
Tak terasa kehamilan Angel sudah memasuki bulan kesembilan. Angel yang pada awalnya tidak mempercayai perihal kehamilannya, lambat laun mempercayai dan menyadari bahwa dirinya sedang mengandung.
Setiap kali Angel bertanya tentang kehamilannya, Kintano berusaha menjelaskan bahwa itu sebab akibat dari hubungan mereka berdua yang sebenarnya sudah menikah.
Angel selalu saja tidak ingat bahwa sejatinya mereka telah menikah. sehingga terkadang Angel merasa menyesal, bersedih dan menangis dan bersalah pada dirinya karena tidak mampu menjaga kesuciannya yang telah direnggut Kintano. Kintano pun telah berusaha menjelaskan semuanya secara baik - baik bahkan dibantu juga oleh orang tua Angel yang ikut serta menjelaskannya.
Hingga pada kehamilan yang kedelapan bulan, Angel meminta kepada Kintano untuk bertanggung jawab menikahinya. Kintano pun akhirnya menyetujui permintaan Angel, setelah berembuk dengan kedua orang tua Angel, untuk meyakinkan Angel kembali.
Angel merasa sumringah, setelah Kintano menikahinya kembali, karena amnesianya Angel lupa bahwa sesungguhnya ia telah menikah.
Kehangatan diantara mereka berdua, membuat Claudyria cemburu. Rasanya ia ingin keluar dari rumah Kintano, tapi entah mengapa ia begitu berat meninggalkan rumah Kintano untuk menghapus jejaknya dengan Kintano. Claudyria selalu berharap dan yakin bahwa Kintano lah takdirnya, entah kapan ia pun tak bisa memprediksinya. Kekuatannya hanya bisa melihat dan tau kehidupan orang lain bahkan secara detil perihal waktunya , namun kelemahannya untuk memprediksikan dirinya sendiri hanya sebatas apa yang akan terjadi dengannya, namun ia tak tau tentang waktunya.
Beberapa hari belakangan ini, Claudyria sering bermimpi aneh tentang Angel. Dalam mimpinya Angel memberikan selendang putih kepadanya, namun ia terkejut ketika selendang itu diberikan padanya, selendang itu berubah menjadi seorang bayi dan bayi itu tiba - tiba menggigit Angel dibagian perutnya hingga banyak darah yang keluar dari perut Angel, dan dalam mimpi itu nampak Angel kesakitan dan selanjutnya meninggal. Dan mimpi itu tiga kali berturut - turut dialami oleh Claudyria.
Ada rasa ragu untuk menceritakan mimpinya kepada Kintano, takut melukai perasaan Kintano. Namun, jika tidak diceritakan akan menambah kepedihan bagi dirinya, jika benar mimpi itu terjadi terhadap pernikahannya dengan Angel.
Pada hari yang tepat, saat Kintano santai diruang tengah, dimana tidak ada Angel disitu, ia menyempatkan diri untuk membicarakan dan mengutarakan mimpinya pada Kintano.
" Ah, sudahlah Claudyria...itu hanya bunga tidurmu saja...itu bentuk bahwa kamu juga sayang sama Angel. " ucap Kintano yang menganggapnya sebagai bunga mimpi Angel.
" Ya sudah, tidak masalah untukku. Yang terpenting aku sudah memberitahukanmu perihal mimpi dan firasatku ini ". ucap Claudyria menjelaskan dalam tulisan dibuku catatannya.
Satu hari sebelum kelahiran,
Angel merengek - rengek minta agar Kintano tidak usah kerja hari itu. Angel beralasan sang bayi lagi pengen manja - manjaan sama papahnya seharian. Demi Angel, Kintano pun ijin tidak bekerja pada hari itu. Memang tidak seperti biasanya Kintano memenuhi permintaan Angel.
Dari minta dibelikan Sate ayam kesukaannya, sampai jalan - jalan ke mall dan pergi ke taman kota ,semuanya dipenuhi oleh Kintano.
" Pah, Mamah sayaannggg banget sama papah" ucapnya
" Iya mah, papah juga." balas Kintano pada istrinya.
" Pah, jangan tinggalin mamah ya? apalagi pas waktu melahirkan nanti "
" iya mah, pasti " ucap Kintano meyakinkan Angel.
Hari itu Angel benar - benar seperti orang yang sedang jatuh cinta berat sama Kintano.
Malamnya, Angel merasa perutnya sakit sekali...mules...seperti ingin ada yang keluar, ia merintih - rintih menahan sakitnya. Kintano segera membawanya kerumah sakit untuk memastikan keluhan Angel. Setibanya di rumah sakit, dokter jaga menyatakan bahwa Angel akan melahirkan, sudah masuk dalam pembukaan Dua. Namun, dokter juga menyatakan bahwa bayinya sungsang. Begitu shocknya Angel dan Kintano yang mendengar bahwa bayinya sungsang, padahal selama 3 kali pemeriksaan pada masa kehamilannya USG nya baik - baik saja.
Menantikan kelahiran,
Angel masih berada diruang observasi, untuk dipantau perkembangannya oleh dokter kandungan yang menangani proses persalinan Angel. Hasil observasi dokter menyatakan bahwa satu - satunya jalan adalah operasi Caesar. karena jika dipaksakan melahirkan secara normal, akan berisiko pada ibu dan bayi.
Angel menolak untuk dioperasi, ia takut untuk dioperasi. Namun Kintano menyarankan agar dioperasi saja, demi keselamatan bayi dan istrinya.
" aku ingin melahirkan normal aja pah, ga mau dioperasi Caesar " ungkap Angel
" Mah, lebih baik dioperasi,biar memudahkan mamah juga dan mengurangi resiko untuk bayi dan mamah "
Dengan segala upaya Kintano membujuk Angel agar ia bersedia melahirkan secara operasi Caesar. dan akhirnya Angel bersedia untuk dioperasi caesar.
__ADS_1
Satu jam sebelum operasi, Angel meminta agar Claudyria dapat datang kerumah sakit. Kintano pun memenuhi keinginan istrinya tersebut.
Claudyria segera datang kerumah sakit,untuk mendampingi Angel. Angel menyuruh Kintano keluar dari ruang perawatan. ia ingin bicara empat mata dengan Claudyria.
" Claudyria, temani aku ya" ucap Angel.
" Claudyria , sebenarnya aku takut dioperasi. aku inginnya melahirkan dengan normal saja. tapi demi anakku dan Kintano aku rela untuk dioperasi. " lanjut Angel menjelaskan kembali kepada Claudyria.
Claudyria sedih melihat Angel, karena dalam penglihatan mata batinnya, sepertinya ini adalah pertemuan terakhir. Claudyria meneteskan air matanya, tak kuasa jika apa yang dilihatnya dalam mata batinnya terjadi seperti mimpinya.
" Kenapa kamu menangis Claudyria ? aku aja ga nangis kan ?"
Andaikan kamu jadi aku Angel, kamu tentu akan seperti aku, menangis karena kamu akan meninggalkan kami semuanya.
" Ga apa - apa " kata Claudyria cepat - cepat menghapus air matanya.
" ayolah jangan bersedih lagi...ntar aku ikutan nangis nih..."
Claudyria pun tersenyum , tertawa dalam keterpaksaan. Melihat Angel tidak akan lama lagi meninggalkan semuanya. Dipeluknya Angel, Claudyria tak kuasa menahan air matanya, menangis pilu.
Angel mengusap air mata Claudyria, memberikan senyuman terbaik bagi Claudyria.
Tiba - tiba Angel dapat mengingat kembali, bahwa wanita yang ada dihadapannya kini itu adalah wanita yang pernah membuatnya cemburu, dan pernah mengusir dari rumahnya dan mencaci makinya.
" Maafkan aku ya, jika waktu itu aku pernah memarahimu, bahkan mengusirmu dari rumah."
" Ka...kamu...ingatanmu....???" Claudyria terkejut dengan ucapan Angel barusan. sudah sadarkah ia ? apakah ini rencana Tuhan atas hidupnya? sehingga ia diberikan waktu sesaat untuk mengingat setiap peristiwa yang pernah dialami?"
" istrimu...istrimu sudah pulih Kintano, ia bisa mengingat aku...." jelas Claudyria pada Kintano.
" Benarkah mah?" tanya Kintano pada istrinya untuk lebih meyakinkan dirinya kembali.
" Pah, aku ingat sekarang terakhir aku pulang kerja ,aku kecelakaan kan ? "
" iya ...iya ....betul mah "
" Maafin mamah ya pah, mamah telah menduakan cinta papah selama ini..." sesal Angel sambil menangis. Kintano tak tega melihat istrinya menangis. dihapusnya air mata istrinya. kemudian ia memberikan semangat bahwa ia harus kuat demi kelahiran bayinya. karena sebentar lagi ia harus masuk ruang operasi.
" Pah...jaga anak kita ya..."
" Mamah ga boleh ngomong gitu...semuanya pasti baik - baik saja. kita berdua yang jaga anak kita, bukan papah sendiri. " Kintano berusaha tegar dan tidak menangis. dilihatnya Istrinya tetap tersenyum dan tidak menangis, maka ia pun berusaha tidak menangis pula.
Angel kemudian menarik lengan Claudyria yang berada disebelah kirinya, kemudian meraih lengan Kintano pula yang berada disebelah kanannya, kemudian digenggamnya lengan mereka.
" Claudyria, berjanjilah untukku bahwa kamu akan membantu dan mendampingi Kintano untuk merawat bayiku "
Claudyria tak kuasa menahan air matanya kembali mendengar ucapan Angel, yang menurutnya adalah ucapan terakhir untuknya dan Kintano.
" Pah, aku mencintaimu. Jika terjadi sesuatu padaku, berjanjilah sama mamah bahwa papah benar - benar merawat anak kita ".
" Mamah ga boleh ngomong gitu, semangat dong untuk kelahiran anak kita...mamah juga harus merawat anak kita "
__ADS_1
Tim medis masuk ke ruang perawatan , menjemput Angel untuk membawanya persiapan operasi Caesar di ruang operasi. Kintano terus menggenggam lengan istrinya sampai diruang operasi. Sedangkan Claudyria mengikuti mereka dari arah belakang.
Di depan ruang operasi, Kintano mencium kening Angel.
" I love U mah " ucap Kintano melepaskan Angel masuk ke ruang operasi.
Kegelisahan melanda Kintano yang mondar - mandir didepan ruang operasi. Sementara Claudyria duduk di kursi tunggu ruang operasi . ia membiarkan semua terjadi sesuai kehendak-NYA. dirinya hanyalah sebatas perantara, yang dianugerahi kemampuan Indra keenamnya, sebagai seorang indigo.
Salah seorang dokter dari tim yang menangani operasi Caesar menemui Kintano ,mengajaknya ngobrol diruang operasi.
" Bapak Kintano, istri anda mengalami pendarahan hebat, dan tidak stabil kondisinya, namun kami berusaha yang terbaik untuk istri anda, namun kita semua harus ikhlas jika Tuhan berkehendak lain " jelas dokter pada Kintano.
" Usahakan yang terbaik dok untuk istri saya."
ucap Kintano sebelum ia kemudian disuruh dokter menunggu diruang tunggu operasi.
Sepuluh menit kemudian, Kintano mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi. Ia senang mendengarnya.
Akhirnya kau selamat nak, selamat datang kedunia nak, papah ga sabar menemuimu dan mamahmu. dalam hati Kintano berucap.
Tak lama, dokter yang tadi memanggilnya keluar memanggil Kintano masuk ke dalam ruang operasi.
" anak bapak dapat kami selamatkan, namun nyawa istri bapak tidak tertolong. kami telah berusaha semaksimal mungkin. maafkan kami pak..."
" Tiiiddaaaaaakkkkkk......! jangan tinggalin aku Angel, kenapa kamu tinggalin aku ...." teriak Kintano sambil terus menggoncang - goncangkan tubuh Angel yang sudah tak bernyawa itu.
Kintano tak kuasa menahan tangisnya ,melihat istrinya sudah terbujur kaku diatas meja operasi. digenggamnya tangan Angel, diciumnya kening ,pipi Angel dan dipeluknya tubuh Angel yang sudah tak bernyawa itu.
Claudyria mendekati Kintano, menguatkan Kintano untuk dapat menerima takdir sang ILAHI. Tim medis kemudian mengurusi jenazah Angel, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
**********************************************
" Iklaskan kepergian istrimu, dia sudah berusaha memberikan yang terbaik untukmu."
" Jangan kau ingat kesalahannya, ingatlah kebaikannya, ketulusannya mencintaimu, dan maafkanlah dia agar Angel dapat beristirahat dalam kedamaian " ucap Claudyria yang mendampingi Kintano yang masih nampak sedih di batu nisan Angel yang telah dikebumikan itu.
Mah,
aku tetap mencintaimu
kamu lah yang terbaik untukku.
Kini kau telah pergi mendahuluiku
meninggalkan sejuta kenangan terindah
tidurlah kekasihku...
permata hatiku...
kelak kita bertemu kembali difirdaus yang indah.
__ADS_1
################################