
Zain berangkat dinas ke solo sore hari dan pulang keesokan harinya.Kini pertama kalinya dia meninggalkan istrinya Fika.
Sedangkan Fika yang masih cuti merasa kesepian ditinggal oleh Zain. Begitu pula Zain merasa tak tenang meninggalkan Fika.
Pengantin baru ditinggal 2 hari 1 malam. Tidur sendiri terasa hampa. Dua hari tak bertemu serasa 2 tahun
Keesokan harinya pada malam hari Zain pulang dinas, Fika menyambutnya dengan senang hati dan memeluknya erat. Zain telah mengabari Fika waktu dia akan sampai di rumah. Dia sudah menyiapkan air Hangat untuk Zain mandi. Zain bergegas mandi untuk menghilangkat nau kringat dan lelahnya, selagi Zain mandi, Fika membuatkan teh hangat untuk Zain. Fika membawa teh ke kamar mereka dan meletakannya di nakas dekat tempat tidur.
Seusai Zain mandi sengaja ia tak langsung memakai baju. Dia hanya melilitkan handuk di pinggangnya kemudian menyesap teh yg sudah istrinya buatkan.
Fika yang merasa rindu menghamburkan dirinya ke pelukan Zain. Bau sabun mandi menyeruak hidungnya. Zain mengecup kening istrinya kemudian berbisik, " kau merindukanku?"
Fika hanya menganggukan kepala.
__ADS_1
Zain kemudian mencium bibir Fika dengan penuh mesra dan mengobati rindu yang menggelora. Mereka melakukan olahraga berkeringat di atas tempat tidur. Menyalurkan hasrat yang terpendam.
Setelah selesai kemudian Zain merebahkan badannya di samping Fika. Karena lelah dia langsung tertidur pulas. Namun Fika tak tertidur.
Dia bermain Hp karena belum mengantuk. Fika masih ingin bermesraan dengan Zain. Tapi sang pemilik rindu sudah ada dialam mimpi. Suara dengkuran halus terdengar di telinga Fika.
Fika memandangi wajah Zain. Kemudian membelai pipi dan mengecup bibirnya. Pertemuan singkat dengan Zain dan dalam waktu singkat pula mereka menikah. Fika masih belum yakin akan perasaannya. Namun Foka menikmati saat bersama Zain. Belaiannya, perhatiannya dan kelembutan sikapnya.
Fika kemudian bersandar di pundak Zain dengan tangan melingkar di perutnya. Fika tidur dengan memeluk Zain.
Keesokan paginya Zain bangun terlebih dahulu karena dia dinas pagi ke Semarang. Fika belum bangun, dia mengerjapkan matanya kemudian tidur lg.
Sebelum berangkat dinas Zain menyempatkan untuk minum susu dan makan sepotong roti coklat yang ia siapkan sendri.
__ADS_1
Sampai Zain telah selesai bersiap untuk berangkat, Fika juga masih terpejam.
Zain mengecup kening, pipi dan bibir Fika. Kemudian berbisik, aku berangkat y sayang.
Zain berangkat tanpa menunggu Fika terbangun.
Setelah Zain pergi, tak lama kemudian Fika bangun. Dia menyadari suaminya tak disampingnya. Fika paham pasti Zan berangkat dinas lagi.
Fika bergegas mandi dan membersihkan sisa keringat penyatuannya dengan Zain. Seusai mandi dan memakai baju ia sarapan pagi dengan sepotong roti coklat juga.
Untuk mengobati kesendiriannya yang membosankan Fika membaca novel dan juga menonton TV. Setelah bosan dengan rutinitas ity kemudian Fika mengurus pekerjaann rumah (mencuci baju, menyapu, mengepel dan menyetrika).
Fika merasa pekerjaan rumah tangga lebih berar dari pekerjaannya sebagai seorang dosen. Tapi dia sadar, mengabdi pada suami adalah kewajiban istri.
__ADS_1
Fika tak pergi keluar rumah tanpa izin suami, walaupun ia merasa sangat bosan dan jenuh dirumah sendirian. Karena saat ini Zain pada mode tak bisa dihubungi.
“Maka istri-istri yang shaleh itu ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karenanya Allah telah memelihara (menjaga) mereka,” (QS. An Nisa: 34)