
tidak lama ibu ku pun datang memanggil mereka dan mengajak untuk makan.
"makan siang dulu nak" panggil ibu ku kepada mereka semua.
"sita, jay dan nur pun beranjak dan menuju meja makan".
setelah sita selesai makan, saya kemudian memanggil sita duduk di dekatku dan kembali mengajaknya ngobrol.
"emang pacar kamu orang mana, apakah dia kerja atau lagi dimana?" tanyaku kepada sita.
"dia tinggalnya tidak jauh dari rumahku, dia seorang pelayaran dan sekarang dia lagi berlayar" jawab sita kepada saya.
"pantasan kamu tidak pernah bersamanya dari awal kita kenal" ujarku kepada sita.
"iya, makanya saya tidak bisa langsung mejawab ketika kamu menyatakan perasaan kamu kesaya" ucap sita kepadaku.
"kenapa kamu baru memberitahukan ke saya memang?" tanyaku kepada sita.
"aku takut, kalo aku menerimamu malah kamu yang tidak menerima saya dengan statusku yang sudah punya pasangan dan bertunangan" jawab sita kepada saya.
"nggak masalah kok, karena saya ke kamu bukan hanya sekedar suka tapi saya sangat sayang sama kamu" ujarku kepada sita.
"sekali lagi makasih yach karna kamu sudah sayang sama saya" ucapnya kedaku.
"iya, sama-sama" ujarku sambil memegang tangan sita.
tidak lama setelah kami ngobrol, sita berpamitan untuk pulang.
"aku balik dulu yach, klo ada waktu besok saya kesini lagi" ucapnya kepadaku.
"iya datang ajha, pintu rumahku terbuka kok buat kamu kapan saja" ujarku kepadanya
setelah sita balik, saya kembali baring ditempat tidur dan beristirahat.
"seminggu kemudian"
hari ini adalah hari pertama saya melakukan terapi dan mengganti perban dirumah sakit.
"suara telponku pun berdering", ternyata dari sita.
"iya kenapa sita" tanyaku kepadanya.
"hari ini kan jadwal kamu untuk terapi dirumah sakit, boleh tidak klo aku mengantar kamu" ujar sita dan bertanya balik.
"boleh ajha klo memang nggak merepotkan kamu" jawabku kesita.
"nggak merepotkan kok, klo begitu tunggu aku yach" ucapnya kepadaku.
"iya aku tunggu kok" ujarku ke sita.
tidak lama sita pun datang, dia datang sendiri sendiri tidak ditemani sahabatnya nur.
"sita pun mengantar saya dan ibu saya kerumah sakit untuk terapi pertama saya.
sesampai kami dirumah sakit, saya pun naik ke kursi roda dan sita yang mendorong kursi roda saya masuk kerumah sakit.
dan setelah kami berada didalam, saya berterima kasih ke sita.
__ADS_1
"terima kasih yach, sudah merepotkan kamu" ucapku ke sita.
"malah saya senang bisa membantu dan sekalian kan qt bisa ketemu" ujarnya kepadaku sambil senyum.
"saya pun tersenyum kepadanya, sambil memegang tangannya".
tak lama saya pun masuk menemui dokter bersama ibu saya dan sita menunggu kami diloby rumah sakit.
setelah sekitar lima belas menit saya diterapi dan kemudian kami pun kembali pulang.
sesampai kami dirumah, sita tidak langsung pulang dan ikut masuk kedalam rumah bersama saya.
"saya pun mengajak sita untuk mengobrol".
"apa kamu tidak dicari sama orang rumah" tanyaku kepada sita.
"tadi sewaktu dirumah sakit, saya sudah menelpon ibu saya memberitahu klo saya masih ada urusan diluar" jawab sita kepadaku.
tidak lama saya melihat sita kebingungan dan saya pun bertanya kepadanya.
"kamu kenapa, kayak kebingungan begitu" tanyaku kepadanya.
"tiba-tiba sita mencium pipiku dan memelukku" dan mengatakan ke saya
"saya beruntung ketemu kamu, orang yang sangat sayang kepada saya" ucap sita kepaku.
"saya juga sangat bahagia setelah kehadiran kamu"
ucapku balik kepada sita.
tidak lama kami berbicara, sita pun berpamitan kepada saya.
hampir tiap hari sita datang kerumah melihat saya, selama tiga bulan saya tidak bisa kemana-mana.
"tiga bulan kemudian"
ini adalah tiga bulan saya tinggal dirumah dalam masa penyembuhan sehabis saya kecelakaan.
hari ini adalah hari pertama saya mulai beraktifitas kembali seperti biasa.
pagi ini saya ingin berangkat kekantor. semalam saya dan sita sudah janjian, dia ingin mengantar saya untuk pergi kekantor.
dan saya kembali menelponnya dan memastikan apakah sita jadi pergi bersama saya dan menemani saya hari ini.
"kamu jadi nggak ikut bersama dengan saya hari ini kekantor" tanyaku kepada sita.
"jadi kok, ini saya sudah bersiap-siap kerumah kamu untuk menjemputmu" jawab sita kepadaku.
"klo begitu saya tunggu yach" ucapku kepadanya.
tidak lama setelah kami berbicara di telpon, sita pun datang kerumah menjemput saya menggunakan mobilnya.
"saya dan sita pun pamit kepada ibu saya".
"kami pergi dulu yach bu" ujar kami kepada ibuku.
"iya, hati-hati yach nak" sahut ibuku kepada saya dan sita.
__ADS_1
kami berdua pun berangkat. dalam perjalanan saya dan sita pun kembali mengobrol.
"memang hari ini kamu sudah bisa masuk kantor, kaki kamu kan belum sembuh betul" tanya sita kepadaku.
"iya sudah, walau kaki saya belum pulih betul tapi harus dibiasakan untuk berjalan kata dokter yang menangani saya" jawabku kepada sita.
"iya juga sich" ucap sita kepada saya.
sesampai dikantor saya hanya masuk untuk absen dan sita menunggu saya diluar.
saya pun masuk kedalam kantor untuk absen. saya tidak ikut apel pagi dan langsung masuk keruangan saya.
"teman-teman kantor saya menyapa dan bertanya kepada saya"
"kamu sudah mulai masuk kantor kembali yach" ucap salah satu teman saya yang bernama syahrul.
"alhamdulillah kak sudah agak baikan" jawabku kepadanya.
"syukurlah klo begitu" ucap syahrul kepada saya.
tidak lama saya ngobrol, saya pun kembali menemui sita yang menunggu saya diluar kantor.
"maaf yach kamu menunggu lama" ucapku kepada sita.
"iya nggak apa, qt cari makan dulu " jawabnya kepadaku.
"kamu mau makan apa" tanyaku kepadanya.
"apa ajha asal makannya sama kamu" jawabnya kepadaku.
"kayaknya menu ditempat makan nggak ada apa ajha!" jawab saya dengan candaan.
"hahaha, bisa ajha kamu bercanda" ucapnya sambil tertawa.
dan setelah ngobrol bersama sita, tidak lama kami pun sampai ditempat makan yang jaraknya tidak jauh dari kantor saya.
kami pun masuk dan mencari tempat untuk duduk dan sita memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"mbak minta menu makanan" panggil sita kepada pelayan itu.
"pelayan itu pun menghampiri kami dan menberikan menu makanannya"
"ini menunya kak" sahut pelayan kepada saya dan sita.
"sita pun mengambilnya dan mulai memilih makanan yang akan kami berdua makan.
"nasi goreng ajha yach saya pesan untuk kita berdua makanan kesukaan kamu" beritahu sita kepadaku.
"iya, nasi goreng ajha" ujarku kesita.
"sita kembali memanggil pelayan dan memberitahu pesanan kami"
"nasi gorengnya dua dan minumnya air mineral yang tidak dingin yach" beritahu sita kepelayan.
"ditunggu yach mbak" ucap pelayan itu kepada sita.
bersambung...
__ADS_1