Ada Cinta di Stasiun

Ada Cinta di Stasiun
Bab 2 Yogyakarta


__ADS_3

Pukul 10.00 kreta yang dibawa Zain sudah sampai di Yogjakarta. Zain dan Asistenya turun dari lokomotif dan digantikan oleh rekannya. Zain menuju ke kantor dan laporan usai dinas ke bagian pelaporan.


Fika juga turun dari kereta dan bergegas mencari taksi online untuk menuju ke hotel. Fika pergi ke Yogyakarta akan menghadiri wisuda S2nya keesokan hari. Fika adalah dosen universitas swasta di kota tempat ia tinggal.


Zain juga selesai laporan dan menuju ke mes masinis untuk beristirahat. Setelah sampai di mes, Zain mengganti baju dinasnya, dan berganti dengan kaos yang ia bawa di tas, kemudian merebahkan dirinya di kasur.


"Aku mau tidur dulu ya bro". Ucap Zain pada asistennya. Asistennya hanya menganggukan kepala dan senyum. Di dalam mes tersebut ada banyak kamar dan dalam satu kamar terdapat dua bed ukuran single. Zain dan Asistennya beristirahat dalam satu kamar.


Fika sudah sampai di hotel yang sudah ia pesan secara online, hotelnya juga tak jauh dari stasiun dan kampusnya berada di area malioboro. Fika rebahan dan sambil mengecek ponselnya sejenak. Adzan dzuhur berkumandang. Fika bergegas mengambil wudu sholat dzuhur.


Zain juga terbangun dari tidurnya karena mendengar adzan. Dia dan asistennya juga segera melaksanakan sholat. Seusai sholat mereka bergegas mencari makan di area Malioboro dekat stasiun. Kali ini mereka makan di sebuah rumah makan padang. Fika juga seusai sholat bergegas mencari makan di luar hotel. Fika merasa ingin makan nasi padang.


Ternyata rumah makan padang yang Fika tuju sama dengan tempat makan Zain dan Asistenya. Ketika memasuki rumah makan Fika langsung melihat Zain, karena tempatnya yang tak begitu luas. Setelah memesan makanan, Fika mendekat ke Zain dan mengucapkan terimakasih lagi pada Zain.


"Sama-sama Fika, mungkin suatu saat saya yang akan butuh bantuanmu," kata Zain.


"Bolehkah kita bertukar nomer telfon?" Tanya Zain Pada Fika.


"Boleh mas." Jawab Fika.


Mereka bertukar hp untuk saling mengetikan nomernya.Seusai bertukar nomer HP Zain memperkenalkan Asistennya yang bernama Arga kepada Fika. Mereka bertiga akhirnya duduk satu meja dan makan bersama.


Seusai makan, Zain membayar ke kasir membayar makanan mereka bertiga. Arga pamit terlebih dahulu ke mes untuk tidur siang,karena tadi belum tidur siang. Sementara Zain menawarkan diri untuk mengajak fika jalan-jalan disrkitar area Malioboro.


Fika mengucapkan terimakasih kembali pada Zain karena sudah sangat baik pada Fika untuk kesekian kalinya.


"Maaf mas, saya mau kembali ke hotel untuk beristirahat."kata Fika


"Ya sudah,saya boleh antar Fika ke hotel tempatmu menginap?" Tanya Zain. Zain tak mengerti kenapa ia ingin membatu wanita itu terus dan ingin dekat dengannya walaupun baru mengenalnya.


Fika diam belum menjawabnya.


"Dimana hotelmu?" Zain bertanya kembali.


"Di hotel r**d d**rz dekat sini mas, boleh kalau mau antar, naik apa mas?" ucap Fika.

__ADS_1


"Naik kapal kaki Fika, deket kan, anggap saja aq menemani jalan-jalan, kau kesini sedang liburan kan?" tanya Zain.


Mereka berduapun tertawa renyah mendengar kata kapal kaki. "Aku kesini untuk wisuda mas besok", jawab Fika.


Mereka berbicara banyak sambil menuju ke hotel tempat Fika menginap. Hingga Zain menawarkan akan menemani Fika wisuda besok, karena jadwal kereta yang dibawa Zain kembali ke stasiun asal besok sore. Fika pun menyetujuinya,karena Fika besok wisuda sendirian tanpa ayah ibunya, karena orang tuanya sibuk bekerja.


Setelah mengantar Fika ke hotelnya, Zain kembali menuju mes dan senyum-senyum sendiri ketika di jalan. "Jantungku berdetak dengan cepat, jika dekat dengannya ya, padahal baru kenal", Zain bicara dalam hatinya dan sambil memegang dadanya.


Zain yang tidak pernah berpacaran bingung dengan perasaannya. Dia hanya pernah mengagumi teman sekelasnya saat SMA dulu, tanpa berpacaran. "Atau Karena dia mirip Monita, teman SMAku dulu?", tanya Zain dalam hati pada dirinya sendiri.


Monita adalah teman SMA yang ia kagumi dulu, tapi Monita sudah menikah, yang tidak Zain kerahui bahwa monita sekarang telah menjanda dan belum memiliki anak. Merekapun beberapa kali berkomunikasi secara singkat melalui media sosial, hanya sekedar bertanya kabar.


Malam harinya Zain mengirim pesan ke Fika lewat aplikasi hijau. "Assalamualaikum Fika, selamat istirahat ya, semoga acara wisuda besok lancar". Pesan teks terkirim dan langsung centang biru.


"Ya, terimakasih mas." Hanya itu pesan balasan dari Fika.


"Besok aku jemput kamu jam 06.30 dihotel ya, Aku sewa mobil, tidak pakai kapal kaki lagi, wkkkwk", pesan Zain terkirim lagi dan langsung biru.


"Ok, mas.Fika tunggu, terimakasih". balas fika.


Haripun berganti, Zain sudah menyewa mobil dan berpamitan pada Arga akan pergi ke salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta untuk menghadiri wisuda temannya. Arga tetap beristirahat di Mes menunggu jadwal dinas pulang.


Tak lupa Zain membawa hadiah buket jajan snack dan beberapa lembar uang biru untuk diberikan pada Fika, buket itu Zain pesan kemaren sepulang dari hotel tempat Fika menginap. "Aku ini aneh sekali, sibuk sendiri gitu, nyiapin hadiah, sewa mobil,nemenin dia wisuda, padahal baru kenal", ucap batin Zain sambil bibirnya tersenyum lebar, membayangkan Fika.


Sampai di hotel, Fika sudah menunggu di lobi hotel, melihat Zain datang Fika bergegas memasuki mobil Zain. Setelah masuk mobil Fika langsung memasang sabuk pengamannya. Zain memberikan hadiah yang sudah dia siapkan tadi.


"Wah cantik sekali hadiahnya, terimakasih Mas". Ucap Fika.


"Mas, teman mas yang kemaren ngga mas ajak?Gak apa-apa mas tinggal?" tanya Fika pada Zain, yang berharap teman Zain ikut. Fika berharap Arga ikut, walaupun dia tak mengajaknya langsung. Fika mengagumi Arga pada pandangan pertamanya, dan Zain tak tahu itu.


"Ya kan kamu gak bilang ke aku, jadi aku gak ajak dia, dia jaga mes",bilang Zain pada Fika agak sedikit kesal.


Tak lamapun mereka sampai di universitas Fika. Acara wisuda berjalan dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Selesai wisuda mereka berfoto berdua disekitaran kampus, bagai pasang kekasih. Foto bersebelahan tanpa bergandengan. Zain yang terlihat gagah dengan celana jeans, hem dan sepatu ketsnya, begitu pula Fila yang terlihat cantik dengam kebaya hijau perpaduan pink dan toganya. Mereka bagai sepasang kekasih yang sangat serasi. Tak lupa mereka juga ambil foto dengan HP.


Setelah berfoto mereka makan siang bersama di resto sekitar kampus, karena jalanan macet. Tak lupa Zain memberikan tiket pulang untuk Fika, tiket kereta, yang keretanya akan disetiri oleh Zain lagi. Fika terkejut, begitu baiknya Zain. Tak lupa Fika mengucapkan terimakasih pada Zain.

__ADS_1


"Anggap itu permintaan maafku, karena sudah menabrakmu kemaren di Statiun", ucap Zain.


"Mas ini sangat berlebihan menurutku", jawab Fika.


"Aku mengagumimu bahkan mungkin mencintaimu sejak pandangan pertama, maukah kau menikah denganku?sebulan lagi kita menikah". Zain mambayangkan, dia menanyakan itu pada Fika.


Fika memanggil Zain yang sedang melamun sambil tersenyum-sendri. Zain tersadar dari lamunannya. "Maaf Fika, kenapa ya, aku tak dengar kamu bilang apa td?", ucap Zain. Zain menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, dan merasa heran dengan dirinya sendiri. Ya Zain telah jatuh cinta pada pandangan pertama di Stasiun, alasan kuat Zain jatuh cinta pada Fika adalah karena mirip Monita.


"Mas Zain, minta tolong antar aku kembali ke hotel, aku ingin istirahat, terimakasih ya untuk hari ini dan tiket pulangnya." Ucap Fika.


Zain mengantar Fika kembaki ke hotel, kemudian dia mengembalikan mobil sewaan yg sudah ia pinjam. Zain juga beristirahat kembali ke mes sebelum jam dinas pulang.


Sebelum Zain tidur siang dia mengatakan pada Arga bahwa Fika perempuan kemaren yang di rumah makan padang menanyakan Arga. Arga tampak cuek tak meladeninya. Arga hanya menjawab, "Biasa masinis ganteng, banyak penggemarnya." Zain membalasnya dengan melempar bantal. Setelah itu Zain dan Arga bergegas tidur siang, hingga jam menunjukan pukul 16.00.


Zain dan Arga bergegas bangun, Mandi Sholat ashar. Jadwal keberangkatan kereta pulang adalah pukul 18.00 WIB. Tapi masinis harus bersiap satu jam sebelumnya untuk menjalani rangkaian kegiatan sebelum dinas, dan agar tidak terburu-buru. Pukul 17.00 mereka berdua sudah siap menuju stasiun ke bagian kantor pelaporan.


Sementara fika yang sudah bersiap-siap pukul 17.00 berjalan menuju stasiun, melewati jalan tepi Malioboro.Sekitar tiga puluh menit sebelum keberangkatan kereta Fika harus sudah sampai di Stasiun, Karena Fika akan memberikan oleh-oleh bakpia pada Zain sebagai rasa terimakasihnya. Tepat 17.30 WIB dengan jalan santai Fika sampai di Stasiun, dia menanti di ruang tunggu penumpang. Tak lama kemudia Fika melihat Zain dan Arga lewat. Kemudian Fika memanggil mereka,merekapun mendekat dan fika memberikan empat dus bapia beserta kantong plastiknya.


"Sebagai bentuk terima kasihku". Ucap Fika pada Zain


"Hallo Mas Arga," Sapa Fika pada Arga.


Zain menerima bakpia yang diberikan oleh Fika dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


Arga menjawab sapaan Fika."Hallo juga Fika, tukeran nomer HP yuk." Merekapun bertukar nomer HP. Zain yang melihatnya agak kesal, dan melipat kedua tangannya di dada.


Arga yang playboypun berbincang dan merayu Fika, Fika tersipu malu mendengar rayuan Arga.


"Hati-Hati Fika dia Playboy", ucap Zain pada Fika.


"Jangan dipercaya ya Fika", kata Arga pada Fika.


Fika mundur satu langkah, dari Arga, Fika yang tak pernah pacaran mendengar kata playboy merasa kaget dan takut. Mana sempat Fika Pacaran, fika fokus sekolah dan kuliah hingga umur 24 tahun bisa mencapai S2 dan sudah jadi dosen.


Zain dan Arga segera menuju pemberentian kereta di bagian lokomotif terdepan, 10 menit sebelum kreta memasuki stasiun Yogyakarta. Fika melambaikan tangan pada Zain dan Arga, sampai jumpa kembali. Zain membalas dengan senyuman dan Arga membalas dengan Kis bay mengguanakan tangannya.

__ADS_1


Rasa kagum Fika pada Arga pudar setelah mendengar kata Playboy. Tak nerselang lama Kereta datang. Merekapun Kembali Ke stasiun Asal.


__ADS_2