Ada Cinta di Stasiun

Ada Cinta di Stasiun
Bab 10 Malam Pertama


__ADS_3

mohon dibaca saat setelah berbuka puasa..


bantu like, komen sebanyak-banyaknya ya readers..


****************


Zain bangun daru tidurnya selepas Ashar. Melihat kesekeliling kamar mencari keberadaan Fika. Zain melihat Fika tidur di sofa. "Kok tidur disofa se?"gumam Zain dalam hati. Zain berniat mandi dan melaksanakan sholat Ashar dulu, baru setelah itu membangunkan Fika.


Selesai sholat ashar Zain membangunkan Fika, namun Fika tak kunjung membuka matanya. Akhirnya Zain menggendong Fika, memindahkannya ke tempat tidur. Zain memandangi wajah Fika dan mengelus pipinya kemudian mencium kening Fika.


Fika mengerjapkan matanya dan terbangun dari tidurnya. "Sudah bangun mas?" Tanya Fika.


"Sudah sayang, bangun sholat ashar dulu." Sahut Zain.


Fika bergegas bangun dan sholat ashar. Selesai sholat ashar mereka memghabiskan sorenya menonton acara TV dikamar hotel. Tentunya Fika masih merasa canggung berdekatan dengan Zain.


*

__ADS_1


.


.


*


Selepas sholat magrib petugas hotel mendatangi kamar mereka berdua untuk mengantar makan malam. Ya mereka akan makan malam di balkon kamar hotel. Candle light dinner romantis. Setelah petugas hotel selesai menyiapkan tempat makan malam, Fika bergegas ke kamar mandi untuk mengganti handuk kimono yang masih ia kenakan. Dia baru sadar hanya membawa 1 gamis dan 2 lingerie warnah merah serta hitam. Akhirnya daripada menggunakan baju yg dipakai untuk pulang nanti, Fika memutuskan untuk memakai lingerie hitam yang ada kimononya. Dia menggerai rambut panjangnya dan memakai lipstik warna nude. Sedangkan Zain hanya mengenakan kaos dan celana pendek.


Ya makan malamnya kan dikamar, jadi ya pakaian senyamannya dan sesukanya.


Setelah Fika keluar dari Kamar mandi Zain memandangnya dengan terkesima.


Kemudian Zain mendekat ke Fika, Fika menyambut dengan mata tertutup karena grogi, dan Zain mengecupkan bibirnya ke bibir Fika.


Masih merasa belum cukup, Zain memegang tengkuk leher Fika, agar lebih menyatukan penyatuan bibir mereka. Zain memasukan lidah ke mulut Fika dan mengaduk isi mulut Fika dengan lidahnya. Ini ciuman mereka pertama kali, pengalaman pertama kali, hasrat bercinta yang membuat mereka terkesan ahli. Setelah merasa kehilangan napas, mereka berhenti dan meyatuka kedua kening mereka.


"Mari kita makan dulu." Ucap Fika.

__ADS_1


Zain hanya tersenyum, dan menggendong Fika ke arah balkun kemudian mendudukannya dikursi.


Zain mematikan seluruh lampu kamar Hotel dan menyalakan lilin di meja. Mereka makan malam dengan saling suap menyuap. Segera menyelesaikan makan malamnya. Setelah selesai makan malam, Zain mendekat ke Fika dan mengecup kepala Fika, Kemudian membisikan kata ke telinga Fika,"aku masih lapar ingin melahapmu."


Tanpa aba-aba Zain menggendong Fika kembali menuju ke dalam kamar dan menjatuhkan Fika ke ranjang. Lagi-lagi Zain membuka Kaos dan celananya menyisakan ****** *****. Fika menutup mukanya karena malu melihat dan berkata," suka sekali seperti itu mas?"


"Gak papa, kan depan istri."Jawab Zain


Zain merebahkan tubuhnya diatas tubuh Fika.


"Aku akan melakukannya dengan pelan sayang."Ucap Zain pada Fika


Fika hanya mengangguk.


Sudah menikah, cinta atau tidak, maka melaksanakan tugas suami istri adalah wajib hukumnya. "Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki." (QS. Al Baqarah : 223)


Zain menciumi Fika dengan mesra, menjelajahi sekujur tubuh Fika, Fika hanya diam pasrah dan mendesah. Zain paling suka dengan bagian dada Fika. Yang satunya dimainkan dengan mulut dan yang satunya dimainkan dengan tangan saling bergantian. Nikmat duniawi mereka berdua rasakan. Setelah puas bermain di dada Fika, Zain merobek lingerie Fika dan menciumi perut Fika. Sampai ke daerah sensitif, milik Fika telah basah dan siap untuk dimasuki.Zain kemudian memasukan kepunyaannya secara perlahan ke dalam milik Fika. Fika menggigit bibir bawahnya..

__ADS_1


*****


next bab selanjutnya...


__ADS_2