ABIDA UFAIRAH

ABIDA UFAIRAH
BAB 22


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah proses pindah rumah, dan mengisi perabot rumah dan lain lain, abidzar pun sekarang telah kembali beraktifitas seperti biasanya mengabdikan dirinya pada negeri sebagai anghota POLRI


setelah sholat subuh, abida mulai bergelut sebagai ibu rumah tangga pada umunya, mulai dari menyiapkan pakaian kerja suami nya membersihkan rumah, serta memasak untuk sarapan serta membuat bekal untuk sang suami.


Butik yang abida dirikan kini di jalankan oleh asistennya saja, abida hanya mengontrol dari jauh saja.


Abida pun melakukan pekerjaan rumahnya secara sendri tanpa bantuan sisten rumah tangga.


Setelah semuah beres, abida berlalu untk membersihkan diri,setelah itu membangunkan suaminya untuk bergegas, seperti biasa abida akan membiarkan suaminya tidur lagi setelah sholat dan murojaah.


mas....


Mas... Bangun


Abida sudah siapain semuah, mas bangun bersiap dan sarapan sudah hampir jam 7 mas....


Eeeeem iyaaa sayang


melihat suaminya telah membuka matanya abida segera berlalu, tapiiiii langkahnya kalah cepat dengan gerakan tangan abidzar


Abidzar menarik tangan abida hingga jatuh menimpah dirinya...


astagfirullaaaaaah maaas


Abida sontak kaget dengan kelakuan abidzar..


Maaas... Mas akan terlambat ke kantornya


Gak apa apa mas terlambat kalau bisa mas akan ijin lagi biar mas bisa dekat kamu seperti ini


Abida yang tersipu karena merasa malu mendenvat ucapan suaminya.


Sayaaaang kita sudah seminggu menikah, bahkan jatahku belum ku dapatkan, mr.j sudah sangat nelangsa menunggu itu...


Mr.j? Siapa mr.j mas? Abida bingun dgn ucapan suaminya


Abida abida masa gak tau mr j siapa, siapalagi kalau bukan junioooor aaaah taulah abida πŸ˜πŸ˜πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Abidzar mendengar penuturan abida langsung menarik tangan abida dan mengarahkan ke sang pemilk nama

__ADS_1


Abida pun spontan menarik tangannya dan turun dari atas tubuh abidzar dan segerah berlalu begiu saja


cepat mas bersiaplah nanti telat loh, jangan aneh aneh mas ini masih sangat pagi segera bergegas atau sarapan akan dingin, abida berbicara di balik pinu kamar yang sedikit terbuka.


Sedangkan abidzar hanya berusaha menyabarkan mr j agar tidak onfire


Sabar yaa mr j, bentar lagi kamu akan berkunjung dan menikmatinyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...****************...


setelah selesai dengan rutinitas di rumah abidzar pun pamit kepada sang istri untuk ke kantor.


Tunggu mas di rumah, sebentar akan ada orang suruhan mas mengantar mobilmu juga membawakan beberapa keperluan yang belum sempat kamu beli.


Iyaaa mas makasih


Abida mencium tangan suaminya 3 kali kecupan di punggung tangan serta 2 kali kecupan di telapak tangan,


tak lupa abidzar mendaratkan kecupan d kening istrinya


Sayang bersiplah malam ini, karena mr j akan berkunjung okeeee, abidzar berbisik tepat d telinga sang istri dan mengedipkan matanya


Aku berangkat sayang assalamualaikum


Waaliakumussalam mas, abida menjawab salah dengan tatapan entah keman


Hayoooooolooooooooh abida


Othor juga bilang apa kan mr j kamu sabar aja dulu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


abida pun masuk dan mengerjakan pekerjaan tertunda.......


Beberapa jam telah berlalu tak terasa waktu dzuhur telah masuk, abida pun bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat, saat setelah selesai abida mendengar suara ketukan di sertai ucapan salam...


Abidapun langsung bergegas turun masih menggunakan mukenah dan menggunakan cadar tali.


Iyaa waalaikumussalam sambil membuka pintu..


Maaf buu ini kunci mobil dan beberapa barang yang pak adzam titipkan ke saya.

__ADS_1


Abida menerimanya seraya mengucapkan terimah kasih.


Abida membereskan barang yersebut, dan segerah menggantimukenanya dengan jilba.


🍁🍁🍁🍁


waktu begitu cepat berlalu abida bangun dari tidur siangnya dan melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 16.00, astagfirullah aku ketiduran, abida bergegas mmbersihkan dirinya dan berwidhu setelab itu sholat ashar, dan bebrres serta membuat makan malam.


Sebentar lagi mas abidzar pulang.....


πŸƒπŸƒπŸƒ


Senja mulai menampakan kecantikannya, sang suryapun perlahan tenggelam


di iringi sang purnama yang menampakan kegagahannya di langit yang gelap menerangi penghuni bumi, serta lantunan suara suara sholawat di masjid menandakan akan segera masuk waktu magrib...


di saat yang bersamaan suara deru mobil sang suami terdengar abida pun menghampiri dan membukakan pintu untuk abidzar.


Assalamualaikum istirku dengan senyum mengambang yang sanvat manis mampu meluluhkan setiap yang melihatnya


Waalaikumussalam mas, ada apa sepertinya bahagia banget, seperti habis ketiban rejeki...


Eeeem bukan cuman itu karena malam ini akan jadi malam panjang dan indah untuk kita, kamu gak lupakan malam ini...


Abidzar menggoda sang istri sampai tersipu malu.


Abida yang mendengar itu melenggang pergi berjalan mendahuliu sang suami , iya iya iya abida ingat sangat ingat....


Kalau begitu mas mau mandi terus kita sholat lalu makan supaya kita ada tenaga


Godanya kepada abida yang berbicara tepat di telinga abida, yang membuat bulu kuduk abida berdiri karena geli....


Iiih mas geli,.kan bisa biasa aja ngomongnya gk mesti deket deket iih mas


Abidzar hanya tertawa dan berlalu ke kamar untuk membersihkan dri....


Maapin otor yaaaaaaa upnya telat telat maapin yaaa


Mawar dong mawar gpp mawar berduri juga otor dah seneng, kopi pun gpp biar otor semangatπŸ€—πŸ€—πŸ€—β€β€β€β€

__ADS_1


__ADS_2