
Steve telah menduduki jabatan Manager sebagaimana yang ia harapkan selama ini. Meskipun jabatan itu sebenarnya bukan hasil karir pekerjaannya, namun hasil sebuah lobi terselubung antara dia dan sang direktur.
" terimakasih Angel, berkat dirimu aku bisa meraih posisi ini tanpa harus berlelah lelah mengikuti jenjang karir diperusahaan ini " ucap Steve dalam hatinya.
" dan kamu Ngel, kamu juga akan merasakan dampaknya...sekarang akulah kunci permainan ini. Dan suamimu akan mendapatkan dampak dari sebuah permainan ini hahahaa...." ucap Steve kembali dengan senyum kebahagiaan, sambil mengitari ruang kerjanya yang baru sebagai seorang Manajer Keuangan di perusahaan tempatnya bekerja.
Setiap kali pa Rudae ataupun Steve mengajak Angel pergi ke luar kota, dengan berat hati Angel tidak bisa menolak keinginan mereka. Angel selalu saja beralasan dengan suaminya bahwa perginya perihal kesibukan pekerjaan. Suaminya belum menyadarinya selama ini bahwa apa yang dilakukan Angel adalah sebuah kepalsuan belaka.
Namun yang anehnya lagi, Angel juga masih tak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang diperalat oleh kesemuan cinta Steve dan sang Bos yang doyan " bercinta " saja.
Akhir bulan ini giliran Steve yang mengajak Angel pergi ke luar kota.
Klakson mobil terdengar di depan pagar rumah Angel.
Kalau dulu Steve mendatangi Angel dengan sepeda motor saja, sejak ia menjabat sebagai manajer semuanya berubah, baik penampilannya, dan fasilitasnya. Ia tak lagi memakai motor, melainkan mobil sebagai fasilitasnya sebagai seorang manajer, bahkan rumah pun tidak lagi mengontrak, ia bisa membelinya sendiri.
Steve memasuki rumah Angel, ia tak lagi canggung seperti ketika awal bertandang ke rumah Angel. Ia pun benar benar memainkan peranannya dengan baik, tanpa dicurigai oleh Kintano suami sahnya.
Steve dan Kintano ngobrol diruang tengah rumah ,sambil menunggu Angel berkemas. Sebuah pertemuan dan perbincangan yang profesional pagi itu. Steve memang pandai berkamuflase, apalagi background pekerjaan sebelum ia menjabat sebagai manajer keuangan adalah supervisor marketing financial. Jadi masalah bicara dan memberikan umpan balik itu bukan hal yang sulit baginya.
" Pah , mamah berangkat dulu ya untuk pekerjaan diluar kota" ucap Angel pada sang suami. Meskipun hatinya sebenarnya perih.
" hati - hati ya mah, kalau sudah sampai kasih kabar papah ya?"
" iya pah, I Love U" ucap Angel pada sang suami. Suaminya pun memeluk tubuh Angel, dan mengecup kening Angel penuh kehangatan dan kemesraan , melepas kepergian Angel ,istrinya.
Steve hanya melihat dan memandangi mereka saja, namun ia telah berperan ganda dan memainkan sebuah permainan bak dua sisi mata uang. Semua hanya memandang Steve dari sisi baiknya saja. Namun Angel sebagai korbannya tak pernah menyadari bahwa sebenarnya dirinya telah tergadai untuk sebuah nilai kehidupan.
" maafkan aku pah" ucap Angel dalam hatinya sembari memasuki mobil sang manajer yang saat ini berstatus kekasih gelap Angel.
Dan sejurus kemudian mobilpun melesat laju menuju suatu tempat dimana Steve telah merencanakannya dengan matang.
Tiga puluh menit kemudian....
bel rumah Kintano dan Angel berbunyi. Asisten rumah tangganya menghampiri pagar depan rumah melihat siapa yang datang. dan selanjutnya menyampaikan kepada majikannya yang tak lain adalah Kintano.
" Bos, ada tamu seorang gadis ...tapi bisu...dia ingin bertemu dengan bos katanya..." ucap asisten rumah tangga Kintano sembari menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan keinginannya untuk bertemu dirinya.
" namanya siapa?" tanya Kintano pada asistennya.
__ADS_1
" ga tau bos, dia nya aja bisu ..."ucap asisten seadanya.
" suruh masuk apa ngga bos? tanya asistennya kembali.
" hmmmm....ya udah suruh masuk aja dulu"
Tidak lama berselang, asistennya membawa gadis yang dimaksud.
Betapa terkejutnya Kintano, bahwa yang berdiri dihadapannya kini adalah Claudyria, gadis cantik dengan rambut poninya yang pernah ia temui beberapa waktu yang silam.
kog dia tau rumahku?
terus ada keperluan apa sebenarnya?
Kintano menyuruh asistennya pergi meninggalkan mereka, dan selanjutnya Kintano mempersilahkan gadis cantik berambut panjang dan berponi itu untuk duduk.
" kamu Claudyria kan ?"
gadis itu mengangguk, membenarkan pertanyaan Kintano.
" kamu tau rumahku dari siapa ?" tanya Kintano kembali.
Claudyria tak menjawab.
" Kamu harus peka..."
tulisan yang diperlihatkan Claudyria pada Kintano.
" Maksudmu apa?"tanya Kintano
" Kamu tak sadar?" tulis Claudyria kembali.
" Sungguh kamu lelaki yang tak peka" bunyi tulisan Claudyria selanjutnya.
" apa maksudmu? aku semakin bingung"
" Rumah tanggamu akan berantakan"
" Kamu akan menemukan cinta sejatimu sesungguhnya"
__ADS_1
Itulah kedua tulisan yang tertulis di secarik kertas yang diperlihatkan pada Kintano.
astaga, ini membingungkan untukku. benarkah demikian jalan hidupku?
atau barangkali ini hanya akal bulusnya Claudyria?
Tapi darimana juga dia tahu alamat rumahku ya? lalu seolah - olah ia juga tau akan apa yang akan terjadi di kemudian hari terhadap kehidupanku?
" kamu peramal ya?" tanya Kintano.
Pertanyaan Kintano tak dijawab.
" Kamu tidak sedang menakutiku kan?"
Tidak ada jawaban kembali dari Claudyria.
Claudyria kemudian menatap tajam ke arah mata Kintano. Dan kemudian pergi meninggalkan Kintano.
Sementara itu diluar kota,
Steve dan Angel larut dalam kemesraan dan keromantisan yang semu.
Angel yang mudah jatuh cinta setiap kali ada pria yang mampu menghipnotis hatinya membuatnya tak sadar bahwa sebenarnya ia telah memiliki suami.
Sesungguhnya dalam hati kecilnya ia pun sadar, namun ia tak kuasa menolak cintanya Steve lantaran Steve lah yang tahu rahasia hidupnya atas apa yang pernah dialami dirinya beberapa waktu lalu oleh direktur Rudae, pria setengah baya yang telah menyetubuhinya.
Oleh sebab itu, untuk menutupi aibnya ia pun menerima cinta Steve kembali, dengan harapan Steve tidak menyampaikannya kepada suaminya terhadap peristiwa memilukan itu.
Malam yang hening, gemuruh hujan terdengar sampai ke kamar hotel, ditambah lagi dinginnya AC yang sejuk menjadi suasana malam dikamar itu dingin. Angel berebahan dikasur kamar hotel itu sambil menelpon suaminya, untuk sekedar memberikan kabar seperti biasanya.
Kamar Angel kemudian diketok, Sambil menuju pintu kamar hotel ia tetap ngobrol dengan suaminya melalui handphonenya.
Dilihatnya dari lubang intip pintu kamar hotel itu untuk memastikan siapa yang datang. Ternyata Steve yang mengetok pintu. Sebelum membuka pintu kamar hotel, Angel mengakhiri perbincangannya dengan suami tercintanya.
Steve masuk , dan tanpa ragu ia memeluk Angel. Angel sedikit mengelak, namun tenaga Steve terlalu kuat untuk dielakkan, sehingga Angelpun pasrah dalam pelukan Steve.
Angel yang awalnya menolak keinginan Steve itu akhirnya tak berdaya, ia takut jika Steve membocorkan semuanya kepada suaminya.
Nafsu liar Steve malam itu membuat Angel hanyut dan menikmati hubungan terlarang itu.
__ADS_1
itulah kelemahan Angel, ia tak kuasa untuk menolak bagian - bagian tertentu.
Kamar 501, menjadi saksi bisu hubungan terlarang antara Steve dan Angel malam itu.