14 tahun aku sebagai selingkuhan

14 tahun aku sebagai selingkuhan
jalan berdua part 2


__ADS_3

"aku sudah selesai, jemput aku sekarang yang dirumah" ucap sita kepadaku untuk segera dijemput.


"iya, aku segera kesana" jawabku kepadanya.


aku pun langsung mengambil motor dan menuju rumah sita.


"ini pertama kalinya saya mengendarai motor lagi, sesudah kecelakaan yang saya alami.


sesampai dirumah sita, ternyata dia sudah menunggu saya di depan rumahnya.


"sudah lama yach kamu diluar menunggu saya" tanyaku kepada sita.


"baru juga aku keluar" jawab sita kepadaku.


kami pun berangkat ke tempat yang ingin di datangi.


"tiba-tiba sita menegur saya"


"kamu kenapa tidak memakai jaket, disana kan tempatnya agak dingin" beritahu sita ke saya.


"saya sampai lupa karna terburu-buru takutnya kamu menunggu kelamaan" jawabku kepadanya.


"dalam perjalanan ada sedikit masalah yang kami alami!"


kerudung yang sita pakai, tersangkut dirantai motor saya. bukannya kami panik malah kami berdua tertawa sambil melepas candaan.


"berhenti dulu, kerudungku sepertinya tersangkut dimotor kamu" ucap sita kepadaku.


saya pun menepi dan membantu sita mengeluarkan kerudungnya yang tersangkut dimototku.


"hahaha..kamu nggak pakai kerudungmu sampai bisa tersangkut" tanyaku sambil menertawainya.


"kamu bukannya membantu tapi menertawai saya" jawab sita.


"ini juga baru mau keluarkan kerudung kamu" ucapku kepadanya.


"hehehe, aku cuma bercanda" ujar sita kepadaku.


"kamu bukannya panik malah senyum-senyum saja" ucapku kepadanya.


setelah kerudung sita saya keluarkan dari rantai motorku, kami pun melanjutkan perjalanan.


tiba-tiba dijalan dia mengatakan kepada saya klo dia ingin buang air.


"kayaknya aku mau buang air sudah nggak tahan lagi, klo ada mesjid qt berhenti dulu yach" beritahu sita kepadaku.


aku pun menyarankan untuk sabar baru qt singgah dirumah teman saya yang tidak jauh dr sini.


"kita berhentinya dirumah teman saya saja, sudah dekat dari sini" ucapku kepada sita.

__ADS_1


"iya, tapi bisa nggak cepatan dikit" jawab sita dan memintaku untuk lebih cepat.


"sabar, dikit lagi sampai" ujarku kepadanya.


kami pun sampai dirumah teman saya. saya pun memanggil teman saya didepan rumahnya.


"assalamualaikum, hijar" beri salam dan memanggilnya.


"walaikum salam. kamu dari mana, kok bisa sampai disini?" jawab salamku dan tanya hijar kepadaku.


"tadi saya perjalanan menuju kebili-bili, pacar saya ingin buang air jadinya kami singgah dirumah kamu numpang dulu" ucapku kepada hijar.


"masuk ajha, kamar mandinya ada di belakang" jawab hijar kepadaku.


"saya pun mengantar sita kebelakang, dan saya kembali ke depan untuk ngobrol bersama hijar teman saya".


"kayaknya saya kenal sama pacar kamu, klo nda salah namanya sita" ujar hijar kepadaku.


"iya namanya pacar saya memang sita, kamu kenal dengan dia dimana?" jawabku dan bertanya balik kepadanya.


"dia teman adik saya, dulu dia juga pernah kesini" beritahu hijar kepadaku.


"kok dia nggak bilang ke saya, atau dia lupa" ucapku kepada hijar.


sita pun selesai dari kamar mandi, dan ikut duduk ngobrol bersama saya dan hijar.


"aku baru ingat, pantasan dari tadi saya merasa tempat ini tidak asing bagi saya. ternyata rumahnya rahmi adik kamu yach" beritahu sita kepada saya dan ijar.


tidak lama kami ngobrol saya dan sita pun berpamitan ke hijar.


"kami jalan dulu yach, kalo ada waktu kami kesini lagi yach" ucapku kepada hijar.


"iya, klo balik dari bili-bili singgah ajha lagi disini" jawab hijar dan meminta mampir lagi kerumahnya.


saya dan sita melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami. perjalanan dari rumah hijar masih ada sekitar tiga puluh menit lagi dari tempat yang akan kami datangi.


setelah perjalanan yang cukup melelahkan, kami berdua pun sampai ditempat tujuan kami.


kami berdua mencari tempat untuk makan dulu. perjalanan jauh membuat kami berdua tidak tahan lapar lagi. ternyata kami berdua belum ada yang sarapan sebelum berangkat.


"kita makan dulu yach, soalnya sudah sangat lapar dan saya belum sarapan sebelum berangkat" ucapku kesita.


"iya, saya juga tadi blom sarapan sebelum berangkat" jawab sita kepada saya.


kami berdua pun masuk kesalah satu rumah makan yang berada ditempat ini. setahuku makanan ditempat ini salah satu yang terbaik ditempat kami.


dan saya pun menghampiri pemilik rumah makan untuk memesan makanan dan bertanya kesita ingin makan apa.


"kamu mau makan apa" tanyaku kesita.

__ADS_1


"samain saja sama kamu" jawab sita kepadaku"


"nanti saya pesan kamu tidak suka lagi makanannya" ucapku ke sita.


"nggak usah lama, pesan ajha sudah kelaparan nich" ucapnya kepada saya.


"iya sabar, nggak usah marah-marah" ujarku kepadanya.


"nggak marah, cuma kasi tau kamu" ucapnya kepadaku.


dan saya pun memberitahu mulai memesan makanan untuk kami berdua.


"pesan ikan bakarnya, cumi sama sayur kangkungnya yach bu" beritahuku kepada ibu pemilik rumah makannya.


"iya silahkan duduk, ditunggu yach dek" jawab pemilik warungnya.


saya pun kembali ke tempat kami duduk. sambil menunggu pesanan, saya kemudian bertanya ke sita.


"aku ingin menanyakan sesuatu ke kamu, boleh nggak?" tanyaku ke sita


"tanya saja apa yang ingin kamu tanyakan ke saya" jawab sita kepadaku.


"apa yang membuat kamu menerima saya, klo dibandingkan dengan tunannganmu saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia" ucapku kepada sita.


"aku juga tidak tahu kenapa. hanya saja yang harus kamu tau, ketika saya bersama kamu saya merasakan kenyamanan dan perasaan yang berbeda ketka saya bersama kamu" jawab sita kepada saya.


"saya juga merasakan hal yang sama ketika bersama kamu, rasa nyaman dan membuat hari-hari berbeda dengan sebelum saat ada kamu disamping saya" ucapku kesita.


setelah lama kami ngobrol, makanan yang kami pesan pun datang. kami berdua pun mulai makan.


perjalanan yang jauh membuat sangat lapar, makanan yang kami pesan habis tak tersisa sedikit pun.


sesudah kami makan, kami berdua berjalan-jalan mengelilingi tempat ini sambil menikmati pemandangan yang sangat indah yang ada disini.


tempat ini sudah mulai ramai didatangi para pengunjung.


"sita kemudian mendekati ku memegang tanganku sambil berkata"


"kenapa kita dipertemukan ketika saya sudah memiliki pasangan dan bertunangan, saya takut suatu saat saya akan kehilangan kamu" ucap sita kepada saya.


"apa yang membuat kamu berkata begitu kepada saya, apakah kamu akan meninggalkan saya suatu saat nanti" tanyaku kepada sita.


"aku juga nggak tau apa yang akan terjadi, tapi saya akan berusaha agar qt tetap bersama apa pun yang akan terjadi nantinya" jawab sita kepadaku.


"semua yang akan terjadi sekarang dan nantinya bukan kehendak qt, aku juga tidak ingin kehilangan kamu" ucapku kepada sita.


"dia kemudian menyandarkan kepalanya dibahuku dan saya menoleh kearahnya melihatnya meneteskan air mata".


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2