
tapi sebelum saya dan jay kerumah sita, kami berdua singgah kerumah saya untuk mengganti pakaian, karna takutnya disana ketemu orang tua sita jadi saya pun harus berpakaian rapi.
"kita mampir dirumah saya sebentar yach, saya ingin berganti pakaian dulu. sapa tau disana ketemu calon mertua" beritahuku ke jay dengan sedikit bercanda.
"ha...ha..ha.., berharapa yach kamu" ujar jay sambil bercanda.
"harus dong" sahutku kepada jay.
sesampai dirumah saya pun langsung masuk kekamar dan mengganti pakaian. setelah selesai berganti pakaian, saya keluar dan menuju kerumah sita.
"perasaan saya sanggat nggak karuan dan gugup. karna ini pertama kalinya saya akan masuk kerumah sita, biasanya saya hanya menjemput dan mengantarnya hanya sampai depan pagarnya saja".
"saya dan jay pun sampai dirumah sita. kami berdua tidak langsung masuk. saya menelpon sita terlebih dahulu dan memberitahu dia klo saya dan jay sudah ada didepan rumahnya.
"aku sudah didepan rumah kamu nich bersama dengan jay" beritahuku ke sita.
"masuk ajha langsung saya dan nur ada diruang tamu kok" ucap sita kepada saya.
saya pun kemudian memarkir motor saya dan segera masuk ke rumah sita.
"assalamualaikum, sita" ucap salam saya dan jay sambil memanggil nama sita.
"walaikum salam, masuk ajha" sita menjawab salam kami dan dia tau klo saya dan jay jadi langsung mempersilahkan kami masuk.
saya dan jay pun kemudian masuk kerumahnya dan kami pun langsung duduk.
"nur pun menyapa saya"
"kamu dari mana ajha cha kok baru kelihatan" tanya nur kepada saya.
"kamu nanya saya apa nanya yang disebelah saya" jawabku ke nur sambil melepas candaan.
"ha...ha...ha..., kamu lah, klo disebelah kamu kan kami tiap hari berkabar" ujar nur sambil tertawa.
tidak lama kami ngobrol, nur dan sita pun kedapur mengambil makanan yang sudah dia buat dan menyajikannya di atas meja.
"jay pun bertanya kesaya"
"kamu kenapa terlihat gelisah begitu, santai ajha" ucap jay kepadaku.
"nggak kenapa-kenapa dan tadi saya kan sudah memberitahu kamu klo ini pertama kalinya saya masuk kesini" beritahuku ke jay.
"iya sich kan orang tua sita tidak ada hanya ada sita dan nur disini" ujar jay kepada saya.
"iya sich, tapi nanti tiba-tiba dia muncul bagaimana" ucapku ke jay.
setelah sita dan nur selesai mempersiapkan makanannya, sita pun meminta saya dan jay untuk makan.
__ADS_1
"kita makannya diruang tamu saja yach, nggak apa-apa kan" tanya sita kepada saya dan jay.
"iya nggak apa2, soalnya ada yang lagi malu nich" jawab jay sambil melihat ke arah saya.
dan kami pun mulai makan dan pas kami lagi makan kemudian ayah sita terlihat keluar dari kamarnya, menghampiri kami dan ikut duduk bersama kami semua. makanan yang terasa sangat nikmat tiba2 menjadi hambar karna ayah sita muncul depan saya.
"saya dan jay menaruh makanan kami dulu dan bersalaman kepada ayah sita". ayah sita pun ikut makan bersama kami dan sambil makan dia mengajak kami berdua mengobrol dan bertanya kepada saya dan jay.
"kalian berdua teman dari sita?" tanya ayah sita kepada saya dan jay.
"iya om kami berdua temannya sita" jawab saya dan jay.
"kalian berdua kuliah apa sudah kerja?" tanya ayah sita lagi kepada saya dan jay.
"kami berdua kerja di instansi pemerintahan om tapi beda tempat" jawab saya dan jay.
"ayo makanannya diambil jangan malu-malu" ucap ayah sita dan meminta kami untuk mengambil makanan lagi.
tidak lama setelah ayah sita selesai makan dia pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya.
"kalian makan ajha yach, om masuk dulu" beritahu ayah sita kepada kami"
"iya om, makasi " jawab saya dan jay.
dan saya pun terasa ingin jantungan, untung saja ayah sita cepat meninggalkan kami.
dan sita yang melihat saya keringatan dan mengelus dada bertanya kepada saya.
"nggak kenapa-kenapa kok, berkeringat kan karna makan" jawabku dengan mengeles sedikit kesita.
"kamu takut yach ketemu ayah saya?" tanya sita sambil tersenyum.
"nggak kok, yach tapi sedikit sich" jawabku ke sita sambil membalas senyum kepadanya.
"ayah saya baik kok, tidak makan orang" ucapnya sambil ngeledek saya.
sita pun menghampiri saya dan duduk disamping saya, dia berbisik ke saya.
"aku sayang sekali sama kamu" ucap sita dan langsung mencium saya.
"sayang sich sayang tapi jangan cium saya disini. nanti ayah kamu keluar dan melihat qt, nggak enakkan" ucapku kesita.
"ha...ha..ha..iya maaf" sambil tertawa dan minta maaf.
tidak lama kami ngobrol saya dan jay pun bermapitan untuk pulang.
"kami berdua balik dulu yach, makasi yach sudah ajak kami datang untuk makan dirumah kamu" ucap saya dan jay ke sita.
__ADS_1
"iya sama2 kok, hati-hati juga dijalan. telpon aku yach klo kamu sudah sampai dirumah" jawab sita dan memintaku untuk menelponnya sesampai saya dirumah.
"iya, tapi saya antar jay dulu kerumahnya" jawabku ke sita.
saya dan jay pun meninggalkan rumah sita. sebelum saya balik kerumah, saya mengantarkan jay terlebih dahulu kerumahnya dan kemudian saya lanjut kerumah.
"kamu nggak singgah dulu dirumah" tanya jay kepadaku.
"saya langsung pulang saja. kamu dengar kan tadi sita meminta saya menelponnya" jawabku kepada jay.
dan pun lanjut pulang kerumah. setelah sampai dirumah, saya langsung masuk ke kamar dan kemudian menelpon sita.
"saya sudah dirumah nich, baru-baru juga sampai" beritahuku ke sita.
"kamu nggak mampir dulu dirumah jay?" tanya sita kepadaku.
"iya nggak kok. kamu kan beritahu ke saya tadi untuk menelpon, jadi langsung balik kerumah" jawabku ke sita.
"kamu suka nggak tadi bakso dan mie kering yang saya buat? itu khusus buat kamu saya buatkan" tanya dan beritahu sita kepada saya.
"iya saya suka kok, tapi malu sama ayah kamu jadinya saya nggak nambah" jawabku kesita.
"kamu besok masuk kantor nggak?" tanya sita kepadaku.
"iya saya masuk besok, emang kenapa?" jawabku dan tanya ke sita.
"kita besok ketemuan yach, tapi sebelum ketemu saya masuk kampus dulu" ucap sita kepada saya.
"iya mau kok. jam berapa memang kamu besok ke kampus?" ujarku dan tanya ke sita.
"jam sepuluh besok saya ada kuliah. mungkin sekitar setengah sembilan saya berangkat dari rumah dan pulangnya kayaknya agak siangan" beritahu sita kepada saya.
"mungkin besok saya tidak bisa jemput kamu, soalnya besok kan hari senin jadi biasanya upacara sampai jam delapan jadi tidak sempat jemput kamu" ucapku ke sita.
"iya saya tau makanya besok saya meminta ayah saya untuk mengantar saya" ujar sita kepadaku.
"jadi besok kita ketemuan dimana?" tanyaku kepada sita.
"kita ketemuan dikantor kamu saja, kamu tunggu saya dikantor kamu saja" jawab sita kepada saya.
"kamu ke kantor saya naik apa?" tanyaku ke sita.
"naik kendaraan umum juga bisa" jawab sita kepadaku.
"yach berkabar ajha besok pagi lagi" ucapku kesita.
"iya, klo begitu besok pagi saya kabari kamu lagi" ucap sita kepadaku.
__ADS_1
kami berdua pun menutup telpon masing2.
bersambung...