
Gadis bermata sipit, kulitnya yang putih, berambut panjang berponi yang dikenalnya bernama Claudyria itu, semakin hari semakin mengusik ketenangan hati dan pikiran Kintano.
Kintano mencoba berfikir dua arah, satu arah ia mencoba berfikir dan mencernakannya dengan realitas pemikirannya karena selama ini hubungan rumah tangganya dengan Angel harmonis dan baik - baik saja, tidak ada sesuatu yang aneh ataupun janggal atas sikap Angel. Dan di satu arah yang lain ia juga mencoba menafsirkan perkataan Claudyria dari sisi supranatural, apakah akan benar benar terjadi seperti apa yang dituliskan Claudyria terhadap dirinya?
Lalu dimana hubungan diantara keduanya? pikir Kintano. apakah aku harus melakukan penyelidikan mendalam?? tapi kenapa aku harus mencurigai Angel? bukankah ia istriku yang paling sempurna? kenapa aku harus berfikiran negatif dengan Angel? selama 8 tahun berpacaran dia ga pernah berbuat sesuatu yang membuatku sakit hati dan sebagainya, ucapnya dalam hati.
Kintano mondar - mandir dalam ruang kerja kantornya. Ia mencoba mencerna semuanya dan mengingat kembali ucapan Claudyria beberapa hari yang lalu saat berkunjung ke rumahnya.
Tidak salahnya aku mencoba menyelidiki istriku sendiri. ya itulah kesimpulan yang didapat Kintano hari itu.
Pukul 15.00 wib.
Kintano lebih dulu ijin pulang dari kantornya, untuk mencoba melakukan investigasi awal secara diam - diam tanpa diketahui oleh siapapun.
Mobil terparkir agak jauh dari kantor Angel.
Ia amati kantor Angel dari sebuah warung pinggir jalan untuk melihat setiap gerak gerik mencurigakan. Topi, Kacamata hitam dan masker ia gunakan untuk lebih leluasa mengamati kantor Angel. ia perhatikan setiap mobil yang datang atau keluar dari kantor tersebut, sambil sesekali ia mencoba berkomunikasi dengan Angel melalui WhatsApp nya.
Semua baik - baik saja, tidak ada satupun yang mencurigakan sampai jam kantor Angel tutup dan mobil Angel keluar dari kantor untuk pulang.
Kintano pun kembali berjalan ke mobilnya yang terparkir jauh dari kantor Angel. sesampainya di mobilnya, betapa ia terkejut melihat Claudyria berdiri menunggu didepan mobilnya.
" Kog kamu tau mobilku?" karena selama ini Kintano merasa Claudyria tak pernah tau tentang merek , warna mobilnya bahkan juga no.plat mobilnya.
" aku tau karena akupun terus memantaumu". tulisnya dalam sebuah buku yang diperlihatkan Claudyria pada Kintano, itulah cara komunikasi Caludyria dengan Kintano setiap bertemu.
" terus...kenapa kamu memantauku juga ? "
" kamu punya tujuan apa?"
Claudyria terdiam...
tidak ada penjelasan untuk pertanyaan Kintano tersebut.
"aku sebenarnya antara percaya dan tidak ,sedang membuntuti kegiatan istriku"
" namun aku belum menemukan bukti yang cukup seperti yang kau ucapkan saat kau bertandan kerumahmu "
sekali lagi Claudyria hanya tersenyum, dan mencoba menulis sesuatu kembali didalam bukunya.
" ini belum waktunya, "
" terus...?" tanya Kintano
" Pada saat yang tepat, kamu menemukan jawabannya. " demikian tulisan Claudyria.
" menurutmu bagaimana sebaiknya?"
__ADS_1
" berikan nomor teleponmu, aku akan memberitahukanmu jika ada perkembangan. Dan kamu harus berjanji, bahwa akulah yang akan kau libatkan dalam penyelidikanmu" kata Claudyria dalam tulisannya.
" oke,baik....baik..."
" dimana alamatmu?"
tanya Kintano
" datangi aku setiap hari Kamis malam di alamat ini" tulis Claudyria dan segera ia berlalu meninggalkan Kintano.
**********************************************
Kamis Malam,
Kintano mendatangi alamat yang diberikan Claudyria.
Rumah terlihat sepi, halaman yang luas dipenuhi dengan pohon besar menambah suasana rumah tersebut angker.
Betulkah rumah ini alamatnya? tanya Kintano dalam hatinya. sambil terus menyusuri halaman rumah tersebut sampai ke depan pintu rumahnya.
Dipencetnya bel depan rumah.
" Kamu Kintano? " ucap ibu tersebut bertanya pada dirinya.
" iya "
" apa betul ini rumah Claudyria ? " tanya Kintano memastikan kembali. Ibu tersebut tersenyum dan memastikan bahwa rumah itu adalah rumah Claudyria.
Claudyria terlihat menuruni tangga dari kamar atas yang langsung menuju keruang tengah.
Begitu cantiknya gadis ini, baju kaos putih yang ia kenakan menambah keanggunan kewanitaannya, bodinya bak gitar spanyol yang siap untuk dimainkan membuat naluri lelaki Kintano berhasrat.
" kamu Cantik Claudyria, seperti istriku..."
ucapnya dalam hati, sambil terus mengamati setiap gerak - gerik tubuh Claudyria yang menghampirinya.
" ah, sudahlah....aku sudah punya Angel. tidak boleh aku merusak rumah tanggaku sendiri"
dalam hati kecil Kintano bersuara.
" Sudah lama menunggu? "
" ga juga..." jelas Kintano.
" ikut aku sekarang" kata Claudyria.
Kintano mengikuti langkah kaki Claudyria menuju ruang atas.
__ADS_1
Apa aku ga salah? masa aku yang sudah menikah ini masuk ke kamarnya? apa kata orangtuanya nanti?ah sudahlah ,kuikuti saja keinginannya dulu.
Kamar dengan warna pink itu nampak terlihat rapi, bersih dan wangi, seperti orangnya yang juga cantik, bersih putih, wangi dan memikat hati.
Kamu sama seperti Angel suka dengan keindahan, kebersihan, dan wangi, rapi, ga suka berantakan.
Apakah kamu sudah punya kekasih?
Apakah aku salah jika masuk ke kamar ini?
Claudyria menghidupkan komputernya, kemudian membuka sebuah folder foto dan menyuruh Kintano mendekat duduk disebelahnya.
Astaga, begitu harumnya aroma parfum tubuh Claudyria. Kintano jadi teringat aroma parfum tubuh Angel yang sama persis dengan Claudyria.
Diperlihatkan foto - foto dirinya dari kecil sampai dewasa saat ini.
" Kamu berapa saudara ?" tanya Kintano.
Claudyria menggelengkan kepalanya.
" oh kamu anak tunggal ya ? "
Claudyria menganggukkan kepalanya menyatakan sependapat dengan ucapan Kintano
Sebenarnya maksudnya apa ya?kenapa dia memperlihatkan foto tentang dirinya, kemudian foto tentang ibunya, namun tidak ada foto ayahnya. semakin bingung aku ucap Kintano dalam hatinya.
" Maaf, dimana foto ayahmu?"
Caludyria terdiam sesaat.
Tidak memberikan jawaban. Sepertinya Claudyria menutupi keberadaan papanya.
Claudyria kemudian menunjukan beberapa foto Angel masuk ke dalam mobil direktur, dan juga mobil sang manajer yang tak lain adalah Steve.
Ah, ini kan masih wajar menurutku. Mungkin mereka sedang satu mobil untuk urusan pekerjaan.
terus mana lagi foto - fotonya?
"Nanti, akan ada saatnya kamu melihat bukti - bukti foto lainnya dan yang tidak kamu sangka ". Demikian tulisan penjelasan Claudyria pada Kintano.
" Sudah jam 9 malam, saatnya kamu kembali kerumahmu" lanjut Claudyria.
Ah, makin penasaran saja aku dibuatnya. Sayang sekali waktu ini tidak mendukung, begitu cepatnya waktu ini berlalu. Namun apaboleh buat, Kintano pun harus menyadari akan posisinya dan berharap Claudyria tetap dapat membantunya dalam penyelidikannya lebih lanjut.
Sebelum Kintano masuk mobil, Claudyria menuliskan pesan singkat padanya untuk tetap semangat menyelidiki Angel agar ia mengetahui sendiri seperti apa kelakuan istrinya sejak awal menikah.
ah, sudahlah biarkan sang waktu membantuku memberikan jawaban atas semuanya ini. Semoga semua baik - baik saja.
__ADS_1
Mobil dipacu cepat melesat menuju rumahnya, agar Angel tidak mencurigai dirinya pula atas penyelidikannya terhadap istrinya.
**********************************************