Ada Cinta di Stasiun

Ada Cinta di Stasiun
Bab 1 Dinas Pagi


__ADS_3

Zain bangun tidur menjelang subuh. Dia bergegas mandi kemudian melaksanakan sholat subuh. Hari ini adalah jadwalnya berdinas menuju kota Yogyakarta.


Zain yang seorang masinis waktu kerjanya tak pernah beraturan, tidak mengenal hari minggu dan mengenal hari libur atau tanggal merah. Bahkan Zain juga tak ada waktu mencari pasangan hidup.


Umur Zain yg hampir 27 tahun belum memiliki calon pasangan hidup.


Dalam satu minggu dia akan libur dinas selama dua hari dan harinya tak pasti hari sabtu, minggu. Zain selalu semangat bekerja, disiplin dan tidak pernah mengeluh.


Jam Keberangkatan Kereta yang akan dibawa oleh Zain adalah pukul 06.00. Zain harus tiba di Stasiun satu jam sebelum keberangkatan kereta agar bisa bersiap-siap sebelum keberangkatan.


Saat ini Zain sudah sampai di Stasiun. "Perutku lapar", ucap Zain dalam hati.


Zain pergi ke area resto di Stasiun untuk membeli kopi susu dan roti sebagai pengganjal perut, karena Zain tak sempat sarapan dirumahnya. Zain tinggal di rumahnya sendri terpisah dengan orangtuanya dan tidak memiliki pembantu, sehingga tidak ada yang menyiapkan sarapan untuk Zain.

__ADS_1


Ketika Zain menuju ke resto untuk membeli sarapan, dia bertabrakan dengan seorang wanita sehingga menjatuhkan tas wanita tersebut.


"Maaf", ucap Zain sambil mengambil tas wanita tersebut yang terjatuh.


"Iya tak apa, terimakasih sudah mengambilkan barang saya", ucap wanita tersebut pada Zain.


Kemudian Zain memperkenalkan diri pada wanita tersebut, dan juga si wanita merespon dengan baik.


"Namaku Zain", sambil mengulurkan tangan.


Zain merasa salah tingkah dan malu. Akhirnya dia melangkah kaki melewati Fika untuk melanjutkan niatnya pergi ke resto. Namun wanita itu tiba-tiba memanggil, "Maaf mas Zain apakah saya boleh bertanya?"


"Ya, Silahkan, mau tanya apa", jawab Zain sambil membalikan tubuhnya, yang sudah melewati dan membelakangi Fika.

__ADS_1


"Mas Zain, saya akan menuju ke Yogyakarta, namun kreta yang saya akan naiki sudah habis tiketnya, dan kepergian saya ke Yogyakarta tidak bisa ditunda. Apakah mas Zain bisa bantu?" Tanya Fika dengan ragu. Fika mengetahui bahwa Zain seorang masinis dari seragam yang dikenakannya.


Zain terdiam sejenak sambil berfikir. Tak lama Zain menjawab, "Ayo Ikut Saya ke Loket pembelian tiket". Kemudian mereka berdua pergi menuju loket pembelian tiket, dan Zain membeikan tiket kereta Eksekutif untuk Fika, tentunya tiket dengan nama Fika Nurraini, karena Zain ketika membeli tiket menyerahkan KTP Fika ke petugas loket.


Fika menerima tiket dari Zain dan mengucapkan terimakasih. Tak lupa memberi Zain uang untuk membayar tiket yang Fika dapat.


"Maaf tak usah bayar, gratis buat kamu, kereta akan memasuki stasiun ini dan berangkat pukul 06.00 dan saya yang menyetir, sebaiknya kamu segera cek in memasuki ruang tunggu". ucap Zain, sambil pergi meninggalkan Fika.


Zain bergegas pergi dengan langkah cepat membeli sarapan tertunda, kemudian masinis tersebut melakukan cek kesehatan sebelum keberangkatan. Semua proses persiapan keberangkatan sebagai masinis sudah selesai, dan kereta yang akan dia bawa juga sudah memasuki stasiun. Zain dan Asisten Masinisnya sudah siap untuk menggantikan rekannya yang usai dinas di stasiun tersebut.


Zain dan asistenya menaiki kreta bagian lokomotif. Sedangkan Fika sudah menaiki gerbong penumpang eksekutif dan duduk didekat jendela sesuai nomer kursi yg dipesankan Zain. Fika tersenyum-senyum sendiri merasa senang dan heran karena mendapat tiket gratis dari Zain, padahal Zain dan Fika baru saja kenal.


"Maz Zain baik sekali, ganteng lagi." batin Fika berbicara dan wajahnya menunjukan ekspresi bahagia berseri-seri.

__ADS_1


Kereta mbunyikan Klaksonnya, tanda kereta akan berangkat. Tak lupa Zain membaca basmallah, begitu juga Fika. Kereta sudah berangkat menuju kota Yogjakarta.


__ADS_2