
setelah oenjelasan panjang lebar umi untuk abida, abida hanya tersenyum seraya mengucapkan insyaAllah umi
Kegiatan memasakpun selesai, umi dan abida pun kembali kekamar masing masing untuk membersihkan dirinya dan juga bersiap menyambut kedatangan keluarga pak darga
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Akhirnya waktu menunjukan pukul 20.00 seperti yang sudah mereka bicarakan mereka akan datang di waktu tersebut, tibalah keluarga pak darga, di ikuti dengan bu.luisa,abidzar ,serta adik abidzar yang perempuan bernama afifah
Abidzar yang menggunakan baju kemeja berwarna putih,dan di padukan dengan celana chinos berwarna coklat muda, serta menggunakan snikers berwarna putih,tidak lupa dengan jam tangannya
Kira kira demikian yaaaa, bayangin aja yaaaa😁
Di sambut hangat oleh, abi,umi,abrizam,serta attaqi, abida masih di kamarnya setelah selesai menyajikan makanan abida bergegas kekamarnya melaksanakan sholat isya yang sempat tertunda sekalian bersiap.
Abida dengan set gamis coklat muda,tak lupa cadar berwarna hitam
__ADS_1
pak bagaspun langsung mempersilahkan tamunya untuk menuju ruang makan.
mbok yum tolong panggil ab....
ucapan pak bagas terhenti kala melihat anaknya telah turun dari tangga, yang lain pun ikut menatap ke arah mata pak.bagas, spontan abidzar sedikit kaget, pak.darga yang melihat kekagetan anaknya pun berbisik pada abidzar, " hey boy are you oke?" , dengan gelagapan abidzar hanya mengangguk seraya berbalik ke posisi semulah, "jodoh emang gak akan kemana" abidzar bermonolog dalam hatinya, "pantas saja tadi pas sampai di depan rumah ini,rumahnya seperti tidak asing, yaaa ruoanya ini rumah abida, sekali lagi abidzar berbicara dalam hatinya.
Pak.darga yang melihat anaknya senyum senyum sendri pun menipali seraya berbisik bagaimna calon yang papa siapkan?
Abidzar hanya tersenyum mendengar pertanyaan appinya
ujung dekat jendela duduklah pak.darga sebelah kanan pak darga istrinya,sebelah istrinya duduk afifah,sebelah afifah duduk istri pak.bagas, abida duduk di antara uminya dan afifah, pak.bagas duduk berhadapan dengan pak.darga, di barisan kursi sebelah duduk abrizam,attaqi,serta abidzar
mereka pun makan dengan hikmat, sesekali abidzar melirik abida yang sedang makan
Pak.bagas yang melihat itu hanya tersenyum seraya berucap dalam hatinya, sepertinya nak bagas ada ketertarikan terhadap abida, mungkin malam ini akan ku utarakan saja perjodohan ini.
Akhirnya mereka pun telah menyelsaikan makan malam mereka, mereka pun menuju ruang keluarga untuk berbincang,seraya mebicarakan perjodohan ini.
Abida yang masih di dapur membantu mbok yum pun di panggil oleh attaqi, untuk segerah menemui abinya dan yang lainnya, abida pun memgiyakan seraya berjalan menuju ruang keluarga.
__ADS_1
Abida yang tiba di ruang keluarga di panggil uminya yang meminta abida duduk di sebelahnya.
Abida pun duduk,dengan demikian abinyapun langsung mengutarakan maksudnya, perkenalkan ini anak peremouan saya satu satunya dia si bungsu, seketika ibu.luis bersuara jadi abida ini anak bapak, saya baru saja beberapa hari yang lalu bertemu nya di butik bersama dengan abidzar.
umi pun menimpali, jadi sebelumnya sudah pernah bertemu anak saya buu, ? Iyaaa bahkan abidzar dan abida sepulang dari mesir ternyata mereka satu pesawat dan bahkan kursi yang mereka tempati berseblahan, sepertinya sebelum kita memperkenalkan mereka ternyata mereka sudah lebih dulu bertemu,timpa bu.lius seraya tersenyum.
Abidzar hanya tertunduk dan sesekali melirik abida,.
Pak darga pun dengan segerah membuka suara, "sepertinya anak anak kita memang di takdirkan bersama,di lihat dari beberapa kali pertemuan mereka, berdua malam inipun sepertinya tak di sadari mereka senada warna bajunya.
Mereka semuah pun beralih menatap abidzar dan abida bergantian
Akhirnya di putuskanlah perjodohan mereka, bagaimna abidzar apa kamu menerima
perjodohan ini? Abidzar pun menjawab insyaAllah abidzar siap pii denvan lantang dan tegas
Abi bagas pun menanyakan pada putrinya perihal yang telah di bicarakan, bagaimna abida? Dengan menarik nafas abida menjawab kalau menurut abi dan umi ini yang terbaik untuk abida,maka abida bersedia abi umi seraya menundukan kepalanya
...----------------...
...----------------...
__ADS_1