14 tahun aku sebagai selingkuhan

14 tahun aku sebagai selingkuhan
hari bahagia part2


__ADS_3

tidak lama setelah jay selesai mandi, kami pun melanjutkan obrolan.


"kamu mau minum apa cha" tanya jay kepadaku.


"nggak usah repot-repot, biasa juga saya buat sendiri klo mau" jawabku kepada jay.


"saya buatkan kopi yach, enakan sambil ngobrol qt ngopi" ucap jay kepada saya.


"terserah kamu ajha lah" sahutku kepada jay.


"gimana hubunganmu dengan sita, apa baik-baik saja?" tanya jay kepadaku.


"alhamdulillah baik-baik saja. kemarin kami berdua jalan bersama" jawabku kepada jay.


"kok kamu nggak ajha saya dan nur" tanya jay lagi kepadaku.


"sebenarnya mau ngajak kamu dan nur. tapi kata sita, nur lagi ada acara keluarga. jadi nggak mungkin kan saya ajak kamu dan disana kamu hanya sendiri, masa kamu jadi obat nyamuk buat kami berdua" jawabku kepada jay sambil bercanda ke dia.


pas lagi asyik-asyiknya ngobrol dengan jay, hp saya berbunyi. rupanya telpon dari sita. saya pun mengangkat telponnya.


"maaf yach tadi saya tidak dengar ada telpon kamu" beritahu sita sambil minta maaf ke saya.


"iya nggak apa-apa. saya hanya ingin memberitahu klo saya ingin pergi kerumah jay, takutnya nanti kamu marah klo saya tidak ijin ke kamu klo saya keluar" ucapku kepada sita.


"berarti sekarang kamu lagi dirumah jay" tanya sita kepadaku.


"iya sudah dari tadi saya berada disini" jawabku kepada sita.


"klo begitu aku mandi dulu yach, soalnya gerah klo nggak mandi pagi. klo sudah selesai aku telpon kamu lagi" ucap sita kepadaku.


"iya kamu mandi dulu sana, jangan lupa telpon aku klo sudah" ujarku kepada sita.


"siap bos" ucap sita.


setelah sita selesai menelpon, saya pun mengajak jay kembali untuk mengobrol dan bertanya tentang sita kepadanya.


"apa kamu pernah diberitahu nur klo sita sudah ada pacar dan dia sudah bertunangan dengan pacarnya" tanyaku kepada jay.


"tidak pernah nur beritahu saya klo sita sudah punya pacar dan bertunangan" jawab jay kepada saya.

__ADS_1


"saya kira kamu sudah tahu semua dari nur" ucapku kepada jay.


"klo saya sudah tahu nggak mungkin saya minta kamu dekatin dia. kenapa kamu tetap mau jalanin dengan dia klo kamu tahu dia sudah berpacaran dan dia sudah bertunangan?" ujar jay dan bertanya kepadaku.


"mau bagaimana lagi klo masalah perasaan. meski saya jalani ini semua dengan status sebagai selingkuhan, karena sita memiliki rasa yang sama dengan saya dan dia juga tulus dan sayang sama saya. itu yang membuat saya menjalani hubungan kami berdua" ungkapku kepada jay.


"baguslah klo sita memiliki perasaan yang sama dan kalian saling cinta, jadi tidak sia2 apa yang kalian berdua jalani" ujar jay kepadaku.


"saya juga tidak berani mengambil resiko klo dia tidak memiliki perasaan sama ke saya dan tidak mencintai saya" ucapku kepada jay.


"sudah dewasa juga pemikiran kamu, saya mendukung kamu sebagai sahabat dengan keputusan yang sudah kamu buat" ujar jay kepadaku.


pas ngobrol dengan jay telepon saya berdering kembali, sita menelpon saya kembali.


"aku sudah selesai mandi, kamu masih dirumah jay yach" beritahu dan tanya sita kepadaku.


"iya masih, kenapa memangnya" jawabku dan tanya sita kembali.


"saya dan nur berencana membuat bakso dan mie kering sebentar dirumah" beritahu sita kepadaku.


"emang dirumah kamu sekarang ada nur" tanyaku kepada sita.


"kirain sudah ada dirumah kamu"ujarku kepada sita.


"kamu bisa kan datang sebentar kerumah, ajak jay juga klo kamu mau kesini ? nanti saya telepon kamu klo semua sudah selesai kami buat" tanya dan beritahu sita kepadaku.


"iya, kabari saja klo semua sudah selesai kamu buat" ujarku kepada sita.


"klo begitu sudah dulu yach nanti saya kabari kamu lagi. saya mau mempersiapkan semua dulu sebelum nur datang kerumah" ucap sita kepadaku.


kami berdua pun menutup telpon masing-masing dan saya memberitahu jay tentang ajakan sita kerumahnya.


"ada telpon dari sita baru2, dia ngajakin kita berdua sebentar kerumahnya. katanya dia ingin buat bakso dan mie kering bersama nur dirumahnya" beritahu saya kepada jay.


"iya bagus klo begitu, karna berapa hari ini saya juga nggak pernah ketemuan dengan nur" ujar jay kepadaku.


"kok bisa, apa kamu ada masalah dengan dia atau kamu sibuk sampai nggak ketemu dengan dia" tanyaku kepada jay.


"nggak ada masalah dengan dia. cuman saya lagi banyak kerjaan dikantor dan sibuk ngurusin pernikahan ponakanku" jawab jay kepada saya.

__ADS_1


"saya kembali menanyakan ke jay tentang sita".


"apa kamu dengan sita baru ketemu pertama kali di hari pas waktu nur ajak sita keulang tahun saya apa sudah pernah ketemu sebelumnya" tanyaku kepada jay.


"iya pertama ketemu sita baru waktu pas ulang tahun kamu tapi saya sudah tau dia. karna klo saya telponan dengan nur, tanyakan dia dimana jawabnya selalu dirumah temannya sita" jawab jay kepadaku.


"emang kenapa" tanya jay balik kepadaku.


"kirain kamu banyak tau tentang dia, soalnya mau kepoin sita lewat kamu, tapi kamu juga baru ketemu jadinya nggak jadi" jawabku kepada jay.


"asyik-asyiknya ngobrol, saya kemudian mengajak jay pergi bermain billiard".


"mendingan kita ketempat billiard saja dulu, sudah lama qt nggak kesana" ajakku ke jay.


"iya yach sudah lama nggak main billiard. selama kamu sudah kecelakaan qt nggak pernah kesana lagi" ujar jay kepadaku.


"iya makanya saya ngajakin kamu sambil mengisi waktu sambil menunggu kabar dari sita" ucapku kepada jay.


"ayolah kalo begitu. saya sudah mau tau apa kamu sudah bisa ngalahin saya, selama ini kan kamu kalah terus" ujar jay sambil bercanda.


"saya dan jay pun langsung berangkat menuju tempat billiard".


jarak rumah jay dari tempat biliard itu tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 5 menit kami kesana. tidak lama kami pun sampai ditempat tersebut, dan saya langsung memesan meja untuk bermain. ditempat ini hampir semua yang ada disini teman-teman saya dan jay. sambil bermain kami pun mengobrol bersama.


sekitar ada sejam kami disini, ada telpon dari sita.


"kamu dimana kok berisik sekali disana" tanya sita kepadaku.


"saya lagi ditempat billiard bersama jay" jawabku ke sita.


"kamu kerumah yach sekarang bersama dengan jay, saya sudah buatkan kamu bakso dan mie kering" beritahu sita kepadaku.


"tunggu yach, saya segera kesana" ucapku kepada sita.


saya pun memberitahu ke jay, klo sita menyuruh kami berdua segera kerumahnya.


"sita telpon saya, katanya kita berdua disuruh kerumahnya sekarang" beritahu saya ke jay.


dan kemudian kami pun meninggalkan tempat itu menuju kerumah sita.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2