiak…Ayo mari


puss..pusss” Ajak Ninja Bintang mulai ramah. Kemudian Ninja bintang melepas


penutup wajahnya dan tersenyum manis. Ia memeluk Miao.


“Akhh…aku ingat sekarang. Aku sadar. Aku adalah Mailend Gizman.”


“Aku pemandu hutan, ingatanku hilang oleh lemparan anak laki- laki di tepi sungai dan


dimamfaatkan oleh penjahat bernama Mafia Hitam.” Lanjut Mailend mereka- reka.


“Terakhir ku ingat sosok dari langit memukulku, Virgo……..” Kata Mailend sendiri. Kini ia


telah menemukan jati dirinya.


“Sekarang aku akan membuka misteri siapa mafia hitam sebenanarnya”


“Juga mengejar gadis yang bersama Virgo itu, bantu aku ya kucing lucu …?” Pinta Mailend.


“Miao……” Jawab Miao. Kemuadian Mailend pergi jauh- jauh meninggalkan bibir jurang itu. Tidak


lupa juga dia membawa Bros Bintang Perak dan topeng ninjanya diikuti oleh


kucing Miao dari belakang.


                                                            ***


            Miss Teria menjalankan perintah dokter untuk membeli jajanan makan siang di Restoran


Daging Lengkap. Sambil menunggu Miss Teria duduk di bangku. Gadis itu membaca


Koran. Tiba- tiba ia melihat sekuntum mawar hitam di sampingnya.


“Aihh….siapa uang meletakkan mawar yang begitu misterius ini …”


“Untukku kah “


“I love you, Miss Teria …sampaikan salam untuk Kentaro” Kata lelaki yang ada di dekatnya


begitu pelan.


“Siapa kamu ? Aku tidak mengenalmu …” dan perlahan Miss Teria membaca label nama pelayan itu.


“Alan Janed ….” Eja Miss Teria.


“Aku bingung. Apa dia mengenal Kent. Dari mana pula ia mengenalku. Oh mawar ini begitu harum,


Hai tunggu !” Seru Miss Teria memanggil pelayan itu yang berlalu cepat.


                                                    ***


            Begitu cemas suasana di rumah Toko Nenek Alma Odison siang ini. Nenek Alma begitu cemas


menunggu kedatangan Anne Gracia yang tak kunjung pulang sejak pagi tadi, Anne


hanya membeli sayur ke luar, itu tak membutuhkan banyak waktu. Mark Odison dan


anaknya, Will juga menunggu di depan, kedatangan Anne Gracia.


            Tak lama kemudian masukklah layangan kertas, terbang memasuki toko Nenek Alma. Will


menangkap potongan layangan itu. Lalu membaca tulisan yang tertera di layangan


itu dengan keras.


“Mark !. gadis di rumahmu telah aku culik. Hal itu untuk jaminan agar Kau dan Will menyerahkan


warisan Olivia John padaku. Kutunggu Kau di desa gandum esok hari. Jika tidak


Olivia dan gadis ini tak akan ada lagi di dunia ini. – Boro Stocson”


“Kurang ajar ! Boro menculik Anne “ Teriak Mark.


“Kejam. Sungguh tak dapat dipercaya. Selama ini aku telah banyak tertipu oleh Paman


Boro. Dia telah menulis surat bohong bahwa nenek telah meninggal. Aku pergi berkelana


dan akhirnya aku bertemu Ayah, Nenek Alma, dan Kakek Yamada. “ Kenang Will.


“Sudahlah Will. Ayah sudah bersamamu “


“Suatu saat nanti aku akan menyatukan keluarga kita “ Harapan Will.


“Bu. Apakah ibu dapat sendiri di rumah sementara aku dan Will pergi ke Desa Gandum ?” Tanya


Mark.

__ADS_1


“Tentu. Lagipula ibu telah biasa sendiri di rumah ini selama kau pergi. Sekarang ibu


tidak sakit lagi” Jawab Nenek Alma.


“Ok. Will besok kita berangkat. Menaklukkan Boro !” Ser Mark.


“Ya. Aku juga tidak sabar bertemu Nenek Olivia, Tom dan Shara” Cetus Will.


“Semoga mereka selalu sehat” Harapan Mark dan Nenek Alma.


                                                    ***


            Malam begitu hening. Salju turun perlahan. Derap kereta kuda berpacu di jalanan perbatasan.


Boro Stocson memacu kereta kudanya. Di dalam kereta kudanya sesosok gadis


terbaring di ranjang sempit.


            Penjaga perbatasan yang berwajah bengis dan berkumis tebal menghadang kereta kuda Boro


Stocson.


“Berhenti !”


Boro merasa gugup. Iya ragu untuk menghentikan keretanya atau terus melaju.


“Jangan berbiat kabur ! kami hanya ingin mengetahui apa isi peti di keretamu “


“Tidak ada apa apa pak. Hanya sebuah boneka untuk menyambut festifal panen di Desa Gandum “


Jawab Boro meyakinkan.


“Buka !” Perintah pemimpin penjaga perbatasan itu. Kemudian anak buahnya membuka tutup


ranjang berpenutup itu sehingga menyerupai peti.


“Boneka Tuan !. Lihatlah “ anak kepala penjaga itu sedikit memutar ranjang itu dan


memperlihatkan boneka itu sekilas pada pemimpin penjaga itu.


“Ha.. ha bagus kau benar “ Tawa pemimpin penjaga perbatasan itu. Kumisnya tebal. Perawakannya


garang walaupun sudah tampak berumur tua. Jengis nama pemimpin penjaga itu.


“Terima kasih Pak “ ucap Boro tersenyum lega dan kembali mencambuk kudanya untu kembali


berpacu.


“ Berhenti !!!” Teriak Jengis.


“Ada apa Pak ?” Boro Stockson Heran.


“Bukan boneka. Wajahnya mirip gadis yang adalah istri ketujuhku. Dia lari saat malam pengantin


“ Marah Jengis. Ia kembali mengingat istrinya yang kabur saat malam pengantin


yang tak lain adalah Anne Gracia.


“Kau pantas dipenjara !” Teriak Jengis pada Boro. Ia marah besar.


“Buka !“ Perintah Jengis. Boro merasa lemas. Ia merasa sudah akan dipenjara.


yang penuh cahaya seperti bintang. Domba itu keluar bersama Anne Gracia yang


telah bangkit.


“Iya. Sekarang aku telah datang bersama kekuatan bintang untuk melawanmu hidung belang !”


teriak Anne.


“Prajurit ! serang dia “ Perintah Jengis pada anak buahnya.


“Serangan bulu domba !” teriak Capricorn menghadang serangan prajurit penjaga. Bulu domba


tersebut menghantam tubuh prajurit penjaga. Dengan sekejap para prajurit


penjaga jatuh tertidur.


“Ampun Anne, jangan bunuh aku…, bukankah aku masih suamimu ?” Jengis memohon.


“Kau bukanlah suamiku. Lagi pula mereka hanya tertidur !” Jawan Anne keras.


“Ohhh…”


“Baiklah mamafkan aku “ Mohon Jengis. Capricorn makin mendekat padanya.


“Ok.. Ok…sekarang kulepaskan kau. Kau bebas Anne. Bukan istri siapa- siapa lagi …”


Kata Jengis. Dan Anne pun tersenyum bahagia.


“Kapan prajuritku bangun ?” Tanya Jengis.


“Mereka akan terbangun bila Black Star sudah hancur. Dan Aku adalah Capricorn…” Jawab


Caprocorn tegas. Suaranya bergema.


“Siapa Black Star ? Siapa pula Domba ajaib ini ?” Tanya Jengis kembali dengan bodoh.


“Sudah…sudah…Jengis dimana Ibuku ?” Tanya Anne seketika. Ia tak ingin membuang waktu.


“Ia kukurung di istanaku “ Jawab Jengis.


“Jahat. Rumahmu saja kau sebut Istana “ Anne Marah.


“Tidurkan dia !” Perintah Anne pada Capricorn.


“Serangan bulu domba” Seru Capricorn sambil berteriak. Kemudian Jengis tertidur. Kemudian Anne


pergi ke rumah Jengis. Capricorn kembali menghilang dan terlukis di tangan


Anne. Sesampainya di rumah Jengis, seluruh pembantu Jengis mengucapkan selamat


pada keberhasilan Anne dalam menaklukkan Jengis yang kejam dan jahat.


Maria adalah kepala pelayan di rumah Jengis. Wanita tua itu mengantarkan Anne menuruni


tangga menuju ke ruang bawah rumah itu. Di ruang paling bawah rumah itu di


sudutnya ada sebuah kamar kecil. Yang tak terjangkau matahari. Hanya


berpenerang lampu.

__ADS_1


“Anne disana Ibumu, kami merawatnya dengan baik sebisa kami, dalam pengawasan tuan Jengis. “


Tunjuk Maria.


“Ibu…!!!”


“Ibu…!!!” Teriak Anne kembali. Setelah lama tak mendengar jawaban.


“Annnnnn Anne….” Lalu terdengar sahutan.


“Ibu …”


“Kaukah itu Anne Gracia anakku…”


“Biar kubuka dulu pintu ini …”kata Nenek Maria sembari mengulurkan anak kunci ke lubang


pintunya.


“Krakkk…” Pintu pun terbuka. Samar samar Anne dan Ibunya saling berhadapan. Lalu saling


mengejar untuk berpelukan.


“Anne maafkan Ibu “


“Iya. Semuanya telah berlalu. Aku telah mengalahkan Jengis. Sekarang kita mulai hari baru”


Ajak Anne.


Nenek Maria menangis haru oleh akhir yang Indah bagi Anne. Anne yang dulu miskin dipaksa


menikah dengan Tuan Jengis yang kaya raya. Anne kabur. Ibu Anne dikurung. Lalu


pada akhirnya Anne pulang dengan selamat dan berkecukupan. Tuan Jengis kalah


dan tertidur entah sampai kapan. Tiba- tiba Anne berpikir untuk memberikan


surat pada Will bahwa ia telah selamat dari penculikan Boro Stocson.


                                                        ***


Mark Odison dan Will berangkat menuju desa gandum dengan kuda sewaan dari Kota Mount City.


Sesampainya di desa gandum, di Rumah Nenek Olivia John. Rumah terlihat sepi.


Kosong dan hanya ada tulisan tertera di pintu.


“OLIVIA JOHN DI TAWAN DI GUDANG BELAKANG”


“Brengsek !” Seru Mark. Dengan segera mereka menuju gudang belakang.


Sesampainya di gudang besar. Mark mendobrak pintu. Will terperangah melihat Neneknya terikat.


“Nenek !” Seru Will.


“Will… Sudah lama Nenek tidak melihatmu”Teriak Nenek Olivia sembari menangis. Tiba- tiba


dari sudut ruangan muncullah Boro dengan dua orang anak buahnya.


“Mana Anne ?!” Tanya Mark.


“Sudah kami lenyapkan !” Jawab Boro berbohong.


“Biadap !” Mark tak dapat membendung emosinya. Ia langsung mengejar Boro untuk memberinya


pelajaran. Tapi salah satu anak buah Boro memberikan perlindungan. Ia menahan


pukulan Mark.


“Seret dan tangkap Dia !” seru Boro pada anak buahnya yang lain untuk menahan Will.


Sembari Mark bertarung. Anak buah Boro berhasil menangkap Will dan membawanya


ke ruangan lain untuk diikat.


“Lepaskan aku “ teriak Will. Tanpa sadar seekor kepiting bercahaya keluar dari telapak tangan


Will. Kepiting itu tidak menuju Anak Buah Boro. Melainkan memanjat dinding


untuk menuju ke lampu gantung.


“Rencanaku gagal…sial…Tapi aku masih bisa menculikmu ! ha ha ha” Tawa Boro pada Will.


Setelah sadar rencananya menculik Anne gagal.


“Prank !!! “ Sebuah lampu gantung yang besar jatuh tepat mengenai kepala Boro. Boro jatuh


dan berdarah oleh kecelakaan ini. Will melihat ke atas. Barulah dia sadar hal


tersebut terjadi karena Cancer telah menolongnya untuk memotong lampu gantung.


Kemudian Cancer kembali masuk ke tangan Will.


“Krak…” Pintu terbuka. Masuklah Mark Odison dan Nenek Olivia John.


“Bagaimana dengan Anak Buah Boro ayah ?”Tanya Will.


“Sudah ayah bereskan.”


“Kau tidak apa – apa Will ?”Tanya Nenek Olivia. Lalu memeluk cucunya.


“Tidak Nek. Syukurlah kita semua selamat.”


“Sungguh ajaib lampu itu jatuh tepat waktu “ Ungkap Mark.


“Ya Yah…” Will tersenyum. Ia enggan menceritakan bahwa itu adalah atas bantuan Cancer.


“Kasihan Anne. Di telah tiada “ Kata Mark.


“Tidak ! setahuku. Boro tidak membawa siapa- siapa ke desa Gandum ini” Nenek Olivia


berusaha meyakinkan. “Barangkali dia kabur” Lanjutnya.


“Ya. Anne tidak sendiri. Dia memiliki kekuatan keajaiban dan juga keberanian.” Kata Will


Yakin.


“Semoga demikian. Sekarang kita selesaikan semua ini. Dan kita serahkan kepada polisi”


jawab Mark.


                                                        ***

__ADS_1


__ADS_2