2 Dimensi

2 Dimensi
Pertemuan dengan Angel


__ADS_3

Kematian Angel, menyisakan banyak kenangan manis bagi Kintano. Meskipun kini ia harus menjalani kehidupannya bersama anak yang dititipkannya tanpa Angel disisinya.


Meskipun berat kenyataan yg diterima, Kintano menerimanya dengan lapang dada. Apalagi hasil DNA menunjukan bayi perempuannya itu bukanlah darah dagingnya, namun karena amanah istrinyalah ia jalani semuanya , iklas dan niat tulus untuk menjaga ,merawat dan membesarkan anaknya yang kini sudah beranjak tiga bulan.


Claudyria memang yang lebih banyak mengurus bayi perempuan yang mereka beri nama Celin. sehingga Celin kecil perwujudan dari Angel itu menganggap bahwa Claudyria lah ibu kandungnya.


Ia pandangi kembali foto pernikahannya yang masih tergantung di dinding kamarnya. Sejujurnya dalam hati kecil Kintano masih belum bisa melupakan dan melepaskan kepergian Angel. Ia membuka semua album foto yang tersimpan rapi di almari Angel, foto semenjak mereka berpacaran sampai menikah. Ia buka satu persatu foto itu. Ia mengingat sebuah foto lawas di album itu sewaktu mereka masih pacaran. Ini foto saat aku menyatakan cinta pada Angel, dimana saat itu Angel mengatakan kepadaku sebagai pacar culunnya, karena potongan rambutku waktu itu dan cara berpakaian ku yang serba seadanya.maklumlah, anak desa yang baru mengenal kota.


Kintano kembali merebahkan dirinya di tempat tidurnya, sambil terus memandangi foto almarhum sampai ketiduran.


Dalam tidurnya malam itu, Kintano diajak ke sebuah tempat yang bernama Firdaus. Tempat yang belum pernah Kintano datangi atau tempat yang belum pernah ia jamah selama hidupnya. tempat apakah ini?


Tempat yang indah, tempatnya sejuk...tempatnya begitu damai...tentram...


Kintano terus menyusuri tempat itu dengan dercak kagum.


Laki - laki , perempuan dan anak - anak ada juga ditempat itu. Semuanya ramah, menyapaku dan menyambutku dengan penuh kehangatan dan senyum kebahagiaan.


Diantara orang - orang yang kujumpai ditempat itu, nampak tak asing bagiku melihat sosok wanita berpakaian putih bersih dan wajah cantiknya yang bersinar - sinar. Ya tak lain adalah Angel.


Ku dekati dia, aku temui dia, dan ku sapa dia.


"Angel, kamu terlihat cantik seperti bidadari" ucap Kintano.


Angel tersenyum, kemudian mengajak Kintano berkeliling tempat itu. ia sungguh mempesona.


" Kintano, belum saatnya kamu kemari " ucap Angel.


" Kenapa? apakah aku tak pantas untukmu?" tanya Kintano kembali.


" Bukan itu Kintano, kamu adalah suamiku. Namun kamu belum saatnya bisa bersamaku. ".


" Pada saatnya nanti kamu ada disini menemani aku dalam kehidupan yang abadi" lanjut Angel menjelaskan.


Angel merebahkan tubuhnya dipangkuan Kintano. Kintano jadi teringat saat merreka dimabok asmara selam berpacaran. Angel sering melakukan hal itu. Saling bertatatapan mata mereka berdua, mengulang kembali kisah - kasih diantara mereka.


"Kamu ingat ga Mah, saat kamu marahin aku waktu aku kepergok makan berdua sama temen mamah di kuliah dulu ? "


Kintano menceritakan dan mengingat semua kenangannya bersama Angel. Angel tersipu malu, karena dulu salah pengertian dipikirnya Kintano selingkuh dengan teman karibnya semasa perkuliahan dulu.


Mereka asik dengan canda tawa , mengenang masa - masa indah mereka.

__ADS_1


" Apakah kamu nyata bagiku saat ini mah?"


" Iya pah, aku nyata...namun kamu hanya bisa menemuiku satu kali ini saja. "


" Kenapa satu kali?"


" Semua ada waktunya pah, saatnya akan datang kita pasti berjumpa kembali di tepat ini "


" Lalu ? kenapa aku bisa menemuiku ditempat ini ?"


" Semua atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, papah diijinkan untuk menemuiku "


" Lalu ,bagaimana jika aku merindukanmu kembali mah?"


" Berdoalah..."


" cuma itu?"


" Iya "


" Oh ya pah, Jangan pernah melukai atau menyakiti hati dan perasaan Claudyria ya, ?"


" Emang nya kenapa mah?"


" Pah , Menikahlah dengan Claudyria. "


" Apa? apa ga salah dengar ? "


" Ga pah, dia memang bisu tapi hatinya baik dan tulus. "


" Darimana kamu tau?"


" Semua catatan buku kehidupan kita ada ditempat ini, dan mamah sudah baca biografy dia, "


" Semua yang baik, semua yang jahat tercatat di buku kehidupan kita pah "


" Ingat pah, jangan balas kejahatan dengan kejahatan, berusahalah mengampuni dan memaafkan orang lain"


" Mintalah maaf sama Steve, kasihan dia di penjara "


hah ? dari mana Angel tahu bahwa aku lah yang menjebloskan Steve ke penjara. Kintano tak bisa bicara banyak, ia hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Betapa baiknya kamu Angel, bukankah Steve telah berbuat jahat terhadapmu? tetapi kenapa kamu justru menyuruhku meminta maaf kepada Steve.


" Mah, Steve itu kan orang jahat. Dia telah merusak hubungan kita selama ini, wajar aja kalau papah ...."


" Sudahlah pah, maafkan saja dia...ampuni dia...kalau mamah tidak mengampuni dia dan memaafkan dia, mungkin mamah ga ada ditempat ini, untuk bertemu dengan papah".


" Jadi....?"


" Ya, lakukanlah yang baik pah....agar kita bisa bertemu lagi ditempat indah ini pah "


" Oh ya pah, ini sudah saatnya papah kembali. Waktunya sudah habis untuk mengunjungi mamah "


" Ingat pah, jika engkau ingin menikah lagi menikahlah dengan Claudyria..."


" Aku akan ada untukmu melewati Claudyria "


Lalu dalam mimpinya, Kintano terpisah oleh dimensi lain yang menghantarkannya kembali ke dunia dan menyadarkannya dari mimpi indahnya .


Astaga, ternyata aku bermimpi...gumam Kintano yang terjaga dari tidurnya. Dilihatnya jam sudah menunjukan jam enam pagi.


Ia segera mendatangi anaknya, memberikan makan dan memandikannya dan selanjutnya dipercayakan kepada Claudyria, karena ia bersiap - siap untuk berangkat kerja.


Dalam perjalanannya menuju ke kantor, Kintano masih penasaran dengan mimpinya . Benarkah apa yang kualami dalam mimpiku?


Aku bertemu langsung dengan Angel, aku dapat memegang lengannya dan bicara empat mata dengannya? bahkan bercerita masa - masa indah bersamanya.


Apakah aku yang berhalusinasi karena aku masih tidak sanggup hidup tanpa Angel?


Claudyria, oh ya ku jadi teringat nama Claudyria. Angel menyebutkan nama itu dalam mimpiku semalam. Benarkah? apakah aku ditakdirkan untuk menikah dengannya? sebagaimana yang juga pernah diceritakan Claudyria kepadaku, bahwa akulah takdir hidupnya?


Memang sedari awal aku bertemu dengan Claudyria aku memang sangat menyukainya, namun karena aku sudah menjadi pendamping hidup Angel, hatiku ku tutup rapat - rapat untuk Claudyria. Tapi kini, apakah akan kubuka kembali hatiku untuk Claudyria? selain itu memang Celin juga memerlukan sosok seorang ibu baginya.


Claudyria, gadis bisu berambut panjang dan berponi itu siapkah untuk ku persunting? siapkah kamu menjadi ibu bagi anak - anakku kelak?


Haruskah aku menikahi gadis bisu ini ? normalkah aku? waraskah aku? apa kata dunia jika aku menikahinya kelak? pasti banyak yang mentertawakan aku dong, dan meresponnya seperti ini : Kintano seorang manajer beristrikan seorang wanita bisu.


Ah, peduli apa aku dengan celotehan dunia ini. Jika memang benar Claudyria adalah takdirku dan jalan hidupku, akan kujalani dengan senyuman dan ketulusan hati, sebagaiman Angel berpesan padaku dalam mimpi indahku semalam .


Hatiku percaya,


Pengharapan ku hanya pada - MU.

__ADS_1


Karena jalan - jalan hidupku telah ditentukan oleh-MU ya Tuhan....


**********************************************


__ADS_2