12 PAHLAWAN ZODIAK

12 PAHLAWAN ZODIAK
BAB VI PISCES


__ADS_3

Cerita Sebelumnya


                Will, Tom dan Abraham telah bertemu dengan Teria. Miss Teria membawa mereka untuk singgah di


rumahnya. Sikap Miss Teria yang ramah tentu membuat tiga sekawan itu menerima


ajakannya. Di lain tempat Mailend tanpa sengaja telah membebaskan Raja Srigala


dari peti kurungannya. Untuk menembus rasa bersalahnya Mailend sekali lagi


mengkhianati Will, dia mencuri Pedang Odison, walau dengan niat ingin menumpas


Raja Srigala dengan tangannya sendiri. Akan tetapi setelah melihat wujud Raja


Srigala yang sebenarnya Mailend gemetar dan tak sanggup.


                                                            ***


Senja telah berganti malam, saat Miss Teria bersama Will, Tom, dan Ham sampai di rumah


pondoknya. Shara Setty tidak menyangka bahwa tiga orang anak remaja yang ikut


bersama Miss Teria adalah dua orang yang dikenalnya, yaitu Tom dan Will. Bahwa


dia berkelana untuk mencari Tom dan untuk menemukan Will. Justru suatu


kebetulan yang indah, Shara Setty bertemu dengan keduanya. Namun baru beberapa


saat berjumpa. Terdengarlah lolongan serigala dari kejauhan. Lolongan yang


begitu menakutkan. Dan terasa dekat.


“Auuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!”


Semua orang yang ada di Rumah Teria. Terkejut. Kent, Shara, Vandora, Will, Tom, Ham, Teria,


dan juga kucing Miao.


“Teria !, mengapa Miao sangat gelisah?” Tanya Vandora.


“Entahlah…sebelumnya ia tidak pernah begini” jawab Teria.


Keanehan Miao dan lolongan srigala yang begitu  menakutkan membuat seluruh penghuni rumah pondok gelisah. Terlebih Abraham yang biasanya diam dan terlihat bersedih. Abraham juga memikirkan


tentang Raja Srigala semenjak mendengar lolongan yang mengerikan, lolongan yang


sama di Hutan Suaka. Mata Abraham tertuju pada sesuatu di luar jendela kaca. Ia


dapat melihat sosok itu agak jelas karena bulan purnama. Mata Abraham


terbelalak, kerongkongan Tom tercekat,  “Itu…Ra…Ra…Ja…Srigala !!” Semua mata terjurus pada Sosok Raja Srigala di luar jendela. Dimulutnya menetes darah, di mulutnya tergigit burung hantu.


Semuanya lari ke ruang atas rumah pondok itu, kecuali Vandora yang bersembunyi di kolong meja


di ruang utama rumah itu, dan Shara Setty yang sesak nafasnya, Shara


bersembunyi bersama Miao di lemari di samping meja.


“Vandora ayo ke atas …”Bisik Kent, dari atas yang mengetahui Vandora berada di bawah meja.


Lantai kamar atas terbuat dari bilah- bilah kayu yang masih bisa mengintip


orang- orang di ruang bawah.


“Brakkkkk!!!” Raja Srigala mendobrak pintu rumah misteria. Kini dia masuk dengan langkah yang


kaku. Kaku kuat dan menyeramkan. Raja Srigala melihat sekeliling. Menyeringai.


Dan mendengus. Semua orang diam. Bernapas pun terasa takut. Kecuali Miao yang


berada dalam lemari bersama Shara.


“Kita Harus menolong mereka ?” Seru Kent.


“Tapi bagaimana Caranya ?” Jawab Tom kembali dengan bertanya.


Tanpa sengaja tangan Abraham menemukan Tali di lantai atas. Dengan cekatan ia membuat simpul


**** ala koboy Abraham Gellier. Dibawah Loteng itu Raja Srigala menendang


lemari tempat Shara dan Miao.


“Krakkkkkkkkkkkkkkk” Lemari itu rusak dan Shara di dalamnya terbentur.


“Ngiaooooooooooooooo” Erang Miao di dalam lemari. Ia juga tak meloncat. Tak meninggalkan Shara. Walau


raja Srigala sudah melihat keberadaan mereka dan siap mendekat untuk


memangsanya.


“Stttttttttttttttt….” Tali Lasso buatan Abraham tepat mengenai sasaran, leher Raja Srigala.

__ADS_1


Raja Srigala tak dapat melangkah. Will, Tom dan Kent sigal membantu Abraham menarik tali


agar Raja Srigala tergantung. Raja Srigala tercekik.


“Kita harus pergi, lari meninggalkan rumah ini ! Sebelum talinya putus” Ajak Kentaro.


“Tidak, jangan, tidak seorang pun yang pergi meninggalkan rumah kita” Jawab Teria.


“Ayolah Kak…, kita pergi “ Pinta Kentaro pada Kakaknya.


Sementara di lantai bawah Vandora sudah sigap memapah Shara Shetty dari lantai bawah ke


ruang atas. Akhirnya semua pergi meninggalkan rumah pondok Miss Teria pada


malam itu. Sementara Raja Srigala masih tergantung- gantung masih berusaha


melepaskan ikatannya. Ia mencakar- cakar sebari tercekik.


Di tengah perjalanan. “Astaga…Aku meninggalkan Miao disana !” Teria panik.


“Jangan


Khawatir, Miao bersamaku” Jawab Vandora sambil memeluk Miao.


“Sekarang kita akan kemana ?” Tanya Vandora, yang segera membuat Shara siuman.


Hening. Semua mata tertuju pada Shara.


“Siapa kalian ?” Sepertinya Shara hilang ingatan.


“Kami temanmu, Aku, Kent, Ham, Will, Vandora, dan ini Teria …Aku dan Will adalah temanmu, kami


baru saja dari Hutan Suaka menemui Mark Odison “ Jelas Tom, agak panjang


menjelaskan bagaimana secara kebetulan yang ajaib ia dapat bertemu dengan


Shara.


“Hutan suaka ? rasanya aku pernah menbacanya,,, dan harus memberikan pesan pada seseorang,


tapi siapa dia, ? siapa kalian ?” Tangis Shara Setty kemudian pecah. Shara


kembali pinsan saat ia mulai mengingat surat yang dititipkan Ndenek Olivia John


padanya.


“Auuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”


Semua mata tertuju pada kepulan asap daru rumah Teria, dari kejauhan.


“Ohhhhhh tidak ………………………..hiks hiks………..” Tangis teria. Melihat rumah pondoknya hancur dari


kejauhan.


“Raja Srigala hanya dapat dimusnahkan dengan pedang odison sepertinya “ Kata Abraham kecewa.


Ia kecewa tali lassonya tidak dapat mencekik Raja Srigala.


“Mau tak mau kita harus menemukan Mailend “ jawab Will. Will juga berpikir mengapa Shara


mengetahui tentang hutan suaka. Tapi pikiran itu hanya sekilas karena mereka


harus beru- buru berlari.


“Kita harus menemui kakek yamada di Pagoda Zodiak” Ajak kent. Karena Kakek Yamada lah orang


yang lebih banyak pengalamannya dalam membasmi monster.


Pada Akhirnya mereka telah sampai di Pagoda Zodiak. Di beranda pagoda itu mereka bertemu


dengan penjaga Pagoda, Kakek Yamada. Kakek Yamada adalah satu- satunya orang di


pagoda itu. Kakek itu sudah tua namun berwibawa. Sesampainya disana Kentaro


menceritakan semua yang dialami oleh mereka pada Kakek Yamada


“  Kakek , bisakah Shara di istirahatkan disini, barangkali dia syok oleh benturan dan ketakutan” Pinta Teria sebagai perempuan yang paling tua di antara mereka. Juga tak lain adalah rumah pondok Teria


memiliki jarak yang relatif dekat dengan Pagoda Zodiak.


“Baiklah …jaga dia dan biarkan istirahat dahulu “ jawab Kakek Yamada. Tiba- tiba di luar ada


suara.


“Tolong…..!” mereka yang ada di dalam pagoda terkejut kecuali Kakek Yamada yang lebih


tenang. Para remaja itu masih berpikir tentang Raja Srigala.


“Siapa diluar ….” Bisik Kent, “ Satu …dua…tiga..” Kent mencoba menghitung teman- temannya


kalau ada yang tertinggal di luar.

__ADS_1


“Lengkap …” Kata Kent. Namun  Kakek Yamada telah


berjalan menuju halaman Pagoda.


“Kakek …jangan- jangan itu adalah jebakan Raja Srigala !” Teriak Teria.


“ Bukan, sudah kuduga …” Jawab Kakek Yamada.


“Masuklah Nak!” Jawab Kakek Yamada yang membuat para remaja itu terkejut.


“Tettttt….” Pintu Pagoda Zodiak di buka.


“To…To…Long…..Ada hantu di balik pintu ….”Kata sesosok yang muncul dari luar. Kakek Yamada


terburu menutup pintu kembali. Seorang yang masuk ke dalam pagoda adalah anak


remaja yang begitu ketakutan. Dan membutuhkan pertolongan.


“Siapa namamu ?”


“Namaku Alik Joyokusumo ….Panggil saja Alik, Kalian ?” Tanyanya balik bertanya.


“Nama yang aneh seperti nama seorang dari timur ….” Kesimpulan Abraham Gellier.


Alik Joyokusumo belum dapat menceritakan asal usulnya. Alik seperti Shara. Dan kini


Alik rebah tertidur. Maka bertambahlah misteri di benak Will dan Ham.


Tom mendekati Shara yang tidur di samping Alik yang tertidup pulas juga.


“Shara sadarlah please…., ingat kata sahabat. Persahabatan kau, aku dan will di Desa


Gandum. Dan semua teman teman barumu disini. Ayo bangun Shara ….”Pinta Tom


dengan begitu tulus. Dan ajaib tiba- tiba mata Shara bergerak, perlahan


membuka.


Ajaib tiba-tiba sebuah cahaya dari langit turun. Cahaya dari bintang yang jatuh.


Jatuh ke pagoda itu. Cahaya yang sebentuk dua ikan.


Pisces


Pisces masuk ke tangan Tom dan tergambar di pergelangan tangannya. Semua teman- temannya


takjub.


Vandora, Will, Ham, Teria, dan Kent dan juga Alik joyokusumo terpana. Mata Alik juga terbuka,


ia sadar oleh silaunya cahaya zodiak. Abraham teringat akan Anne Gracia yang


pernah mengalaminya. Capricorn yang tergambar di pergelangan tangan Anne


Gracia.


“Jangan heran anak- anak, kalian adalah para pahlawan zodiac dengan  cahaya zodiac yang terpilih sesuai dengan


zodiac dan sifat kalian.” Jelas Kakek Yamada tentang keintemewaan para tamu-


tamunya.  Sekarang Vandora, Kent, Will, Ham, Tom, Alik, serta Teria jadi paham.


“Aku Virgo “ kata Teria.


“Aku Aries …”kata Vandora.


“Aku Taurus...” Sela Kentaro.


“Dan kau Will ?” Tanya Ham.


“Aku tidak ingat tanggal lahirku, kecuali nenekku”


“Kau adalah seorang cancer …” Jawab Kakek Yamada pada Will. Yang membuat Will bertambah


heran lagi.


“Ini adalah ramalanku “ jawab Kakek Yamada kembali.


“Oh Ya ? …aku adalah anak yang tertinggal di panti asuhan” Sedih Abraham.


“Kalau aku, juga tidak tahu. Di negaraku memakai tanggal yang berbeda”Kata Alik. Dari


manakah Alik berasal ?


“Kalau saya tidak dapat mengingat apa- apa “ kata Shara bersedih.


“Sabar Nak, mungkin hanya beberapa hari lagi.” Ramalan Kakek Yamada. Kemudian semua tertidur


setelah lelah berlari dari Raja Srigala. Semua  tidur kecuali Kakek Yamada yang tetap diam di puncak Pagoda Zodiak, menungggu sang fajar datang.


                                                                ***

__ADS_1


__ADS_2