2 Dimensi

2 Dimensi
Amnesia


__ADS_3

Pasca Angel koma, ia lupa apa yang baru saja ia alami, bahkan namanya pun juga ia tak mengingatnya. Angel pun tak ingat orang terdekat yang mendampinginya adalah Kintano suaminya.


Angel alami benturan keras di kepala akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera pada otak.


Diagnosa medis menjelaskan bahwa Angel mengalami amnesia.


Amnesia terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian sistem limbik yang ada di otak. Bagian ini berperan dalam mengatur ingatan dan emosi seseorang. Dan salah satu penyebab Amnesia yaitu akibat kecelakaan.


Menurut tim medis amnesia bisa saja pulih, namun memerlukan waktu yang lama, serta perhatian yang ekstra.


" Kamu siapa? "


tanya Angel pada Kintano.


" Aku Kintano, suamimu " ucap Kintano yang menunggu di samping pembaringan Angel.


" Suami..? aku ...punya suami...? "


Angel tak mampu mengingatnya.


Kintano memahami apa yang dialami istrinya, karena dokter sudah lebih dulu memberikan penjelasan kepadanya. Kintano merasa sedih melihat istrinya yang saat ini berubah drastis. Namun apa mau dikata, inilah jalan berliku yang harus dijalani Kintano saat ini.


Orang tua Angel pun shok berat melihat kondisi Angel saat ini, terutama mama nya Angel, seperti tidak menerima dengan kenyataan ini.


Hari ini Angel sudah diperbolehkan pulang, namun harus tetap kontrol sesuai jadwal anjuran dokter.


Dokter hanya berpesan bahwa merawat pasien amnesia perlu perlakuan yang berbeda dari pasien biasa.


" Mah, hari ini mamah sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit " ucap Kintano.


"Mah?? namaku mah ya??" tanya Angel.


" Bukan, namamu Angel. " jelas Kintano dengan sabar.

__ADS_1


" ohhh...kenapa kamu panggil mah?"


" ya itu panggilan romantis aku ke kamu " jelas Kintano.


Ya Tuhan...tolonglah pulihkan keadaan istriku.


Dengan sabar, ia memapah Angel untuk duduk di kursi rodanya. Selain mengalami amnesia, Angel juga mengalami kelumpuhan pada kakinya yang menyebabkan kakinya tidak mampu berdiri dan berjalan.


" Kenapa dengan kakiku ? apakah aku memang cacat?" tanya Angel.


" Hmmm...sebaiknya jangan dulu banyak berfikir yang keras ya. yang penting sekarang mamah tetap sehat "


Tibalah Angel dirumah,


dari kursi rodanya ia melihat rumah megah itu, kenapa ia berada dirumah itu?


" rumah siapa ini? "


" rumah kita mah "


" Hhmmm ya udah, ntar papah jelasin. Sekarang mamah istirahat aja dulu ya ." ucap Kintano, dan mengantarkannya ke kamar agar ia dapat segera beristirahat. Kintano berusaha agar Angel tak terlalu keras dulu berfikir.


Di dalam kamar, Angel pun nampak kebingungan. ia sepertinya melupakan semua kenangan di kamar tersebut.


" ini kamar siapa?" tanyanya


" kamar mamah..." jelas Kintano


" Kamar aku?? kok aku ga tau ya kalau aku punya kamar sebagus ini..."


Kasihan sekali kamu mah, papah ga tega liat mamah gini terus...masih tak satupun yang kau ingat sejauh ini. ucap Kintano dalam hatinya.


Kintano menyuapi istrinya dengan penuh cinta, dan setelah selesai makan, diberikannya obat resep dari dokter untuk diminum.

__ADS_1


" itu siapa? " tanya Angel sambil menunjuk kearah foto yang terpasang di dinding kamarnya.


" Ohh itu...sebentar biar kuambil" ucap Kintano dan segera melepas foto yang ditanyakan oleh Angel.


" ini foto pernikahan kita "


Angel memperhatikan foto itu dengan seksama, sesekali dilihatnya wajah Kintano.


Angel tak mampu mengingatnya, tiba - tiba ia merasa pusing, mual dan muntah. Kintano segera memberikan obat anti mual dan muntahnya, ia membaringkan Angel ketempat tidurnya, agar Angel dapat beristirahat. Angelpun berusaha untuk memejamkan matanya agar dapat segera tertidur.


Setelah yakin bahwa istrinya benar - benar sudah tertidur pulas, baru ia juga tidur di sebelahnya, menunggu fajar kembali menyingsiing.


Sinar mentati menyeruak masuk ke kamar , Angel terbangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melihat Kintano tertidur disebelahnya.


Dengan lengannya, Angel menggerak - gerakan tubuh Kintano. Kintano terbangun.


" Kamu ngapain tidur di sebelahku ?" Nampak muka Angel merah padam.


" keluar kamu " ucap Angel pada suaminya


Demi istrinya, Kintano mengalah keluar dari kamar itu. Ia tak mau Angel terlalu banyak berfikir dulu, karena ini adalah bagian dari masa orientasi Angel untuk mengembalikan ingatan - ingatannya semula.


Untuk memandikan istrinya, ia meminta pertolongan Claudyria agar dapat mendampingi istrinya. Untungnya Claudyria dapat memahami kondisi yang dijalani Kintano saat ini.


Angel memandangi Claudyria, diamatinya wanita cantik berponi itu dengan seksama.


" siapa dia? "


" istrimu ??"


Kintano tak menjawab, ia menyuruh Claudyria agar dapat segera membantu memandikan istrinya tersebut.


Hari - hari berikutnya, ia tidur dikamar tamu karena Angel rupanya tak mau Kintano tidur dikamarnya. Setiap kali ingin tidur di sisi Angel, setiap kali itu juga Kintano diusirnya dari kamar . Apa boleh buat, demi kebahagiaan dan kesembuhan istrinya. Justru Claudyria lah yang diajaknya menemani Angel tidur dikamarnya.

__ADS_1


Claudyria merasa tak enak sebenarnya , namun atas persetujuan Kintano , ia menuruti yang diminta oleh Angel untuk selalu menemani tidur malamnya.


Angel pun tak ingat sama sekali dengan Claudyria, wanita yang pernah ia usir lantaran membuatnya cemburu, dan yang pernah ia maki - maki.


__ADS_2