12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB XII TEKA TEKI SANG BELUT LISTRIK


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Mark Odison menemukan seorang gadis di Hutan Bukit Tapal, bernama Febi. Tujuan Febi tak


lain adalah untuk mencari saudara kembarnya yang hilang, Gebi. Ketika  berada di Pagoda Zodiak bersama Mark dan Kakek Yamada, Febi mendapat serangan  lagi. Pagoda Zodiak tidak lagi Aman. Kakek Yamada dan Mark berjanji akan membantu Febi untuk menemukan Gebi suatu hari nanti. Dimanakah Gebi ?


                Dilain tempat di Kota Mount City, Nujumi mendadak menjadi jutawan atas hadiah Lotre yang ditulisnya. Lotre itu mengarah pada inial N.B yang berarti Ninja Bintang, seorang penjahat yang sedang marak


membuat kekacauan baru- baru ini, Siapakah N.B apakah itu Ninja Bintang seperti


dugaan Will. Lalu bagaimanakah perjalanan Abraham ke Kota Dermaga ?


                                                                                                ***


            Perjalanan menuju Kota Dermaga. Semakin menuruni belahan bumi cuaca terasa begitu


menghangat. Perjalanan ke Kota Dermaga terasa begitu melelahkan bagi Abraham,


tidak seperti hawa Mount City yang sejuk. Lautan yang panas membawa hembusan


angin hangat ke pesisir yang membuatb tubuh Abraham berkeringat.


            Abraham menemukan sebuah pemandian yang sepi. Dinding- dindingnya dipenuhi lumut hijau


pertanda pemandian tersebut sudah berusia tua. Airnya begitu bening di atasnya


ada pepohonan Bougenfillia tua yang senantiasa menggugurkan bunganya menutupi


separuh permukaan kolam. Keindahan kolam pemandian itu membawa hasrat Abraham


untuk mandi berendam. Menyejukkan tubuhnya yang panas dan hangat.


            Abraham memasukkan separuh kakinya ke kolam sebatas pinggang. Airnya terasa begitu


sejuk. Di dasarnya pun ada kerikil sehingga terasa tidak begitu licin. Tiba-


tiba datang sebuah suara yang membuat Abraham terkejut.


“Nak, sebelum mandi disini kau harus menjawab pertanyaanku …” Suara itu menggema, Abraham


terkejut dan mencoba melihat dari mana asal sumber suara.


“Siapa kau ? dimana ?” Teriak Abraham.


“Tolong, singkirkan teratai di depanmu Nak !” Kata suara itu, dan Abraham menurutinya.


Ia pun menyingkarkan daun teratai itu.


            Belut Listrik !


“Akh …! “ Abraham terkejut. Ternyata di bawah teratai itu ada seekor belut listrik yang


ajaib. Belut listrik itu dapat bercahaya, dan juga dapat berbicara.


“Jangan terkejut ! , aku begini karena disihir oleh Black Star, dia adalah Raja Sihir


dari langit. Dahulu pemandian ini ramai, tetapi setiap gerakanku membuat orang-


orang yang berenang tersetrum. Tak ada yang menolongku untuk kembali ke wujud


semula menjadi seperti dulu, seorang pemuda penunggu kolam pemandian ini…”


Cerita belut tersebut bersedih.


“Mungkin aku dapat menolongmu !”Tawar Abraham.


“Untuk itu kau harus dapat menjawab teka- teki ku “ucapnya.


“Haruskah ?”


“Iya, jika tidak air kolam ini akan menghantarkan listrik ke tubuhmu …”pinta Belut Listrik


ajaib itu memohon.


“Baiklah …”Jawab Abraham yakin.


“Jangan sampai salah, sihir Black Star sudah begitu, jika kau salah kau akan tersengat listrik


dari air kolam ini.”


“Enam buah teka- teki dariku.”Tambahnya.


“Pertama, Dia adalah pemilik istana, bukan seorang ratu tapi telah mempunyai anak, dan telah


tertidur 1000 tahun, siapakah dia ?”


“Hmmm…” Abraham mencoba berpikir. Dan mengenang sebuah cerita legenda.


“PUTRI “ Jawab


Abraham mantap.


“Benar…”Belut listrik itu begitu gembira.


“Kedua, sifat buruk manusia yang membawa bencana pada kotak Vandora, selain tidak patuh ?”


“Ingin Tahu .”Jawab Abraham cepat.


“Bagus kau adalah anak pintar. Sengtatan listrik di tubuhku terasa begitu berkurang “ Ucap


Belut Listrik itu.


“Ketiga, sebutan untuk benda mati, bila untuk benda hidup dikatakan membunuh”


“Menghancurkan …”jawab Abraham tidak begitu yakin.


“Benar lagi “


“Baiklah, keempat, dia yang dibenci setiap orang di kehidupan, sebab keberadaannya untuk


menguji setiap kemenangan …?”


“hmmmm” Abraham berpikir lama.


“Musuh “ Jawabnya cepat.


“Benar lagi. Baiklah yang kelima, dia bukan hewan bukan pula tumbuhan, bukan manusia atau


pula benda, tapi lebih mendahului dari apapun ?”

__ADS_1


“….” Abraham terdiam tanpa suara.


“Pertama ….” Jawabnya.


“Benar lagi…Aku sudah merasa tidak memiliki sengatan lagi kecuali sedikit,


bertenanglah dulu untuk menjawab pertanyaan terakhir …”


“Kau harus benar !” Pinta belut listrik itu.


“Siap “ Jawab Abraham.


“Terakhir, dia yang diputar dan memutar, pada dirinya terjadi segala sesuatu baik kesedihan


dan kebahagiaan, bahkan kehidupan dan kematian …”


Kali ini ada tiga jawaban yang membuat Abraham ragu, kincir angin, roda, dan dunia. Tetapin


setelah mendengar kata kehidupan Abraham yakin menjawab.


“Dunia ! “


“Tepat Nak. Kau telah selamat dan benar. Kau boleh mandi disini.  Aku yakin kau adalah salah seorang yang kelak


akan menghancurkan Black Star.” Kata belut listrik itu. Kemudian Belut Listrik


itu diam dan menghilang masuk ke dalam celah bebatuan.


            Setelah selesai berenang dan tubuhnya kembali sejuk. Abraham meneruskan perjalanan ke


Kota Dermaga. Abraham melanjutkan perjalanan dan mengucapkan selamat tinggal


pada belut listrik itu. Hati Abraham mencoba menyusun kalimat dari kata- kata


jawaban teka- teki sang Belut Listrik.


Putri…


Mengetahui…


Menghancurkan…


Musuh …


Pertama …


Dunia ..


Adalah seorang putri yang mengetahui cara menghancurkan musuh pertama di dunia.


Siapakah putri itu, apakah putri yang telah tertidur selama 1000 tahun. Dan siapakah musuh


pertama di dunia ini ?


            ***


            Mark Odison tengah dalam perjalanan ke Mount City. Dia telah selesai mengantarkan Febi ke


rumahnya yang masih di sekitaran Kota Mount City. Kini Mark telah berada di


kota kelahirannya, Mount City. Beribu rindu di hati Mark, dan ingin segera


Odison, sesampainya di tokonya nanti.


            Pagi yang masih gelap itu, di suatu sudut kota Mount City ada orang yang akan segera


pergi dari rumah toko Nenek Alma Odison. Cahaya redup matahari sebelum pagi


tidak mampu membangunkan  Anne, Will,


maupun Nenek Alma. Alik Joyokusumo telah beranjak pergi entah kemana ia masih


menjadi lelaki yang penuh misteri. Akan kemanakah Alik ? Satu hal yang pasti ia


ingin bertualang bebas seperti burung untuk mencari keberanian dan cinta


sejati. Tetapi mengapa Alik pergi dengan cara demikian ? Alik tidak sanggup


berkata ‘pergi’ pada Nenek Alma Odison, Will dan Anne sebab Alik sudah


menyayangi mereka.


            Sampai ketika cahaya matahari pagi telah menyinari lantai toko dari celah- celah gorden. Dan


gorden pun di buka oleh Anne, betapa terkejutnya ia, Alik HILANG. Semuanya


heran bercampur panic lalu berkumpul di ruang tengah lantai atas. KEMANA ALIK.


“Sudah kulihat semua ruangan tidak ada Nek !” kata Will.


“Coba lihat ke lantai bawah …”Pinta Nenek Alma. Nenek Alma memang sudah tidak kuat untuk


berjalan jauh dikarenakan usianya yang semakin menua, namun beliau tidak suka


memakai tongkatnya. Ia lebih suka memakai kursi roda yang kadangkala didorong


oleh Anne ke tangga menuju lantai bawah.


“Alik itu begitu misterius ya ! dia datang tanpa diundang dan pergi dengan menghilang


“Ungkap Will.


“Ya , aku tidak begitu mengenalnya, bukankah kau lebih dulu mengenalnya sejak dari pagoda


zodiak, katamu …” Jawab Anne.


“Semisteri ini sial N.B yang sekarang terkenal, Ninja Bintang” Balas Will.


“Jangan berpikir terlalu jauh, ia adalah anak baik dan pendiam, dan sering merasa


ketakutan …”Jawab Nenek Alma.


“Kalau takut itu kan dulu Nek. Saat ada Animos dengan Hantu di Balik Pintunya.” Kata Will.


“Mareka telah musnah …” Kata will lagi.


Kemudian terdengar langkah semakin keras. Langkah kaki di pagi hari itu mendekati pintub


toko Nenek Alma Odison.

__ADS_1


“Biar aku yang buka…” Kata Will.


“Paman Mark !” sapa Will terkejut dengan kepulangan Mark. Dan mata Nenek Alma Odison pun


begitu bahagia melihat kepulangan anaknya. Kemudian  Nenek Alma menyambut anaknya dan


memperkenalkan anaknya pada Anne Gracia. Sedangkan Will telah mengenal Mark


sejah di hutan suaka. Mark bertanya kemanakah Abraham Gellier ? Will pun


menjelaskan bahwa Abraham dalam perjalanan ke Kota Dermaga.


                                                    ***


            Alik telah menemukan teman baru bernama Alexander Huden, dari keluarga Huden. Alexander


Huden yang biasa dipanggil Hud tinggal di rumah besar dan mewah. Ayah Hud


adalah seorang mentri, hal itu membuat Hud senantiasa harus belajar setiap


hari, bahkan di hari minggu pun selalu ada guru les privat yang setia mengajar


ke rumah Hud. Hud telah bosan menghadapi semua itu. Hingga suatu hari datanglah


pembantu baru ke rumah Hud. Pmbantu itu seorang anak muda yang lebih tua


setahun dari Hud, berperawakan campuran eropa dan asia. Dan pembantu itu


bernama Alik Joyokusumo.


            Alik ditugaskan untuk menjaga Huden yang sedang sakit kepala beserta segala


keperluannya. Hud bosan dan sudah lelah menghadapi semuanya. Keluarga Alexander


meminta Alik untuk menjaga Hud hari itu sebab keluarga Alexander akan menghadiri


sebuah undangan dari pejabat kerajaan. Di kamar Hud kini hanya ada dia dan


Alik. Hud berteriak kepada Alik,”Alik aku ingin liburan jauh ke pantai yang


sepi, bawa aku Alik !”


“Tidak Hud. Pantai begitu jauh dari sini. Tapi aku iba melihatmu. Bagaimana kalau kita ke


gunung atau danau barangkali kau mau ?”


“Tentu saja aku mau, Kau ?”


“Ya…Ok, tapi kita harus kabur.”Kata Alik.


“Ok…Horeeee ! ” Teriak Hud.


            Maka pergilah mereka dengan bekal seadanya ke danau. Sesampainya di di danau Hud begitu


bergembira karena untuk pertama kalinya berkelana di alam bebas. Hud langsung


mandi di tepian dangkal. Dan membuat perangkap ikan di bebatuan sungai yang


dingin. Sementara Alik sibuk mendirikan tenda dan membuat pembakaran ikan.


            Ketika api telah menyala, Hud juga telah mendapatkan seekor ikan salmon besar yang cukup


untuk mereka berdua. Ikan itu langsung dibakar. Kemudian mereka berjalan


mengitari alam sekitar. “Alik tunggu disini akan aku petikkan apel liar itu


“Tunjuk Hud pada setangkai apel yang berada di ujung dahan. Sisa- sisa apel di


penghujung musim buah.


“Ya hati- hati Hud “ pesan Alik. Sementara Hud telah menjatuhkan beberapa buah apel.


“Tangkap ini Alik !” Teriak Hud dengan suara berbeda karena dimulutnya sudah berisi apel.


“Hap …” Alik menangkapnya.


“Krakkk…”Suara dahan yang diinjak Hud patah. Hud pun jatuh terlempar ke bawah pohon dari


ketinggian.


                                                    ***


Kota Mount City di pagi itu.


            Sebuah Koran terletak di depan pintu toko Nenek Alma Odison, Koran harian Mount City, iseng-


iseng Will membukanya. Dan Mata Will terbelalak. Ia kaget melihat gambar Alik


ada di koran itu. Ia membaca garis depan beritanya bersama Anne Gracia.”


Buronan…Polisi …” Eja mereka bersama.


“…Seorang asing telah menculik putra Pak Mentri, Alexander Huden Menghilang. Polisi


bergegas menyusuri jejaknya ke tepian danau yang diduga dibawa kabur oleh Alik


Joyokusumo …”


“Benar dugaanku, ia penjahat” kata Anne.


“Tidak Anne. Aku yakin Alik tidak seperti itu. Sekarang Alik dalam bahaya. Kita harus


menolongnya !” kata Will dengan suara sedikit keras yang berarti ini adalah


masalah yang cukup serius.


“Ada apa Will ?” Tanya Mark Odison mendengar keributan itu.


“Berita tentang Alik. Kami harus menyusuri jejaknya ke tepian danau secepatnya. Kau


bersedia Anne ?” Tanya Will.


“Baiklah jika itu maumu, aku ikut.”kata Anne dengan sedikit terpaksa.


            Maka berangkatlah Will bersama Anne untuk menyusuri tepian danau mencari keberadaan


Alik. Mereka berpamitan pada Paman Mark dan Nenek Alma dengan bekal secukupnya.


                                            ***

__ADS_1


__ADS_2