
Kintano dihantui rasa penasarannya, seusai membaca diary istrinya. Catatan harian Angel perihal dirinya, merupakan petunjuk bagi Kintano tentang apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
Aku harus mencari sosok berinisial S, bagaimana caranya? hhmmm...,mungkin aku minta pendapat Claudyria, siapa tau dia bisa membantuku, pikir Kintano.
" Claudyria,bisakah kamu membantuku untuk mengetahui identitas seseorang ?" tanya Kintano pada Claudyria.
" Maksudmu ?"
Kintano menyodorkan buku diary Angel, Claudyria mulai membacanya dengan seksama dan ia mencoba mendeteksi kebenaran cerita dalam diary itu.
" cerita dalam diary Angel ini benar"
" Terus...terus....apakah kamu bisa mengetahui yang dimaksud S ?"
" Sebentar, aku ambil laptopku terlebih dahulu" ucap Claudyria yang segera mengambil laptopnya dari dalam kamarnya.
Sesaat kemudian ia menunjukkan sebuah foto yang terlihat dari sampingnya saja.
" inikah orangnya yang dimaksud dengan inisial S menurutmu?" tanya Kintano. Claudyria menganggukkan kepalanya menyatakan benar bahwa itulah orangnya.
" Terus ?? kamu tau nama orang ini?" tanyanya kembali.
" Aku tau, namun aku tak mau memberitahukannya untukmu, biar kamu sendiri yang mencari tahu nama orang ini. "
" Oke, baiklah Claudyria. Trimakasih sudah membantu memberikan gambaran ciri - ciri inisial S ini "
Selanjutnya Kintano masuk kembali ke kamarnya, mulai membuka laptop Angel untuk search nama - nama karyawan tempatnya dahulu bekerja sebelum resign.
Ditemukanlah daftar nama S ,diantaranya :
Stevanus
Sutadi
Sukoco
Stevan
Steve
Sanjaya
Astaga ada 6 orang yang menggunakan nama S, aku harus bisa mengerucutkan. kembali nama - nama ini.
Dari mana aku memulainya ?
apakah aku harus menyelidiki satu persatu?
Kemudian Kintano kembali menemui Claudyria yang sedang berada dikamarnya. Tanpa mengetok pintu, ia masuk ke kamar Claudyria yang sedang rebahan di kasur dengan rok sedikit terbuka.
" Maaf ,aku mengganggumu "
Sontak saja Claudyria kaget, melihat kehadiran Kintano secara tiba - tiba masuk ke kamarnya.
" Kamu kok ga ada sopannya sih, masuk kamarku main nyelonong aja..."
" Maaf....maaf ...aku butuh bantuanmu lagi "
__ADS_1
" Bantu aku untuk memilih diantara keenam nama ini , mana yang menurutmu paling tepat untuk kuselidiki ?". tanya Kintano pada Claudyria.
Kemudian Claudyria mencoret tiga nama yaitu Stevanus, Sutadi, Sukoco bukan masuk dalam daftar pencarian orang.
" Aduh masih sulit aku , please setidaknya kamu coret satu lagi nama yang tidak masuk dalam pencarian ku ".
Angel mencoret kembali nama Sanjaya.
" Ok , makasih "
**********************************************
Kintano mulai penyelidikan terhada dua nama , ia mulai dengan menyelidiki nama Stevan.
Stevan, berwajah tampan, putih dan gondrong adalah karyawan dibagian IT tempat Angel dulu bekerja.
Ia tahu Stevan dari salah satu rekan dekatnya Angel. Menurut rekan wanitanya Angel, memang Stevan belum menikah, namun sering gonta - ganti pacar. Namun ia bukan orang terdekat Angel yang sering ngobrol.
Hingga pada suatu hari Kintano menemui langsung Stevan di kostnya.
" Apakah kamu dekat dengan bu Angel ?"
" tidak begitu dekat, hanya sebatas rekan kerja. mana mungkin saya berani mendekat, Bu Angel kan sekertaris di kantor "
" Biasanya yang memerlukan sekertaris kantor ya, kalau ga Direktur, ya para manager area. " ucap Stevan memberikan gambaran.
" Hmmm ok, apakah kamu yang pegang kendali untuk CCTV kantor?"
" Ya termasuk pak, "
" Bisa kamu bantu saya ?"
" Bantu gimana maksudnya ?"
" Ga bisa pak, itu rahasia kantor. ga bisa saya bocorkan tanpa ijin resmi ataupun pemeriksaan dari Kepolisian.'
" Ya udah, gini aja kamu bantu aku ...nanti aku kasih tip untukmu, gimana ?" Kintano berusaha membujuk Stevan. Dengan harapan melalui rekaman CCTV yang tersimpan, dapat diketahui jejak S ini siapa? karena jika pa Rudae sang direktur itu kan urusannya sudah beres dan Pak Rudae sendiripun saat ini menurut Stevan sudah diberhentikan.
" Hhmmm gimana ya pak?? saya sendiri pun sebenarnya takut. "
" Ya aku minta tolong saja, bantu aku ya..."
pinta Kintano sambil menyodorkan sejumlah uang tip pada Stevan. Untuk Stevan uang tip itu terlalu besar jumlahnya, namun karena Kintano terus mendesak agar Stevan dapat menerimanya, maka Stevanpun menerimanya.
" Ok, aku tunggu info lebih lanjut dari mu ya Stevan. "
" Baik pa, saya usahakan secepatnya ".
" Kalau ada apa - apa denganmu beritahu saya ".
*********************************************
Inisial S yang disebutkan dalam diary Angel berarti bukan Stevan,karena ternyata dia mau membantuku memberikan copyan rekaman CCTV di kantornya. gumam Kintano, sambil terus membuka file yang diberikan Stevan.
Kintano terus membuka file demi file rekaman CCTV selama 6 bulan terakhir, Masih belum ditemukan kecurigaan yang kuat atas rekaman tersebut, masih dalam batas wajar.
Pelan tapi pasti, melelahkan memang untuk melihat satu persatu rekaman CCTV. Untungnya Claudyria bersedia membantunya menggantikan dirinya saat ia merasa penat dan lelah.
Claudyria yang memang menaruh rasa terhadap Kintano, sampai - sampai ia rela menjadi pembantu dirumah Kintano itu bukan tanpa sebab. Karena baginya, Kintano adalah takdirnya, oleh sebab itu ia begitu yakin dan percaya untuk tetap setia menunggu, meskipun saat ini ia belum bisa meraih sepenuhnya. Namun demikian ia tetap beritikad baik terhadap hubungan Kintano dan Angel tanpa merusak keharmonisan mereka.
Claudyria menarik lengan Kintano, menyuruhnya mendekat untuk melihat sesuatu ke arah laptop.
__ADS_1
Nampak Angel memasuki ruang tersebut, ruang sang manajer. namun masih tak terlihat jelas wajah sang manajer.
" Siapa dia??" gumamnya, Kintano mencoba mengulang beberapa kali, namun masih belum bisa melihat dengan jelas wajah sosok laki - laki itu.
" Rekaman CCTV ini menunjukan pukul 17.05 wib. hari yang sama dimana Angel pulang telat dan mengalami kecelakaan ".
Claudyria sebenarnya telah mengetahui siapa sosok pria yang selama ini memanfaatkan Angel. Namun ia membiarkan Kintano dengan pikiran sehatnya mencari tahu sendiri siapa sesungguhnya S.
" Claudyria bantu aku lewat kemampuanmu,"
" Aku ga bisa , kemampuanku bukan untuk itu Kintano " jawab Claudyria pura - pura tidak bisa. Meskipun sebenarnya ia mampu, namun ia tak mau menyalahgunakan kekuatannya untuk hal - hal tersebut.
Kintano menghubungi Stevan untuk datang kerumahnya.
Sambil menunggu kedatangan Stevan, ia sempatkan mengurus Angel dan menemaninya ngobrol.
Stevan tiba, buru - buru Kintano mengajaknya ke kamar tamu dan bertanya tentang kemungkinan - kemungkinan dalam CCTV itu.
" Gambar ini rusak, apakah kamu bisa bantu aku "
Stevan mulai mengotak - Atik gambar tersebut dengan kemampuannya. Ia pun baru melihat rekaman tersebut hasilnya blurr , sedangkan Bu Angel terlihat jelas.
" Menurutku ada yang mencoba menghilangkan bukti pak Kintano" jelas Stevan.
" Tapi kamu bisa kan mengetahuinya?"
" Saya usahakan " sambil terus mencoba kemampuan IT nya .
Usaha Stevan mulai membuahkan hasil, wajahnnya mulai nampak, namun masih membayang. dan mulai diperjelas kembali oleh Stevan hingga maksimal.
" Apa...???Steve...???"
" Bapak kenal dia?" tanya Stevan
" Ya , jelas aku pernah kenal dia. dia sering antar jemput istriku, Angel"
" Hah...?? jadi....Bu Angel istri bapak??"
" Maaf pak, maaf...saya tidak ikut campur "
" Tidak apa - apa Stevan, kamu sudah bantu aku menemukan inisial S yang ada di diary Angel " jawab Kintano.
" Coba kau arahkan kembali ke arah bawah meja dalam rekaman itu "
Dilihatnya lah rekaman itu, Steve memaksa Angel dan melampiaskan nafsu bejatnya. Stevan yang melihatnya pun tak tega.
" Kurang ajar Manajer Steve, " ucap Stevan memaki - maki lantaran melihat adegan dalam rekaman CCTV itu.
"Biadab kau Steve...!! kurang ajar kau!! tunggu saja kau, sebentar lagi jeruji besi tempat tinggalmu". emosi Kintano tak terbendung ,
Stevan selanjutnya memutuskan untuk pamit dari hadapan Kintano, ia merasa tidak nyaman atas apa yang baru saja dilihatnya, ia memaklumi amarah Kintano. Ya terang saja suami mana yang tidak akan emosi, dan marah melihat istrinya diperlakukan tidak senonoh oleh orang lain .
Ternyata dibalik jas , dasi dan sepatu yang mahal itu Manajer Steve adalah manajer kotor, manajer bejat.
**********************************************
Dear Pembaca Novel 2 Dimensi ,
Teruslah berikan cahayamu, untuk menyinariku dan memampukan jari jemari dan imajinasiku menari - nari dalam goresan pena.
aku lemah tanpamu,
__ADS_1
hidupkanlah aku dalam like,coment dan votemu...maka cahayaku tetap bersinar .