
Cerita Sebelumnya
Mailend Gizman diam diam menyusup ke Puri Hantu, Dia berhasil
menemukan beberapa rahasia. Diantaranya kekuatan sihir Black Star sepenuhnya akan musnah bila seluruh
Pahlawan Zodiak berkumpul di Bukit Tapal. Serta bila Zodiak Libra bertemu
pemiliknya kekuatan sihir topeng baja hitam pada Mafia Hitam akan berakhir.
Tapi dalam pencarian itu Mailend tertangkap. Dia disekap. Beruntunglah Alik
Joyokusumo sebagai Alan Janed
menyelamatkannya. Dan Mailend juga menceritakan rahasia yang diketahuinya pada
Alik.
Alik dengan cerdasnya menyampaikan rahasia itu melalui surat pada Will, agar seleruh
Pahlawan Zodiak berkumpul ke Bukit Tapal. Lalu sudah tyurunkah zodiak ke
sepuluh Libra. Kalau sudah siapakah yang akan menjadi pemilik Libra ? dan
akankah sihir Topeng Baja Hitam itu musnah, lalu siapakah sosok asli dari Mafia
Hitam ?
***
Perahu di dayung perlahan oleh pemiliknya. Karena arus sungai semakin tunak, melambat
menuju muara. Perahu yang ditumpangi Abraham Gellier sudah memasuki kota
dermaga. Laut terhampar dari kejauhan. Laut yang dingin di musim dingin di
belahan bumi utara. Langit tampak ungu menggelap dan berkabut di senja itu.
Abraham mengencangkan jaketnya.
“SELAMAT DATANG DI KOTA DERMAGA” Kata Abraham membaca tulisan besar di dermaga kapal.
Abraham kemudian menyerahkan beberapa uang logam kepada pemilik perahu sebelum
ia turun dari perahu menuju tangga di tepi kanal.
“Ha ha ha , tidak usah ambil saja untukmu. “kata pemilik perahu itu. Abraham heran. Betapa
baiknya penduduk kota ini. Bukankah Abraham telah melakukan perjalanan yang
cukup jauh dengan perahunya.
“Oooo…” Aneh. Pikir Abraham heran. Mungkin saja ia kasihan padaku.
Ketika Abraham sudah menaiki tangga dan berada di atas dermaga. Di sudut itu ia melihat
seseorang yang tua seperti pengemis. Abraham pun menjatuhkan beberapa uang
logam kepada mangkok pengemis itu. Aneh pengemis itu menyerahkan kembali uang
logam itu.
“Hah ?” kali ini Abraham benar benar terkejut.
“Maaf pak. Apakah uang logam ku tidak berarti disini?” Tanya Abraham.
“Bukan. Aku bukan pengemis. Penduduk dermaga makmur semua oleh Mr. Pop” Jelas Bapak itu.
“Lantas mangkok dan pakaian Bapak ?” Tanya Abraham yang jelas- jelas mangkoknya
menunjukkan sebagai pengemis.
“Aku dijagi oleh Mr. Pop dengan sangat tinggi sebagai patung keindahan kota !. Bukankah
semua kota harus ada ppengemisnya ?. lihatlah Nak ! dibawah kanal itu. Ada
sebuah supermarket dan banyak kapal selam. “Jelas Bapak itu. Tapi Abraham telah
berlalu.
“Oh dimana anak itu tadi ?” Kata Bapak itu.
Abraham telah pergi jauh.” Oh ini rupanya Kota Dermaga yang indah dan tertata rapi”. Dari
kejauhan Abraham melihat taman bunga. Di taman bunga itu ada anak- anak kecil
yang bermain dan tertawa. Tetapi Abraham melihatnya begitu kaku dan aneh.
“Apa perkataan pengemis itu dapat dipercaya “ Pikir Abraham.
“Hai kenalkan. Namaku Meri !”Sapa seorang perempuan yang tiba- tiba menyapanya. Seorang
perempuan yang sebaya dengannya.
“Ya. Aku Ham. Abraham. Ada apa ?”
“Tidak. Kau kelihatannya heran dengan mereka.”
“Ya”
“Ya. Mereka adalah mesin “ kata Meri.
“Mesin ?”
“ Ya. Mesin. Berupa robot yang merupakan hadiah dari Mr. Pop sebagai dekorasi kota. Sebab di
kota ini tidak ada anak- anak. Dahulu Mr. Pop bermimpi aka nada seorang remaja
yang akan menghancurkannya. Anak remaja itu akan menghancurkan Mr. pop beserta
kapalnya. Semenjak itu semua bayi laki- laki ia bunuh satu persatu.Penduduk pun
mulai meninggalkan kota ini sehingga kota ini menjadi sepi.”
“Kejamnya …” Abraham bengis dan mengenggam tangannya marah.
__ADS_1
“Pernah pelayan Mr. Pop menemukan bayi laki- laki. Lalu pelayan itu menyelamatkan anak
itu dengan kabur ke negeri lain. Mr. Pop mengejarnya dan pelayan itu pun
tertangkap dan dikurung oleh Mr. Pop. Tapi nasib bayi yang ditemukannya entah
kemana” Meri menutup ceritanya.
“Kau sendiri Meri ?” Tanya Abraham.
“Aku bukanlah penduduk Kota Dermaga. Aku kesini hanya untuk berwisata. Sebagian penduduk
adalah Mesin dan sebagian lagi adalah Anak Buah Mr. Pop yang dibayar tinggi
seperti pengemis tadi” Meri tersenyum.
“Apakah Bos Mr. Pop itu seorang pencipta mesin?” Tanya Abraham.
“Bukan. Lebih tepatnya penyihir” Jawab Meri berbisik dan sepertinya ketakutan.
“Apa kau tahu dimana Mr. Pop ?” Tanya Abraham lagi.
“Ada kapal besar di ujung kanal ini. Konon di lambung kapal itu ada sebuah penjara. Oh kau
bisa kesana untuk melamar pekerjaan “
“Baiklah…Terima Kasih Meri” Kata Abraham berdiri dari Bangku itu.
“Ya sama- sama”
“Ini bunga untukmu, kenang- kenangan “ Ucap Abraham.
“Abraham. Semoga kita bertemu lagi …” Ucap Meri.
***
“Srak…Srak…”Suara langkah kaki menginjak atap jerami Pagoda Ramalan Gintang. Suara itu begitu
halus dan cepat.
Kakek Yamada bermeditasi di ruang bawah atap itu. Mustahil ketika matanya yang terpejam itu
tidak mendengar suara langkah kaki penyusup di atasnya. Sesosok musuh
berpakaian hitam mengintip Kakek Yamada, yang tak lain adalah Mafia Hitam.
“Inilah kesempatan terbaikku untuk melenyapkan orang ini, sehingga tidak aka nada lagi
yang dapat mengganggu kebangkitikan Tuanku Black Star…” Bisik Mafia Hitam
sembari menyelipkan anak panah beracun diantara atap jerami dan bersiap
melepaskannya selagi Kakek Yamada bermeditasi.
“Sssst !” suara anak panah melesat ke dada Kakek Yamada.
“Hop !”Kakek Yamada menangkap anak panah itu dengan tepat.
“Sial !”
“Kau kah Mafia Hitam !? tahukah kau diantara makhluk tidak boleh saling membunuh” Nasihat
Mafia Hitam.
“Ciat ! Brak !!!” Mafia Hitam tidak mampu lagi menahan amarahnya. Dia tidak kabur. Tetapi
meloncat ke lantai bawah. Atap pun ambruk menimpa ruangan bawah. Kakek Yamada
menghindar.
“Ciat !” Mafia Hitam menyerang Kakek Yamada.
“Hap !” Kakek Yamada menangkisnya. Keduanya bertarung sedemikian sengit. Sampai Mafia Hitam
kewalahan. Mafia hitam tak sanggup lagi. Kakek Yamada tidak memberikan energi
perlawanan hanya mengelak dan menangkis sehingga Mafia Hitam kehilangan banyak
tenaga. Dia berpikir untuk merencanakan sesuatu.
“Suit …Suit…”Mafia Hitam bersiul seperti memanggil sesuatu.
“Suit…! Kera Gila datanglah !” Teriak Mafia Hitam. Dia memanggil Kaki Tangan Black Star yang
lain. Kera Gila.
Dengan Cepat datanglah gemerisik dari hutan. Kera Gila datang. Ia melompat- lompat ke dalam
Pagoda Ramalan Bintang. Kera Gila berusaha menggigit Kakek Yamada. Kera Gila
berusaha mebularkan virus kegilaannya pada Kakek Yamada.
Terpaksa Kakek Yamada menghunuskan tongkat saktinya pada Kera Gila. Tongkat itu memukul kepala
Kera Gila. Kakek Yamada berusaha menyadarkan ingatan Kera Gila atas pukulan
itu.
“Brak …” Tongkat itu memukul kepala Kera Gila. Kera Gila linglung. Langkahnya
sempoyongan. Kepala nya berdarah. Darah Kera Gila mencucur ke lantai. SEbagian
darah itu juga memercik ke jubah kuning Kakek Yamada. Kakek Yamada tidak
menyangka kepala Kera Gila sedemikian lunaknya. Kera Gila tewas seketika.
“Mafia Hitam segera mengambil kesempatan dalam pertarungan Kakek Yamada melawan Kera Gila.
Ia melontarkan Lasso pada kepala Kakek Yamada. Tali itu menjerat leher Kakek
Yamada. Mafia Hitam tertawa.
“Ha ha ha ha…rasakan Orang tua !”
“Ahhhh…”Erang Kakek Yamada. Namun ia berusaha untuk tetap tenang.
__ADS_1
“Temuilah ajalmu !”
***
Abraham diterima bekerja sebagai pengantar makanan di kapal besar Mr. Pop. Tugas
Abraham mengantarkan makananpada seorang tawanan yang dikurung Mr.Pop didasar
kapal. Tawanan itu adalah seorang perempuan bernama Vatima. Abraham mengetahui
perempuan itu dari cerita- cerita yang telah didengarnya selama perjalanannya.
Abraham mengantarkan makanan pada Vatima. Ia menuruni tangga yang gelap. Ia melihat
sebuah kamar dengan pintu berventilasi. Abraham membuka pintu kamar itu.
“Krak !” Gagang pintu itu bergeser. Pintu pun terbuka.
Abraham saling menatap dengan perempuan tua itu. Cahaya temaram memasuki ruang itu. Mata
Vatima berusaha beradaptasi dengan cahaya yang ada. Ia memperhatikan wajah
orang yang baru. Orang baru yang mengantarkan makanannya.
“Ibu …” Ucap Abraham.
“Siapa Kau ?” Tanya Vatima.
“Aku adalah bayi yang kau temukan dipantai dulu. Aku Abraham Bu…” Jelas Abraham. Airmatanya
jatuh.
“Ya Tuhan. Benarkah ?” Mata Vatima berbinar. Ia menangis bahagia.
“Ya” Jawab Abraham. Mereka berdua berpelukan dan saling menangis haru. Sungguh
mengharukan. Kemudian Abraham dan ibunya berniat kabur dari kapal besar Mr.
Pop. Tapi semuanya gagal, kecanggihan robotika kapal Mr. Pop mengetahui itu
semua.
Robot- robot Mr. Pop langsung menangkap dan mengikat Vatima dan Abraham. Keduanya langsung
dibawa ke anjungan kapal.
“Beri anak itu pelajaran !” Mr. Pop marah.
“Baik Bos. Akan kami pukul “ Seru robot- robot itu serempak.
“Akh…” Teriak Abraham saat salah satu robot memukul punggung Abraham.
“Tidak ! Jangan! Anakku “ Jerit Vatima. Akhirnya Abraham jatuh dan tak bergerak.
“Buang dia kelaut !”Perintah Mr. Pop.
“Jangan …Maafkan kami …” Pinta Vatima sembari menangis.
“Tidak …Biarkan Hiu memakannya !” Jawab Mr. Pop ketus.
“Byuuuurrrr…!” Tubuh Abraham dilempar kelaut.
“Tidak !!!” Teriak Vatima yang baru saja bertemu Abraham kini telah kehilangannya sudah.
Tubuh Abraham jatuh lurus kelaut. Terus ke dasar laut hingga mendarat di terumbu karang.
Bukan sembarangan terumbu karang. Terumbu karang itu berbentuk neraca. Neraca
yang telah tua dan ditumbuhi terumbu karang. Cahaya matahari tidak sampai ke
tempat itu.
***
Pagoda Zodiak..
Mafia Hitam bersiap- siap menyentakkan tali pengikat untuk membunuh Kakek Yamada. Tali yang
mengikat leher Kakeek Yamada telah siap disentakkannya. Tiba- tiba. “ Krak !”
Topeng Baja Hitam pada wajah Mafia Hitam retak dan jatuh.
Kakek Yamada melepaskan ikatan tali dilehernya yang telah merenggang. Ia kemudian memangku
tubuh Mafia Hitam yang tergeletak jatuh. Kakek Yamada meletakkannya di
pelataran.
“Huk..Huk …” Kakek Yamada masih sesak oleh jeratan tali sebelumnya.
“Ternyata dia Febi…,Oh bukan. Sekarang sudah jelas dia adalah Gebi. Saudara kembar Febi”Ucap
Kakek Yamada. Tak lama kemudian Gebi sadar.
“Siapa kau Pak Tua. Mengapa Aku ada disini ?” Tanya Gebi terkejut.
“Aku Kakek Yamada. Kau terpengaruh sihir topeng baja hitam Black Star. Dan tiba- tiba
topeng itu retak. Hancur. Dan ingatanmu kembali.”
“Terimakasih Kek !” Kemudian Gebi melepas Jubah Mafia Hitam. Terlihatlah pakaian Gebi. Bahwa
dia seorang ahli biologi.
“Kehancuran topeng baja hitam tadi pertanda agar kita harus ke Bukit Tapal. Kakek Yamada
mengingat sesuatu yang penting.
“Mengapa ?”
“Sebab itulah pertarungan terakhir” Jawab Kakek Yamada pada Gebi. Llau Kakek Yamada dan Gebi
Sansusen pergi ke Bukit Tapal. Meninggalkan Bilt dan Bilt di sangkarnya yang
selalu berkicau.
__ADS_1
Bersambung
***