
setelah kami masuk diruang kerjanya, dia ternyata duduk sambil bekerja di depan komputer, dan saya pun menyapanya;
"masih kerja ajha kamu, sudah malam begini masih ajha berhadapan dengan komputer, santai ajha dulu" ucapku kepada jay.
"ternyata kamu sudah ada! iya nich banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan secepatnya. kamu juga pasti tahukan, klo akhir tahun bagaimana banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat" sahut dan beritahu jay kepadaku.
"iya dikantor saya juga begitu. tapi kenapa tidak sebaiknya kamu selesaikan dirumah saja?" ucap dan tanyaku kepada jay.
"klo dibawa kerumah biasanya saya malas untuk mengerjakan, jadi mendingan saya kerjakan dikantor saja" jawab jay kepada saya.
"lebih enakan dikantor yach, semua peralatannya juga lengkap nggak harus repot-repot lagi"ucapku kepada jay.
"itu kamu tahu. kalian berdua dari mana, kenapa kalian berdua bisa barengan kesini" ujar dan tanya kepada saya dan sita
"kami berdua ketemu dikantor saya, trus kami pergi makan dimall yang ada dekat kantor saya dan juga sita ingin beli sesuatu dimall itu. dari situ kami berdua balik dan singgah disini" jawabku kepada jay.
"yang lagi mesra-mesranya, tiap hari harus selalu ketemu dan jalan bersama. nggak pernah ngajak saya dan nur" ucap jay kepada saya dan sita.
jay kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan meminta saya untuk menunggunya sebentar. dia ingin keluar untuk membeli minuman dan makanan untuk saya dan sita.
"kamu tunggu saya sebentar yach. saya ingin keluar sebentar untuk membeli makanan dan minuman untuk kalian" beritahu jay kepada saya dan sita.
"nggak jauh kan kamu belinya, dan jangan lama juga yach?" tanyaku kepada jay.
"iya dekat kok, cuman di depan kantor"jawab jay kepada saya.
jay pun keluar membeli makanan dan minuman untuk saya dan sita.
dan kemudian saya mengajak sita untuk mengbrol.
"kamu nggak apa-apa kan klo kita disini dulu sebentar, orang tua kamu juga belum nelpon kamu kan?" tanyaku kepada sita.
"iya nggak apa-apa, tapi kita jangan terlalu lama juga disini. soalnya dari pagi saya keluar dan belum sempat kabari mereka klo saya pulangnya agak telat" jawab sita kepadaku.
"iya nggak lama kok, paling dan sampai sejam kita disini" ucapku kepada sita.
__ADS_1
tidak tahu kenapa, tiba-tiba sita langsung mengecut bibirku dan kami berdua pun saling berciuman, dia sangat menikmatinya saya hanya bisa mengikuti yang dia inginkan dan saya juga tidak berani untuk melakukan lebih dari itu klo bukan dia yang mulai. tidak lama kemudian jay pun tiba-tiba muncul. dalam hati saya berkata apakah dia melihat saya dan sita berciuman. saya dan sita pun kaget dan kami hanya saling menatap dan tersenyum. itu adalah ciuman yang pertama kami lakukan selama saya dan sita bersama.
jay pun bertanya ketika saya dan sita senyum- senyum berdua;
"kalian berdua kenapa, pas saya muncul kalian berdua saling senyum2" tanya jay kepada saya dan sita.
"nggak kenapa-kenapa kok, kami berdua hanya ngobrol ajha dan ada hal yang lucu yang tadi kami bicarakan jadinya membuat kami saling tersenyum" jawabku kepada jay.
"kirain kalian lagi berbuat sesuatu, dan kaget pas saya datang jadinya kalian malu" ucap jay kepada saya dan sita.
"kamu pikirannya negatif ajha, nggak lah kami cuma ngobrol ajha dari tadi" ucapku kepada jay sambil melihat ke arah sita yang masih saja tersenyum dan melihat ke arah saya.
jay kemudian memberikan kami makanan dan minuman yang sudah dia beli.
"ini minuman dan makanan buat kalian berdua, sudah dari tadi disini pasti kalian sudah kehausan" ucap jay kepada saya dan sita.
"tau ajha kamu klo kami berdua dari tadi mau yang segar-segar. kami juga tidak lama kok disini, takutnya sita nanti sudah dicari sama orang tuanya ucapku dan beritahu kepada jay.
"klo lama juga nggak apa-apa, supaya ada yang temanin saya disini" ucap jay kepada saya dan sita.
"saya pinjam motor kamu dulu yach? saya mau antar sita pulang dulu baru saya kesini lagi" tanya dan beritahu saya kepada jay.
"iya pakai ajha dulu, saya juga masih mau menyelesaikan pekerjaan saya di sini. saya juga balik masih lama" jawab jay kepada saya.
kemudian sita memberitahu ke saya.
"tangan kamu kan sakit, kenapa kamu pinjam motor jay untuk mengantar saya" beritahu sita kepadaku.
"nggak apa-apa, kan rumah kamu dekat dari sini. lagian ini juga sudah malam, kendaraan umum juga biasanya sudah tidak ada jam segini" ucapku kepada sita.
"iya sich biasanya sudah tidak ada, klo jalan juga nanti sampai rumah lagi jadi lama" ucap sita kepada saya.
dan kami pun keluar dari ruang kerja jay dan ke depan mengambil motornya dan saya mengantarkan sita pulang ke rumahnya.
dan dijalan sita mengatakan kesaya;
__ADS_1
"kalo kamu sudah antar saya dan kembali ke kantor jay, jangan terlalu malam yach pulangnya" beritahu sita kepada saya.
"iya nggak lama kok, palingan juga cuma sebentar. kayaknya jay juga sudah mau balik, sampai disana duduk sedikit baru saya balik kerumah" ucapku kepada sita.
"nanti klo kamu sudah sampai dirumah langsung kabari saya" beritahu sita kepada saya.
"iya, nanti setelah saya sampai dirumah baru saya telpon kamu" ucapku kepada sita.
tidak lama mengobrol, kami pun sampai. sita pun turun dari motor dan ingatkan saya;
"kamu hati-hati yach, jangan lupa telpon saya klo kamu sudah ada dirumah" ingatkan sita kepada saya.
"iya sayang! pasti saya telpon kamu" ucapku kepada sita.
saya pun meningalkan rumah sita dan kembali ke kantor jay.
tidak lama saya sampai dikantor jay, saya memintanya untuk berbicara sebelum kami berdua balik.
saya memberitahu jay tentang hubungan saya dan sita .
"saya ingin meminta pendapat kamu tentang hubungan saya dan sita" ucapku kepada jay.
"mau minta pendapat apa lagi, kalian berdua kan baik-baik saja" ujar jay kepada saya.
"iya kami berdua memang hubungannya baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang menjadi kendala dalam hubungan kami" ucapku kepada jay.
"memang ada masalah apa hubungan kamu dengan sita" tanya jay kepada saya.
"semalam dia ditelpon sama tunangannya. dia akan dilamar dalam waktu dekat ini, semua keluarganya sudah menyetujui lamaran dan sita pun kaget mendengarnya" beritahu saya kepada jay.
"kenapa tiba-tiba begitu, trus bagaimana dengan sita apakah dia menerimanya juga" tanya jay kepada saya.
"sita tadi mengatakan kepada saya, dia lebih memilih saya. tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-pa karna semua keluarganya sudah menyetujuinya dan dia juga tidak bisa untuk menolaknya" jawabku kepada jay.
"iya juga sich, tapi setidaknya sita lebih memilih kamu. itu berarti dia sangat mencintai kamu, meskipun dia tidak bisa menolak keputusan orang tuanya tapi hatinya tetap untuk kamu" ucap jay kepada saya.
__ADS_1
bersambung...