
Setalah menempuh penerbangan berjam jam tibalah abida dan juga abidzar serta penumpang lainnya di BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
Abida yang sedang berusaha menurunkan koper miliknya, tanpa sengaja seorang penumpang yang terburu buru ingin turun sedikit menyenggol lengan abida sehingga abida sedikit oleng dan tangannya yang sedang meraih kopernya tadi terlepas sehingga koper tersebut hampir mengenai tubuhnya, syukurnya abidzar yg berdiri tak jauh dari abida segerah memegang lengan abida agar tidak terjatuh dan tangan satunya menahan koper yang hampir terjatuh menimpah abida
dengan cepat abida berdiri dengan normal dan berusaha tenang karna sedikit kaget dan agak gerogi ketika abodzar menyentuh lemgannya, abida hanya menunduk seraya memgucapkan terimakasih dan mangambil koper yang telah diturunkan abidzar, abidzar tak menjawab,abidzar hanya tersenyum seraya mengangguk kan kepalanya.
Akhirnya seluruh penumpang pun turun abida yang sedang menunggu kopernya, tiba tiba di kagetkan dengan suara laki laki yang mengatakan "menikah lah agar kemanapun kau pergi ada yang menjagamu, bagaimana jika aku tidak ada tadi, bisa di pastikan kamu akan terluka," abida dengan mengangkat kopernya dari barisan barisan koper lainnya saraya menjawab ucapan abidzar " semuah yang terjadi adalah kehendak Allah, mungkin tadi Allah mengirim pertolongannya melalui dirimu, kalaupun kamu tidak ada Allah pasti mengirim pertolongan dari arah yang lain pula" setelah mengucapkan abida berlalu, abidzar hanya terdiam mendengar ucapan abida tersebut.
.
.
.
dari luar umi,abi serta attaqi dan abrizam pun sedari tdi yang menunggu abida melambaikan tangan mereka ke arah abida yang berjalan menuju mereka semuah, setibanya abida lamgsung memeluk umi abi serta kaka dan abangnya seraya mencium punggung tangan mereka dengan takzim, abrizam yang begitu sedikit banyak bicara di bandingkan dengat attaqi, memeluk adik bungsunya seraya mengusap wajahnya yang tertutupi cadar seraya berkata, hei gadis kecil kamu sepertinya tampak tumbuh berisi dari sebelum kepergianmu, apakah kamu di sana sangat bahagia sampai sampai kamu tak pernah pulang walaupun libur romadhon dan lebaran kamu sudah seperti bang toyyib abida setelah mengatakan itu abida hanya tertawa kecil sembari mengucapkan kata kata yang telah abida doktrinkan pada dirinya," pantang pulang sebelum lulus kak" , merekapun terkekeh, tanpa mereka sadari abidzar yang melihat imteraksi keluarga tersebut hanya tersenyum seraya berucap ooh jadi namanya ABIDA nama yang bagus, tak lama jemputan abidzar pun tiba, supir tersebut merebut koper abidzar dengan cepat dan memasukan ke bagasi, abidzar pun masuk ke dalam mobilnya tanpa menumggu di bukakan pintunya oleh sang supir, begitupun abida dan kelurganya merekapun menuju mobilnya dan pulang ke kediamannya.
__ADS_1
Tak terasa perjalanan yang lumayan sampailah mereka, abida langsumg masuk tak lupa mengucapkan salam di susul dengan umi abi serta kaka dan abangnya, abida pun berlalu sembari berkata "abida langsung ke kamar yaaah, abida lelaaaaaaaah banget, abida butuh peregangan, umiii hari ini abida sepertinya akan tidur cukup lama, abida sedang tidak sholat " setelah mengucapkan itu abida melanjutkan langkahnya dan di angguki oleh seluruh keluarga yang berada di sana.
Abidzarpun telah tiba di kediamannya, abidzar di sambut oleh ibu dan ayahnya yang dia panggil dengan sebutan ammi dan appi, seraya memeluk ammi nya bergantinya dengan appi nya, abidzar pun bertanya kenapa tidak menjemput abidzar, apa kalian tidak merindukanku? Kedua org tua itu banya terkekeh kecil sembari berkata kami hanya ingin membuatmu marah nak.
...............................
hari berganti hari tak terasa seminggu sudah ke pulangan abida dan abodzar, dengan rutinitas mereka masing masing, di bawa langit yang sama, pagi ini abida telah rapih dengan set syar'i berwarna salem tak lupa dengan cadar yang menjuntai berwarna hitam, hari ini adalah hari pembukaan butik syar'i abida, abida juga mengajar di salah satu sekolah swasta sebagai guru bahasa arab, sorehnya pun abida ada kelas privat mengajar mengaji serta hadist hadist untuk beberapa akhwat yang masih remaja.
Mereka pun berkumpul di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktifitas masing amsing, kaka abida yang bernama abidzar adalah seorang polisi dan abangnya beranama attaqi adalah seorang dokter spesialis ahli dalam, abinya adalah seorang pengusaha rental playstation tapi rentalan tersebut di percayakan kepada beberapa karyawannya, dia dan sang istri hanya sesekali mengunjunginya mereka lebih sering memantaunya melalu cctv saja yang terhubung dengan hamdphonenya
Saat tengah menikmati makan telepon rumah berdering tlililit tlililit, karna tak ingin membuat menunggu sang penelpon attaqi pun berinisiatif mengangkatnya,
"halo assalamualaikum
waalaikumussalam...
__ADS_1
Apa pak bagas ada?
Ooh iya pak abi ada tapi sedang makan,
Ooh kalau begitu sampaikan kalau pak darga menelponnya, tolong sampaikan pada abimu setelah makan untuk menelpon saya yaa.
assalamualaikum
Baik pak waalaikumussalam
Attaki pun kembali, seraya mengatakan, " abi pak darga menelpon, dan meminta abi untuk menelponnya setelah makan"
ada apa tumben pak darga menelpon bii, ucap umi naina,
Iya umi mungkin ada hal mendesak atau penting, .........
__ADS_1
aaaaaa author sepertinya blank baru juga dua babudah pusing mikirin alurnya πππ semangatin author dooooongπ€ππππ