12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB IX AIR TERJUN SILUMAN BUAYA


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Raja Srigala menyerang ke dalam Pagoda Zodiak. Kentaro menghadang Raja Srigala bersama Will,


sementara di tempat lain Kakek Yamada juga bertarung melawan Hantu Di Balik


Pintu. Aries yang keluar dari tangan Vandora juga turut membantu menyerang Raja


Srigala.


                Pada Akhirnya Kakek Yamada memasukkan kunci ke tubuh Hantu di Balik Pintu. Hantu Dibalik


Pintu hancur. Di dalam tubuh Hantu di Balik Pintu keluar jelmaan Animos, Animos


kekuatannya telah berkurang. Pun Raja Srigala berhasil dihancurkan oleh Will.


Will menusukkan Pedang Odison yang membuat Raja Srigala hancur berkeping-


keping.


                Musuh telah kalah, waktu perpisahan telah tiba, Abrahan diminta oleh Kakek Yamada untuk


melanjutkan petualangan ke Dermaga, Apakah yang akan terjadi disana ?


                                                                ***


Bukit Tapal.


Reruntuhan Rumah Pondok Miss Teria


Disebabkan Oleh ledakan di rumah pondok Miss Teria karena kedatangan  Raja Srigala Dahulu membuat Mark Odison berusaha menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya di tempat itu di tepian Hutan


Suaka. Bukit Tapal adalah salah satu perkampungan sepi di sisi Hutan Suaka.


Begitu juga Bilt dan Pilt telah mengetahui keberadaan Shara. Mereka berdua telah sampai ke


Rumah Pondok Miss Teria. Sesampainya disana mereka heran sekaligus kecewa,


karena hanya menemukan reruntuhan dan puing- puing sisa terbakar.


 Bilt dan Pilt datang lebih dahulu dibandingkan Mark Odison. Disana mereka menemukan Apel ramun tergeletak. Bilt memakannya dikarenakan rasa lapar, begitu juga Pilt. Mereka berdua tanpa rasa curiga tidak


menyangka bahwa apel tersebut merupakan Apel Sihir yang sengaja dilepakkan oleh


Mafia Hitam.


Setelah Bilt dan Pilt memakannya mereka berdua heran, karena setiap berbicara diujungnya


selalu berkata ‘Ciut’ dan ‘kikuk’. Bilt berkata ‘kikuk’ dan Pilt berkata


‘ciut’. Beberapa saat setelahnya Mark Odison datang. Mark Odison heran


menemukan dua orang yang selalu berkata ‘kikuk’ dan ‘ciut’. Pada Akhirnya Mark


sadar bahwa mereka berdua dalam pengaruh sihir yang dapat mengubahnya menjadi


burung dalam beberapa waktu.


Walaupun Bilt dan Pilt sudah tidak dapat bicara lagi. Dan Mark Odison tidak mengenal mereka,


tapi mark Odison tetap berusaha menolongnya dengan membawa mereka berdua ke


Pagoda Zodiak. Kediaman Kakek Yamada.


                                                            ***


Pagi telah datang di halaman Pagoda Zodiak, hal itu ditandakan dengan naik matahari


perlahan. Vandora meneteskan air mata karena akan berpisah dengan Kentaro dan


Shara Setty yang baru beberapa saat di kenalnya saat dalam perjalanan di Bukit


Tapal yang lalu. Kini Vandora akan kembali ke kotanya, Mount City. Begitupun


Kentaro tertunduk sedih, ia dan kakaknya, Miss Teria juga akan pulang kembali


Ke Mount City, ke penginapan keluarganya. Kent bersiap mengayuh sepeda dengan


membawa kakaknya di belakang.


Lain Halnya dengan Will, Abraham dan Alik yang sudah pergi mendahului sebelumnya, mereka


bertiga akan menemui Bu Alma Odison di Mount City, apalagi karena tujuan


Abraham Gellier lebih jauh lagi ke Kota Dermaga. Abraham dan dua teman


seperjalanannya sudah berangkat sejak tadi, sebelum matahari terbit.


Kini tinggallah Shara Setty yang ditemani Tom Garsen di Pagoda Zodiak, sepi tapi


mereka berdua selalu mendapatkan nasihat dari Kakek Yamada yang bijaksana.


Nasihat untuk mengalahkan musuh- musuh selanjutnya.


Ketika semuanya telah sunyi, dam Pagoda Zodiak tidak seramai sebelumnya. Tom


mendengarkan langkah kaki dari kejauhan memasuki pagoda. Kakek Yamada turun


dari tangga Pagoda, beliau bergegas menuju pintu utama.


“Pak , Tolong


kedua orang ini ! …”Kata lelaki yang baru datang, ia berusaha membopong dua


orang teman, yang mengikutinya.


“Ada apa Anakku ?” Tanya Kakek Yamada pada sesosok orang yang baru datang itu. Terdengar


akrab dan seperti memiliki ikatan keluarga.


“Sihir Pak, Apel Sihir …”


“Aku tidak menyangka akan bertemu kembali denganmu Mark, Aku telah bertemu dengan Will,


Anakmu, Cucuku…”Ternyata lelaki itu adalah Mark Odison, Ayah Will, dan ternyata


Kakek Yamada adalah Kakek Will sendiri.


“Apa kau juga telah bertemu dengan Will ?” Tanya Kakek Yamada.


“Sudah Pak. Tapi aku harap bapak tidak mengatakan hal yang sebenarnya tentang kita …”Pinta

__ADS_1


Mark Odison agar Kakek Yamada tetap merahasiakan hal tentang mereka untuk


sementara ini.


“Tentu Tidak…Oh…Tom …cepatlah kemari ….”Dari ujung pintu Kakek Yamada melihat Tom baru


sampai disana. Beliau khawatir Tom mendengar percakapan mereka.


“Tom ? Kau disini “ Tanya Mark khawatir.


“Aku mendengar langkah kaki dari kejauhan. Lalu bergegas kemari, rupanya Paman Mark”


“Ya. Dimana Will dan Abraham ?”


“Mereka ke Mount City, Rumah Nek Alma”


“ Lalu apakah yang terjadi pada Paman Bilt dan Pilt ?” Tanya Tom yang heran melihat Bilt dan


Pilt berubah seperti orang hilang ingatan. Kata- kata yang keluar dari mulutnya


hanya ‘kikuk kikuk kikuk’ dan ‘ciut ciut ciut’.


“Kau mengenalnya ?” Tanya Mark.


“Ya mereka berdua, suruhan ayah Shara untuk membawa sarah kembali pulang” Jawab Tom yang


menyesalkan bahwa sesampainya disini, setelah menemukan Shara justru Bilt dan


Pilt mengalami hilang ingatan.


“Apel Sihir…”Jawab Mark Odison pelan. Dan dia yakin sekarang bahwa Tom belum mendengar


obrolan tentang Will. Karena harus mengulang kembali tentang pengaruh apel


sihir.


Setelah beberapa saat bercerita. Kakek Yamada mengatakan bahwa obat penawar dari Bilt


dan Pilt hanya ada di Air Terjun. Malam ini Mark akan menuju air terjun,


meninggalkan pagoda untuk menolong Bilt dan Pilt sebelum keduanya menjadi


burung seutuhnya.


                                                            ***


Kakek Yamada  telah bersiap melepaskan Bilt dan


Pilt dari pengaruh sihir. Bilt dan Pilt yang telah berubah seutuhnya menjadi


Burung Kenari diletakkan di dalam sangkar di atas meja. Kakek Yamada telah


menata meja di tepi telaga air terjun.


Kakek Yamada berjubah kuning melakukan gerakan- gerakan sesuai formasi bintang dilangit.


Sementara Mark Odison bersembunyi di antara pepohonan untuk bersiap membidik


Cupito, Siluman Buaya. Sementara lagi Tom tetap di Pagoda Zodiak untuk menjaga


Shara Shetty yang masih dalam masa pemulihan.


Air Terjun. Di kegelapan malam Mark menembaknya beberapa kali.


“Doooor …!!! Door !!”


Tapi tembakan Mark Odison tak dapat melumpuhkan Cupito, malah cupito bergerak gesit. Kibasan


ekornya melesit menuju Tubuh Kakek Yamada. Beruntung Kakek Yamada mengelak


sehingga kibasan ekor Cupito mengenai meja. Meja terbanting. Dan beruntung


Kakek Yamada dengan sigap telah meraih sangkar Bilt dan Pilt.


Di Pagoda Zodiak.


Di Pagoda Zodiak, Mafia Hitam telah datang kembali untuk membuat kekacauan. Barangkali


dia datang karena di Pagoda Zodiak hanya dijaga oleh tom dan pula menjaga Shara


Setty. Tom tidak memiliki banyak kesempatan, di saat yang terdesak itu Pisces


tak jua keluar dari tangannya. Tom tak ada pilihan lain kecuali hanya


menyelamatkan Shara. Tom tak memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Mafia


Hitam dan mencegahnya. Tom tak dapat mencegah Mafia Hitam untuk mengobrak-


Abrik Pagoda Zodiak. Shara yang terluka kepalanya oleh serpihan- serpihan


perkakas Pagoda dipapah oleh Tom. Tom membopong Shara menuju Air terjun, menuju


Kakek Yamada.


“Bodoh Sekali anak itu !” Kata Mafia Hitam yang telah mengobrak- abrik Pagoda Zodiak. Mafia


Hitam pun menemukan senapan yang di pegang Tom. Senapan milik Mailend yang


dipakai Oleh Tom. Tetapi ketika Mafia Hitam mengekang senapan itu, memantiknya.


“ Tussssssssssss……”


“Kosong … sial” Menyadari senapan itu kosong, tanpa peluru. Mafia Hitam tetap kabur


membawa senapan Mailend.


Air Terjun.


Mark Odison yang tak berhasil menembak Cupito, terlempar ke Air Terjun oleh serangan


Cupito. Mark Odison kelelahan oleh serangan Cupito di dalam telaga. Tom yang


membopong Shara datang tepat waktu. Tetapi tiba- tiba dari telapak tangan Tom.


Keluar cahaya.


Pisces.


Dua ikan bercahaya itu berputar- putar menuju telaga. Telaga berombak besar. Dua ikan


itu memunculkan pita- pita bercahaya yang mengikat Cupito. Cupito Siluman Buaya

__ADS_1


itu MELEDAK.


Cupito kalah hancur berkeping- keeping, tetapi Bilt dan Pilt tak juga terbebas dari Sihir


Apel Hitam. Bilt dan Pilt masih berwujud sebentuk burung kenari.


Pisces kembali mengecil cahayanya meredup, dan kembali lagi masuk ke tangan Tom. Tom sadar dan


meyakini setiap Zodiak memiliki kekuatan masing- masing.


                                                        ***


Puri Hantu.


Di Puri Hantu Mafia Hitam memperlihatkan senapan yang ditemukannya di Pgoda Zodiak pada


Mailend.


“ Ninja Bintang !, lihatlah ini senapan untukmu !”


“ Rasanya aku pernah melihatnya …” Ninja Bintang tertegun melihat senapan itu. Mailend tidak


menyadari bahwa senapan itu miliknya sendiri.


“ Oh ya, tidak mungkin Ninja Bintang “ Mafia hitam menyadari hal tersebut dapat membuat


ingatan Mailend kembali pulih.


“Sebaiknya Senapan ini kuhancurkan …” kata Mafia Hitam.


“Kenapa ?”


“Rupanya model kuno, tiada peluru yang sesuai untuk ini”


“Blusssshhh” Mafia Hitam melempar senapan itu dalam kobaran api. Mafia Hitam melenyapkan


senapan itu, ia khawatir senapan itu akan mengembalikan ingatan Mailend.


                                                        ***


Pagi telah menyapa di Pagoda Zodiak, tetapi ada sesuatu yang berbeda pagi ini. Sesuatu


yang lebih cerah dan lebih bahagia, bukan karena kalahnya Raja Srigala, Hantu


Di Balik Pintu, atau pun hancurnya Cupito Siluman Buaya, tetapi karena Shara


Setty telah pulih. Benturan yang mengenai kepala Shara oleh Mafia Hitam tempo


hari telah mengembalikan ingatannya, serta memulihkan kesehatannya.


Di Pagoda Zodiak yang dijaga oleh Kakek Yamada masih ada Mark Odison. Shara yang


mengingat kembali pesan Nenek Olivia John secara tiba- tiba menyesal belum


sempat mengatakan pesan Nenek Olivia pada Will.


“Maafkan aku Paman Mark…, Will ternyata masih hidup…”


“Iya aku sudah tahu Shara…” Seru Mark mengakui itu semua. Tom juga berdiri disamping Shara tertunduk


dan tak tahu harus berbuat apa. Ia ingin memberitahu Will bahwa Mark Odison


adalah ayah kandungnya, yang telah ditemuinya di Hutan Suaka, dan Bu Alma


Odioson adalah Neneknya.


“Tapi jangan beritahu Will sekarang, Paman mohon…” Ulang Mark.


“Kenapa Paman  ?”


“Belum saatnya “


“Belum saatnya Will mengetahui tentang kami semua.“ tambah Kakek Yamada.


“Tapi Nenek Olivia John telah berpesan padaku agar memberi tahu Will tentang kalian …”ucap


Shara, yang didengar oleh Tom, namun Bilt dan Pilt yang telah menjadi burung


tetap diam saja.


“Ada saatnya, biarkan Will berfokus saat menemukan Cahaya Zodiaknya dan menghancurkan musuh-


musuh dunia” Pinta Kakek Yamada.


“Baiklah , sekarang kami harus bagaimana ?” Tanya Shara pada Kakek Yamada, kemudian


menatap Tom Garsen.


Tom menganggguk dan berkata, “Baiklah Kek, kami berjanji akan merahasiakan hal ini


pada Will sementara. “


“Pulanglah, kasihan ayah dan ibumu. Ketika di Desa Gandum katakana pada Olivia John bahwa


Will telah bertemu ayah, kakek, serta Neneknya Alma Odison.” Jawab Kakek


Yamada.


“Dan jangan beritahu bahwa Bilt dan Pilt telah menjadi burung …” Lanjut Mark Odison.


“Apabila Musuh Besar Black Star dikalahkan, semua sihir dan kekuatan jahat akan lenyap, dan


Bilt dan Pilt akan kembali seperti semula.”


“Baiklah Paman. Hari ini kami akan kembali ke Desa Gandum. Tolong jaga Bilt dan Pilt “


Pinta Tom.


“Jaga juga Shara selama dalam perjalanan …” Pesan Mark.


“Kakek apa aku akan menerima Zodiak Sagitarius ?” Tanya Shara yang meyakini dirinya sebagai


seorang sagitarius.


“Biarlah waktu yang menjawabnya Shara, jagalah perasaanmu, sagitarius berarti pembawa cinta,


dia akan memilih seseorang dengan sifat yang sama …” Kata Kakek Yamada


mengakhiri pembicaraan.


                                                                ***

__ADS_1


__ADS_2