
jam telah menunjukan pukul 23.15 tamu undanganpun telah tiada acra pun telah selesai, sesi photo dll nya pun telah selesai
mereka pun telah sampai di rumah kembali, selama perjalanan abida hanya diam, begitupun saat sampai di rumah abida sangat irit bicara ekspresipun tak ada, dia hanya sesekali senyum jika ada yang menyapanya
Abida berjalan di depan abidzar, abidzar pun membantu memegangi gown abida dari belakang.
pada saat menaiki anak tangga mengkin karena lelah,abida sedikit oleng untung abida berpegang pada pegangan tangga, abidzar pun kaget " ada apa bii?"
Abida hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan langkahnya, sesampainya di kamar abida langsung ke walkincloset untuk melepaskan pernak pernik serta gown pernikahannya, abida tengah di bantu oleh 3 ornag MUA untuk melepaskan gown nya, setelah selesai para MUA pun berpamitan.
Abida pun membersihkan makeup di wajahnya, setelah itu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya serta mencuci mukanya untuk membersihkan sisa makeup nya.
Sementara abidzar masih menggunakan kemeja serta celana kain, jaz nya telah iya lepas, anidzar tengah menunggu abida keluar dari kamar mandi.
Abida pun keluar dari kamar mandi telah menggunakan piyama lengkap, handuk yang masih melekat di kepalanya. Abidzar pun yang melihat itu sedikit heran, kenapa malah menggunakan piyama, apakah dia sedang tidak ingi di sentuh.
__ADS_1
Abidzar pun sedikit memecah keheningan dengan bertanya basa basi, sudah selesai bii?
abida hanya menjawab dengan 1kali anggukan
Abidzarpun berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah di kamar mandi abidzar melihat ternyata abida telah menyiapkannya air hangat untuk berendam,dan aroma terapi ya g telah abida pasang,seketika abidzar tersenyum bahagia, abida pun menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh suaminya.
abidzarpun keluar kamar mandi, abida yang tengah duduk di sofa sembari memegang tasbih, karna baru saja abida melaksanakan sholat isya yang tertunda, abida masih menggunakan mukenah, abida yang ketika pintu kamar mandi terbuka langsung megalihkan pandangannya ke arah pintu, kaget? Iya pasti apalagi pemandangan seperti ini baru abida lihat, kaka dan abangnya pun serta abinya tak pernah menampakan dada mereka di depan abida
Abidzar yang keluar kamar mandi hanya menggu akan handuk sepinggang dan menampakkan dada roti sobeknya itu, abida pun segera beranjak untuk keluar, melihat itu abixzar bertanya, mau kemana bii?
Baiklah bii, jawab abidzar
Abidapun berlalu
Selang 15memit abida pun tiba membawa nampan berisi makanan serta air minum, abidzar pun baru selesai dengan sholatnya.
__ADS_1
Abida pun mempersilahkan suaminya suduk di sofa untuk makan, abidzar pun duduk dan mulai memakan makanan yang di siapkan abida, kamu tidak makan bii?
Sudah tadi, abida makan di dapur
Kenapa tidak makan bersama mas saja?
Abida tidak tahan lagi jika harus menunggu, maaf mas abida tadi sudah sangat lapar
gak apa apa bii.
Abidzar pun telah selesai, abidapun merapihkan dan membereskannya setelah itu meminta mbok yum mengambil piring tersebut, abida pun langsung ke tempat tidur iya masuk ke dalam selimut, abida sangat lelah untuk 1 hari ini, tak butuh waktu lama abida telah terlelap.
Abidzarpun keluar dari kamar mandi karna habis mencuci tangannya serta menyikat giginya, melihat abida telah tidur abidzar hanya tersenyum, dan mendekati abida, abidzar mengusap pipinya dan menyelipkan anak rambut abida d belakang telinganya, serta mengecup pipi abida seraya berkata tidurlah bii aku tidak akan memaksamu dan meminta hakku jika kamu masih belum siap melakukannya.
...----------------...
__ADS_1