
hari ini kepulangan abida ke tanah air,setelah menetap beberapa tahun di mesir untuk melanjutkan studynya akhirnya hari ini abida akan kembali ke keluarga tercinta yang telah lama dia tinggalkan, karena selama berada di mesir abida tak sekipun pulang,bagi abida panta g pulang sebelum lulus.
menggunakan set gamis syar'i berwarna green lengkap dgn nikob nya yg berwarna hitam, abida duduk di kursi pesawat sembari mendengatkan hapalan para muridnya melalui earphone, saat sedang asik seorang lelaki perawakan tinggi sekitar 183cm kulit putih memakai celana jeans serta kaos putih di padukan dengan jaket berwarna green tak lupa lengkap demgan topi, masker, serta kacamata hitamnya.
tanpa mereka sadari mereka berdua yaa abida dan abidzar sedang menjadi fokus seorang ibu ibu yg duduk bersebrangan dengan kursi mereka, si ibu berkata " maasyaAllah pasangan yang serasi dan harmonis sepertinya"
__ADS_1
setelah mendengar penuturan si ibu, abidzar langsung menghadap ke ibu tersebut, krna merasa sedari tadi menjadi di tatap serta sedang di bicarakan, abidzar pun bersuara dengan wajah datar yang mersa aneh dan agak risih " ada apa buu menatap saya demikian?"
dan si ibu menjawab dengan senyum ramah di wajahnya " maaf nak apa kalian pengantin baru kalian sangat terlihat manis dan juga pasangan yang serasi semogah kalian di segerahkan momongan nya yaa aamiin" timpa si ibu
tanpa sengaja abida memdengar itu dan berbalik ke aras sumber suara, dan langsung menjawab ucapan si ibu, " maaf buu mungkin ibu salah paham hanya karena warna pakaia. kami senada, tapi kami bukan suami dan istri," namun berbeda dengan abida, abidzar justru terpesona dengan suara abida dan shock dengan ucapan si ibu abidzar tanpa sengaja mengamini ucapan si ibu, dgn spontan abida membelalakan matanya yg sedang menatap keluar jendela tanpa bersuara lagi bahkan berbalik ke sumber suarapun tidak lagi.
__ADS_1
Dalam keadaan hening tiba tiba abidzar berdehem untuk memecah keheningan, mungkin dengan dia berdehem akan membuat abida membuka matanya dan bertanya padanya, nyatanya perkiraan abidzar salah besar.
Karna merasa tidak di perdulikan, abodzar pun kembali bersuara kali ini agaknya abidzar lebih berani sampai abida kaget dan membuka matanya karena merasa kerudungnya di tarik, dengan berat abida bertanya " ada apa mas? " apa ada sesuatu?
dengan gelagapan abidzar hanya menjawab " aaa itu tidak tadi hanya ada semut di jilbab kamu seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " abida hanya menganggukkan kepalanya seraya kembali menutup matanya, tak nerselang lama abidzar kembali bersuara dan bertanya " eeeem untuk ucapan ibu tadi saya minta maaf, bukan maksud saya lancang mengamini ucapa ibu tadi, saya betul betul tidak sengaja" abida dengan masih menutup matanya menjawab " tidak ada yang perlu di maafkan apalagi sampai meminta maaf, ucapan yang baik memang sebaiknya di AMINI kan, " tanpa abida tau abidzar mengukir senyum yang sangat lebar dalam hatinya bersorak " apa dia juga berharap agar kami berjodoh?" aaaa ya Allah apakah demikiam caraMU mempertemukan aku dgn jodohku, kemudian abidzar bersuara lagi, maksudnya apa kamu tidak keberatan dengan ucapan ibu tadi? Abida tak lagi menjawab, tak gentar abidzar tak juga menyerah dia begitu penasaran dengan wanita di sampimgnya ini, abidzar kembali bersuara "kalau begitu bolehka aku mengetahui namamu? Aku abidzar, namamu siapa?, abida kembali tak menjawab, tak lama abida membuka suara sembari memandang keluar dan berkata, jika mas abidzar tidak merasa keberatan dengan ucapan ibu tadi saya tidak mempermasalahkannya, kita hanya berencana tapi semuah kembali kepada Allah sang pemilik hati dan seisinya, jika Allah menakdirkan kita berjumpa lagi, aku akan memberi tahu namaku, tanpa di sadari abidzar berucap AMIIN, dia pun berhemti mengganggu abida, abidzar adalah type lelaki yang periang dan juga bersahabat sedikit keras dan juga disiplin, tapi ketahuilah baru kali ini abidzar mampu di buat takluk tak berkedip oleh wanita yg baru dia jumpai.........
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk athore yaaaaaa 🤗❤