14 tahun aku sebagai selingkuhan

14 tahun aku sebagai selingkuhan
ke puncak part 1


__ADS_3

dan saya masih melanjutkan obrolan saya dengan sahabat saya jay.


"ada satu ke inginan sita yang dia sampaikan tadi ke saya, sita meminta kepada saya klo dia tetap ingin saya menjalin hubungan dengannya, dia ingin saya berada tetap di sisinya. walaupun nanti tunangan sudah berada disini dan dia sudah di lamar olehnya, dia tidak ingin kami pisah" beri tahuku kepada jay.


"klo menurut saya itu sangat sulit buat kamu, tapi kan semua keputusan terserah dari kamu. cuman pendapat saya, waktu untuk kalian berdua bisa ketemu dan jalan berdua pasti akan sulit tidak seperti sekarang" ucap jay kepada saya.


"makanya saya belum memberikan jawaban kepada sita, saya masih harus berpikir untuk memberi tahunya apakah saya bisa memenuhi kemauannya apa tidak, dia juga mengatakan akan menerima apa pun yang akan saya putuskan nantinya" ucapku kepada jay.


"iya, kamu jangan gegabah untuk mengambil keputusan, saya akan mendukung apa pun yang akan kamu putuskan nantinya" beri tahu jay kepada saya.


"iya, terima kasih karna kamu sudah mau mendengarkan curhatan saya dan juga kamu memberi masukan kepada saya. kamu memang sahabat terbaik saya" ucapku kepada jay.


"klo sudah tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, kita balik ajha sekarang. kamu mau langsung saya antar pulang atau kamu mau mampir kerumah saya dulu?" beri tahu dan tanya jay kepada saya.


"kamu antar saya langsung balik kerumah saja. sita meminta saya tadi untuk cepat pulang, pasti dia sudah menunggu telpon dari saya" jawab dan beri tahuku ke jay.


"klo begitu saya rapikan meja kerja saya dulu, baru saya antar kamu pulang" ucap jay kepada saya.


dan saya pun ikut membantu jay merapikan meja kerjanya, setelah semuanya rapi kami pun keluar dan kemudian jay mengantar saya pulang kerumah.


setelah kami sampai dirumah saya, jay pun langsung balik. dan saya pun masuk kerumah dan kemudian saya masuk kedalam kamar. saya lalu mengganti pakaian kerja saya, setelah selesai saya pun langsung menelpon sita mengabarinya klo saya sudah ada dirumah.


"maaf yach saya baru menelpon kamu. tadi itu sesampai dikantor jay, saya mengobrol dulu dengan jay sebentar. baru kami berdua pulang, dia mengantar saya ke rumah" minta maaf dan beri tahuku ke sita.


"iya..sudah dari tadi saya menunggu telpon dari kamu, sampai saya sudah mau tidur karna terlalu lama menunggu" beri tahu sita kepada saya.


"iya sekali lagi saya minta maaf! tadi waktu kamu sampai rumah, kamu tidak di tanya sama bapak dan ibu kamu kenapa baru balik sampai larut malam begini?" ucap dan tanyaku kepada sita.

__ADS_1


"iya tadi saya ditegur sama bapak dan ibu saya karna saya pulang sampai larut malam. saya katakan pada mereka klo ada tugas kampus trus singgah dirumah teman saya mengerjakannya bersama dirumahnya" jawab sita kepada saya.


"ada yang mau saya tanyakan ke kamu" ucapku kepada sita.


"iya katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan ke saya" ujar sita kepada saya.


"kenapa kamu tadi tiba-tiba mencium saya" tanyaku kepada sita.


"kenapa emang klo tadi saya mencium kamu, memangnya kamu tidak suka dan keberatan" tanya sita balik kepada saya.


"bukan begitu maksud saya, malah saya senang kamu mencium saya, cuman saya mau tau saja alasan kamu melakukannya" jawabku kepada sita.


"saya hanya ingin menunjukan klo saya akan melakukan apa pun untuk kamu, dan itu adalah cara saya untuk membuktikan ketulusan cinta saya ke kamu" beritahu sita kepada saya.


"tanpa kamu buktikan pun saya juga merasakannya dan saya sangat berterima kasih dengan apa yang kamu tunjukan ke saya" ucapku kepada sita.


"kamu mau tidak besok kita ketemu lagi? saya ingin menghabiskan waktu beberapa hari ini bersama kamu, sebelum tunangan saya berada disini" tanya dan beri tahu sita kepada saya.


"iya saya juga mau kok kita berdua ketemu lagi besok. tapi kita mau pergi kemana?" jawab dan tanyaku kembali ke sita.


"bagaimana klo besok kita pergi ke puncak, tapi klo bisa sich kita berangkat pagi. kamu ke kantor absen pagi ajha dulu, trus klo kamu selesai kamu langsung jemput saya dirumah" beritahu sita kepada saya.


"iya bagus juga. saya juga pernah kepikiran untuk mengajak kamu kesana tapi biasanya lupa untuk mengatakan ke kamu. ucapku dan beri tahuku ke sita.


"mana pernah kamu seromantis itu mengajak saya ke puncak klo bukan saya yang ajak kamu pertama" ucap sita kepada saya.


"hahaha..kamu tahu ajha!! ujarku dengan tertawa ke sita.

__ADS_1


"kamu dari awal melihat saya ajha malu dan sampai sekarang klo bukan saya yang duluan kamu nggak berani memeluk atau mencium saya" beritahu sita kepada saya.


"tapi klo besok kita ke puncak biarpun kita berangkat pagi, klo balik tiba disininya pasti malam. nanti kamu alasannya ke orang tua kamu klo kita pulang malam gimana?" ucap dan tanya saya ke sita


"saya sudah pikirkan semuanya, kamu tenang ajha. makanya saya ajak kamu pergi karna saya sudah ada alasan untuk itu" jawab sita kepada saya.


"baguslah klo semua sudah kamu pikirkan. klo begitu kamu istirahat ajha dulu, saya juga mau istirahat. besok juga kita ketemu lagi" ucapku kepada sita


"iya klo begitu. soalnya saya juga sudah ngantuk dari tadi, cuma nggak enak saja saya bilangnya sama kamu" ujar sita kepada saya.


"selamat tidur dan mimpikan aku yach" ucapku kepada sita.


"iya,,kamu juga langsung tidur jangan begadang yach" ujar sita kepada saya.


kami berdua pun menutup telepon masing-masing.


"sebelum tidur, saya masih berpikir keinginan sita agar kami berdua tetap menjalani hubungan walaupun dia sudah dilamar oleh tunangannya. saya juga masih berat untuk kehilangan dia. karna dia sudah membuat saya merasakan arti cinta sebenarnya. sebelumnya ada beberapa wanita yang pernah singgah di hidup saya, tapi tidak seperti yang saya rasakan sekarang ke sita.


tidak lama kemudian saya pun langsung tertidur.


ke esokan harinya, diwaktu subuh saya bangun untuk mengerjakan sholat subuh. setelah sholat saya lalu mempersiapkan pakaian untuk saya pakai ke kantor dan juga baju ganti untuk saya pakai pergi bersama sita ke puncak.


setelah semua selesai, saya pun langsung mandi. sesudah saya mandi dan berpakaian, saya keluar dari kamar dan duduk di meja makan untuk sarapan sebelum saya berangkat ke kantor.


sepertinya biasanya ibu saya setiap hari membuatkan sarapan untuk saya. sambil saya sarapan, saya juga menelpon sita untuk menanyakan klo hari ini kami berdua jadi ke puncak apa tidak.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2