2 Dimensi

2 Dimensi
Dipersimpangan


__ADS_3

Rasanya memang sungguh tak mungkin untuk melepaskan Angel dari hidupku, karena aku tau sejatinya hidupnya selama ini dari masa kuliah, bekerja dan sampai berumah tangga.


Memang Angel telah melakukan kesalahan, dan jujur jika hanya memandang keegoisanku ,maka sudah tak mungkin aku mempertahankannya lagi. Yang aku jaga adalah sebuah nilai kehidupan pernikahan saat aku mengikat janji setia sehidup semati baik suka ataupun duka dihadapan ibuku, dan juga dihadapan orang tua Angel, terlebih dihadapan Sang Pencipta.


Apakah semudah itu untuk bisa menyelesaikan masalah yang terjadi sebenarnya? padahal sudah menyangkut harga dirinya atas perbuatan dan sikap Angel? banyak sahabat Kintano yang menyarankan untuk berpisah saja dari Angel, namun Kintano sampai hari inipun belum menceraikannya. Ia masih memberikan kesempatan kepada Angel.


Kini disaat Angel mulai menyadari akan kesalahannya,Claudyria juga ikut hadir dalam hidupnya dengan mengutarakan isi hatinya. sungguh ini membuat Kintano menjadi bingung untuk memberikan jawaban yang tepat untuk Claudyria.


Jika memandang dari sudut sakit hatinya kepada Angel, bisa saja Kintano dengan mudah menerima cintanya Claudyria. Karena memang Kintano sedari awal berjumpa dengan Claudyria menaruh hati pada gadis bisu yang cantik itu.


Aku harus bersabar, ini sebuah ujian cinta untukku yang diijinkan Tuhan atas hidupku. ucap Kintano dalam hatinya. Namun sampai kapan aku bisa bertahan? 1 hari, 1 minggu ,1 bulan, 1 tahun?? ahh sudahlah, mengalir saja ,biarkan sang waktu memberikan jawaban untuk semua yang kualami saat ini.


Sebenarnya apa yang kurang dariku Angel? karir pekerjaanku sekarang sudah diposisi yang aman, sebagai seorang manajer, harta seperti mobil, rumah, dan aset lainnya semua terpenuhi. Tapi kenapa kamu melukaiku? disaat hatiku sudah tentram ,damai bersamamu.


Claudyria tetap menantikan jawabanku , apa yang harus kujawab? Jika aku menolak itu akan membuatnya patah hati, namun jika aku menerima ini sebuah bencana juga bagi kelangsungan rumah tanggaku.


Sudah seminggu Kintano belum memberikan jawaban, namun Claudyria begitu sabarnya menunggu jawaban dariku.


" Aku minta maaf Claudyria, aku belum bisa memberikan jawaban pasti untukmu"


Kintano memberikan penjelasan pada Claudyria.


" Ga apa - apa Kintano, aku tetap setia menantikan jawabanmu yang sebenarnya yang keluar dari dalam hatimu. My heart is in you Kintano" tulis Claudyria menjelaskan kembali pada Kintano.


" Aku ga mungkin ninggalin Angel, kasihan dia...aku juga masih menyanyangi dia"


" Aku paham, biarkan semua indah pada waktunya."


" Andaipun aku bukan pilihanmu, tetapi bagiku kamu adalah pilihan terakhirku Kintano". tulis Claudyria kembali.


" Kamu ga boleh bicara seperti itu, masih banyak lelaki tampan yang bisa kau pilih, aku ini pria sudah beristri Claudyria"


" Aku tau kamu sudah beristri, namun hatiku mengatakan bahwa kamulah satu - satunya yang akan menjadi pilihan terakhirku".


" apa kamu masih percaya dengan takdir ramalanmu itu Claudyria ?"

__ADS_1


" Ya ,aku percaya. karena aku sudah menjalaninya sampai sejauh ini...dan karena takdir itulah yang mempertemukan ku denganmu dan sampai nanti hingga akhir waktuku"


astaga...Claudyria begitu mempercayai takdirnya dengan ramalannya. padahal sampai hari ini aku tidak pernah mempercayai sedikitpun dengan ramalan - ramalan. Jika aku mempercayai takdirku, tidak mungkin aku bisa sesukses ini dalam hidupku, aku ini orang miskin dulunya, kedua orang tuaku hanya buruh tani yang susah payah menyekolahkanku. Dan akulah yang berjuang mengubah takdirku menjadi sebuah harapan yang sudah kuraih sampai hari ini, berkat doa dan perjuangan hidup dengan segala beban hidupku yang berat dimasa lalu.


" Claudyria , cobalah kamu berfikir jernih..."


" Sejernih apapun pikiranku saat ini, jawabannya adalah kamu Kintano"


" Hhmmm....aku bukan orang yang tepat untukmu "


Claudyria menangis, ia tak kuasa menahan derai air matanya yang memendam rasa pada Kintano. Kintano memeluknya, mengusap air matanya dengan saputangan biru. mencoba menenangkan Claudyria dan menghibur kegelisahan hatinya karena ia belum bisa memberikan jawaban kepastian.


Obrolan dikamar tidur


Kintano merebahkan diri di kasur, sambil menonton acara sepakbola di TV kamarnya.


Angel yang baru saja selesai merias diri , menghampiri suaminya.


" Pah, papah tau ga?"


" oh iya ya pah, mamah kan belum cerita hehehe..." jawab Angel tersipu malu.


" Mamah perhatikan sepertinya gadis bisu yang bekerja dirumah kita ini kok sepertinya gimana gitu kalau lagi liat papah "


" Ah mamah ini bisa aja...ya barangkali dia sedang memperhatikan kemesraan kita ini mah "


" Ga mungkin pah, mamah ini wanita pah...mamah memahami arti tatapan gadis itu "


" udahlah jangan lebay gitu dong...buang jauh - jauh pikiran itu. " ucap Kintano .


Sebenarnya Kintano juga tau bahwa Claudyria memang menyukai dirinya dan pernah mengungkapkan perasaannya. Namun untuk meyakinkan Angel bahwa tidak ada suatu hal yang disembunyikan, ia juga berusaha menjaga perasaan Angel, istri yang dicintainya itu.


" Pah, mamah sayang papah..."


" Jangan pernah tinggalin mamah ya pah, hingga akhir waktu mamah "

__ADS_1


" Mamah sadar ,bahwa mamah pernah melakukan hal yang menyakitkan hati papah, namun jujur pah, mamah ga mau kehilangan papah"


Ucapan Angel malam itu membuat hati Kintano terenyuh.


" Pah, jangan pernah menyukai gadis bisu itu ya..."


Astaga...begitu cemburunya istriku ini....seolah - olah ia tahu bahwa Claudyria menyukaiku, dan aku pun membalas cintanya.


" Coba mamah lihat sang kiper itu, ia akan selalu berusaha keras untuk menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola, meskipun para pemain gelandang depan, dan striker sudah tidak kuasa menahan laju bola dari lawannya. pertahanan terakhir adalah sah kipernya " jelas Kintano sambil menunjukan acara bola yang sedang berlangsung tersebut.


Angel terdiam ,ia berusaha mencerna maksud dari penjelasan suaminya.


" terus kalau sang kipernya pada akhirnya juga terkecoh oleh taktik lawan yang mengakibatkan gawangnya kebobolan gimana?"


" hhhmmmm ya...ya....artinya sudah suratan takdir harus kebobolan gawangnya..." ucap Kintano belepotan.


" Tuh kan artinya, semua kemungkinan kan bisa terjadi " ucap Angel. Kintano agak kebingungan untuk memberikan jawaban balasannya kembali.


" Pah...papah ga akan seperti itu kan? ga akan dan ga pernah untuk mencintai wanita lain selain mamah ya ?"


" Ya mah....doakan saja selalu ya " jawab Kintano.


Malam yang semakin larut dengan sejuta pertanyaan - pertanyaan kegelisahan Angel, membuat hati Kintano luruh, ia pun sejujurnya masih berusaha untuk menjaga ikatan pernikahannya sampai maut memisahkan.


Namun aku hanyalah manusia lemah, hari ini aku kuat, aku tegar untuk tetap merawat dan menjaga keutuhan rumah tanggaku, tapi aku tidak tahu seberapa kuatkah diriku menahan goncangan dan beban ini.


Dipersimpangan yang membuat jalan ini terhenti sesaat, untuk menentukan arah jalan yang tepat apakah harus berbelok ke kiri untuk suatu kesalahan? atau berbelok ke kanan untuk lari dari kenyataan ? atau mundur teratur meninggalkan semuanya? atau aku tetap berjalan lurus kedepan menghadapi persimpangan yang padat merayap penuh dengan lampu peringatan, lampu kuning...


lampu merah...


dan lampu hijau....


Bersama malam yang syahdu, Mereka berdua bergumul dalam kehangatan mengusir sepi , memecah keheningan malam, berada di peraduan malam demi hati yang risau, dilampiaskan pada sebuah permainan yang syahdu penuh romansa dan yang ada adalah kenikmatan.


**********************************************

__ADS_1


__ADS_2