
Apa yang selama ini menjadi rahasia Angel, semakin terungkap ke permukaan.
Dirinya tidak mengetahui bahwa suaminya diam - diam telah melakukan penyelidikan terhadap dirinya.
" Mamah mau kemana?" tanya Kintano pada istrinya. Angel buru - buru mengambil perlengkapannya seolah-olah hendak pergi ke kantornya. Angel tak menghiraukan ucapan sumainya.
" Ini kan hari Minggu mah,?" timpal suaminya kembali.
" Pah, mamah ini banyak yg di urus di kantor."
" Masa tiap minggu mah lemburnya?"
" 3 bulan terakhir ini mamah selalu sibuk tiap Sabtu dan Minggu ?"
Angel terdiam, ia sadar sebenarnya atas kesalahannya dan perbuatannya, namun setiap kali sang direktur dan Steve mengajaknya ia tak bisa menghindar, ia takut rumah tangganya berantakan, apalagi Steve belakangan ini selalu mengancam akan membocorkan semuanya kepada suaminya.
Tapi ia salah, tak seharusnya ia berdiam diri dan berontak atas apa yang telah terjadi.
Angel melangkahkan kakinya menuju luar rumah. seolah - olah tak mau tau dengan apa yang baru saja diucapkan suaminya.
memang ia akui, tiga bulan belakangan ini hubungannya dengan suaminya agak renggang, biasanya di hari sabtu dan minggu mereka biasa berjalan jalan atau seharian dirumah berrmanja manjaan.
" Mah, tolong kali ini ga usah lembur dong" ucap suaminya .
" Ga bisa pah, mamah ini sudah ditunggu klien dan direktur di kantor "
" Mah , lebih baik mamah resign aja dari kerjaan mamah "
" Apa? resign katamu pah?"
" Ga bisa, mamah ga terbiasa nganggur pah "
" emang gaji papah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup?"
" Ya kan dicukup cukupkan mah, apa mamah kurang dengan gaji Manajer seperti papah saat ini?"
" ya ga pah, tapi mamah ga bisa cuman duduk diam dirumah" kilah Angel pada suaminya.
" Mamah mo berangkat dulu "
Kintano hanya bisa pasrah dengan gerak langkah istrinya yang buru buru masuk dalam mobilnya dan melesat meninggalkan rumah.
Namun sejurus kemudian, ia pun mengikuti Angel dengan sepeda motornya mencoba mencari tahu kebenaran ucapan istrinya.
Dibuntuti terus mobil Angel, namun ia tak menuju ke arah kantornya, justru menuju sebuah perumahan.
" Kemana kamu mah?" ucap Kintano dalam hati.
Mobil Angel memasuki kawasan perumahan elit. Namun Kintano tak diijinkan masuk oleh pihak keamanan di perumahan elit itu. Ia hanya bisa mengamati dari luar komplek saja. menunggu Angel keluar.
" ketempat siapa dia?"
ujar Kintano dalam hatinya.
Apakah ini pertanda kebenaran ucapan Claudyria ? apakah benar Angel telah berpaling dariku? ah, aku harus tetap berfikir positif, semoga baik - baik saja.
Setengah jam kemudian melintas mobil Angel keluar dari perumahan komplek tersebut. Kintano terus membuntuti mobil Angel kembali hingga pada sebuah parkiran mall.
Apa aku tidak salah lihat?
Kok kamu malah pegang - pegang tangan bosmu? gak etis Angel.
ohh...pantesan aja, 3 bulan ini selalu sibuk tiap sabtu dan minggu selalu aja ada alasan untuk bisa keluar dari rumah.
__ADS_1
Apakah ini yang kamu bilang rapat?meeting Ngel...? sungguh keterlaluan kamu Ngel...
Kintano menggumam menahan amarahnya, sembari terus menguntit dari belakang.
Angel tak sadar jika sedari awal ia telah diikuti suaminya. ia masih saja bermesraan dengan pak Rudae, sambil belanja beberapa pakaian. Ia telah membuat hati Kintano terluka.
Mobil Angel selanjutnya meninggalkan mall , dan melesat melaju menuju sebuah hotel. Kintano tetap mengikuti mereka.
Nampak mereka sedang memesan kamar sambil menunggu disebuah lobi hotel dan menikmati suguhan yang diberikan pelayan hotel kepada tamu - tamu yang akan menginap di hotel tersebut.
Kintano kemudian pura - pura memesan kamar juga tanpa diketahui Angel dan bosnya.
" Maaf , atas nama bu Angel pesan dikamar berapa ya?". tanya Kintano pada Bagian resepsionis. Resepsionis tersebut kemudian melihat database kunjungan tamu.
" atas nama bu Angel ,tidak ada di list kita pa "
" oh, kalau begitu atas nama pa Rudae dikamar berapa ya?"
dilihatnya kembali daftar tamu yang memesan kamar itu pada sebuah komputer .
" Ada pa, atas nama pa Rudae menginap di kamar 501 . " Jelas resepsionis itu.
" Apakah bapak sudah buat janji sebelumnya dengan pa Rudae?"
" iya, saya sudah buat janji "
" bisakah saya pesan kamar yang berdekatan dengan kamar tersebut?"
" Ada pa , dekat dengan Lift kamar 499 apakah bapak mau?" jelas resepsionis tersebut pada Kintano.
" ya , ya boleh..." jelas Kintano sambil memesan kamar tersebut
" Apakah perlu kami hubungi beliau untuk dapat mendatangi anda di lobi?" tanya resepsionis itu kembali.
" ah tidak usah, saya tunggu diruang lobi saja biar nanti saya hubungi beliau , trimakasih untuk informasinya." ucap Kintano untuk selanjutnya pura - pura menuju ke ruang lobi hotel.
Agar tidak diketahui oleh Angel, sebelum ia menuju lift, ia memakai topi ,kacamata hitam dan masker yang tersedia, ia memakai topi dan masker. Ia sampai dilorong kamarnya . ia mengamati satu persatu nomor kamar 501 tersebut. dan nampaknya kamar 501 berada dua kamar dihadapan kamarnya. sehingga ia dapat mudah mengamati kamar tersebut.
Apa yang sebenarnya mereka diskusikan di hotel ini? apakah benar - benar untuk sebuah urusan pekerjaan? ataukah....?
Suara handphone Angel berdering, dilihatnya panggilan tersebut adalah suaminya. Angel mengangkat hp nya.
" Halo pah? ada apa pah ?"
" Mamah masih lama ya lemburnya?" Kintano pura - pura bertanya.
" Masih pah, satu dua jam lagi mamah pulang kok" jelas Angel, yang tak sadar bahwa sebenarnya suaminya juga berada di hotel tersebut.
Pa Rudae terdiam sejenak ketika Angel mengangkat teleponnya, sesekali ia memeluk Angel, namun Angel berusaha untuk melepaskan pelukan pa Rudae sejenak karena ia sedang menelpon suaminya.
" Sebentar sayang, suamiku lagi telepon" bisiknya pada pak Rudae selingkuhannya saat ini.
" Mah cepetan pulang ya..."
" iya pah, udah dulu ya...mamah mau lanjutin pekerjaan mamah dulu " ucap Angel sambil menutup teleponnya.
Pak Rudae kembali melanjutkan cumbuannya pada Angel.
Telepon kembali berdering.
Angel melepaskan kembali dirinya dari cumbuan pak Rudae.
" Ada apa lagi papah telepon mamah?"
__ADS_1
tanya Angel pada suaminya kembali.
" oh iya mah, ntar kalau pulang jangan lupa beliin papah sate ayam yang pedes ya. "
Kintano mencoba mengusik kesenangan Angel yang saat itu berada di kamar pa Rudae sang direktur.
" emang si bibi ga masak dirumah?"
" masak mah, tapi papah lagi pengen makan sate "
Telepon ditutup kembali.
" Tumben suamimu menelponmu sayang "
tanya pak Rudae yang masih bersemangat untuk melampiaskan hasrat lelakinya pada Angel. Angel sambil sesekali membalas cumbuan pak Rudae.
Telepon berdering kembali.
Angel kembali mengangkat telepon suaminya.
" Mah udah jam 7 malam nih, papah laper cepetan pulang ya "
Tak terasa setengah jam Kintano menelpon membuat hasrat pak Rudae menurun, dan tidak melanjutkan keinginannya pada Angel. ia biarkan Angel menelpon suaminya.
Nampaknya pak Rudae kesal dengan Angel yang kemudian meninggalkan Angel di dalam kamar tersebut.
Kesempatan untuk Kintano mendekati kamar tersebut sambil terus ngoborl lewat teleponnya.
Dan begitu sampai dikamar 501, betapa terkejutnya Angel bahwa suaminya sedang berdiri dihadapannya.
" Pa...papah...???" Angel begitu shok melihat suaminya.
" Kamu sudah keterlaluan Angel..."
" Kamu sudah membohongiku Angel..!"
" Tega kamu ya..."
" Pah, dengerr dulu penjelasan mamah"
" Mamah ga ada apa apa sama pa Rudae, kami cuman berdiskusi masalah pekerjaan aja pah..."
" apa katamu,? diskusi pekerjaan? diskusi macam apa kalau di kamar ?"
" Pak Rudae suruh mamah temuin dikamarny tadi pah " Angel beralasan.
" Apa? Pa Rudae suruh kamu ? yang bener aja mah. Dari tadi pagi papah sudah ikuti kalian. "
" Mulai saat ini, papah sudah ga percaya lagi sam mamah. Dalam waktu dekat papah ajukan gugatan cerai "
" Pah, ....jangan pah....mamah masih mencintai papah....please pah, kita bicarakan baik baik dirumah ya ...."
Suaminya pergi dari kamar hotel tersebut dengan sejuta amarah dan rasa kecewanya.
Sementara Angel hanya terduduk diam dengan apa yang baru ia alami. Semuanya berantakan sudah, tiada guna. Suaminy telah mengetahui perselingkuhan ini. Angel hanya bisa menangis.
Ia segera menyusul suaminya untuk pulang kerumah untuk menyelesaikan pertengkaran yang terjadi dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya, dan berharap Kintano tidak menceraikannya.
**********************************************
pembaca novelku yang setia,
mohon maaf atas keterlambatan untuk update episodenya, dikarenakan kesibukan pekerjaan.
__ADS_1
Tetaplah berikan saran ,like dan votenya untukku lebih bersemangat lagi menulisnya.
terimakasih.