
abida yang terbangun karena suara adzan subuh berkumandang, abida pun segerah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu setelahnya, abida membangunkan suaminya untuk segera melaksanakan sholat subuh.
Abidzar pun menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh bersama kedua iparmya beserta mertuanya.
Sedangkan abida melaksanakan subuhnya di kamar saja.
................
Pagipun tiba, abida seda menyiapkan pakaian suaminya yang sedang mandi, sembari membereskan kamarnya.
Hari ini abida akan meminggalkan rumah yang menjadi saksi bisu tempat iya tumbuh besar bersama.kedua saudaranya.
abida yang telah mengemas barangnya kini menarik kopornya umtuk keluar dari walkincloset agar saat akan berangkat lebih mudah untuk meraihnya.
Abidzar yang telah keliar setelah mandi hanya menggunakan hamduk sebatas pinggang hingga lutut membuat abida sedikit berdesir ketika melihat penampilan suaminya seketika abida memalingkan wajahnya.
Abidzar yang melihat itu hanya tersenyum kecil ketika melihat istrinya begitu malu.
Setelah selesai dengan rutinitasnya, mbok yum pun memanggil untuk segerah turun sarapan semuah anghota keluarga telah berada di meja makan.
Abida pun mengajak suaminya untuk turun, ketika akan turun abidzar tiba tiba memanggilnya, "bii.....
Yaaa abida menjawab sambil menoleh ke arah suaminya.
__ADS_1
Ada apa bii sejak semalam setelah resepsi kamu hanya dia dan menjawab semuah pertanyaanku dengan singkat ada apa bii?"
Eeem masasih, perasaan mas saja mungkin.
Bii kita tidak akan keluar sebelum berbicara apa sebenarnya yang kamu alami?
Abida hanya menghela nafasnya, eeem semalam di resepsi kita ada salah satu cewek sepertinya mengenal mas dan kak abrizam, saat bersalaman denganku dia berbisik katanya aku pemenangnya.
Lalu?
Hanya itu, ada apa sih mas, siapa dia sepertinya mas dan kak abrizam mengenalnya.
Hemm itu hanya masa lalu bii, masa lalu yang tak kunjung move on bii
Lalu?
Abida pun berusaha menelisik dari kedua netra suaminya apakah ada kebohongam di sana, dan nyatanya memang suaminya berkata jujur.
Mas abida tidak meragukan kejujiran mas hanya saja abida menunggu mas untuk.menjelaskan siapa dia, tapi nyatanya mas hanya diam saja.
Itu karena memang dia tidak pemting
Tapi pandangan kak abrizam dan.mas semalam sperti terkejut
__ADS_1
Bagaimna kami tidak terkejut dia datang tanpa kami undang.
Abida minta maaf mas.
Iya sayang its ok
Kalau begitu ayok kita sarapan mas sepertinya sudah sangat lapar, yang lain pasti sudah menunggu kita, jangan sampai mereka berpikir yang tidak tidak.karena lama menunggu 😄😄😄
Tunggu abida matikan keran air dulu, mas pasti lupa mematikannya
Aaaah iya maaf mas tadi lupa
mereka pun turun dan di sambut oleh mereka yang sudah berada di meja makan terlebih dulu.
Lamaaaa nyaaa kata abrizam
Apasih kak dengan wajah memerah abida menjawab ucapan kakanya
Sudah sudah abirzam jangan ganggu adikmu , ayok kita makan.
Mereka pun makan dengan begotu khusi tanpa ada suara.
...----------------...
__ADS_1
...maapin author baru up sekarang, soalnya benerapa hari ini anak aku lagi rewel rewelnya ...
Peluk sayang buat para reade4 tercinta jangan lupa dukungan untuk author yaaa🤗🤗🤗