14 tahun aku sebagai selingkuhan

14 tahun aku sebagai selingkuhan
kabar mengejutkan part5


__ADS_3

"lalu sita mengatakan ke saya"


"maafkan saya, ini semua bukan ke inginan saya. dan jika saya bisa memilih antara kamu dan dia, saya pasti akan memilih kamu. tapi ini tidak mungkin lagi, karna dia sudah memberitahukan kepada kakak saya dan kakak saya pun sudah menyampaikan kepada kedua orang tua saya dan mereka menyetujuinya untuk dia datang melamar jika dia sudah berada disini" beritahu sita kepada saya.


"iya saya mengerti apa yang kamu katakan, tapi kenapa di saat kita berdua sudah sangat dekat satu sama lain dan saya sudah sangat sayang dan cinta kamu, saya harus kehilangan kamu dan ini semua harus terjadi kepada saya begitu cepat yang tidak pernah terpikirkan oleh saya. saya tidak tahu lagi apa yang harus saya katakan karna ini semua sudah keputusan orang tua dan keluarga kamu. serasa sesak dada ini mendengar bahwa kamu akan segera dilamar dengan pria lain" ucapku kepada sita


"saya tidak bisa menolak apa yang orang tua saya kehendaki, kamu tau sendiri saya adalah anak satu-satunya perempuan dikeluarga kami. saya tidak bisa membantah apa yang orang tua saya sudah putuskan dan kamu juga tau bagaimana adat kita disini. saya pun merasa sangat terpukul ketika mereka mengatakan kepada saya. tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, saya harus menerima semua ini walau hati saya berkata lain" ucap sita kepada saya.


"iya saya juga tau maksud dari semua yang kamu beri tahukan ke saya. ini bukan salah kamu atau salah siapa-siapa, semua terjadi sudah kehendak yang kuasa. mungkin saat ini saya belum bisa menerima semua yang sudah kamu katakan, tapi tidak tau jika berjalannya waktu nanti saya sudah bisa menerima semua ini" ucapku kepada sita.


"jika dari awal kamu yang duluan kenal dengan saya, mungkin kamu yang ada di posisi dia saat ini dan saya akan sangat bahagia jika kamu yang melamar saya. hatiku hanya ingin kamu, tapi semua sudah terjadi dan takdir tidak berpihak kepada kita berdua" ungkap sita kepadaku.


"saya tau apa yang kamu rasakan kesaya, tanpa kamu beritahu pun saya bisa merasakannya. betapa tulus sayang dan cinta kamu kepada saya" ucapku kepada sita.


"apakah saya sangat egois, klo saya meminta kamu tetap ada buat saya jika tunangan saya sudah ada disini. saya tidak ingin kehilangan kamu, saya ingin tetap ada kamu disamping saya" ucap sita kepada saya.


"saya juga masih ingin bersama kamu dan melewatkan hari bersama kamu sampai tunangan kamu sudah berada disini. tapi klo permintaan kamu untuk kita tetap bersama jika tunangan kamu sudah ada, kasi saya waktu untuk berpikir.


dan biarkan beberapa hari ini sebelum dia berada disini kita berdua tetap bersama seperti hari-hari biasanya. ucapku kepada sita.


"iya saya akan menerima apa pun keputusan kamu nanti, saya juga ingin beberapa hari ini kita selalu bersama seperti hari-hari sebelumnya" ujar sita kepada saya.


sita lalu memeluk saya dengan air mata yang berjatuhan dan saya pun menenangkan sambil menghapus air mata yang menjatuhi pipinya.


dan saya pun mengajak sita agar kita balik sekarang.

__ADS_1


"sudah jangan nangis lagi yach, kita lebih baik pulang ajha dulu" ucapku kepada sita.


"iya, saya pun sudah sangat lega bisa memberi tahukan ke kamu semuanya" ujar sita kepada saya.


kami berdua kemudian berdiri dari tempat duduk kami. sambil memegang tangan saya, kami berdua berjalan keluar dari mall tersebut dan kemudian kami menuju ke tempat persinggahan angkot yang tidak jauh dari mall tersebut.


"sita kemudian mengatakan kepada saya"


"kamu nggak apa-apa kan klo kita baliknya naik angkot saja"tanya sita kepada saya.


"iya nggak apa2 kok, lagian juga kita mau naik apa lagi" jawabku kepada sita.


tidak lama kami berdua berdiri, angkot yang kami tunggu pun datang. saya dan sita pun masuk ke dalam angkot. sampai di dalam angkot sita masih menggengam tangan saya dengan begitu eratnya dia tidak ingin melepaskan dan dia menyandarkan kepalanya dibahu saya. walaupun di dalam angkot itu ada beberapa orang penumpang yang memperhatikan kami dia tidak peduli. tidak lama angkot yang kami tumpangi berhenti karna ada seorang pemuda yang ingin turun. dia tidak sengaja menginjak kaki saya yang masih dibalut perban, sita pun menegur orang itu.


"maaf yach saya nggak sengaja" ucap pemuda itu kepada saya dan sita.


dalam hati saya berkata, ternyata sita sangat sayang dan peduli terhadap saya, dia bahkan tidak takut dengan apa pun jika itu berhubungan dengan saya dan dia bisa melakukan apa saja. karna saya tau dia bukan orang yang mudah untuk marah dengan seseorang. tapi hari ini saya sangat terharu melihat apa yang dia lakukan untuk saya.


dan saya pun mengatakan kepada sita.


"nggak apa-apa sayang, orang itu nggak sengaja" ucapku kepada sita.


"iya, tapi saya tidak bisa melihat ada orang yang membuat kamu merasa sakit" ujar sita kepada saya .


setelah orang itu turun, sita kembali menyandarkan kepalanya di bahu saya. setelah hampir sejam perjalanan, kami pun sampai ditempat tujuan.

__ADS_1


kemudian kami berdua pun turun dari angkot. dan setelah kami turun, saya mengatakan ke sita agar kita mampir dulu dikantor sahabat saya jay yang tidak jauh dari tempat kami turun tadi dari angkot.


"kamu mau nggak klo kita mampir dulu sebentar di kantornya jay" tanyaku kepada sita.


"saya mau sich, tapi memangnya dia masih ada dikantornya sekarang kan ini sudah malam jam pulang kantor kan sudah dari tadi" jawab dan beritahu sita kepada saya.


"sepertinya dia masih ada. dan kemarin waktu saya ketemu dirumahnya, dia beritahu saya klo berapa hari ini dia selalu pulang malam. banyak kerjaan katannya yang dia harus selesaikan sampai harus kerja lembur dikantor.


"apa sebaiknya kamu lebih baik telpon dia dulu dan tanyakan di sekarang berada dimana" beritahu sita kepada saya.


"benar juga kata kamu, klo begitu saya telpon dia dulu" ucapku kepada sita


saya pun langsung menelpon jay dan menanyakan dia lagi berada dimana.


"kamu lagi ada dimana sekarang" tanyaku kepada jay.


"saya masih lagi dikantor, masih banyak kerjaan yang saya harus selesaikan. memangnya ada apa?" jawab dan tanya balik jay kepada saya.


"saya lagi ada di dekat kantor kamu, saya lagi sama sita. saya ke kantor kamu yach bersama sita sekarang" jawabku kepada jay.


"iya kamu kesini ajha, temanin saya. saya juga lagi sendiri di kantor" ucap jay dan meminta saya dan sita untuk kesana.


saya dan sita pun kemudian jalan ke tempat jay. sesampai kami disana kami berdua pun masuk menemui jay.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2