Ada Cinta di Stasiun

Ada Cinta di Stasiun
Bab 9 Menikah


__ADS_3

Mohon Bantuan like dan komen sebanyak banyaknya ya readers.....jangan lupa kasih bintang 5..


****************


Tak terasa sebulan cepat berlalu, segala persiapan pernikahan telah siap. Hari ini tiba saatnya Zain dan Fika menikah.Pernikahan yang sangat sederhana dan sakral.Bahkan Zain belum melaksanakan cuti pada hari pernikahannya. Dia baru pulang dinas dini hari jam 04.00 WIB. Sedangkan Pernikahannya pukul 08.00 WIB di Rumah Fika. Zain mengambil cuti 3 hari, terhitung dari H+1 setelah hari pernikahan.


Pernikahan mereka hanya ijab dan walimah sederhana, tidak dilangsungkan resepsi digedung ataupun sewa room dihotel. Tamu yang diundang ke pernikahan Zain dan Fika adalah sanak saudara dan sahabat dekat, serta beberapa teman kantor.


Fika terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih, memakai riasan sunda siger namun tetap memakai kerudung. Begitu pula Zain terlihat sangat tampan. Walaupun Zain merasa sangat mengantuk karena semalaman tak tidur karena dinas. Zain sudah siap menghadap ke penghulu dan Ayah Fika. Dengan satu tarikan nafas Zain melaksanakan ijab Qabul, dan diakhiri dengan terdengar kata "sah" dari para tamu undangan.

__ADS_1


Kini Zain dan Fika resmi menjadi suami istri. Fika mencium punggung tangan Zain dan Zain mencium kening Fika.


Para tamu undangan menikmati hidangan yang sudah disediakan, sebagian ada yang memberi selamat pada pengantin baru,ada juga yang minta foto bersama.


"Selamat ya bro." Ucap Arga pada Zain sambil menyalami dam memeluk.


"Cepet nyusul ya." Sahut Zain.


Hayya juga minta foto bersama dengan pengantin. Tiara dan Haya kompakan memakai dress berwarna coklat susu, begitu pula Aditya yang menggunakan jas berwarna sama.

__ADS_1


Acara pernikahan diakhiri dengan melepas banyak balon oleh mempelai dan keluarga mempelai, selain itu jg melepas dua burung merpati yang melambangkan kesetiaan antara sepasang kekasih. Zain tanpa ragu memegang pinggang ramping Fika. Fika yang belum terbiasa merasa malu dan risih.


Hari menjelang sore, akhirnya pernikahanpun usai, para tamu undangan sudah pada pulang. Pengantin baru segera pergi ke hotel tak jauh dari rumah untuk bermalam dihotel.Sesampainya di hotel Zain merasa lelah dan mengantuk ingin segera tidur. Fika juga merasa panas, ingin cepat menghapus make up dan aksesoris yang dikenakan.


Tanpa basa basi Zain segera melepas semua baju dan menyisakan ****** ***** yang dikenakan, karena merasa panas. Pakaian Zain dan Fikapun masih ada di dalam tas, dan Zain tak sempat mengambil pakaian, karena matanya sudah sangat lengket dan tak bersahabat lg. Tidur dengan ditutup selimut, AC menyala dengan mode sangat dingin. Dalam hitungan tiga Zain sudah memasuki alam mimpi.


Fika yang melihatnya merasa heran dan kaget, baru pertama kali melihat badan setengah telanjang seorang laki-laki. Merasa ada yang aneh. Melihat Zain yang tertidur dengan lelap, Fika ikut melepaskan riasan aksesorisnya,menghapus make up, dan mandi untuk menyegarkan badannya yang merasa kepanasan.


Fika mandi dibawah shower dengan guyuran air dingin. Dia mengusap lembut tubuhnya, sambil membayangan apakah aku akan malu jika tubuh ini dilihat mas Zain. Siap tak siap aku wajib melayani mas Zain" Ucap Fika dalam Hati.

__ADS_1


Selesai mandi Fika menggunakan kimono handuk hotel dan menggulung rambutnya karena basah. Fikapun merasa lelah dan mengantuk sehingga merebahkan badanya di sofa sebrang tempat tidur, karena masih merasa malu tidur seranjang dengan laki-laki walapun sudah menjadi istri sahnya. Zain masih tidur telelap. Fika juga ikut tertidur di sofanya.


__ADS_2